
"Kenapa gak tidur" ucap Angel saat melihat David masih menatapnya.
"Entahlah, Abang takut saat Abang menutup mata kamu akan tidur lama" ucap David.
"Saat kamu percaya kalau gue baik baik saja semua akan beik baik saja jadi yakin lah kalau semua akan kembali seperti semula" ucap Angel.
"Sepertinya banyak perubahan" ucap David.
"Perubahan yang gak akan kita tau akirnya" ucap Angel.
"Honey apa kamu mengingat sesuatu Abang rasa ada sesuatu yang lain" ucap David.
"Entahlah gue juga belum yakin dengan semua ini" ucap Angel.
"Baiklah Abang gak akan tanya apapun" ucap David.
"Tetaplah menjadi Abang yang cerewet" ucap Angel tersenyum lalu duduk.
"Ya sudah tidur lah kembali" ucap David.
"Bang apa Angel tetap boleh memanggilmu Abang" ucap Angel.
"Kenapa pertanyaan itu terucap" ucap David
"Jawab" ucap Angel.
"Ya kamu boleh memanggil gue dengan sebutan Abang selama kamu mau tapi Abang cuma minta jangan pernah membenci Abang" ucap David.
"Bolehkan gue minta sebuah pelukan" ucap Angel dengan senang hati David langsung memeluk Angel erat di balas Angel tak kalah erat.
"Terima kasih terima kasih Abang" ucap Angel menangis dalam pelukan David.
"Sebenarnya apa yang kamu ingat Honey setelah kamu sadar semu berubah" ucap David.
"Gak tau Bang, tapi banyak wajah wajah yang melintas di pikiran Angel dan mereka semua gak asing Angel takut" ucap Angel.
"Mungkin itu ingatan kamu mulai kembali, jangan takut seharusnya kamu bahagia kamu akan segera mengetahui siapa kamu sebenarnya" ucap David.
"Itu yang Angel takutkan Bang, Angel takut kalau Angel bukan orang baik" ucap Angel.
David mengeratkan pelukannya dan meneteskan air matanya. Walaupun dia berusaha untuk tidak membuat Angel khawatir tapi dia juga khawatir kalau Angel akan pergi darinya.
"Ya sudah tidur lah Abang akan selalu ada di dekatmu" ucap David melepaskan pelukannya.
"Hm Abang juga tidur Angel gak mau Abang lebih kurus lagi" ucap Angel.
"Bukan kah lebih menawan" ucap David.
"Gak Abang tuh udah menawan kalau kurus gini malah aneh" ucap Angel.
"Em oke deh Abang bakal buat badan gendut" ucap David.
"Jangan gendut juga" ucap Angel.
"Kenapa malu Abang gendut" ucap David.
"Gak nanti banyak yang godain Abang soalnya kalau gendut kan pipinya pasti imut banget" ucap Angel.
"Haha ya udah tidur gih udah malam katanya mau cepet keluar dari sini" ucap David.
"Oke, good night Bang" ucap Angel.
__ADS_1
"Ya good night" ucap David mencium kening Angel.
Angel membalas dengan senyuman hangat kemudian merebahkan tubuhnya dan tak lama dia tertidur. Di susul David yang tidur di sofa karena permintaan Angel.
Saat David sudah tertidur Angel kembali membuka matanya dan memastikan kalau David sudah tidur Angel menatap David dan ternyata David belum tidur dia langsung membuka mtanya membuat Angel gelagapan dan kembali berpura pura tidur.
"Lucunya saat kamu ketahuan sedang menatapku diam diam" ujar David dalam hati.
"Gue harus segera keluar dari sini dan cari tau siapa yang udah berani mengancam nyawa Abang" ujar Angel dalam hati.
.
.
Pagi menjelang membuat Angel mengerjap erjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui tirai.
"Pagi girl" ujar Daddy.
"Pagi" ucap Angel.
"Gimana udah mendingan" tanya Daddy.
"Udah apa Angel boleh pulang" ucap Angel.
"Kenapa buru buru sayang, kamu harus sembuh dulu" ucap Mommy.
"Tapi Angel kan udah sembuh" ucap Angel merengek.
"Mom bisa bantu Angel ke kamar kecil" ucap Angel malu.
"Dengan senang hati sayang" ucap Mommy.
Mommy membantu Angel ke kamar mandi dengn membawa baju ganti yang Daddy nya bawa. Saat di kamar mandi Angel melepaskan jarum impus yang ada di tangannya kemudian mandi dan berganti pakaian.
"Kenapa Honey" tanya Momminya.
"Bisa bawakan pembalut maaf ya mom" ucap Angel lirih.
"Tidak masalah, Mommy pergi dulu ya tunggu di situ" ucap Mommy.
Mommy pergi mencari barang yang Angel mau, sedangkan di kamar mandi Angel sedang menunggu Mommynya dengan bermain ponsel dan menghubungi beberapa anak buahnya baik di dalam dan luar negeri untuk bekerja sama mencari pelaku penyerangan.
Sebenarnya Angel mempunyai banyak anak buah yang bisa dia andalkan yang tidak di ketahui keluarganya. Tak lama Mommy kembali dengan barang yang Angel minta membuat Angel langsung membuka pintu kamar mandinya.
"Makasih Mom" ucap Angel.
"Ya sayang" ucap Mommy.
Setelah keluar dari kamar mandi semua orang membulatkan matanya karena jarum impus yang terpasang di tangan Angel sudah Angel teng teng.
"Apa yang kamu lakukan Honey" ucap David.
"Kenapa udah sembuh lagi" ucap Angel.
"Gak kamu harus sembuh total" ucap David.
"Bosen di sini" ucao Angel.
"Iya lah kalau gak bosen banyak yang tinggal di sini" ucap David.
"Hehe udah ya Angel gak mau di tusuk jarum lagi" rengek Angel.
__ADS_1
"Ya bentar biar Abang tanya Dokter dulu" ucap David pergi untuk memanggil dokter.
Tak lama David datang dengan seorang dokter di belakangnya. Sedangkan Angel sedang makan sembari melihat luar jendela membuat Dokter menggelengkan kepalanya
"Nona apa anda akan melompat jika saya tidak mengizinkan anda pulang" ucap Dokter membuat Mommy Daddy dan David membulatkan matanya.
"Ya itu jika bisa ku lakukan" ucap Angel.
"Silahkan Nona setidaknya anda sudah punya tenaga untuk membuka jendela" ucap Dokter.
"Tapi saya masih ingin meneteskan air mata" ucap Angel.
"Baiklah setidaknya saya periksa dulu" ucap Dokter.
"Tidak jika akan anda pasang lagi jarum itu" ucap Angel.
"Bukankah anda mengatakan ingin meneteskan air matanya" ucap Dokter.
"No" ujar Angel meneruskan makannya.
Namun dokter tersebut langsung mendekatinya dan duduk di samping Angel membuat Angel tersentak tapi posisinya sangat tidak menguntungkan membuatnya pasrah saat dokter memeriksanya.
"Baiklah anda boleh pulang hari ini Nona tapi jangan memikirkan hal berat dan kembali setelah dua hari untuk kembali mengecek kondisi anda" ucap Dokter.
"Oke" ucap Angel.
"Terima kasih dok" ucao Daddy.
"Sama sama tuan lekas sembuh Nona" ucap Dokter
"Terima kasih dok" ucap Angel.
Setelah banyak.berdebat dengan dokter akhirnya Angel di izinkan untuk pulang walaupun harus mendapat pengawasan ekstra dari keluarganya.
Angel di bawa pulang oleh keluarganya ke mansion mewah kediaman Honsclair. Angel.langsung masuk ke dalam kamarnya karena ada yang tidak bisa dia tahan.
Saat sampai di kamarnya Angel mengaktifkan mode kedap suara pada kamarnya. Dia menangis sesegukan karena merasa sangat beruntung setelah bertemu keluarga Honsclair.
Tok... tok..... tok....
Suara pintu membuat Angel menghentikan tangisnya dan mencuci wajahnya agar tidak terliht jelas kalau dia baru saja menangis.
"Abang" ucap Angel saat membuka pintu.
"Honey apa baru saja kamu menangis" tanya David.
"No Bang" ucap Angel menunduk.
"Menangislah jika itu bisa membuatmu lega" ucap David.
Angel langsung pingsan di depan David membuat David panik. David membawa Angel ke tempat tidur dan membarimgkannya namun saat dia akan memanggil dokter dia teringat kalau itu akan sering terjadi membuatnya mengurungkan niatnya.
"Bisakah lo gak sakit lagi setidaknya di depan gue, gue gak akan tahan saat lo kembali terbaring lemah" ucap David menggenggam tangan Angel.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komentarnya ya....