
"Dari mana kamu" tanya Dadi serius.
"Dari taman depan" ucap Angel takut.
"Kenapa bawa motor"ujar Dadi serius.
Angel tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya karena takut. Momi yang melihatnya menadi tidak tega namun Momi juga tidak berani membantunya saat Dadi sedang memarahi anak anaknya.
"Ikut Dad" ucap Dadi.
Angel mengikuti Dadi dengan diam di belakang Dadinya. Saat sampai di kamar hotel Dadi mendudukkan dirinya keras di samping David dan juga Kevin membuat ke duanya tersentak lalu menatap Dadi yang sangat serius. Sedangkan Angel tidak berani duduk ataupun bersuara membut David penasaran berbeda dengan Kevin yang tau pasti dirinya juga akan terkena masalah.
"Sekarang katakan pada Dadi, siapa yang kasih izin Angel bawa motor" ucap Dadi menatap tajam David dan juga Kevin.
David membelalakkan matanya dengan ucapan Dadi, karena yang David tau Angel sedang berada di dalam kamarnya sedang bersiap untuk pulang.
"Abang malah gak tau Angel keluar Dad" ucap David.
"Kamu kemana saja, kenapa gak tau tuh anak pergi" ucap Dadi serius.
"Ya dari tadi disini Dad, ya si emang Angel gak kelihatan beberapa lama tapi gak liat Angel keluar" ucap David bingung.
"Kenapa gak kamu cari dia" ucap Dadi meninggi.
"Tuh" ucap David menunjuk pintu kamar Angel yang ada stiker.
"Jadi bagus ya kamu, kalau keluar pakai itu biar di kira di rumah mulai pinter kamu" ucap Dadi membuat Angel meneteskan air mata.
"Gak Dad, itu bukannya udah nempel sebelum Angel masuk rumah sakit, lagian Angel gak akan pakai cara kaya gitu" bela Angel dengan seribu kekuatan untuk mengatakan isi hatinya walaupun air matanya sudah membanjiri pipi.
"Kenapa kamu menangis ha" teriak Dadi.
"Karena ini adalah teriakan pertama Dadi buat Angel" ucap Angel lesu.
"Maaf om, tapi ini semua salah Kevin" ucap Kevin yang sudah tidak tahan melihat Angel menangis.
"Maksud kamu" tanya Dadi serius.
"Kevin yang gak bilang sama David Angel keluar, Kevin gak cegah Angel keluar padahal dia bawa motor" ucap Kevin menunduk.
"Bagus kamu sudah berani biarin Angel bawa motor, kalau Angel kenapa napa gimana apa kamu bisa bertanggung jawab" ucap Dadi meninggi.
"Tapi om, bukan berarti kita juga harus mengekang Angel buat bawa motor dia sudah cukup dewasa untuk membawa sebuah motor lagian ini di kota bebas dia tidak akan berurusan dengan sedangkan kemampuan Angel sudah tidak di ragukan lagi" ucap Kevin menatap manik biru milik Dadi.
"Kamu mau melawan om, ha" ujar Dadi memukul Kevin.
Kevin tersungkur ke lantai dengan ujung bibir yang berdarah. Kevin hanya mengelap darah yang keluar tanpa merasakan sakit yang terasa. Kevin berdiri dengan cepat dan saat itu juga Angel memeluknya.
Angel yang melihat itu, berlari ke arah Kevin dan memeluknya erat membuat semua orang tercengang dengan kelakuan Angel pasalnya selain dengan David dan Dadi Angel belum pernah memeluk siapapun dengan begitu eratnya Bahkan Angel tidak pernah sepeduli itu dengan orang lain.
"Angel ingat kamu siapa" teriak Dadi.
"Kenapa Dad, apa karena Angel anak Dadi dan dia hanya sekedar asisten apa Dadi tau dia adalah orang yang selama ini peduli dan selalu mbantu Angel saat kalian semua sibuk dengan kerja kalian tapi bukan berarti Dadi melampiaskan semuanya ke kaka" ucap Angel tegas.
"Sejak kapan dia menjadi kakakmu" bentak Dadi.
"Bukankah Dadi mengenalkan Angel dengan dia juga kaka" ucap Angel tersenyum.
"Tapi bukan di kondisi ini" ucap Dadi.
"Lalu di kondisi apa Dad, di kondisi tertekan terdesak tidak bolehkan seorang adik perempuan meminta perlindungan dari seorang kakanya, atau tidak bolehkah seorang adik melindungi kakanya" ucap Angel.
"Tapi bukan di saat dia bersalah" ucap Dadi menarik tangan Angel.
"Karena dia gak salah Dad" ucap Angel menangis.
"Bagaimana kamu bisa mengatakan dia tidak bersalah" tanya Dadi serius.
"Karena Angel yang meminta untuk membawa motor walaupun dia tidak mengizinkan, karena Angel yang menyuruhnya untuk berbohong jika ada yang mencari Angel dan Angel juga yang sudah lari saat dia akan merampas kunci motornya ini semua salah Angel kaka gak salah klau Dadi marah marahlah pada Angel" ucap Angel lesu.
__ADS_1
"Sudahlah ini salah gue" ucap Kevin.
"Ka berhenti menyalahkan diri di saat kau benar dan berhenti menghormati orang yang bahkan tidak pernah menghormatimu" ucap Angel tegas.
"Tapi bagaimanapun juga mereka adalah orang tua yang harus kita hormati" ucap Kevin.
"Tapi kita juga punya hak untuk mengungkapkan pendapat kita,kita juga berhak memelih jalan kita sendiri" ucap Angel menangis masih dalam pelukan Kevin.
Dadi berhenti berteriak sejenak keadaan menjadi sangat hening, Hanya ada suara tangis Angel yang lirih masih dalam pelukan Kevin. Kevin berusaha untuk menghindari pelukan Angel namun Angel justru mengeratkannya.
"Dadi minta maaf" ucap Dadi tegas.
Angel yang mendengar penuturan Dadinya menatap Dadinya tajam mencari sebuah kebohongan namun yang Angel temukan adalah kejujuran dari Dadinya.
Angel menganggukkan kepalanya kepada Dadi Angel kemudian berganti memeluk Dadinya erat. Angel menangis keras di pelukan Dadinya membuat Dadinya ikut menangis.
"Maafin Angel Dad" ucap Angel.
"Dadi yang minta maaf, seharusnya kamu minta Kevin untuk mengantarmu" ucap Dadi pelan.
"Gak mungkin Dad, kasihan Kaka di saat gue bisa jalan Kaka cuma bisa duduk dengan laptopnya" ujar Angel.
"Oke, kalau begitu Kevin kamu boleh ambil cuti kamu" ucap Dadi pada Kevin.
"Tidak perlu om, lagian Kevin lagi gak pengin cuti pergi ke sini dengan kalian sudah menjadi liburan buat saya" ucap Kevin.
"Kemarilah" ujar Dadi meminta Kevin memeluknya.
Dengan senang hati Kevin menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Dadi yang sedang memeluk Angel erat. Momi dan David yang melihatnya sangat bahagia karena semua masalah sudah jelas.
"Indahnya, Mom peluk Abang" cibik David membuat semua orang tertawa.
"Ya sudah kalian tunggulah Momi dan Dadi kami akan bersiap untuk pulang kamu Girl obati goresan yang Dadi buat di wajah tampan Kakakmu itu" ucap Dadi meledek Angel.
"Dadi" ucap Angel menghentak hentakkan kakinya.
Dadi dan Momi pergi ke kamar mereka sembari terus tertawa karena berhasil membuat putrinya merajuk. Sedangkan Angel pergi untuk mengambil P3K untuk mengobati Kevin.
"Gak" ucap Kevin bohong.
"Bohong tuh Honey, sini biar Abang obatin Kevin" ucap David merebut kotak P3K yang Angel bawa.
"*Enak aja lo Vin mau di pegang pegang Angel gak bakal gue biarin udah cukup lo peluk tadi " ujar David dalam hati sembari terus mengobati luka Kevin.
"Gue tau kenapa lo rebut kotak itu dan lebih memilih obati gue daripada pekerjaan lo karena lo cemburu kan gue tau itu dan gue juga tau posisi Vid lo jangan takut gue ambil dia dari lo" ujar Kevin tersenyum*.
"Ngapa lo senyum senyum jangan mikir macem macem deh" ujar David bergidig ngeri.
"GR banget lo gue masih normal kali" ucap Kevin sewot.
"Terus kenapa lo senyum senyum gak jelas gitu" ucap David.
"Gue senyum, baru aja lihat Angel naik motor Dadi udah gitu gimana kalau Dadi tau si Angel sering balapan liar" ujar Kevin tersenyum.
"Lo bener gak kebayang gue" ucap David.
"Ada yang bilang balapan liar," ucap Dadi yang mendengar ucapan Kevin.
Kevin dan David saling pandang membuat Dadi semakin penasaran apa yang sedari tadi mereka bicarakan. Angel yang mendengar semua perkataan Kevin maupun David tadi menjadi semakin was wad di kala Dadi mendekatinya.
"Lo si" ucap David.
"Sorry gue akui yang sekarang salah gue" ucap Kevin berbisik.
"Apa kalian bisik bisik" tanya Dadi menelisik.
"Gak ada" ucap David dan Kevin kompak.
"Vin kalau lo mau jujur om kasih kamu rumah pribadi" ucap Dadi.
__ADS_1
Kevin seketika tersenyum licik melihat ke arah David dan Angel yang mulai pucat. Angel menatap Kevin sembari menyatukan ke dua tangannya memohon membuat Dadi melihat ke arahnya.
"Maaf om gak bisa, kalau di kasih apartemen milik bos baru mau" ucap Kevin.
David dan Angel terlihat sangat terkejut dengan permintaan Kevin karena selama ini Kevin tidak pernah meminta lebih dari keluarganya. Namun hari ini Kevin bahkan meminta sebuah apartemen mewah padahal rahasia Angel adalah penentu nasib Angel.
"Lo" ucap Angel dan David bersama.
"Hahaha gak gak, bercanda om gak ada yang kita bicarakan tadi" ucap Kevin membuat Angel dan David bernafas lega.
"Benarkah, om gak percaya" ucap Dadi.
"Gak Dad, cuma tadi Ang bilang pengin ikut balapan tapi mengingat Dadi yang gak kasih izin bawa motor ya gak jadi" ucap Angel berani membuat Kevin tercengang.
"Oh gitu, jadi kamu yang balapam liar ini" tanya Dadi sembari menunjukkan sebuah foto.
"Dadi dapat foto itu dari mana" tanya Angel was was.
"Itu gak penting sekarang kamu mau jujur apa gak" ucap Dadi.
"Maaf Dad, Angel gak akan ulangi buat balapan liar lagi" ucap Angel takut.
"Kamu tau itu taruhannya nyawa, dan itu sangat tidak terjamin" ucap Dadi.
"Angel tau Dad" ucap Angel menundukkan kepalanya.
"Kalau kamu mau balapan mending di sirkuit itu akan lebih terjamin" ucap Dadi membuat semua orang tercengang dengan keputusannya.
"Dadi beneran" ucap Angel berbinar.
"Hm" ujar Dadi.
"Dadi gak marah" tanya Angel lagi tak percaya.
"Gak" ucap Dadi singkat.
"Thanks Dad" ucap Angel memeluk Dadi.
"Iya sekarang ayok kita pulang" ucap Dadi.
"Yok Dad" ucap Angel semangat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya kalau upnya agak lama soalnya lagi bikin novel lagi...
Buat yang udah baca makasih ya love dari Author ...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...