Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Kadar Narsis


__ADS_3

David menyelesaikan makannya dengan cepat kemudian kembali ke kantor diikuti Kevin di belakangnya. Dengan berjalan kaki beberapa menit akhirnya mereka sampai di kantor.


"Kamu kenapa Boy" tanya Dadi yang melihat David masuk dengan raut wajah yang di tekuk.


"No Dad" ucap David cepat.


"Kevin" panggil Dadi.


Kevin yang hendak pergi dari ruangan menghentikan langkahnya membalikan badannya dan tersenyum. Kevin tau bahwa Dadi pasti akan bertanya apa yang terjadi kepada David kepadanya. Kevin menarik nafasnya panjang sembari memikirkan apa yang akan dia katakan.


"Ya Tuan" ucap Kevin.


"Biracalah apa yang harus kamu bicarakan" ucap Dadi tegas.


"Begini Tuan, sebenarnya Tuan muda dia marah dengan saya karena saat keluar dari kantor saya terus menggodanya sembari berlari menghindarinya jadi tidak terasa kita lari cukup jauh Tuan" ujar Kevin menjelaskan.


"Lalu" tanya Dadi.


"Apa harus ada lalu" ucap Kevin lirih.


"Apa kamu mengatakan sesuatu Kevin" ujar Dadi tersenyum licik.


"Gak Tuan, saat kita mau pulang ada seorang wanita sexi yang membuat saya sampai berhenti lama Tuan......" ujar Kevin berhenti.


"Intinya" ucap Dadi jelas.


"Intinya kita makan bolak balik jalan kaki" ujar Kevin lesu.


"Hahahahaha, pantesan aja tuh muka David di tekuk gitu" ujar Dadi tertawa bahagia.


"Puas lo Vin udah buat gue di ketawain sama Dadi" ujar David dalam hati.


Kevin hanya tersenyum melihat expresi David yang memajukan bibirnya, Kevin kemudian izin untuk pergi ke ruangannya karena dirinya sudah tidak bisa menahan tawanya. Kevin dengan cepat berjalan keluar sembari tersenyum senyum.


"Dad apa Abang boleh pergi ke R.S. "tanya David.


"Kenapa" tanya Dadi.


"Em... ini kan pekerjaan Dadi tinggal sedikit jadi Abang pikir Dadi sudah bisa menghendle sendiri" ucap David ragu.


"Benarkah, atau udah rindu" ledek Dadi.


"Hehe...itu juga Dad" ucap David dengan wajah memerah.


"Tapi ingat Boy, kamu harus bisa jaga hati kamu" ujar Dadi memperingatkan.


"Ya Dad" ucap David lesu.


David memutuskan untuk tetap bekerja karena dirinya tidak ingin kalau nanti harinya tidak mau berpaling dari Angel. David merenung di dalam ruangan Dadi membuat Dadi merasa sangat bingung dengan keadaan di lain sisi Dadi tidak ingin putranya kembali kecewa tapi di sisi lain Dadi tidak bisa membuat putranya bahagia.


"Sorry Boy, bukan maksud Dadi buat kamu kembali kecewa tapi Dadi juga tidak mau melihat kalian berdua jauh satu sama lain" ujar Dadi dalam hati.


"Boy" panggil Dadi.


"Ya Dad" jawab David.


"Bisa kamu antar makanan ke Momi" tanya Dadi.


David mengerutkan dahinya, karena tadi Dadinya tidak mengizinkan dia untuk ke rumah sakit namun sekarang Dadinya menyuruh untuk membawa makanan untuk Mom bukannya itu sana saja.


"Tapi bukannya Dadi gak kasih Abang ke rumah sakit" tanya David bingung.


"Momi, telfon Dadi katanya Angel gak mau makan" ucap Dadi serius.


"Lalu" tanya David ragu ragu.


"Lalu apa kamu mau adik kamu gak makan biar makin sakit gitu, kalau Dadi si ngak" ujar Dadi.


"Ya ngak lah, kalau bisa Angel jangan sampai sakit biar Abang aja" ujar David khawatir.


"Oke kalau gitu sekarang kamu pergi dan belilah makanan yang bisa menggugah selera makan Angel" ucap Dadi.


"Siap Dad" ujar David semangat.


"Ya sudah pergilah minta di antar Darwin soalnya Dadi masih butuh Kevin di sini" ujar Dadi.

__ADS_1


"Oke Dad, kalau gitu Abang berangkat sekarang" ucap David.


David pergi dengan di antar Darwin, sebenarnya dia sudah membeli chiken nugget tadi tapi berhubung Mominya juga berada di sana David memutuskan untuk kembali membeli makanan untuk dia Angel dan juga Mominya karena selera makannya hilang saat ada pengganggu di acara makan siangnya tadi.


Setelah beberapa menit David sampai di rumah sakit dengan membawa beberapa makanan di tangannya, David berjalan cepat menuju ruangan Angel. Saat David membuka pintu ruangan ternyata Angel sedang melihat ke arahnya membuat dirinya salah tingkah.


"Aduh kenapa si pake melihat ke arah sini gak tau apa kalau gue jadi dag dig dug gini" ujar David dalam hati.


"Apaan si gue gila apa ya, sadar David sadar dia adek lo" ujar David menggeleng gelengkan kepalanya.


Momi yang melihat David salah tingkah hanya tersenyum sedangkan Angel menyerngitkan dahinya karena bingung dengan apa yang di lakukan David.


"Bang are you oke" tanya Angel bingung.


"Yes i'm oke Girl" ucap David tersenyum.


David berjalan ke arah Angel dan memberikan makanan yang dia bawa, dengan mata berbinar Angel menerima makanan yang David bawa Angel bersemangat saat membuka makanannya karena semua makanan yang David bawa adalah makanan favoritnya.


"Ini semua buat Angel Bang" tanya Angel.


"Ya kalau kamu abis gak apa apa" ujar David tersenyum.


"Kita makan bareng aja yuk, Mom Bang" ucap Angel tersenyum.


David dan Momi tersenyum lalu membatu Angel untuk duduk dengan nyaman di ranjangnya, karena David tidak mengizinkan Angel untuk turun Dari ranjangnya. David Mom dan Angel makan bersama dengan canda tawa yang mengiringi makan mereka.


"Bang bilangin sama Dokter dong Angel udah sembuh" rengek Angel.


"Honey, kamu harus istirahat di sini dulu sampai kamu bener bener sehat" bujuk David.


"Tapi Angel gak suka di sini" ujar Angel.


"Alasannya" tanya David.


"Banyak, makanannya gak enak, tidur gak nyenyak terus gak bisa jahilin Abang hehe" ujar Angel tersenyum.


"Bilang aja karena kamu kena jarung gak bisa peluk Abang" ledek Mom.


"Momi apaan si, kenapa si ngoming gitu kan bener" ujar Angel membuat semua orang tertawa.


"Gue kira salah" ujar David menggelengkan kepalanya sembari tertawa.


"Utututu Momi" ujar David memeluk Momi.


"Angel kapan di peluknya" tanya Angel memajukan bibirnya.


"Hahaha, udah Bang tuh peluk Adek tercayang hahaha" ledek Momi membuat Angel membuang wajahnya.


David yang melihat tingkah Momi dan Angel semakin tidak bisa membuat keputusan yang bisa membuat kedua wanita paling berharganya kehilangan senyum mereka. David berjalan mendekati Angel dan memeluk Angel dari samping membuat Angel tersentak.


"Nyaman" ucap David lirih.


"Abang" panggil Angel sembari melepaskan tangan David yang memeluk dirinya.


"Hm, biarin begini aja bukannya kamu juga rindu dengan pelukan Abang" ucap David santai.


"Em.... guys Mom keluar dulu ya sebentar" ujar Mom yang sengaja meninggalkan Angel dan David bersama.


"Oke Mom" jawab David dan Angel bersama.


Momi hanya tersenyum melihat kedua anaknya yang selalu saja bisa membuatnya tertawa bahagia. Sebenarnya Momi sudah tau tentang perasaan mereka berdua secara kan Mom pernah muda ya gak si guys jadi Mom tau tatapan orang yang saling mencintai dan memuja satu sama lain.


"Honey bagaimana keadaanmu" tanya David melepaskan pelukannya lalu mencium kening Angel.


"Abang, udah berapa abad di sini baru tanya keadaan" ujar Angel sinis.


"Ya kan tadi keburu laper sampi gak kepikiran tanya keadaan kamu" ujar David tersenyum tanpa dosa.


"Kalau laper aja lupa sama orang" ucap Angel jutek.


"Masih untung pas laper lupanya, kalau pas lagi sayang sayangnya lupa baru gila hehe" ujar David membuat Angel tertawa.


"Ih Abang kenapa si gak bisa apa bikin Angel gak ketawa" ujar Angel dengan wajah memerah.


"Gak bisa" ujar David menggoda Angel.

__ADS_1


"Ib Abang nyebelin" ujar Angel menyembunyikan wajahnya yang semakin memerah.


"Kenapa di sembunyiin gitu wajahnya, bukannya kamu belum puas tatap wajah Abang yang ganteng banget gini" ledek David.


"Abang mending Abang keluar periksa deh" ujar Angel.


"Kenapa" tanya David santai.


"Karena kadar narsis Abang makin naik takutnya nanti gak ke tolong" ujar Angel tersenyum.


"Maksud kamu Abang bisa gila gitu, kalaupun Abang gila kamu harus tanggung jawab" ujar David.


"Lah kenapa jadi Angel, Abang sendiri yang gila" ujar Angel.


"Kalau Abang gilanya bareng sama kamu Dadi sama Momi atau yang lainnya itu namanya gila berjamaah" ucap David kembali membuat suasana bahagia.


"Aduh bener bener gila" ujar Angel.


"Siapa yang gila, kamu baik baik saja kan Honey" ujar Momi panik saat baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Tuh yang gila" ujar Angel menunjuk David.


"Abang" tanya Mom bingung.


"Ya" ujar Angel singkat sembari tersenyum licik entah apa yang sedang Angel pikirkan.


"Kenapa" tanya Mom singkat.


"Kadarnya naik Mom" ucap Angel.


"Kadar, kadar apa gula atau darah" tanya Mom.


"Bukan Mom" ucap Angel membuat Mominya menjadi semakin panik.


"Lalu" tanya Mom.


"Kadar narsisnya" ujar Angel di akhiri dengan gelak tawa.


"Dasar kalian berdua mau bikin Momi jantungan ya nih rasakan" ujar Momi sembari menjewer telinga Angel dan David bersamaan.


"Aduh aduh Mom" ujar Angel dan David bersama.


"Rasain tuh" ucap Momi.


David dan Angel terus saja merengek kesakitan membuat Momi semakin semangat mengerjai balik mereka. Momi tertawa dengan kedua raut wajah anaknya dengan telinga memerah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hai reader maaf ya kalau lama upnya....


Kalau upnya sedikit itu karena otak gak mau bekerja sama... hehe

__ADS_1


Terus ikuti Author ya guys... love you reader


Jangan lupa vote like and komennya ya***...


__ADS_2