
"Maaf Mom, Angel habis temenin Cika terus ketemu Abang sekalian bareng" ucap Angel
"Dari mana " tanya Mommy.
"Maaf mom" ucap Angel menunduk.
"Duduklah Daddy ingin bicara" ucap Mommy membuat David dan Angel mengangguk dan duduk di depan Daddy dengan tangan masih bergandengan.
"David pergilah dulu" ucap Daddy namun David hanya diam.
"Dav" ujar Angel di angguki David.
"Kamu barusan pamggil Abang dengan nama" ujar Mommy.
"Maaf mom, tapi itu sudah di setujui Abang karena Angel malas di dekati banyak gadis yang ingin mendekati Abang dengan memanfaatkan Angel" ucap Angel.
"Ini beneran Bang" tanya Mommy memastikan.
"Iya Mom, dia sudah izin sama Abang lagian kasihan juga dia di kejar kejar karena akan di manfaatkan" ucap David.
"Oke, kamu bisa ke kamar dulu Mommy sama Daddy mau bicara sama Angel" ucap Mommy.
"Ya mom" ucap David lalu mencium kening Angel membuat Angel menatapnya dengan tersenyum.
"Silahkan Boy" ujar Mommy.
"Girl jujurlah" ujar Mommy.
"mommy mau kejujuran Angel yang bagaimana" tanya Angel.
"Kemarin kemana kamu bawa Abang" tanya Mommy.
"Sorry Mom, kemarin Angel pergi ke butik buat baju Cika Abang nyusulin Angel dengan bawa makanan tapi tidak terjadi apapun Mom" ucap Angel.
"Mommy gak berfikir kalau kamu melakukan sesuatu dengan David" ujar Mommy.
"Mom" ujar Daddy.
"Dad kita harus mengarahkannya" ujar Mommy.
"Sekarang jujurlah apa kamu sudah mengingat banyak hal" ucap Mommy.
"Maaf Mom, Angel mengingat beberapa hal haruskah Angel pergi dari sini" ucap Angel.
"Apa kamu berfikir bisa pergi dari sini" tanya Daddy.
"Dad, mom please ijinkan Angel buat balas kebaikan kalian sebelum Angel benar benar pergi Angel tau kalian bukan orang tua kandung Angel tapi Angel ingin membalas setidaknya sedikit kebaikan kalian" ucap Angel
"Jadi kamu sudah tau semuanya girl apa David yang mengatakannya" tanya Daddy
"Gak Dad, Angel bertemu seseorang dan perlahan ingatan Angel kembali mom Dad maaf Angel menyukai anak kalian maaf Angel yang gak tau diri ini Angel menyukai nama ini " ucap Angel membuat Mommy dan Daddy saling tatap
"Mom Dad please selama Angel.mencari kejelasan tentang orang tua Angel jadikan Angel tetap menjadi slah saru bagian dari keluarga kalian maafin Angel yang terlalu banyak permintaan tapi kalau memang kalian tidak mengizinkan Angel bersama dengan Abang tidak masalah Mom Angel bisa beli apartemen dan menjauhi kehidupan kalian" ucap Angel.
"Baiklah pakailah apartemen milik Mom kalau kamu memang ingin keluar, tapi jangan pernah mengatakan hal aneh pada Abang mengenai jati diri kamu" ucap Mommy.
"Ya Mom" ucap Angel.
"Jadilah seperti apa yang sebelumnya terjadi, tetap menjadi Angel adik seorang David jadilah selayaknya seorang adik untuknya jangan melawan semua yang dia lakukan" ucap Mommy.
"Ya Mom" ujar Angel menunduk.
"Kamu boleh pergi" ucap Mokmy di angguki Angel.
Angel pergi ke kamarnya saat sampai di depan kamarnya ada David membuat Angel tersenyum lalu masuk ke dalam kamar. David mengikuti Angel yang terlohat murung walu berusaha tersenyum.
"Apa yang Mommy katakan" tanya David.
"Gak ada, cuma bilang boleh panggil kamu dengan nama jika tidak di depan mereka" ucap Angel berbohong.
"Kamu yakin, hanya itu kamu tidak berbohong" tanya David yang terus mengikuti langkah Angel.
Angel berbalik dan menatap David dan pandngan mereka bertemu. Angel tersenyum semanis mungkin menyamarkan rasa gelisah yang ada di dalam hatinya.
"Dav haruskah kita mengatakan hubungan kita kepada mereka" tanya Angel
"Bukannya kamu tidak ingin melakukan itu" ujar David.
"Iya tapi gue merasa sangat bersalah dengan mereka" ucap Angel lesu.
__ADS_1
"Jadi itu masalahnya, ingatlah saya tidak akan meninggalkanmu apapun keadaanya" ujar David.
Angel menatap David dengan tatapan penuh harap. David tersenyum lalu berjalan maju dan mencium bibir ranum Angel lembut.
David melepaskan tautannya sembari menatap wajah sendu Angel. Mereka kembali menautkan bi**r mereka dengan lembut bahkan Angel membalas permainan David.
"Ya udah mandi dan istirahatlah" ujar David.
"Hm, good night" ucap Angel.
David tersenyum lalu mengacak acak rambut Angel dan keluar dari kamar Angel. Tanpa di ketahui David Mommy berada di balik dinding dan melihat semua yang David dan Angel lakukan membuat Mommy memilih untuk segera mengirim Angel keluar dari rumah itu.
"Huh" ujar Angel menarik nafas panjang dan mommy masuk ke kamarnya.
"Girl, kapan kamu akan pindah ke apartemen Mommy" tanya Mommy.
"Lusa kayaknya Mom, Angel harus berkemas lebih dulu beri Angel sehari lagi untuk menikmati hidup dengan kalian selama sehari penuh" ucap Angel.
"Oke bakal mommy siapin semuanya, bukan maksud mommy mengusirmu tapi ada alasan besar di balik itu semua" ujar Mommy keluar dari kamar Angel.
"Gak masalah Mom, Angel tau kok apa yang Mommy khawatirkan" ucap Angel.
Mommy keuar dari kamar Angel dengan di antar Angel sampai pintu kamar. Saat pintu itu tertutup Angel terduduk di balik pintu dan merenung ada rasa benci di hati Angel pada mommynya tapi rasa bencinya tertutup oleh rasa terima kasihnya kepada keluarga ini.
"Oke, harusnya gue seneng bukan membencinya" ujar Angel langsung bangun dan membersihkan diri.
Waktu terus berlalu malam datang namun Angel masih beluk bisa tidur. Saat waktu mulai pagi Angel baru bisa menutup matanya sampai waktu sarapan dia belum bangun.
"Pagi Boy" ujar Momny yang melihat anaknya sangat semangat.
"Pagi Mom, Dad" ujar David mencium mommynya.
"Angel mana mom" tanya David.
"Gak tau biasanya dia cepet kalau sarapan" ujar Momny.
"Panggil dia Boy" ujar Daddy.
"Nanti aja kali Dad, biar dia sarapan dulu" ujar Mommy.
"Mom" ucap Daddy membuat David merasa ada yang salah.
"Iya juga" ucap Daddy.
Mereka sarapan bersama. Sampai waktu sarapan selesai Angel tak kunjung datang membuat David mulai mencemaskan keadaan Angel.
"Mau kemana Boy" tanya Mommy.
"Cari Angel" ujar David santai di angguki Mommy.
"Mom haruskah kita pisahkan mereka" tanya Daddy saat David sudah pergi untuk memanggil Angel.
"Dad semalam Mommy melihat mereka di dalam kamar" ucap mommy membuat Daddy membulatkan matanya.
"Apa yang mereka lakukan Mom" tanya Daddy.
"Mereka berciuman Dad, mommy takut saat mereka semakin dekat dengan kedok kakak beradik mereka melakukan hal terlarang" ucap Mommy di angguki Daddy.
"Maaf Daddy gak berfikir jauh" ucap Daddy langsung mencium Momny.
tok.... tok... tok...
David terus mengetuk pintu kamar Angel namun sudah lama tidak ada jawaban. David mulai penasaran apa yang terjadi. Dia membuka pintu kamar Angel yang ternyata tidak di kunci.
"Gak di kunci tau gini gue buka dari tadi" ujr David sembari masuk kamar Angel.
"Oh masih tidur" ujar David melihat Angel yang masih terlelap.
David memegang kening Angel takut Angel demam. David langsung lompat ke ranjang Angel membuat Angel langsung bangun dan duduk.
"Nah kan bangun" ujar David.
"Iz, kamu gak bisa apa halus dikit" ujar Angel masih merem.
"Lagian udah siang tidur mulu jalan yuk" ucap David.
"Males ah" ucap Angel langsung kembali menarik selimutnya dan menutup matanya.
"Hei udah siang" ujar David menggelitiki Angel.
__ADS_1
"Oke stop stop udah bangun nih" ujar Angel tertawa.
"Kamu kenapa males gitu terjadi sesuatu " tanya David.
"Ya terjadi sesuatu yang buat gue males bangun" ujar Angel sembari menguncir tinggi rambutnya.
"Apa" tanya David serius.
"Ada weekand" ujar Angel tertawa langsung pergi ke kamar mandi.
David hanya tersenyum melihat kelakuan Angel sedangkan Angel menangis di dalam kamar mandi. David menunggu Angel duduk bersandar di ranjang Angel sembari bermain ponsel Angel.
Tak lama Angel datang setelah mencuci wajahnya dan selesai manangis. Angel melihat David bermain ponselnya bukan mengambilnya Angel justru tersenyum melihatnya karena David pasti mengecek ponselnya karena cemburu.
Angel pergi untuk merapikan rambutnya di depan meja rias. Dia juga berhias senatural mungkin tanpa memikirkan adanya David di sana.
"Honey pergi yuk" ucap David mendekat dan memeluk Angel dari belakang.
"Kemana" tanya Angel.
"Kemana lagi, beli cincin" ucap David.
"Jangan sekarang deh, mau males malesan di rumah" ujar Angel melepaskan pelukan David.
Dia berjalan ke arah ranjang dan merapikan ranjngnya di tidak melihat kalau ponselnya sudah berganti walpaper.
"Kamu gak laper" tanya David.
"Laper nih mau makan" ucap Angel berjalan lebih dulu dengan ponselnya.
Angel berjalan lebih dulu meninggalkan David. Dia berjalan dengan bermain ponsel dan melihat apa saja yang David lakukan di ponselnya. Tak lama David mengejarnya dan merampas ponselnya.
"Ih Abang" teriak Angel namun David berlari pergi.
"Sini kalau bisa" ucap David berlari di antara orang tuanya.
"Abang nyebelin" ucap Angel langsung mengejar David.
"Sini sini" ledek David.
Angel langsung mengambil sarapan yang ada di meja makan. Dia mengejar David sembari makan namun karena David sangat lihai berlari membuat Angel langsung bergabung duduk dengan orang tuanya. Angel duduk sembari makan cemilan.
"Jangan makna cemilan mulu" ucap David menarik cemilan yang Angel makan.
"Abang iz, semua gak boleh" ucap Angel manyun.
"Ambil makan sehat" ucap David.
"Gak mau mau itu" ucap Angel bersikeras.
David tidak mengindahkan ucapan Angel. Dia berjalan ke daopur dan mengupas beberapa buah lalu membawanya ke Angel.
"Nih" ucap David.
"Ya" ujar Angel ketus sembari menerima buah pemberian David.
Angel duduk bersandar sedangkan David tiduran di atas pangkuan Angel sembari bermain ponsel Angel.
"Kenapa rusuhin adeknya mulu si Bang" ujar Daddy.
"Kalau gak rusuh gak asik, Dad dia punya pacar" ucap David membuatnya mendapat tatapan tajam Angel.
"Beneran, siapa" tanya Daddy.
"Cowok konglomerat Dad" ucap David.
"Ya iyalah ya kali cowok miskin gak bakal kena di arepin" ucap Angel dingin.
"Ada fotonya gak Bang" tanya Mommy.
"Ada Mom" ucap David.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya guys...