Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Kurang Bahan


__ADS_3

"Udah belum balik yuk takut di cariin sama bos" ucap Maya.


"Ya bentar, anak baru jadi nurut banget sama peraturan" ucap teman Maya tersenyum.


"Udah nyinyirnya" ucap Maya meninggalkan sang teman.


"Ya ya, Nyonya sebentar bayar dulu kali" ucap teman Maya.


"Bayar sono, kan uang gue udah ada di elo" ucap Maya melenggang menuju tempat mobilnya terparkir sedangkan temannya membayar makanan di kasir.


"Sue lo ninggalin gue, suruh gue jalan kaki pa gimana nih ikhlas gak sih" ucap teman Maya yang baru saja duduk di samping Maya.


"Banyak omong lu, kalau gue gak ikhlas gue gak nunggu lo dan biarin lo jalan kaki balik ke kantor" ucap Maya membuat temannya terdiam dan tersenyum.


Saat mobil Maya hendak keluar dari parkiran ternyata keluarga Honsclair beserta kliennya keluar dari dalam restoran membuat mobil Maya dilarang melintas sebelum keluarga tersebut pergi dan sampai mobil Honsclair benar benar pergi.


"Gila pengawalannya tingkat dewa" ucap teman Maya.


"Pastilah mereka keluarga bangsawan beda sama kita pergi naik mobil aja udah untung" ucap Maya.


"Nyindir lo" ujar teman Maya.


"Bukan gitu maksud gue, jangankan pakai pengawalan tingkat itu pergi punya sopir sendiri aja udah beruntung banget, sensi amat lo" jelas Maya.


Sebenarnya teman Maya bukan orang yang pemarah dia suka bercanda sehingga membuatnya di sukai banyak orang, dia tidak mengetahui asal usul Maya. Dia dari keluarga kurang mampu dia bernama Gea anak seorang pedagang ayam goreng yang mempunyai sebuah kedai kecil di pinggir kota. Namun Maya tidak mempermasalahkannya, karena dia juga menyembunyikan identitasnya dengan rapi.


"Sukurlah kita gak telat" ucap Maya.


"Iya, gara gara rombongan keluarga itu kita jadi lari lari gini kan dari palkiran" ucap Gea.


"Udahlah ngeluh mulu lo, tuh udah sampai di ruangan lo gue yang harus naik lagi" ucap Maya.


"Hehe... nikmati aja gue duluan ya ngomong ngomong lain kali traktir lagi ya" ucap Gea melangkah meninggalkan Maya.


"Gila tuh bocah, tapi sudahlah gue bisa ketawa sama dia" ucap Maya.


Maya kembali melanjutkan pekerjaannya sampai pada dia melihat hasil pemotretan putri Honsclair. Seketika Maya membulatkan matanya tak percaya apa yang dia lihat.


"Adin" ucapnya meneteskan air mata.


"Ya" ucap Angel membalikan badannya namun tidak ada seorangpun yang memanggilnya hanya Angel sendiri di ruangan kerja Dadi.


"Gak ada siapa siapa terus tadi siapa yang manggil" ujar Angel.


"Kamu kenapa Honey" tanya David yang baru saja masuk.


"Gak Bang" ucap Angel.


"Yakin kok kaya bingung gitu si" ucap David yang melihat Angel seperti sedang mencari sesuatu.


"Hehe... iya bingung mau ngapain" ucap Angel tersenyum.


"Oh ya udah yuk ikut Abang rapat" ucap David.


"Gue Bang" tanya Angel.

__ADS_1


"Ya lah emang ada orang lain disini" ucap David.


"Hehe iya, ya udah bentar pakai topeng dulu" ucap Angel.


"Oh oke, sama nunggu Kevin kesini nanti" ucap David.


"Emang kak Kevin kemana" tanya Angel sembari memakai topengnya.


"Kevin lagi siapin ruangan" jawab David.


Tok... tok... tok...


"Masuk" ucap David.


"Tuan ruang meeting sudah siap" ucap Kevin yang baru saja datang.


"Oke kuy" jawab David melenggang meninggalkan Angel dan Kevin.


Angel mengikuti David ke ruang meeting, Angel memperhatikan David yang sedang memimpin meeting dengan serius. Banyak mata yang memandang David dengan tatapan penuh harap membuat hati Angel panas.


"Kenapa Abang jadi ganteng gini kalau lagi serius si, mereka juga kenapa lihat Abang kaya gitu gak tau apa hati gue panas" ujar Angel dalam hati.


David memimpin meeting dengan sangat baik membuat semua klien yang datang sangat puas dengan penjelasan David. Karena selama memimpin meeting David melepaskan topengnya membuat banyak wanita baik kariawannya maupun kliennya terpesona dengannya.


"Saya rasa cukup sekian ada yang mau di tanyakan" ucap David mengakhiri meetingnya.


Ada seorang wanita mengangkat tangannya, wanita dengan pakaian kurang bahan menurut Angel, wanita tersebut mulai berdiri membuat Angel menatapnya tajam walaupun dia juga tau kalau dia memakai topeng.


"Saya mau tanya apakah anda sudah menikah" tanya wanita tersebut dengan senyum menggoda.


"Saya belum menikah tapi ada seseorang yang sedang menunggu saya disana" ucap David menatap Angel.


Angel sadar dengan tatapan David padanya tersenyum. Seketika semua orang yang berada di tempat tersebut menatap Angel membuat Angel salah tingkah untung saja dirinya sedang memakai topeng kalau tidak mau di taruh dimana mukanya.


"Maksud Abang siapa, bukan gue kan bukan aduh tapi kenapa tajem banget natapnya terus ngapa senyum senyum tuh Abang bikin jantung gue gak sehat" ujar Angel dalam hati.


"Baik kalau sudah tidak ada yang akan di tanyakan saya permisi" ucap David saat melihat Angel tidak nyaman dengan orang yang menatapnya.


David menghampiri Angel kemudian memegang tangannya dan pergi dari tempat tersebut sontak hal itu menjadi isu terhangat di kantor.


"Abang apa yang Abang lakuin, bisa jadi selebriti baru gue Bang" protes Angel.


"Udah biarin aja kenapa si" ucao David masih bertahan dalam posisinya walaupun sudah di dalam lif.


"Ya gak gitu juga kita udah ada di dalam lif kenapa masih gini juga lagian udah gak ada yang lihat juga" ucap Angel.


"Ada, tuh gak sadar ada orang" ucap David menunjuk Kevin.


Kevin yang merasa di tunjuk menjadi salah tingkah, dia menyalahkan dirinya kenapa dia harus ikut dalam lif tersebut namun bagaimana lagi Kevin kira perasaan David tidak akan sebesar itu pada Angel ternyata David menjadi over protektif.


"Tenang saja tuan, saya tidak melihat apa apa" ucap Kevin tersenyum.


"Ya terserah lo, oh ya wanita tadi siapa si" tanya David membuat Angel menatapnya.


"Oh dia adalah salah satu penanam saham di perusahaan kita tuan, dia di kenal dengan kecerdasannya bisa membuat semua musuhnya malah berbalik memujanya" ujar Kevin.

__ADS_1


"Pastilah, lihat aja cara berjalannya tatapannya dan cara pakaiannya yang kurang bahan tadi siapa yang gak memujanya" ucap Angel memberikan pendapatnya.


"Tapi Nona dia pemilik pabrik tekstil ya kali kurang bahan" ledek Kevin karena Kevin tau arah pembicaraan sang boss.


"Karena itulah dia pakai baju kurang bahan, soalnya bahannya udah habis dia jual, lo juga Ka gak perlu panggil Nona juga kali gue bukan majikan lo" ucap Angel sadis.


"Sadis amat neng, minder ya lihat cara dia berpakaian" ledek Kevin lagi.


"Ih siapa juga yang minder, walaupun gue gak pernah se feminim dia gue lebih unggul kali dari dia, dia ma menang menggoda doang" ucap Angel.


"Yayaya, karena yang menggoda lebih unggul" giliran David berbicara.


"Yang menggoda kalah sama yang mempesona, karena mempesona bukan berarti menggoda dan itu lebih baik" ucap Angel kesal dan meninggalkan David dan Kevin saat lif sudah terbuka.


"Kayaknya, bener pilihan lo" ucap Kevin.


"Baru nyadar lo" ujar David.


"Iya, pantesan lo takut banget dia pergi dari kehidupan lo" ujar Kevin membuat David tersenyum.


"Ya karena dia mempesona" ucap David tersenyum.


"Dasar Abang gak tau diri lo, dia Adek lo ya kali lo suka sama dia" ujar Kevin.


"Kalau gue beneran suka gimana, gue juga gak tau kenapa perasaan ini mulai muncul sekarang" ucap David menghentikan langkahnya.


"Mungkin itu perasaan kagum karena lo setiap hari kan bareng dia terus baper kali lo" ujar Kevin.


"Lo bener juga, gue bakal pastiin dulu perasaan apa yang gue rasakan saat ini" ucap David.


"Ya, dan sebelum itu gue harap lo udah kasih tau dia siapa dia sebenarnya karena gue yakin saat dia belum mengetahui kebenarannya lo gak akan pernah dapat apa yang lo inginkan meskipun dia mempunyai rasa yang sama kaya lo tapi dia akan memendamnya" ucap Kevin.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Wah... wah.. wah...


Author gak nyangka bisa sampai sini gak berasa ya udah 40 episode semoga kalian gak bosen.


Buat kalian yang masih setia terima kasih


Tapi jangan lupa tinggalin jejaknya ya... Happy reader***....

__ADS_1


__ADS_2