Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 134


__ADS_3

"Abang ngapain di kamar gadis" ucap Angel.


"Kangen" ucap David.


"Ya tapi Angel belum pakai baju" ucap Angel.


"Bagus dong" ucap David.


"Dasar mesum pergi dulu kasih waktu sepuluh menit deh" ucap Angel di iyakan David.


Angel langsung buru buru membersihkan diri kemudian pergi berganti pakaian. Dia merapikan rambut dan bajunya lalu keluar kamar.


"Udah" tanya David.


"Udah, ada apa" tanya Angel namun bukannya menjawab David langsung masuk ke dalam kamar Angel.


"Bang" ucap Angel.


"Berhentilah memanggilku Abang" ucap David merebahkan diri di ranjang Angel.


"Yaya, kenapa si gak tidur ya semalam tamya Angel berdiri menatap David.


"Gak sibuk cariin kamu" ucap David membuat Angel menyengir langsung ikut tiduran di samping David.


"Rindu" ucap David memeluk Angel.


"Nih masih di sini" ucap Angel bangun.


Dia menghindari kontak fisik dengan David karena David sudah mulai agresif. Dia bahkan tidak peduli kalau orang tuanya mengetahui kelakuannya itu.


"Sayang" ucap David bangun dan berdiri di depan Angel.


"Kenapa" tanya Angel.


"Kiss" ucap David.


"Gak mau" ucap Angel.


"Tadi kan belum sadar kamunya udahan" ucap David manja.


"Gak mau" ucap Angel membuat David menarik pinggang Angel dan membuat mereka tidak ada jarak.


"Tau gini gak ngaku kalau udah inget diri gue" ucap Angel mencoba melepaskan diri dari David.


"Kesalahan yang menentukan masa depan" ucap David langsung mencium bibir Angel.


"Waras mgapa" ucap Angel melepaskan ciuman David.


"Waras makanya mau makan kamu" ucap David enteng.


"Oke, tapi cuma malam ini kamu seperti ini selanjutnya seperti dulu " ucap Angel


"Iya iya" ujar David langsung melancarkan aksinya lagi.


David kembali menyatukan ke dua daging kenyal itu, Angel membalas bahkan mereka sama sama menginginkan. Angel mulai terbuai dengan permainan David yang sangat membara itu. David mulai menidurkan Angel di ranjang dengan terus bermain.


"Dav" ucap Angel


"Gak bisa menahannya" ucap David langsung menciumi leher jenjang Angel namun Angel terus mendorongnya.


"Dav sadar" ucap Angel mendorong kuat David sampai David menatapnya.


"Mungkin ini jalan tercepat agar saya bisa memilikimu seutuhnya, mungkin menjijikan sifat saya tapi kamu harus tau kamu wanita pertama yang berada di bawah saya dan sangat ingin saya miliki masih ingin menolak" ucap David membuat Angel berfikir.


Saat Angel berfikir David kembali menciumi leher Angel dia bahkan menggigit leher Angel membuat Angel tersentak.


"Dav, jangan dong malu tau" ucap Angel memegang lehernya.


"Biar semua tau kalau kamu ada yang punya" ucap David masih berada di atas tubuh Angel.


"Iya, tapi mau jawab apa sama orang tua kamu kalau keluar dari kamar lamgsung gini" ucap Angel menahan wajah David yang ingin terus bermain di lehernya.


"Kamu gitu" ucap David langsung bangun dari atas tubuh Angel membuat Angel menghela nafas.


Wajah David terlihat masam namun dia tidak pergi dari kamar itu. Dia hanya berjalan jalan di kamar itu melihat semua barang Angel masih tertata rapi di sana. Sedangkan Angel merapikan rambutnya yang acak acakan itu.


"Tenang gak ada niat buat kabur" ucap Angel membuat David berjalan ke arahnya.


David menatap Angel berharap sesuatu terjadi kepada mereka. David terus menatap Angel sampai David menghela nafasnya kasar


"Kenapa" tanya Angel.


"Gak marah sama kamu" ucap David.


"Marah, kamu marah kok ganteng marahnya" ledek Angel.


"Ah kamu nyebelin" ucap David.


"Beneran nyebelin atau ngangenin" ucap Angel mengalungkan lengannya ke leher David.


"Saya makan kamu" ucap David.


"Makan Angel, kalau gak abis sayang Abang" ledek Angel dengan nada menjengjelkan.


David langsung memeluk pinggang Angel dan mencium bibir Angel.

__ADS_1


"Kenapa marah" ucap Angel.


"sebel sama kamu" ucap David membuat Angel berjinjit dan mencium bibir David.


"Kamu yang mulai ya" ucap David semangat.


"Hadiah" ucap Angel.


"Sekarang saya yang kasih hadiah" ucap David.


David mendekatkan wajahnya dan langsung membuat tanda kepemilikannya di leher Angel. David bermain di sana sebelum membuat tanda kepemilikannya membuat Angel menahan suara yang akan membuat David lebih gila.


"Gak capek nahan suara gitu" ucap David tertawa.


"Tawa kamu menyakitkan" ucap Angel masih dengan posisi lengannya di pundak David.


"Kamu pergi kemana" tanya David.


"Buat gaun Cika kan udah di bilang kenapa" tanya Angel.


"Buatkan saya satu tanda kalau saya milikmu" ucap David membuat Angel malu malu.


"Kenapa senyum senyum gitu" ujar David.


"Dimana" tanya Angel.


"Terserah kamu" ucap David.


"Sini aja" ucap Angel menunjuk bibir David.


"Gak ada bekas dong" ucap David.


"Biarin sekalian ilangin bekas cewek lain" ucap Angel di angguki David.


"Kenapa gue gerogi ya" ucap Angel membuat David tersenyum.


"Kamu kalau senyum jangan manis manis" ucap Angel.


"Kenapa" tanya David.


"Takut ada semut lain yang mau merasakannya" ucap Angel.


"Ya, janji" ucap David.


"Bang lo yang ketinggian apa gue yang tiba tiba pendek ya perasaan kemarin kemarin gak pake jinjit" ucap Angel membuat David tertawa.


"Kemarin kamu pakai sepatu tinggi" ucap David.


Angel tersenyum, dia langsung berjinjit dan mulai menautkan bibir kenyalnya di birbir yang lain. Angel memejamkan mata membuat David tersenyum dan mulai mengikuti alur permainan Angel.


"Udah nafas Angel abis" ucap Angel langsung menurunkan tangannya dari leher David namun David belum melepaskannya.


"Ngapain gak nafas" ucap David meledek.


"Leher kamu" ucap David menunjuknya dengan senyuman.


"Lepasin mau liat dulu" ucap Angel.


David tidak melepaskannya hanya mengikuti langkah Angel ke depan cermin.


"David lihat nih merah banget" ucap Angel.


"Mau marah" tanya David.


"Marah juga percumah gak ilang" ucap Angel.


"Sayang jangan pergi lagi dong "ucap David.


"Pergi kemana" tanya Angel.


"Tadi denger Mommy sama Daddy" ucap David.


"Gimana dengernya" ucap Angel.


"Katanya kamu mau jauhan" ucap David.


"Gini ya, Angel harus menyelesaikan gaunnya Cika besok harus udah feting sedangkan Angel juga yang harus mengurus pernikahannya" ucap Angel.


"Kamu akan ke Indo" tanya David.


"Sekarang kerja gak harus pergi kan" ucap Angel.


"Iya juga si" ucap David berfikir.


"Sekarang gini aja gak usah mikirin Angel pergi kemana tugas kamu hanya melebarkan sayap agar saat sudah menikah nanti kamu gak harus kerja sekeras itu" ucap Angel.


"Kamu mau menikah dengan ku" tanya David kembuat Angel tersenyum dan duduk di meja rias.


"Gimana ya, em kalau ada jodoh kenapa gak " ucap Angel.


"Bukankah kita yang harus berkorban karena cinta" ucap David.


"Kamu fokuslah dengan apa yang di inginkan biar gue yang berjuang" ucap Angel membuat David kembali mencium lembut bibirnya.


Angel membalas ciuman mereka kali ini sangat lembut tidak ada pemaksaan dan tidak se hot tadi. Mereka hanya saling menikmati satu sama lain pelan namun sangat lama sampai Angel kembali mengalungkan tangannya di leher David.

__ADS_1


"Kamu membuatku candu" ucap David.


"Kamu kakakku yang menjadi cintaku" ucap Angel mengusap bibir David yang pemuh dengan lipstiknya.


"Kamu akan pergi lagi setelah ini" tanya David.


"Em sampai ketemu lagi" ucap Angel.


"Bakal rindu berat" ucap David.


"Makasih buat malam ini banyak kenangan" ucap Angel.


Angel langsung bangun dan memilih buku di sana. Saat Angel merapikan tempat tidurnya David memeluknya dari belakang.


"Kenapa" tanya Angel.


"Satu lagi" ucap David di angguki Angel.


Sekali lagi mereka melakukannya dengan lembut. Kali ini mereka benar bener di makan api asmara bahkan mereka tidak memperdulikan apapun. Bibir mereka saling menyesap satu sama lain dan permainan mulai nemanas.


David kembali menjatuhkan Angel ke atas tempat tidur tepatnya di atas tubuhnya namun kali ini tautan Angel tidak terlepas. Angel bahkn tidak menolak saat David mengganti posisinya menjadi dia yang berada di bawah David.


David mengunci ke dua tangan Angel dengn terus bermain. Angel terbuat bahkan tidak sadar kalau kancing atasnya sudah terbuka.


"emh....." lengkuhan Angel akhirnya keluar saat David menyesap dada bagian atasnya.


"Da... V.... Ah" ucap Angel berusaha memberontak.


"Saya tidak akan membukanya saya hanya ingin membuat tanda itu di sini agar kamu tidak berani memakai baju terbuka" ucap David.


"Dav, yang bener dong Dav jangan" ucap Angel tertahan saat lagi lagi David sudah membuat tanda kepemilikannya di dada atas Angel.


Angel melepaskan tangannya dari David. Lalu mendorong kuat David namun tenaganya kalah dengan David. David mendongak dan tersenyum.


"Dasar gila" ucap Angel.


"Kamu yang membuatku gila haruskah saya melakukannya sekarang" ucap David.


"Dav kalau kamu sampai melakukannya tiada maaf untukmu" ucap Angel tegas.


David tertawa mengerikan membuat Angel ketakutan. Namun David langsung kembali ke bibir Angel dan tersenyum.


"Udah kok, sebenarnya mau saya pegang tapi takut dosa" ucap David bangun dari tubuh Angel.


"Takut dosa, kamu pikir ini gak dosa" ucap Angel bangun dan merapikan bajunya.


"Kamu juga menikmatinya, kamu bahkan mengeluarkan lengkuhan maut yang buat junior saya mengeras" ucap David berbisik di telinga Angel.


Angel langsung pergi menjauhi David membuat David tertawa. Angel duduk di meja riasnya dan menutup bekas yang David tinggalkan dengan make up.


"Udah gak keliatan" ucap David memegang leher Angel.


Saat David menyentuh lehernya Angel menahan gerakan jahil David membuat David tersenyum.


"Udah keluar yuk" ucap Angel.


"Hm, mau keluar bareng" ucap David.


"Eh jangan, kamu bawain ini deh" ucap Angel memberian beberap buku pada David.


Angel berjalan lebih dulu lalu membukakan pintu untuk David. Angel berjaln di belakang David membuat Mommynya tidak menaruh curiga sedangkan Daddy tersenyum.


"Udah boy" tanya David.


"Udah Dad" ucap David tanpa expresi.


"Kenapa Dad" tanya Mommy.


"Tuh David temenin Angel berkemas" ucap Daddy membuat David dan Angel tersenyum.


"Belum selesai Mom Angel bantu ya" ucap Angel.


"Gak perlu kamu nonton aja sana" ucap Mommy di angguki Angel.


Angel langsung berjalan ke depan TV di ikuti David dan juga beberapa buku. David duduk di samping Angel membuat Angel menyandarkan kepalanya di pundak David dengan tangan yang menggandeng lengan David.


"Semalam gak tidur Bang" tanya Angel.


"Tidur, kirain kamu masih di sini pas kebangun kamu udah pergi baru gak bisa tidur lagi" ucap David.


"Oh, em tadi Angel nabrak temen Abang di depan resto tapi gak tau ada yang lecet apa gak" ucap Angel.


"Oh Vino gampang tuh anak" ucap David.


Angel hanya diam dan langsung memejamkan matanya di pundak David. Tak lama Angel tidur dengan lelap bahkan saat David mengganti posisinya dia tidak bangun.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys....

__ADS_1


__ADS_2