
"Ya dia mengakhiri hidupnya sendiri setelah tau kalau gue bener bener melakukannya hanya sama dia dan saat sadar hal itu juga gue udah pergi" ucap Maya.
"Ternyata hidup kakak berat banget ya" ucap Angel.
"Itu tidak terlalu besar tapi yang paling besar ada dua tahun sebelum ini, kakak kehilangan saudara kembar kakak padahal kita punya rencana besar di hari ulang tahun kita waktu itu" ucap Maya.
"Apa itu juga alasan lo gak pernah lagi buat pesta ulang tahun lo" tanya Rafa.
"Hm, saat hari ulang tahun itu tiba ada sesak di yang sangat sangat buat gue gak bisa berfikir buat gue merasa jadi kakak paling buruk" ucap Maya.
"Lo tau May mungkin dia sudah bahagia " ucap Rafa.
"Gue harap gitu kak, lo tau harapan terbesar gue saat ini gue mau melihatnya lagi walau dia dalam diri orang lain walau sebentar gue ingin memeluknya dan meminta maaf karena tidak bisa menjaganya selayaknya seorang kakak" ucap Maya.
"Udahlah May jika dia masih hidup pasti kalian akan kembali di pertemukan" ucap Rafa.
"Iya tapi dia udah percaya sama gue dia jadiin gue seorang kakak perempuannya yang akan mengerti dia melebihi siapapun tapi ternyata gue yang terburuk" ucap Maya.
"Kak maya yakin kan kalau dia masih hidup, Angel yakin kalau dia juga merasakan apa yang kak Maya rasakan dia juga pasti sedang mencari jati dirinya jika dia hidup sebagai orang lain" ucap Angel.
"Iya Ngel" ucap Maya.
"Asal kalian berdua tau gue juga sedang mencari tau siapa gue sebenarnya gue juga mau tahu tentang masa lalu gue yang terlupakan" ujar Angel dalam hati.
Karena banyak cerita yang terucap membuat mereka menghentikan ceritanya sejenak dan menyantap makanan yang sudah mereka pesan sembari terus bercanda satu sama lain.
Sore hari mereka baru saja pulang setelah menemani Maya untuk membeli perlengkapan bayi. Angel sangat antusias membuat mobil Maya hampir penuh dengan belanjaan Angel.
"Kak ada yang mau di beli lagi gak" tanya Angel.
"Kayaknya gak deh udah semua lihat tuh mobil gue penuh" ucap Maya.
"Hehe" ujar Angel menyengir kuda membuat Rafa mengacak acak rambutnya.
"Kak Angel boleh main gak sekalian bantuin kakak beresin belanjaan kan gak baik udah hamil besar capek capek" ucap Angel.
"Iya gue juga mau bantu" ucap Rafa.
"Yakin gak repotin nih" ucap Maya.
"Gak" ujar Angel semangat.
"Ta udah kamu mau ikut siapa gue apa kak Rafa" tanya Maya.
"Gimana kalau kak Maya sama Rafa gue sendiri" ucap Angel.
"Yakin gak nyasar" ledek Maya.
"Tenang aja sekarang teknologi canggih" ucap Angel.
"Ya udah lah May lo ikut mobil gue aja biar Angel bawa mobil lo" ucap Rafa.
__ADS_1
"Lo bisa bawa mobil Ngel" tanya Maya.
"Bisa" ucap Angel.
"Terus kenapa gue gak pernah liat lo bawa mobil yang gue lihat lo sering naik Bus" ucap Maya.
"Males" ucap Angel.
"Oh ya udah lo bawa mobil gue, biar gue sama kak Rafa" ucap Maya.
"Oke" ucap Angel tersenyum.
Setelah kesepakatan terukir Angel langsung melajukan mobil Maya mengikuti mobil yang Rafa kendarai. Angel sangat santai membawa mobil Maya Angel bahkan membuka atap mobil Maya membuat Maya menggelengkan kepalanya pasalnya Angel memakai kaca mata hitam Maya yang ada di mobilnya.
"Liat dia tuh kak jadi makin kangen sama Adin" ucap Maya menunjuk arah Angel dari sepion.
"Iya lo bener Adin kan suka norak hehe" ujar Rafa.
"Iya norak tapi lo suka" ucap Maya.
"Itu pilihan hati mana tau mau berlabuh ke siapa" ucap Rafa.
"Kak emang lo gak pernah mandang gue sebagai wanita padahal dari wajah kita sama" ucap Maya.
"Maksud lo" ujar Rafa pura pura tidak tau.
"Kak gue mandang lo sebagai seorang laki laki tapi lo tetep gak mu lihat ke arah gue" ucap Maya.
"Yaya, hanya ada Adin di hati lo gak bakal pernah terganti walaupun dia lama menghilang, lo juga tau kan kalau Adin gak pernah suka sama lo Ka" ucap Maya.
"May" ucap Rafa.
"kak maukah lo mencoba menerima gue, gue gak minta lo lupain Adin tapi se enggaknya bagi hati lo gue gak maksa lo buat itu karena posisi gue saat ini yang hamil di luar Nikah lo pasti lihat gue aja jijik kan" ucap Maya.
"Maaf May, tapi gue akan mencobanya karena walaupun Adin kembali dia pasti sudah punya seseorang yang dia perjuangkan" ucap Rafa.
Karen terlalu asik berbicara mereka melupakan Angel yang mengekori mereka. Sampai di sebuah perempatan jalan Angel tertinggal jauh membuat Angel bingung karena dia tidak memiliki nomor ponsel Maya ataupun Rafa. Angel mengacak acak laci yang ada di mobil Maya dan menemukan sebuah brosur apartemen mewah di sana Angel langsung menuju ke partemen tersebut.
"Semoga aja bener nih apartemennya" ucap Angel membawa mobilnya melintasi jalan ramai.
Saat berada tak jauh dari Apartemen Angel melihat Maya dan Rafa ada di depan mobilnya sembari menongok kanan kiri.
"Woy kalian berdua sengaja tinggalin gue ya" ucap Angel saat sampai di depan Rafa dan Maya membut mereka tertawa.
"Lagian lo jalan kayak siput" ucap Rafa.
"Lo yang kecepetan, lo tau kan kalau di perempatan tadi ada mobil yang tiba tiba belok untung aja gue masih bisa liat lo berdua" ucap Ange.
"Emang kenapa" tanya Maya
"Gak cuma kayak nyesek banget ngalamin hal tadi" ucap Angel.
__ADS_1
"Lo pernah kecelakaan" tanya Maya.
"Iya, yang gue inget ada mobil yang tiba tiba melintas tadi terus gak tau deh" ucap Angel.
"Oh ya udah masuk yuk" ucap Maya.
"Oke" ucap Angel memarkirkan mobilnya dan membantu Maya membawa belanjaanya.
"Selamat datang di tempat gue" ucap Maya.
"Wah mewah banget, view nya juga bagus banget" ucap Angel terpesona dengan apartemen Maya.
"Biasaan" ucap Rafa.
"Biarin, oh ya gue bikin minum dulu ya kalian duduk lah" ucap Mya.
"Oke" ucap Rafa dan Angel bersama.
Saat Maya sibuk di dapur Angel berjalan jalan di apartemen Maya Angel menatap foto dua anak yang sangat sama persis ada di meja tepat di sebelah foto keluarga.
Angel menatapnya kemudian kepalanya sangat sakit dan tidak sengaja menjatuhkan vas bunga yang ada di meja dekat foto seseorang di depan mobil sport warna ungu.
"Ngel lo kenapa" tanya Rafa.
"Sakit" ucap Angel memegang kepalanya kuat kuat.
Rafa membantu Angel untuk bangun dan mendudukkannya di kursi, sedangkn maya yang mendengar sesuatu pecah langsung berlari dan menghampiri ke dua orang tersebut.
"Kenapa Kak" tanya Maya.
"Angel tiba tiba sakit kepala" ucap Rafa.
"Lo kenapa Ngel" tanya Maya.
"Kak apa boleh Angel melihat album saat kakak kecil" tanya Angel.
"Kenapa" tanya Maya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like vote dan komentarnya ya....
Terima kasih berkat dukungan kalian semua Author dapat siver ya walaupun harus banyak perbaikan.....
__ADS_1
...I love you Readers......