
Setelah menyelesaikan beberapa ritual kecantikannya di salon milik keluarga Ellen, Angel kemudian pergi ke pusat perlengkapan menjahit dan pusat kain tempat yang sering di tuju oleh beberapa Designer.
Angel mengambil banyak barang, sedangkan Ellen hanya melihat lihat karena dia tidak tau tentang fashion sering kala semua yang dia pakai sangat tidak blend dengan dirinya membuat Angel sering merapikan dandanan Ellen namun untuk make up Ellen bisa di katakan sang ratu make up.
"Oke sudah semua nih yuk anter gue pulang" ucap Angel.
"Biasaan kalau udah selesai langsung minta pulang, pilihin beberapa style yang cocok buat gue dong" ucap Ellen memohon.
"Iya iya sayang" ucap Angel meng iyakan ucapan Ellen.
"Terima kasih my stylelish" ujar Ellen tersenyum.
"Iya iya my model" ledek Angel.
"Terserah deh lo mau panggil gue apa yang penting lo seneng" cibir Ellen.
"Jangan marah dong, nanti cantiknya luntur" ucap Angel.
"Gak papa tinggal di kasih bedak lagi hahahaha" ujar Ellen dengan gelak tawa.
Angel dan Ellen terus saja saling bercanda selama mencari style yang pas untuk Ellen, mereka sangat bahagia saat ada keluar dengan sahabatnya karena menurut mereka kebebasan ada di tangannya saat mereka kelur tanpa penjagaan.
"Ngel yang bener dong" ujar Ellen tak percaya dengan Angel yang membawa setumpuk baju.
"Kenapa, ini semu tuh cocok buat kamu" ucap Angel.
"Iya tapi gak sebanyak itu juga kali" cibir Ellen.
"Hehe, kamu cobain dulu deh" ucap Angel.
"Oke tapi nanti lo pulang langsung pakai baju yang gue pilih buat lo ya" ujar Ellen.
"Oke asal itu sopan" ucap Angel.
"Pasti dong" ucap Ellen langsung ke tempat ganti untuk menentukan baju yang akan dia beli.
Berbagai macam gaya dan model sudah Ellen coba namun semuanya tidak ada yang cocok menurut Angel, karena saat bekerja Angel akan menuntut kesempurnaan bukan keindahan jadi sabar sabar ya kalau suruh Angel buat pilihkan Style tapi jangan ragu dengan hasilnya.
"Oke perfeck" ucap Angel.
"Oke, Thanks ya" ucap Ellen.
"Iya ya udah pulang yuk" ucap Angel
"Bentar dong gue kan belum make over kamu, oh ya kita beli make up dulu buat kamu yuk" ucap Ellen.
"Males gue kalau suruh dandan" ucap Angel
"Dasar, untung cantik lo kalau buluk mau gimana lo" cibir Ellen.
"Kalau buluk mungkin beda ceritanya" ucap Angel.
"Bodo amat, sekarang ikut gue" ucap Ellen menyered Angel ke tempat penjual make up.
Ellen dengan cepat memilih beberapa alat make up yang menurutnya cocok untuk Angel, tidak terlalu galmor dan juga tidak bold karena permintaan Angel yang ingin semua serba natural.
"Inget natural El" ucap Angel.
"Iya sekalian aja gak usah pakai make up" cibir Ellen.
"Hehe iya deh kamu yang terbaik deh kalau make up gue percaya sama lo" ucap Angel.
"Oke" ucap Ellen.
__ADS_1
Ellen mulai memoles wajah Angel, dengan cepat hasil yang Ellen berikan sangat memuasakan menurut Angel semua pas setelah itu mereka kembali kerumah karena David yang terus saja menghubungi Angel tiada henti.
"Thanks ya " ucap Angel saat sampai di depan rumahnya.
"Its oke, gue gak mampir ya udah malem nih" ucap Ellen.
"Iya, apa perlu kak Kevin anter" tanya Angel.
"Gak gue bisa pulang sendiri lagian dia pasti capek banget" ucap Ellen.
"Iya udah kalau gak mau" ucap Angel.
"Iya, bye duluan ya" ucap Ellen.
"Iya Bye" ucap Angel masuk ke rumah saat mobil Ellen sudah tidak terlihat.
"Dari mana aja kamu" tanya David menyilangkan ke dua tangannya di dada.
"Eh Abang, ngagetin aja" ujar Angel.
"Jawab" ucap David cuek.
"Kan udah bilang Abang, abis dari salon terus belanja nih" ucap Angel memperlihatkan beberapa paper bag.
"Kenapa lama" tanya David.
"Gak lah cuma berapa jam, lagian Angel pulang sebelum makan siang" ucap Angel.
"Masuk" ucap David.
"Iya iya" ujar Angel langsung berjalan ke kamarnya.
"Siapa suruh ke kamar" ucap David.
"Udah lah Abang, jangan gitu sama adeknya udahlah Girl ke kamar aja bersihin badan kamu jangan dengerin Abang" ucap Momy yang baru saja datang.
"Iya Mom, maaf Bang" ucap Angel berlalu pergi.
David langsung duduk di sofa dengan wajah di tekuk tidak lupa dengan memangku laptopnya membuat Momy menggelengkan kepalanya.
"Kenapa Bang" tanya Dadi yng baru saja pulang.
"Gak Dad" ucap David singkat.
"Yakin" tanya Dadi lagi.
"Hm"
"Ngambek tuh Dad, si Angel pergi gak di ajak si" ucap Momy.
"Oh, kirain apa" ucap Dadi lega lalu melenggang pergi.
"Pergi aja semua" cibir David membuat Momy dan Dadinya tersenyum.
"PMS Bang" ledek Momy.
"Hahahaha" ledek Dadi.
"Ketawain aja terus" ucap David.
"Sensi bos" ucap Angel yang baru saja datang menjatuhkan badannya di samping David.
"Kamu Honey, cepet bener gak mandi ya" ujar David.
__ADS_1
"Kata siapa, nih udah wangi tau" ucap Angel.
"Kok cepet" tanya David.
"Cepet salah lama salah" ujar Angel.
"Yaya, terserah deh kamu tadi kayak beli kain bahan buat jas ya" tanya David.
"Iya Bang, tadi di butik ada yang minta di buatin baju khusus Angel yang buat sendiri" ucap Angel lesu.
"Kenapa, kamu kan harus konsentrasi sekolah" ucap David.
"Gak tau Abang, tapi untungnya dia gak kasih waktu sempit se jadinya tinggal kalau udah jadi hubungi dia" ucap Angel.
"Baik ya" ucap David.
"Begitulah" ucap Angel.
Angel sebenarnya ingin menceritakan tentang pertemuannya dengan Riko, dan juga tentang perjodohan yang menimpa Milla. Namun Angel urungkan pasalnya Angel melihat wajah David yang cukup lesu, Angel tau kalau David sedang mengalami problem di perusahaan jadi Angel tidak ingin membuatnya khawatir.
"Abang Girl makan yuk" teriak Momy.
"Ya Mom" ucap Angel dan David semangat.
"Giliran makan aja semangat" cibir Momy.
"Hehe, karena menjalani kehidupan nyata butuh tenaga ekstra" ujar Dady yang baru saja ikut bergabung.
"Bener banget seratus buat Dadi" ucap Angel.
"Sekarang kita makan, mengisi tenaga untuk menjalani kehidupan nyata besok" ujar Dadi dengan gelak tawa.
Semua orang sangat bahagia walaupun ada beberapa masalah baik di kantor maupun masalah komunikasi yang tidak lancar membuat banyak perselisihan. Tifak ada lagi gurauan di meja makan hanya ada suara dentingan sendok yang menari nari di atas piring.
"Honey nilai ujian kamu langsung keluar tadi" Tanya David saat selesai makan.
"Gak Bang, nunggu yang lain" ucap Angel.
"Oh gitu, terus kamu kapan ke Indonesianya" tanya David lahi.
"Gak tau Bang, mungkin dua pekan lagi soalnya yang lain belum selesai ujian" ucap Angel.
"Oke, tapi Abang minta maaf ya gak bisa temenin kamu di sana kamu tau kan Abang lagi banyak masalah di kantor" ujar David lesu.
"Gak apa apa kok Bang, lagian udah banyak guru yang ikut juga Abang gak perlu khawatir dan lagi Angel bisa jaga diri Abang konsentrasilah" ucap Angel lembut.
"Oke Abang akan usahakan menyelesaikan tugas Abang denga cepat" ucap David.
"Iya Abang Angel setuju" ucap Angel.
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat, waktu menunjukkan waktunya untuk beristirahat karena sudah larut malam. Angel langsung berlalari ke kamarnya saat David memyuruhnya lergi karena memang dia sudah sangat mengantuk.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like vote dan komenny ya.....
__ADS_1