Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 140


__ADS_3

"Fa" ujar Nyonya damantara.


"Maaf Tante, cadarnya jatuh" ucap Rafa.


"Sepertinya tante pernah melihatnya" ujarnya menelisik.


"Beberapa tahun tante mencarinya" ujar Rafa dalam hati.


"Tante mengenalnya lebih dari saya tante" ucap Rafa membuat Angel mencubit Rafa


"Tapi kenapa kamu tidak mengizinkan tante buat meihatnya" tanyanya.


"Biar tante penasaran" ucap Rafa.


"Kak Rafa" panggil maya.


Maya melihat Rafa memeluk seorang wanita membuat hatinya sakit. Rafa menatap Maya lalu meminta Maya untuk memberikan cadar yang dia pegang.


"Kembalilah saat kamu siap" ucap Rafa sembari memasang cadar Angel.


"Makasih kak" ucap Angel membuat Maya mengenali suara itu.


"Balik badan lo" ujar Maya membuat Angel langsung memeluknya.


"Bener kan lo" ucap Maya.


"Hai, kak Rafa gue harus pergi" ucap Angel.


"Kenapa cepet banget" ucap Maya.


"Ada perlu" ucap Angel.


"Perlu apa masih tengah malam" ucap Maya.


"Mau jadi fampir kali" ucap Rafa.


"Ya lo yang pertama gue makan" ucap Angel.


"Sini" ucap Rafa menunjuk lehernya.


Angel langsung mendekatkan wajah ke leher Rafa membuat Maya membulatkan matanya.


"Lo jangan gila, gak bakal gue isap leher lo nih tolong bawain nih rambut" ujar Angel tertawa.


"Tawa lo menyeramkan" ucap Rafa.


"Gue pergi dulu ya bye" ujar Angel.


"Gak boleh kalau gak makan" ucap Maya menuntun Angel ke makanan hidangan dan mendudukkannya ke tempat diaman Reza dan sahabat sahabatnya sedang duduk bersama.


"Sekarang makanlah" ujar Maya menyodorkan makanan.


"Nanti aja kak" ucap Angel menundukkan wajahnya.


"Hallo Dad, kenapa" tanya Angel saat Daddy kembali menghubunginya.


"Kamu kerjanya gimana kok saham masih anjrot" ucap Daddy.


"Sorry Dad, setelah ini Angel akan langsung menanganinya" ujar Angel memijat pelipisnya.


"Oke, lakukan sesuai rencana " ucap Daddy.


"Oke Dad" ucap Angel menarik nafas panjang mematikan ponselnya.


"Kak Maya gue gak bisa lama lama " ucap Angel.


"Mau kemana malem gini" ucap Maya.


"Tugas negara" ujar Angel.


"PSK lo" ucap Reza membuat Angel langsung membulatkan matanya.


"Jika saya menjadi PSK anda akan menangis dan berlutut paham" ujar Angel mencengkram kuat krah baju Reza.


Angel langsung pergi dalam kemarahan meninggalkan Reza yang masih mematung dengan kelakuan Angel. Sedangkan Rafa hanya tertawa membuat Maya menjitaknya. Rafa mengejar Angel lalu memberikan rambut yang Angel titipkan tadi.


"Baru kali ini gue di giniin sama cewek" ucap Reza.


"Ada yang berani ternyata" ucap salah seorang teman Reza.


"Ngel nih" ucap Rafa saat mobil Angel parkir.


"Thanks Kak" ucap Angel.


"Yap, apa perlu lo tes DNA" tanya Rafa.

__ADS_1


"Kak lo gak tau keluarga yang adopsi gue siapa mohon bantuannya kak di sini gue gak ada tahta" ucap Angel.


"Oke lo besok ke RS X aja nanti gue hubungin sama kenalan di sana" ucap Rafa.


"Oke makasih kak" ucap Angel membungkukkan badannya.


"Pergilah ke unit nomor XXX di jalan Y ini kuncinya" ujar Rafa memberikan sebuah kunci apartemen.


Amgel langsung pergi setelah meminta tolong pada Rafa. Angel pergi ke sebuah mall ternama di sana dan membeli beberapa komputer canggihnya. Karena sebelumnya dia sudah membeli sebuah apartemen dengan bantuan Rafa.


Setelah selesai berbelanja Angel langsung pergi ke apartemennya dan mulai mengerjakan tugas Daddy yang di berikan kepadanya.


Angel bekerja sampai benar benar saham keluarganya naik walau dia harus lupa akan lapar dan kantuknya. Saat waktu sudah menunjukkan sore hari Angel baru menyadari perutnya sudah sangat lapar.


"Harus keluar cari makan dulu" ucap Angel pada dirinya sendiri.


Angel langsung bersiap untuk pergi dengan menggunakan masker agar tidak ada yang tau siapa dia.


Saat berjalan keluar Angel melihat mobil dengan plat Yang sempat Daddy kirim kan lewat file. Angel melihat siapa yang keluar ternyata ayahnya dia sempat membatu melihat ayah yang dia benci ada di depannya ingin menghajar tapi tugasnya masih banyak di sini belum lagi namanya harus bersih sampai Cika menikah.


"Dia wanita itu" ujar Angel dalam hati melihat ayahnya mengandeng wanita bukan istrinya dan seketika itu ingatannya kembali diman dia hidup dengan ibu tiri.


"Maaf Nona bisa anda minggir sedikit" ujar seseorang.


"Oh oke" ucap Angel belum sadar siapa yang ada di depannya.


"Perlu bantuan nona" tanyanya lagi.


"Gak saya permisi" ujar Angel masih dengan tatapan lurus.


Angel langsung pergi dengan deraian air mata yang terus mengalir. Dia pergi ke sebuah tempat makan dengan memesan tempat VVIP.


Setelah makan Angel langsung kembali ke apartemennya namun sebelumnya dia mampir ke sebuah swalayan yang ada dan membeli berbagai keperluan dapur dan dia membeli berbagai jenis sayur dan buah untuk mengisi kulkasmya.


"Gue bantu ya" ucap Rafa memyerobot barang bawaan Angel.


"Eh kak Rafa" ujar Angel kaget.


"Gak papa" ucap Rafa tersenyum.


Rafa berjalan menuju apartemen Angel dengam barang belanjaan Angel yang cukup banyak. Selama perjalanan Rafa bercerita semua yang pernah mereka lalukan bersama berharap Angel segera mengingat semuanya dengan baik.


"Udah sampai kak makasih ya" ucap Angel saat sampai di depan pintu apartemennya.


"Oke" ucap Angel membuka kunci.


Rafa terkejut saat masuk ke dalam apartemen Angel di sana ada beberapa komputer dengan angka angka yang membuatnya pusing.


"Hacker" ujar Rafa menatap Angel sedangkan Angel hany tersenyum.


"Makasih kak" ucap Angel mengambil belanjaan yang ada di tangan Rafa lalu membawanya ke dapur.


"Semoga betah ya" ucap Rafa.


"Yaa kaka makasih selalu baik" ucap Angel


"Iya gue bantu ya" ucap Rafa merapikan semua barang yang Angel beli untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.


"Komplit bener belajar dari mana" tanya Rafa.


"Mommy" ucap Angel.


"Siapa keluarga angkatmu sepertinya berpengaruh" ucap Rafa.


"Siapapun mereka mereka adalah pahlawan mereka adalah semangat dan mereka yang buatku tangguh" ucap Angel sembari tersenyum.


"Sepertinya ada yang lain" ucap Rafa melihat wajah Angel yang terlihat sangat bahagia membayangkan seseorang


"Kamu akan kembali ke negara itu" tanya Rafa.


"Di sana ada seseorang yang ingin ku perjuangkan" ucap Angel.


"Berkesan sekali, apa saat ingatan kamu kembali kamu tidak akan mencintai orang di masa lalu" tanya Rafa.


"Entahlah tapi dia yang ingin ku jadikan masa depan" ucap Angel tersenyum.


"Bagaiman kalau sekarang gue ambil sesuatu yang sangat berharga dalam hidup lo dan mengharuskan lo jadi masa depan gue" ucap Rafa membuat Angel menatapnya.


"Seseorang yang benar benar mencintai tidak akan pernah merusaknya tapi fia akan menjaga bagaimanapun caranya" ucap Angel.


"Kena mental gue" ucap Rafa.


"Ya udah gue pamit" ucap Rafa.


"Hm makasih kak" ucap Angel membungkuk sopan.

__ADS_1


Angel mengantar Rafa ke depan apartemennya. Saat Rafa berpamitan dan dia akan memeluknya Angel memundurkan langkahnya menolak perlakuan Rafa membuat Rafa tersenyum kecut.


Angel langsung kembali bekerja menuntaskan pekerjaan rumitnya. Dia bahkan lupa dengan ponselnya yang sedari tadi berdering Riko menelfonnya.


"Kenapa si ganggu aja" ujar Angel melihat ponselnya.


"Kenapa" tanya Angel mengangkat ponselnya.


"Lo dimana lo gak mau survei lokasi pernikahan gue" tanya Riko.


"Dimana besok gue ke sana" ucap Angel.


"Emang lo tau jalan" tanya Riko.


"Tau lah yang gak tau jalan kehidupan" ucap Angel.


"yayaa gue tunggu besok pagi" ucap Riko.


"Terserah kamu" ucap Angel mematikan ponselnya.


"Kesini bener bener tugas buat gue" ucap Angel memijat pelipisnya.


Tak lama setelah itu Angel kembali bekerja. Tiba tiba ponselnya kembali berbunyi Angel melihat siapa yang telfon ternyata Daddynya.


"Hallo Daddy" ujar Angel.


"Beralih ke Zoom" ucap Daddy langsung mematikan ponselnya.


Angel hanya terdiam tak lama Angel menyambungkan diri ke Zoom. Disana sudah ada orang orang kepercayaan Daddy David juga ada di sana namun matanya tidak menatap Angel membuat Angel bingung.


Angel langsung menyimak semua yang di bicarakan Daddynya. Angel mendapat tugas untuk mengobrak abrik perusahaan Damntara membuatnya menarik nafas panjang


"Maaf Ngel gue gak bisa berbuat apa apa ini juga konsekuensi yang udah gue lakukan" ucap David dalam hati.


Angel berfikir memijat pelipisnya sembari terus mendengarkan arahan Daddynya. David terus memerhatikan Angel yang terlihat frustasi.


"Oke tugas kamu hanya itu Girl lakukan secepatnya" ucap Daddy penuh penekanan.


"Maaf Dad" ujar Angel mencoba menolak.


"Girl Daddy sudah tau semuanya jadi ini jyga hukuman buat kamu" ucap Daddy membuat Angel menatap David penuh pertanyaan.


"Tapi Dad" ujar Angel


"Lakukan sesuai kemampuanmu sebelum Daddy yang bertindak langsung" ucap Daddy.


Angel hanya diam lalu menjatuhkan wajahnya di atas meja tidak lagi seius menyimak apa yang Daddy bicarakan dia hanya mendengar dengan deraian air mata yang terus mengalir.


"Oke, Daddy kasih kamu waktu sampai surat yang kamu tunggu keluar" ucap Daddy.


Panggilan usai Angel langsung menangis dengan keras. Angel frustasi karena harus melaksanakan tugas berat yang Daddynya berikan.


"Kak Rafa bisa percepat tes DNA itu" ujar Angel mengirim pesan singkat pada Rafa.


"Datanglah ke kantor gue sekarang kita ke sana bareng katanya hasil udah keluar" ucap Rafa membalas.


Angel langsung bersiap pergi tak lupa memakai cadar. Dia pergi ke alamat yang di kirimkan Rafa. Saat sampai di depan gedung ternyata dia berada di perusahaan Damantara.


Ingatan Angel kembali terlintas membuatnya merasa kesakitan di kepalanya. Dia terduduk di depan gedung perusahaan itu dengan air mata yang mengalur deras. Dia ingat dimabna kehidupannya benar benar menyenangkaan sebelum mengetahui ayahnya menikah lagi.


"Kak Rafa" Angel mengirim pesan singkat pada Rafa sembari menghapus air matanya dan berjalan masuk.


"Bilang aja ke resepsionisnya mau ke tempat tuan Muda Reza" ujar Rafa mengirim pesan singkat.


"Maaf kak, ruangan tuan muda Reza dimana ya" tanya Angel.


"Sudah buat janji" tanyanya.


"Tadi saya di hubungi untuk datang ini pesannya" ucap Angel menyodorkan ponselnya.


"Oh, naiklah ke lantai paling atas nona" ucapnya.


"Makasih" ucap Angel langsung pergi..


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys.....

__ADS_1


__ADS_2