Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 163


__ADS_3

"Geli" ujar Angel.


"Kenapa" ujar David memejamkan matanya.


"Ngantuk ya, tidur di dalam aja yuk di sofa" ujar Angel namun David sudah tidak menjawab dan nafasnya mulai beraturan.


Angel duduk sembari menatap wajah David yang sangat menggemaskan itu. Angel mencium kening David dan membiarkan David tidur walau posisinya tidaj menguntungkan. Dia harus tetap duduk di pangkuan David sampai David terbangun nanti.


Tak lama Angel ikut terpejam di pangkuan David dengan posisi kepalanya yang menyender pada David.


Tak... Tak.... Tak.....


Suara sepatu terdengar membuat Angel terbangun dan mengerjapkan matanya. Bersamaan dengan itu David juga terbangun ada senyuman di wajah David saat membuka matanya.


"Maaf mengganggu" ujar seorang dokter yang akan masuk ke ruangan Reza sembari tersenyum.


"Ngapain senyum senyum" ujar Angel.


"Nggak" ujar David mencium bibir Angel.


"Udah lepasin kamu pasti sakit banget kan" ujar Angel.


"Nggak papa" ucap David.


"Dari tadi ngak papa gak papa" ujar Angel.


Kriukkkkk.....


"Hehe makan yuk" ucap Angel dengan wajah memerah lalu berdiri.


"Oke, tadi Mommy bawain apa" tanya David


"Baju sama cemilan" ujar Angel membuka paperbag.


"Ya udah ke dalam aja yuk" ujar David menuntun Angel dan satu tangannya menenteng paper bag.


Angel dan David masuk berpapasan lagi dengan sang dokter membuat sang dokter kembali tertawa. Angel hanya menunduk malu lalu dengan cepat berjalan ke aofa ruangan itu.


Angel melihat alat yang ada di tubuh Abangnya sudah di lepas semua dan Reza sedang bersiap untuk pulang.


"Abang udah boleh pulang" tanya Angel.


"Udah nunggu Dokter anter obat" ujar Reza yang sudah selesai berganti baju.


"Abang" ujar Angel langsung berlari ke dalam pelukan Reza dan memeluknya erat membuat Rani bingung.


Angel menangis membuat Reza membalas pelukannya lebih erat. Dalam pelukannya Angel mengatakan banyak hal bagaimana tidak larena setelh keluar dari rumah sakit maka jalan mereka berbeda sekarang Angel akan ikut dengan suami dan keluarganya sedangkan Reza kembali menjadi Damantara.


"Rani" ujar Angel berganti memeluk Rani namun wajahnya sekarang berubah bahagia.


"Kakak pertama kali kakak memelukku erat kakak ganteng itu boleh peluk gak" ujar Rani tertawa.


"Dasar" ujar Angel menjitak kepala Rani.


"Abang yang itu gak boleh, sentuh aja gak boleh kalau Abang yang ini boleh" ujar Angel menunjuk Reza.


"Ya deh" ujar Rani pasrah.


"Vid dengan penuh maaf gue minta lo jaga dia lagi seperti lo jaga dia dulu jaga dia seperti kamu menjaganya selama ini, makasih juga sudah buat dia menjadi lebih kuat mulai sekarang dia akan resmi keluar dari keluarga Damantara mungkin pengumuman keluarnya dia akan menyesakkan karena beritanya pasti kematiannya" ujar Reza.


"Baiklah" ujar David.


"Jaga diri oke see you next again" ujar Reza memeluk dan mencium kening Angel.


"Ya Bang, see you" ujar Angel dengan tetesan air mata.


David langsung menarik pinggang Angel dan menghapus air mata Angel.


"Rani jaga Abang seenggaknya sampai dia bisa bunub orang lagi, jangan pernah membuatnya kembali terluka kamu saudara tiri yang sangat menyenangkan maafkan perbuatanku selama mengenalmu" ujar Angel menggenggam tangan Rani.


"Ya kak, makasih kamu sudah memelukku untuk pertama kalinya dengan tulus semoga akan ada pelukan pelukan selanjutnya" ujr Rani.


"Ada permintaan setidaknya sebagai adik kepada kakak perempuannya" ujar Angel.

__ADS_1


"Em, kakak maaf kalau lancang tapi sepertinya Rani tidak bisa melupakannya maksudnya sebagai lelaki dewasa" ujar Rani.


"Kamu menyukainya" ujar David.


"Dia yang mengambil ciuman pertamaku mana bisa melupakannya" ujar Rani.


"Jalani semua seperti air mengalir jangan mencari jalan mudah tapi bertolak belakang dengan kebahagiaan sesungguhnya" ujar Angel.


"Oke kakak, kakak baik baik di sana jangan lupain Rani apalagi kalau mau berkunjung" ujar Rani.


"Minta oleh oleh tuh, gak ada buat lo" ujar Reza menonyor kepala Rani.


"He siapa tau kakak pengertian" ujar Rani.


Angel melihat kedekatan Rani dan Reza dia tersenyum pasalnya Rani sangat periang sedangkan Reza sangat dingin terhadap orang yang belum dia kenal.


"Din Abang boleh tanya pribadi" tanya Reza.


"Em pertanyaan apa" tanya Angel.


"Bicara berdua" ujar Reza.


"Rani bisakah kamu keluar sebentar" ujar Reza.


"Kalau gitu saya juga ke luar" ujar David.


"Maaf ya Vid" ujar Reza.


"Gak papa" ucap David tersenyum lalu mencium bibir istrinya lalu ke luar ruangan meninggalkan Reza dan Angel.


"Bang apa yang mau kamu tanyakan" tanya Angel to the point.


"Em gini selama kamu tinggal dengannya apa mereka memperlakukanmu dengan baik jawablah dengan jujur agar Abang bisa menentukan kamu pergi atau tidak" ujar Reza membawa Angel duduk di sofa.


"Mereka memperlakukanku dengan sangat baik, bahkan mereka tidak pernah memarahiku dengan kejam mereka hanya diam saat aku melakukan kesalahan" ujar Angel.


"Apa kamu bekerja di sana" tanya Reza.


"Apa pekerjaanmu" tanya Reza mwmbuat Angel tersenyum.


"Bukannya kemarin malam udah gue bilang pekerjaan aku" ujar Angel.


"Oke gini maksudnya apa kamu tidak tertekan di sana apa kamu tidak merasa terbebani" ujar Reza.


"Tertekan gak si tapi kalau terbebani kayaknya iya, aku merasa gak pantes di sana merasa kalau seharusnya aku tidak menyembunyikan ingatan yang sudah ku ingat karena itulah aku kerja keras di sana walau bekerja dengan taruhan nyawa" ujar Angel.


"Kamu mempunyai banyak koneksi di sana, terus gimana mereka dengan pekerjaan kamu apa menentang" tanya Reza.


"Menentang pasti, tapi ini keputusan Angel asal aku gak buat nyawa di ujung tanduk itu yang bisa aku janjikan pada mereka" ucap Angel.


"Apa yang sebenarnya Abang ingin katakan" ujar Angel.


"Sebenarnya gini kamu gadis periang dulu yang Abang kenal tapi kamu datang dengan wajah datar dan dingin bahkan kamu pendendam takutnya kamu sudah mengalami hal buruk di sana" ujar Reza.


"Hal buruk yang gue lakukan saat bersama mereka dan gak akan gue lupain adalah gue kerja keras mengingat semua masa lalu dan tidak mendengarkan Riko untuk tidak mencoba mengingat masa lalu, itu satu hal yang paling gue benci setelah menjadi keluarga baru mereka" ujar Angel.


"Riko, maksudmu Riko yang nikah sama bule itu yang kemarin ke sini" tanya Reza.


"Ya" ujar Angel.


"Sejak kapan kamu bertemu dengannya" ujar Reza.


"Lama saat pertemuan antara keluarga Cika dan keluarganya" ujar Angel.


"Kenapa kamu tidak mencariku" ujar Reza.


"Gak mau, dendam Angel besar kepadamu dan juga keluarga Damantara lalu untuk apa aku mencarimu" ujar Angel.


"Oke gue minta maaf tapi bisakah kamu berjanji untuk bahagia mulai sekarang dan jika terjadi sesuatu hubungi gue, gue akan menebus semua kesalahan lalu sedikit demi sedikit" ujar Reza.


"Berikan semua hak hartaku" ujar Angel membuat Reza terbengong.


"Dengan kamu memberi semua harta yang menjadi hak milikku maka akan ku balas mereka yang sudah membantuku, dengan begitu kamu tidak perlu khawatir dengan kehidupan ku" ujar Angel.

__ADS_1


"Gue Abangmu, sampai kapanpun gue bakal tetep jadi Abangmu" ujar Reza memeluk Angel.


Angel memeluk Reza erat dan mereka saling mengatakan apa yang ingin mereka katakan melepas kerinduan selama ini terpisah dan terlebih lagi saat langkah mereka kelur rumh sakit maka mereka akan kembali berpisah jika ingin bertemu mereka harus mempertaruhkan nyawa karena ke dua keluarga itu belum benar benar saling memaafkan.


"Maaf mengganggu, ini obat anda harus saya jelaskan ke anda secara pribadi" ujar Sang dokter masuk.


"Ok dok" ujar Reza menghapus air matanya.


"Ingat kalau terjadi sesuatu hubungi Abang, oke kamu akan selalu menjadi adik kecilku" ujar Reza mencium kening Angel.


"Bang you're my love" ujar Angel.


"Oke gimana dok" tanya Reza mendekati dokternya.


"Kamu kenapa nangis" tanya David merangkup wajah Angel.


"Merindukanmu" ujar Angel tersenyum sembari memeluk David erat.


"Dasar" ujar David langsung mencium bibir Angel dan bermain sebentar.


"Apa yang dia katakan sehingga kamu menangis" tanya David.


"Ke khawatiran seorang Abang" ujar Angel.


"Apa dia masih meragukan ketulusanku dan tidak bisa menjamin kebahagianmu" tanya David.


"Kamu pikirkan bagaimana jika kamu di posisinya apa pertanyaan yang akan pertama kamu tanyakan padaku" tanya Angel.


"Apa kamu benar benar ingin hidup dengannya apa kamu bisa bahagia dengannya" ujar David.


"Itu juga pertanyaan yang Abang berikan padaku, apa kamu masih ingin tau leboh lagi" tanya Angel.


"Gak udah cukup mengerti" ujar David merangkup wajah Angel.


"Aku ganti baju dulu ya" ujar Angel.


"Hm" ucap David.


Angel langsung ke kamar mandi dan berganti pakaian. Sedangkan David dia makan cemilan sembari menunggu Angel di ruang rawat dengan mengemas beberapa barang Angel.


"Kamu lagi apa" tanya Angel saat keluar dari kamar mandi.


"Kemasin barang kamu, kamu pakai cadar" ujar David.


"Mommy yang bawain" ucap Angel.


"Oh oke mommy emang the best" ucap David tersenyum.


"Kamu gak ganti baju dulu" tanya Angel.


"Gak lah lama" ucap David di angguki Angel.


Setelah sang dokter pergi Reza kembali mendekati Angel dan langsung menundukkan kepala sembari memegang pundak Angel menahan tangis dengan kenyataan yang akan dia katakan.


"Abang kenapa nangis ya" ujar Angel langsung memeluk Reza.


.


"Sekarang kamu harus tau kamu akan tetap menjadi adik terbaikku jadilah periang seperti dulu jangan sungkan bercerita pada suamimu sekarang dia yang menanggung semua tentangmu" ucap Reza.


"Apa maksud Abang" ujar Angel.


"Kak, berita kematianmu sudah terbit apa tidak masalah bagimu" tanya Rani.


"Oh itu, Abang walaupun gue mati di keluarga ini tapi tifak di dunia ini gue bakal menjadi diri gue yang baru dan akan menjadi Adin untukmu namun tidak dengan marga keluarga itu, gue terima berita kematian ini maka hari selanjutnya gue bukan lagi Adin dan resmi menjadi Angeline" ujar Angel.


"Tapi gue gak rela" ucap Reza.


"Rela atau gak ini jalannya Bang, dengan ini Angel meminta restu untuk kelanjutan kebahagiaan gue Bang restu darimu sebagai orang yang paling bisa gue percaya " ucap Angel.


"Restuku selalu bersamamu asalkan kamu bahagia, di kehidupan mungkin akan ada halangan yang akan membuatmu lelah menjlankannya namun kamu harus kuat" ujar Reza.


"Iya Abang tenang aja, gue bukan lagi periang yang langsung drop karena seseorang gue sudah terlahir kembali menjadi sekut baja" ujar Angel menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2