Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
EP 7


__ADS_3

"Din lo beneran bakal lepasin kak Rafa buat Meta" tanya Desi takut takut.


"Maksud lo" tanya Adin bingung.


"Iya maksud gue lo beneran gak suka sama kak Rafa, lo ikhlas gitu kalau kak Rafa sama Meta" tanya Desi serius.


"Hahahaha lo ada ada aja Des gue gak suka sama kak Rafa buat sekarang dan semoga aja gue juga gak baper sama kak Rafa gue harap perasaan gue nanti cuma rasa sebatas teman dan mungkin gue juga gal lama disini" ucap Adin.


"Jadi maksud lo sekarang lo belum suka sama kak Rafa tapi kalau nanti lo suka sama kak Rafa gimana" tanya Desi.


"Iya lo bener buat sekarang gue belum suka, dan kalau masalah nanti gue suka beneran apa gak sama kak Rafa balik lagi ke kak Rafa nya gimana kalaupun gue suka sama kak Rafa tapi kak Rafa nya gak suka dan lebih memilih Meta mau gimana lagi" jelas Adin.


"Oke gue percaya sama lo tapi kalau lo sama kak Rafa sama sama suka gimana gue tau sendiri kalau Meta ingin sesuatu gak bakal lepasin walaupun harus mengorbankan perasaan orang lain sekalipun sahabat dia" jelas Desi.


"Pertanyaan lo panjang banget" ledek Adin tersenyum.


"Gue serius Markonah malah senyum senyum gak jelas lo" ujar Desi kesal.


"Hehe ya sorry sorry, kalau gue si orangnya gak akan membiarkan salah satu diantara orang orang yang gue sayang dan deket sama gue tersakiti, tapi gue orangnya juga akan mempertahankan sesuatu yang sudah pasti dan baik sama gue" ujar Adin.


"Jadi andai lo nanti suka sama kak Rafa lo akan perjuangkan dia kalau dia udah ungkapin perasaannya sama lo gitu" ujar Desi.


"Betul" ucap Adin sembari menunjukkan ibu jarinya.


"Oke oke gue paham maksud lo, semoga aja kita gak akan terpisah hanya karena laki laki dan kita akan jadi sahabat selamanya walau nanti kita berjauhan" ucap Desi.


"Amin.... kita akan selalu bersama walau terpisah oleh jarak " ucap Adin lalu memeluk Desi erat dan di balas oleh Desi.


Adin adalah orang yang sangat pantang mundur sebelum semuanya kelar, Adin juga anak yang sangat mandiri jadi dia tidaknpernah membebani siapapun karena menurutnya beban dirinya adalah urusannya bukan beban orang lain.


"Woy mau sampai kapan kalian pelukan gitu" teriak Rafa.


Desi dan Adin saling melepas pelukannya dan tertawa dengan derai air mata karena Adin merasa akn terjadi sesuatu yang membuat mereka berpisah dalam waktu yang lama.


"Kita gini kayak mau pisah aja yak" ucap Adin.


"Iya bener lo padahal kita baru aja kenal sehari" ujar Desi tertawa.


"Kalian aneh ketawa tapi nangis dasar cewek aneh" ucap Rafa.


"Kita gak aneh yang aneh itu lo kak kenapa juga perhatiin cewek cewek lagi aneh" ucap Desi sukses membuat Adin dan Reza tertawa keras.


"Gila lo, udah lah nyebelin tau" ucap Rafa.


"Des mampir dulu yuk" ajak Adin saat sudah sampai di depan rumah nya.


"Gak makasih, udah sore" ujar Desi.


"Ya udah kalo gak mau gue masuk dulu ya bye" ujar Adin.


"Ya udah, bye see you" ujar Desi melambaikan tangannya.


Desi meninggalkan rumah Adin menuju ke rumahnya sendiri,"tu cowo ganteng juga ya, tapi apa iya gue juga suka sama ka Rafa, ah tau ah nikmatin aja pas dia masih disini lagian gue yakin kalau kak Rafa suka sama Adin gue gak mau jadi benalu nantinya." ujar Desi dalam hati


"Asalamualaikum" ucap adin Reza dan Rafa bersama.

__ADS_1


"Waalaikum salam, eh udah pulang" ujar Mama Ani.


"Iya ni mah udah sore soalnya" ucap Reza


"Ya udah kalian mandi dulu gih nanti kita makan malam bersama, Ayah pulang cepet lo" ujar Mama Ani.


"Iya ma" ujar Reza.


Saat sudah masuk dalam rumah Adin pergi meninggalkan Reza yang masih asik mengobrol di ruang tamu dengan Rafa dan Mama Ani dan Lusi.


Dikamar Adin tidak langsung mandi melainkan duduk di tepi ranjang dan memandang ke arah luar jendela yang menampilkan banyak burung merpati berterbangan.


"Andai aku bisa terbang dan bebas kaya burung itu yang hidup damai, saling menyayangi, saling menjaga, dan tidak terpecah dalam keadaan apapun" ujar Adin dalam hati.


tanpa di sadari air mata Adin jatuh.


"tok..... tok.... tok.....


(Pintu kamar Adin diketuk dari luar)


"Ka apa Nina boleh masuk" ucap Rani ( NINA MAHARANI)


NINA MAHARANI atau yang akrab di sebut Rani adalah adik bungsu dari Lusi Reza Maya dan Adin, Nina anak dari pernikahan kedua Ayahnya dan Mama Ani, sedangkan Lusi adalah kaka perempuan Adin dari Mama Ani.


"Boleh masuk aja gak di kunci kok" ujar Adin.


kriettttt...(anggap aja suara pintu di buka)


"Kaka lagi apa" tanya Nina.


"Kak nangis" ujar Nina mendekati Adin.


"Gak kakak gak nangis kok cuma capek aja tadi abis basket" ujar Adin mengelak


"Oh gitu, oh ya ka ini aku di suruh sama mama buat anterin ini" ujar Nina menyodorkan paper bag.


"Ini apa dek" ujar Adin.


"Itu baju, tadi siang kan kita abis ke mall, mau ajak kaka tapi kakak gak pulang pulang jadi gak nungguin kaka maaf ya". ujar Nina polos.


"Oh gak apa apa kok aku juga lagi males ke mall, tadi abis sekolah kaka langsung main basket" ujar Adin.


"Oh gitu, oh ya kaka udah ketemu sama temen kak Reza ganteng banget ya ampun" ujar Nina tersenyum.


"Lebay lo, biasa aja kali di sekolah juga banyak yang lebih ganteng" ujar Adin


"Tapi kan ini beda kak dia tu.... ah... so cool" ujar Nina.


"Hahaha... belajar dulu yang bener masih kecil juga" ujar Adin menggelengkan kepalanya.


"Ih kakak gue wanita normal, jadi tau mana yang ganteng mana yang buluk" ujar Nina cekikikan.


"Jadi maksud kamu kakak gak normal gitu" ujar Adin


"Gak gitu juga kali ka, maksudnya tu...." ujar Nina menggaruk garuk tengkuk nya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Udah udah pergi lo sana kakak mau mandi dulu" ujar Adin mendorong Nina keluar dari kamarnya lalu menguncinya.


"Kak Nina belum selesai ngomong tau" teriak Nina dari luar kamar Adin.


"Besok aja" ucap Adin.


"Gak bisa ini penting" ujar Nina.


Dengan terpaksa aAdin membuka kembali pintu kamarnya.


"Kenapa" tanya Adin ketus.


"Dingin amat boss" ledek Nina.


"Udah langsung aja lo jangan banyak bicara lo" ujar Adin tegas.


"Yayaya, cuma mau bilang kalau temen nya kaka Reza titip ini buat kaka" ucap Nina memberikan sebuah jam tangan dan sepertinya itu adalah jam tangan mahal dan edisi terbatas.


"Maksudnya apa ini dek" tanya Adin bingung.


"Gak tau tapi dia bilang ini tanda perkenalan dia buat kaka dan dia bilang kalau kakak harus menerima ini walaupun gak di pakai" ucap Nina.


"Oh oke gue terima bilangin terima kasih sana lo pergi" ucap Adin mengusir Nina.


"Bilang aja sendiri" ucap Nina melenggang pergi meninggalkan Adin.


"Dasar anak sekarang masih kecil udah pada tau cowo mama yang ganteng" ujar Adin terkikik.


"Tapi bener juga dia, bang Rafa ganteng juga" Adin tersenyum


Setelah berseteru dengan pikirannya akhirnya Adin memilih untuk mandi,


"Mandi aja lah biar rilex" ujar Adin.


Adin menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


J***angan lupa dukung author terus ya.


Buat yang sudah baca banyak terima kasih jangan lupa tinggalin jejak ya...

__ADS_1


Salam manis Author***........


__ADS_2