Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Gak Berubah


__ADS_3

"Dia" ucapnya.


"Siapa bu" tanya Prisil yang baru saja masuk dengan beberapa makanan.


"Eh kamu sil gak ada" ucap Angel.


"Bu ini makanannya mau di taruh dimana" tanya Prisil.


"Di situ aja, saya makan nanti " ucap Angel.


"Baik bu" ucap Prisil meninggalkan ruangan Angel.


Angel berfikir keras siapa sebenarnya orang yang sudah dua hari berturut turut dia lihat di kota ini. Jiwa kepo Angel muncul lalu Angel turun ke lantai dasar untuk melihat orang yang dia lihat di atas tadi. Angel bisikap biasa saja walaupun kariawannya melihatnya aneh pasalnya Angel tidak pernah ke lantai satu saat bekerja kecuali ada seseorang yang menarik hati nya 🤭.


"Kenapa bu" tanya Prisil.


"Gak apa apa, cuma otak saya macet buat bikin design" ucapnya santai sembari melihat ke pintu masuk.


"Oh" ucap Prisil.


"Maaf bu ada pelanggan saya permisi" ucap Prisil.


"Iya silahkan" ucap Angel.


Prisil pergi untuk menemui klien yang baru saja masuk. Angel hanya melihat sembari membenahi baju baju yang akan dia ganti untuk di pajang paling depan.


"Sorry i am looking for the best suit here" tanya nya.


"Maaf saya bisa melihat jas terbaik di sini"


"Oke, let me take you over there" ucap Prisil.


"Baik, mari saya antar di sebelah sana"


klien tersebut terus mengikuti Prisil dari belakang dengan satu bodyguard yang setia menemaninya kesana kemari. Orang tersebut bertanya tanya kepada Prisil dengan sangat berwibawa membuat Prisil terpesona.


"Sorry can i meet this suit designer i want to ask which style is right for me" ucapnya.


"Maaf bisakah saya bertemu dengan perancang jas ini, saya ingin bertanya style yang cocok untuk saya".


"Can let me take you to meet hem, heppens to be here" jawab Prisil.


"Bisa mari saya antar kebetulan dia sedang berada di sini"


Prisil berjalan ke arah Angel, kemufian membisikkan sesuatu kalau ada seseorang yang ingin menemuinya untuk bertanya tanya Angel lalu menganggukkan badannya dan membalikkan badan. Seketika Angel membulatkan matanya namun dengan cepat Angel tersenyum ramah.


"Sorry are you designer of the suit" tanya Riko.


"Maaf apa anda perancang jas ini"


"Yes, i can help myself, sir" jawabnya.


"Ya, saya sendiri ada yang bisa saya bantu tuan"


"Yes i want to ask the style the suit me because i want to buy it"


"Ya saya mau bertanya style yang sesuai dengan saya karena saya ingin membelinya"


"Oke i will help come on"


"Oke akan saya bantu"


"Thanks you"


Angel mengambilkan beberapa jas kemudian membawanya dan memperlihatkannya kepada Riko yang sedang menunggunya. Namun saat Angel memberikan dan membuat Riko berganti pakaian seketika kepala Angel sangat sakit seolah dia pernah melakukan hal itu.

__ADS_1


"Are you oke"


"Ya, kepalaku sakit" ucap Angel meringis kesakitan.


"Kamu bisa bahasa Indonesia" tanya Riko.


"Ya" ucap Angel lalu tak sadarkan diri.


"Help me please" teriak Riko.


Beberapa kariawan Angel langsung berlari ke arah Angel, Prisil yang juga ikut berlari membulatkan matanya kemudian menyuruh teman temannya untuk mengangkat Angel ke sofa yang ada namun di tolak Riko karena Riko sendiri yang akan mengangkatnya.


"Bu, ibu tidak apa apa" ucap Prisil sembari menepuk nepuk pipi Angel berkali kali.


"Kamu bisa bahasa Indonesia" tanya Riko pada Prisil.


"Iya pak, sebenarnya saya dari Indonesia hanya saja bu Angel tidak mengizinkan semua kariawannya memberi tahu orang lain kalau kita semua dari Indonesia" ucap Prisil.


"Apa dia juga dari Indonesia" tanya Riko.


"Hm, apa anda dari Indonesia juga" tanya Prisil.


"Iya, saya juga seperti mengenalnya" ucap Riko.


"Benarkah" tanya Prisil tak percaya.


"Hm, tapi entahlah dia sangat berbeda dengan yang ku kenal dulu" ucap Riko.


"Au, apa kalian akan terus berbicara tanpa memikirkan ku" ucap Angel bengun.


"Eh, Din kamu udah bangun syukurlah" ucap Riko memeluk Angel erat.


"Maaf apa maksud anda tuan" ucap Angel melepas pelukan Riko.


"Eh, maaf saya tidak bermaksud saya merasa bertemu dengan teman lama saya jadi maaf kalau saya memeluk anda dan maaf sudah lancang" ucap Riko.


"Tidak apa" ucap Riko.


"Bu ibu gak apa apa kan" tanya Prisil.


"Gak Sil, cuma tadi gue kayak pernah pilihin beberapa jas buat seseorang tapi siapa dia gak jelas" jelas Angel.


"Maaf kalau karena saya anda sakit" ucap Riko tak enak hati.


"Sudah tidak masalah, saya yang seharusnya minta maaf karena saya waktu belanja anda terganggu" ucap Angel.


"Tidak apa" ucap Riko.


"Maaf ini setelan yang anda minta sepertinya ini cocok untuk anda" ucap Angel memberikan beberapa setelan jas yang telah dia pilih tadi.


"Terima kasih, akan saya coba" ucapnya berjalan santai.


"Ya silahkan" ucap Angel.


Angel masih merasa agak nyeri di kepalanya namun berusaha untuk menutupinya. Angel tidak ingin orang di sekitarnya merasa khawatir dengan keadaannya.


"Sil apa dia dari Indonesia" tanya Angel pada Prisil yang masih menemaninya.


"Iya, tadi bilangnya si gitu tapi gak tau" ucap Prisil.


"Oke, kamu boleh kembali bekerja saya akan beristirahat sebentar di sini.


"Baik Bu" ucap Prisil.


"Tuhan inikah caramau untuk memberikan sebuah jalan untukku" ujar Angel.

__ADS_1


Riko yang sudah selesai mengganti pakaiannya sejak tadi melihat Angel yang terlihat sangat berbeda. Walau penampilannya sekarang jauh dari yang dia pakai dulu tapi wajahnya sama, yang membuat Riko yakin kalau Angel adalah Adin adalah senyummya yang selalu mengembang walau di balik senyum itu ada luka.


"Lo gak berubah Din, lo masih seperti dulu walaupun kau tersenyum dan membuat orang sekitarmu bahagia tapi di sorot matamu terlihat jelas ada sesuatu" ucap Riko.


"Bagaimana dengan ini" tanya Riko dengan senyuman.


"Cocok" ucap Angel.


"Saya mau pesan khusus bisa" tanya Riko.


"Bisa saya akan mendesign dan menjahitnya langsung" ucap Angel.


"Kamu sendiri, tapi saya butuh cepat" ucap Riko.


"Kapan" tanya Angel.


"Paling lambat dua minggu lagi" ucap Riko.


"Dua minggu" tanya Angel.


"Iya apa kamu sanggup pasanya saya hanya dua minggu di sini" ucap Riko.


"Akan saya usahakan, kalau saya tidak sanggup satu minggu ini akan saya kabari" ucap Angel.


"Baiklah, tapi saya sangat ingin anda yang mengerjakannya langsung jadi kalau anda tidak bisa menyelesaikannya cepat bisa anda kirim saja ke Indonesia akan saya beri alamat nanti" ucap Riko.


"Benarkah dengan senang hati jika anda memahami saya" ucap Angel.


"Ya, apa anda perlu mengukur saya" tanya Riko.


"Tentu tuan mari ikut saya" ucap Angel mengajak Riko ke ruangannya.


Riko mengikuti dengan terus memperhatikan ruangan tersebut.


"Maaf mari" ucap Angel membawa alat ukur.


"Ya" ucap Riko mulai mengukur.


"Apa kamu tidak mengenaliku sama sekali" tanya Riko to the point.


"Maksud anda" tanya Angel.


"Berhenti memanggilku anda, aku tau kau tersenyum tapi ada sakit di balik senyumanmu sama seperti dulu gak pernah mikirin diri kamu sendiri" ucap Riko terus berceloteh.


"Apa anda mengenali saya" tanya Angel semakin penasaran.


"Bisa iya bisa tidak" ucap Riko.


"Maksudnya" tanya Angel berhenti mengukur Riko dan serius.


"Maksudnya, gue pernah kenal sama orang yang mirip banget sama lo tingkahnya senyumnya banyak kesamaan sama lo dia orang yang bisa buat gue nyaman tapi rasa itu hilang saat dia mendadak pergi" ucap Riko menangis.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komennya ya....


Happy reader....


__ADS_2