
David mengantar Angel sampai Angel naik taxi online sembari senyum senyum dan terus menggandeng tangan Angel erat.
"Udah Bang jangan senyum senyum mulu di kira gila" ujar Angel tertawa.
"Gila karena kamu" ucap David jujur
"Abang bilang gitu berasa Angel jadi orang paling jahat" ucap Angel.
"Kamu perampok" ucap David.
"Gak papa asal yang di rampok orang kaya Abang banyak duit" ucap Angel.
"Matre" ucap David.
"Gak papa lagi matre lagian tajir coba aja kalau gak tajir gak bakal gue buat gila lo" ujar Angel tanpa sadar bicara dengan bahasa lo gue.
"Eh sorry Bang gak sengaja" ucap Angel tersenyum tanpa dosa.
"Iya iya Honey, ya udah Abang ada rapat " ucap David.
"Sekarang aja gue di usir, bilang aja tuh kolega Abang datang biar mereka gak liat Angel kan" ucap Angel.
"Tepat" ucap David.
"Ya udah Bang selamat bekerja" ucap Angel tersenyum.
"Iya hati hati Honey" ucap David.
Angel tersenyum lalu naik ke taxi online yang kebetulan sudah datang. David membayar taxi Angel walaupun Angel melarangnya dan David memberikan kartu platinum berwarna silver kepada Angel padahal Angel juga sudah di beri beberapa hari lalu.
"Bang gak perlu Angel juga punya Bang baru kemarin Abang kasih" ucap Angel.
"Gak apa apa" ucap David.
"No, Abang masuk aja tuh pada liatin" ucap Angel.
"Hm gak apa apa asal kamu gak keluar dari mobil" ucap David.
"Iya iya, udah ya Bang bye see you" ucap Angel.
"Oke" ujar David
Angel pergi dengan melambaikan tangan di balas lambaian dan senyuman hangat David. Namun saat ada kolega yang mendekati David Angel langsung menutup kaca mobil membuat David tersenyum puas karena Angel sangat peka.
Saat setelah Angel meninggalkan tempat David Angel mendapatkan telfon dari Daddynya.
"Hallo Dad" ujar Angel.
"Hai girl, bisa antar berkas yang ada di tempat Abang ke tempat Daddy sekarang" ucap Daddy
"Daddy di mana" tanya Angel.
"Daddy lagi meeting di restoran X" ucap Daddy.
"Oke Dad" ucap Angel.
"Daddy butuh itu dalam tiga puluh menit" ucap Daddy.
"Siap" ujar Angel.
Angel menyuruh supir taxi untuk memutar arah. Saat sampai di tempat David lagi Angel langsung memakai topeng kebiasaanya saat pergi namun tidak ingin banyak orang tau siapa dia karena dia ingat ada beberapa kolega Abangnya di sana.
Angel turun dan menyuruh taxi tersebut untuk menunggu. Angel pergi ke tempat David dengan cepat dengan kartu pengenal yang dia tunjukkan kepada anak buah David untuk mempercepat kerja.
Saat Angel sampai di ruangan David Angel langsung membuka pintu yang ternyata ada banyak kolega muda ada di ruangan tersebut mereka semua langsung menatap ke arahnya.
"Aduh kenapa Abang rapat di sini si" ujar Angel
Angel hanya mengangguk lalu berjalan ke arah meja David dan mencari apa yang Daddy minta. Saat sedang mencari David menghampiri dan bertanya dengan tatapannya setelah menemukannya Angel mengangkat itu dan di iyakan David lalu mengangguk dan pergi.
Sebelum pergi Angel membungkuk hormat kepada David membuat David ikut membungkuk. Dengan secepat mungkin Angel pergi.
David yang kembali serius dengan pekerjaannya untuk mengalihkan semua kolega mudanya terhadap Angel. Sedangkan di dalam mobil Angel masih menetralkan jantungnya yang berdegub kencang karena merasa melakukan kesalahan terhadap David. Namun Angel berfikir lagi untuk segera pergi ke tempat Daddynya berada.
"Dad" ujar Angel saat ada di tempat Daddy nya.
"Lebih cepet dari dugaan" ujar Daddy.
"Iya Dad, pakai super sonic" ucap Angel.
"Ya udah kamu mau makan dulu apa gimana " tanya Daddy.
"Langsung pergi aja dad, kebetulan banyak tugas kampus" ucap Angel.
__ADS_1
"Ya sudah hati hati di jalan" ucap Daddy.
"Oke Dad" ujar Angel langsung pergi begitu saja.
Saat akan pergi dari tempat tersebut lagi lagi Angel berpapasan dengan Reza kakak dari Maya namun lagi lagi Angel tak menyadarinya.
"Kenapa" tanya Rafa
"Kamu liat cewek tadi, mirip sama Maya gak si" ujar Reza.
"Iya mirip doang, kalau beneran Maya gak mungkin gitu aja liat lo" ujar Rafa.
"Sorry Za bukan maksud gue patahin semangat lo bertemu Adin tapi gue juga belum yakin soal itu gue gak mau lo buat yang aneh aneh" ujar Rafa dalam hati.
"Udahlah yuk, " ucap Rafa menarik Reza pergi makan.
"Beneran cewek tadi tuh, malah lebih ke Adin mukanya" ucap Reza.
"Iya kali gak nggeh gue" ujar Rafa
"Dia satu kampus gak si sama lo" ujar Reza.
"Mana gue tau, lagian kalau se kampus gak pasti ketemu kali secara gue genius sekolah gue cepet" ucap Rafa.
"Langsung gitu ya" ujar Reza tertawa.
Rafa hanya tersenyum menanggapi omongan Reza karena dia tidak ingin Reza bertanya tanya lebih jauh.
Sedangkan di tempat laian Angel kembali ke kampusnya dia tidak ada kelas dia hanya ingin melakukan sesuatu dengan leluasa, sampai dia tidak sadar hari sudah sore.
Dia bergegas pulang saat sedang menunggu bis dia melihat mobil Abangnya melintas. Dia tersenyum saat David membuka kca mobilnya.
"Bang nebeng ya" ucap Angel.
"Kalau Abang gak mau" ujar David.
"Jadi supir juga gaak apa apa" ucap Angel.
"Terus nasib gue" ucap Rey asisten David.
"Nasib kak Rey, naik bus" ucap Angel tertawa.
"Keluar duit dong gue" ucap Rey dengan wajah memelas.
Dengan senang hati dan senyuman mengembang Angel duduk di samping David. Tak lama Angel tertidur dan menjatuhkan kepalanya di bahu David membuat David tersentak.
"Jadi panas nih gue" ujar Rey.
"Makanya jangan jomblo" ucap David.
"Emang lo gak" ucap Rey.
"Gak lah la ini" ucap David tertawa
"Itu kebetulan aja adek lo cantik " ucap Rey.
"Kenapa cemburu" ucap David.
"Gak lah, tapi kalau boleh gue pacarain adek lo ya" ujar Rey tertawa
"Enak aja punya gue nih" ucap David.
"Adek lo inget lo" ujar Rey.
"Ya ya tapi siapa tau aja jadi cinta terakhir" ucap David.
"Banyak orang kadi cinta pertama lah ini cinta terakhir" ujar Rey.
"Karena yang pertama akan ada yang ke dua dan seterusmya tapi kalau terakhir gak bakal ada yang lain" ujar David.
"Sejak kapan bos gue jadi pujangga" ujar Rey
"Sejak tadi" ucap David.
"Lo beneran gak si Vid" tanya Rey.
"Kita bahas itu lain waktu" ujar David di angguki Rey.
Rey melajukan mobilnya lebih cepat karena jalanan yang mulai sepi. Saat sampai di mansion David langsung turun dan berlari dan kebetulan Angel terbangun saat mobil berhenti.
"Bangun juga lo" ujar Rey.
"Tidur gue dalam sadar" ucap Angel tertawa sedangkan Rey bingung.
__ADS_1
"Tidur tapi sadar, gimana coba" ucap Rey
"Kak Rey udah ngelamun aja, mau masuk gak" ucap Angel.
"Gak langsung pulang aja" ucap Rey.
"Oke" ujar Angel mengacungkan jempolnya.
Rey tersenyum lalu melajukan mobilnya menjauh dari mansion.
"Pantesan David gak bisa berpaling dri Angel, selain menyenangkan dia juga manis dan senyumannya buat susah move on, eh David sorry gue mengagumi apa yang lo punya" ujar Rey tersenyum senyum sendiri dalam mobil.
"Rey pulang" tanya David yang kembali ke pintu utama.
"Udah lagian Abang ngapain lari" ucap Angel.
"Ada sesuatu yang meminta segera di keluarkan" ucap David.
"Haha untung tepat waktu ya Bang" ledek Daddy.
"Iya Dad" ucap David.
"Honey kamu liat ponsel Abang" tanya David.
"Gak emang tadi di taruh di mana" tanya Angel.
"Di jas kayaknya" ucap David.
"Ya kali nih" ucap Angel memberikan jas yang dia pakai saat tidur di mobil.
"Bang Dad Mom besok Angel ke tempat kak Maya, soalnya dia mau pulang ke Indonesia " ucap Angel.
"Iya gak papa, asal jangan lupa pulang" ujar Daddy.
"Iya sama jangan lupa bawa hadiah, kamu belum kasih hadiah kan sama kelahiran anaknya" ujar Mommy.
"Eh iya Mom lupa" ucap Angel.
"Tapi kamu harua hati hati, mereka orang yang baru kamu kenal" ujar David.
"Iya Abang" ucap Angel memeluk David.
"Ya udah Angel mandi dulu ya bau acem" ucap Angel.
"Ya Abang juga mau mandi" ucap David.
"Ya Daddy juga mau berduaan sama Mommy ya kan mom" ucap Daddy dengan tatapan merayu.
"Dad malu" ucap Mommy.
"Kenapa malu Mom, kita mau pergi kok ya kan Bang" ucap Angel tersenyum lalu menggandeng tangan David pergi.
"Kenapa senyum senyum gitu" tanya David saat berjalan menuju kamar masing masing.
"Gak seneng aja, liat Mommy Daddy selalu akur di depan kita" ucap Angel.
"Di depan kita jadi kalau gak ad kita berantem gitu" ujar David.
"Gak juga Bang, maksudnya mereka gak pernah nunjukin ke kita ada masalah kalaupun ada masalah pasti mereka membahasnya di kamar" ucap Angel.
"Itu harus biar anak anaknya gak tau ada masalah yang penting mereka tau orang tuanya selalu bahagia" ucap David.
"Pelajaran terbaik yang bakal Angel terapin nanti sama anak anak Angel ya gak Bang" ucap Angel.
"Iya lah" ujar David.
"Bang mau gak jadi pacar Angel" ucap Angel membuat David kaget dengan penuturannya.
"Maksud kamu apa" tanya David.
"Gak tau juga Bang, tapi Angel gak bisa ngalihin hati Angel ke orang lain sepenuhnya ada Abang" ucap Angel.
"Apa kamu sedang melamar Abang" tanya David tersenyum.
"Iya itupun kalau Abang mau" ucap Angel.
"Abang bakal jadi Pacar kekasih teman sahabat dan juga Abang buat kamu Honey itu jawaban Abang" ujar David.
"Oke makasih Bang, ya udah ketemu lagi nanti" ucap Angel saat sampai di depan pintu kamarnya.
"Oke bye pacar" ucap David.
Angel tersenyum sembari masuk ke dalam kmarnya begitupun David. David bahkan terduduk.lemas di balik pintu karena menahan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya saat Angel melamarnya.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya readers... maaf lama gak up lagi sibuk urus dunia nyata yang gak sesuai expektasi......