
"Boleh tapi kalian gak" ujar David tegas lalu turun dari ranjang Angel.
"Yaya" ujar Leon.
Rafa Riko Leon dan David duduk di sofa yang ada David berjalan mengambil minuman di kulkas yang ada di ruangan itu. Cika duduk di dekat Angel mereka bersenda gurau membuat Angel tertawa lepas sedangkan David dan yang lainnya membahas pekerjaan dengan tatapan David yang terus menatap Angel.
"Kalian kapan datang" ujar Mommy yang baru datang dengan Daddynya.
"Baru Tante" ujar Leon.
"Nih tante bawa cemilan, kamu mau Girl" tanya Momny.
"Gak" ujar David sebelum Angel menjawab.
"Kenapa kamu yang jawab Mommy gak tanya kamu" ucap Mommy.
"Dia lagi sakit Mom, kenapa di kasih cemilan" ujar David.
"Iya juga" ujar Mommy.
"Ya udah kamu kasih buah atau kamu baru bangun" ujar Mommy mendapat jawaban senyuman David.
"Girl mommy sama Daddy pulang dulu bau acem nanti ke sini lagi" ujar Mommy.
"Ya mom, kalau Mommy sama Daddy gak kesini lagi juga gak papa kalian istirahat aja udah ada yang jaga Angel kalian capek kan" ujar Angel lembut.
"Lo bisa ngomong lembut juga" ledek Riko.
"Bisa hanya pada orang orang tertentu" ujar Angel dengan tatapan dinginnya membuat semua orang tertawa.
"Ya udah besok Mommy sama Daddy ke sini lagi bye Girl" ujar Mommy mencium kening Angel.
"Bye Mom" ucap Angel tersenyum.
Ke dua oraang tuanya pergi membuat Cika penasaran apa yang terjadi dan beribu pertanyaan mendarat di otaknya.
"Cika kita pulang ada pertemuan di luar" ujar Riko.
"Ya mas" ujar Cika.
"Kemajuan" ujar Angel.
"Harus dia halal mau apain aja gak bakal kena pasal dan lagi bisa main sewaktu waktu dan dimana kita mau" ujar Riko.
"Ancur dah lo" ujar Angel tertawa.
"Bisa aja lo" ucap Cika..
"Ya udah ya cepet sembuh lo" ujar Cika.
"Oke see you" ujar Angel.
Setelah cipika cipiki dengan sahabatnya itu Rafa dan Leon juga berpamitan untuk pergi membuat David tersenyum. Saat melihat Reza yang menatapnya tajam sedari tadi membuatnya bingung.
"Kenapa Bang" tanya David.
"Gak papa" ujar Reza.
Saat David asik berbincang dengan Reza Angel turun dari ranjangnya dengan impus yang masih terpasang di tangannya walau sulit tapi dia tidak ingin terlalu bergantung pada seseorang.
"Mau kemana" tanya David menghampiri.
"Kamar mandi" ujar Angel.
"Aku anter" ucap David penuh perhatian.
Saat sampai kamar mandi David akan membantu Angel namun Angel menolak. Dia meminta David menunggunya di luar kamar mandi walau ragu tapi David mengiyakan permintaan Angel.
"Mas" ujar Angel.
"Udah" tanya David.
"Hm, mau gak basuhin muka Angel susah tangan satu kena selang infus satunya di perban" ujar Angel.
"Sini mas bantu" ujar David tersenyum.
"Ngapa si senyum senyum" ujar Angel.
"Masih geli aja kamu panggil Mas gitu" ujar David sembari membasuh wajah Angel lembut.
__ADS_1
"Oke Angel panggil uncle aja" ujar Angel.
"Jangan, mas aja masih keturunan Indonesia juga" ucap David.
"Udah" ucap David.
"Makasih ya" ujar Angel.
"Iya" ucap David mencium bibir Angel membuat Angel tersenyum malu.
David menuntun Angel berjalan ke tempat tidurnya lagi namun saat melewati Reza mereka di tertawakan.
"Ngapa si Bang" ujar Angel.
"Tuh suami lo, lo aja jalan bagus kayak gitu masih aja di tuntun" ujar Reza
"Biarin, gak maksa juga" ucap Angel.
"Gak maksa tapi tatapan lo mengintimidasi" ujar Reza.
"Eh Bang asal lo tau kemarin pas lo mengarahkan senjata lo ke arah dia semua dendam gue seketika keluar gue bahkan gak peduli lo Abang gue" ujar Angel.
"Gue tau liat juga gimana lo nyerang gue membabi buta gitu kenapa gak bunuh gue" ujar Reza.
"Mau nya gitu bunuh lo tapi saat lo bilang lo masih ada hak melindungi adek lo di situ gue mikir karena lo gue mati tapi karena lo juga gue ketemu sama dia" ujar Angel.
"Terus gimana setelah pulang dari rumah sakit" tanya Reza.
"Ikut apa kata suami aja, em titip Bunda Bang bilangin sama Bunda gue gak bisa jadi Adin lagi gue gak bisa temui dia kapanpun dia ataupun gue mau gue gak mau jadi Adin bukan karena gue gak sayang sama kalian gak mau kenal lagi sama kalian tapi saat melihat Ayah hati gue sakit jiwa iblis gue langsung bangun gue gak mau menyakiti kalian" ujar Angel dengan senyuman.
"Em, maaf ya gak bisa melindungi kamu baik di kehidupanmu sebagai Adin maupun sebagai Angel tapi asal kamu tau kamu tetap menjadi adik favoritku menjadi siapapun kamu kamu tetap adikku" ujar Reza.
"Makasih Bang, setelah kepergianku dari rumah sakit ini semua masa lalu akan gue lupakan walaupun kalian ada di hati gue selamanya tapi jiwa gue berbeda sekarang maaf sudah membuat luka di tubuhmu" ucap Angel.
"Ya gak papa lagian ini luka kecil di bandingkan luka yang kamu alami, eh ngomong ngomong kalian main berapa kali sampai jadi" ujar Reza.
"Pertanyaan gila" ujar Angel.
"Eh gue gagal jadi Abang tau Din, gak Maya gak lo semua hamil di luar nikah untung lo masih ada yang tanggung jawab lah Maya " ujar Reza.
"Maaf Bang, gue juga gak sadar dia udah ada di rahim lagian dia terlalu mempesona" ujar Angel melirik suaminya.
"Udah sering ya jangan jangan selama ini" ujar Reza.
"Gak Bang, masih bisa di hitung dengan jari gak sampe lima kali" ujar David.
"Iya Abang aneh, walaupun gue udah inget lama ingatan ingatan yang menjadi racun tapi gue gak segila itu lagian gue harus menahan rasa gue, buat deketin dia aja pake hubungan anatara kakak adek mana berani kayak gitu" ucap Angel.
"Terus kenapa bisa gitu" tanya Reza
"Mendetile sekali" ujar Angel.
"Itu semua salah saya Bang, dalam keadaan sadar melakukannya dan mengulanginya" ujar David.
"Kenapa lo mau" tanya Reza
"Daripada dia pake sama wanita lain" ujar Angel membuat Reza dan David tertawa.
"Udah ah" ujar Angel langsung menutup wajahnya malu.
"Vid jagain dia ya buat dia bahagia seperti sebelumnya jangan biarkan siapapun menyakitinya gue serahkan tanggung jawab gue ke lo sekarang jadilah suami pengertian untuknya karena adek yang gue kenal ini suka memendam apa yang dia ingin katakan baik keinginan pribadi atau bukan dia lebih mengutamakan kebahagiaan orang lain" ujar Reza.
"Gue udah beda Abang" ujr Angel di balik selimut.
"Gak peduli mau beda atau enggak lo tetep adek gue yang manja tapi kuat walaupun suka nangis diem diem" ujar Reza.
"Lo tau Bang" tanya Angel.membuka selimutnya.
"Tau lah makanya gue selalu bisa jadi super hero kamu" ujar Reza.
"Ya Bang saya akan menjaganya terima kasih sudah membuatnya pribadi yang paling kuat dan paling peduli dengan orang lain" ujar David.
"Ngomong ngomong nih selama hidup sama lo dia gila gak si" ujar Reza
"Abang kok nanya gitu" ujar David.
"Soalnya dia tuh gokil tapi over mendekati gila lah takutnya gilanya akut" ujar Reza.
"Gak dia normal selama ini walaupun" ujar David melirik Angel.
__ADS_1
"Walaupun kadar eror gak ketolong itu kan" ucap Angel.
"Hehe iya, tapi kamu tau tempat itu yang aku suka dari kamu gak sembarang laki laki kamu buat nyaman dan bahagia" ujar David menggenggam tangan Angel.
"Kalian ada permintaan gak sama gue sebelum kalian pergi jauh lagi dari gue hadiah pernikahan gitu" tanya Reza.
"Gaya lo mau lasih hadiah pernikahan adek lo aja mau lo jual satu milyar" ujar Angel.
"Hehe, beneran gue punya duit kali" ujar Reza
"Menikahlah sebelum gue pergi lagi" ujar Angel.
"Lo kira gampang tinggal nikah" ujar Reza.
"Kalau ada calonnya kenapa susah" ucap David.
"Lo berdua emang cocok sama gilanya" ujar Reza manyun dan pergi tidur membelakangi ke dua adik gilanya itu.
"Kalau mau mesra mesraan tutup tuh" ujar Reza membuat David tersenyum.
David langsung menutup tirai pembatas yang di pasang saat Reza meminta sekamar dengan Adin. Angel duduk di ranjang rumah sakit sedangkan David dia hanya menatap istrinya itu tanpa henti.
Angel mengangkat alisnya seolah bertanya namun David hanya tersenyum tanpa mau mengatakan apapun. David berdiri membuat Angel semakin bingung dengan tingkahnya.
"Kamu anak manja" ujar Dvid tersenyum.
"Apaan si udah deh itu dulu" ujar Angel.
"Tapi kamu belum pernah manja padaku" ujar David.
"Benarkah" ujar Angel tersenyum.
"Iya sekarang coba gimana kalau lagi manja" tanya David
"Itu di lakukan dengan spontan" ujar Angel.
"Beneran kalau gini apa yang harus di lakukan dengan spontan" ujar David mendekatkan wajahnya.
Angel tersenyum melihat kelakuan David, dia langsung menempelkan bibirnya dengan milik suaminya itu. Lama hal itu terjadi tanpa saling menautkan sampai Angel yang memulai permainan di sambut dengan suka cita oleh David.
"Mau makan gak" tanya David.
"Nantilah masih kenyang" ujar Angel.
"Mau buah" tanya David.
"Boleh kamu juga makan buah" ujar Angel.
"Oke buah" ujar David tersenyum aneh membuat Angel berfikir namun seketika pikirannya buyar saat David meremas gunung kembarnya saat Angel akan teriak dia menyatukan kembali bibirnya.
"Diem ada Abang" ujar David lirih.
"Lagian kamu" ujar Angel.
"Halal sayang" ujar David membuat Ngel pasrah.
David mengupas beberapa buah lalu menyuapkannya pada Angel bergantian dengan dirinya.
"Kapan pulang" tanya Angel.
"Kalau kamu udah sembuh" ujar David.
"males di rumah sakit" ujar Angel.
"Mana ada orang betah di rumah sakit perawat sama Dokter aja karena kerja" ujar Reza.
"Tuh dengerin" ujar David.
"Yaya" ujar Angel melanjutkan makannya.
Tak lama dokter kembali mengecek keadaannya dan lagi lagi Angel bertanya kapan doa boleh pulang hanya di tanggapi senyuman tulus dokter. Begitupun Reza yang sudah bertanya tanya kapan dia juga bisa pulang.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya guys......