Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Sudah Ku Duga


__ADS_3

"Istirahatlah Honey, jangan pernah birfikir yang bisa membuatnmu letih" ujar David mencium kening Angel.


David meninggalkan Angek sendiri di kamarnya sedangkan dirinya menghampiri Kevin yang sedang menunggunya untuk membicarkan sesuatu. Sebenarnya saat David menciumnya Angel sudah bangun membuat Angel tersenyum senyum sendiri setelah kepergian David.


"Sadar sadar" ucap Angel pada diri sendiri sembari menggelangkan kepalanya beberapa kali.


"Fokus Angel fokus" ujarnya.


Angel kemudian berlari ke kamar mandi hany untuk menyuci wajahnya yang tidak bisa melupakan perlakun David. Angel berharap dengn mencuci wajah dia akan kembali fokus dengan pekerjaannya.


Angel menghubungi orang kepercayaannya untuk menyampaikan berita terkini tentang sesuatu yang ingin dia ketahui sejak lama. Angel sangat detail saat melakukan sesuatu sehingga pekerjaannya selalu rapi dan bersih.


"Hallo bagaimana" tanya Angel kepada seseorang di sebrang telfon.


"Tidak begitu banyak kemajuan bos, tapi untuk permintaan anda yang pertama sudah selesai dan akan saya kirimkan lewat email anda" jawan seseorang di sebrang telfon.


"Baik kirimkan segera, tapi ingat jangan sampai ada yang tau tentang ini" ujar Angel.


"Siap bos" jawabnya.


"Baik kalau begitu lanjutkan kerja kalian jangan kecewakan saya" ucap Angel menutup telefon.


Angel kemudian membuka laptonya dan melihat Email yang masuk, Angel menarik nafasnya panjang saat membuka Email tersebut berharap apa yang dia pikirkan salah.


Angel membulatkan matanya membaca setiap detil Email tersebut, Email yang berisi tes DNA antara Angel Dadi dan Mominya. Angel meneteskan air matanya entah airmata bahagia atau sedih. Bahagia karena perasaannya kepada David tidak salah sedih karena dirinya bisa sewaktu waktu dipaksa untuk pergi dari kelurganya sekarang.


"Sudah ku duga" ucap Angel menghapus air matanya sembari tersenyum.


"Tapi siapapun kalian Mom Dad Bang Angel akan selalu mengingat kebaikan kalian semua Angel akan selalu membuat kalain bangga dan bahagia" tekad Angel pada dirinya sendiri.


Sebelum kepergiannya ke London Angel sempat bertemu rekan bisnis Dadi yang mengatakan bahwa David adalah anak semata wayangnya yang membuat Angel penasaran apakan perkataan orang tersebut benar atau hanya ingin membuat Angel jauh dari Dadi dan keluarganya.


"Selamat malam tuan Honsclair" sap seseorang rekan bisnis Dadi.


"Malam tuan Wilson" ucap Dadi.


"Wah siapa dia" tanyanya kepada Dadi.


"Dia putri saya Tuan perkenalkan" ucap Dadi memperkenalkan Angel.


"Apakah dia menantu, sejak kapan anak anda menikah Tuan" tanya rekan Dadi penasaran.


"Dia bukan menantu, tapi putri bungsu saya" ucap Dadi Ramah.


"Bukankah David adalah putra tunggal anda Tuan" tanya tuan Wilson.


Dadi tidak bisa menjwabnya, sedangkan Angel menatap Dadi tajam namun enggan untuk bertanya.


Angel memerintahkan orang kepercayaannya untuk melakukan tes DNA dengan sample rambut dari Momi dan Dadinya yang dia berikan.


Angel juga memerintahkan anak buahnya untuk mencari tau setiap nama yang pernah dia sebutkan dan dia ingat, namun hal tersebut belum juga menemukan hasil karena ingatan Angel sungguh tidak bisa dipaksakan untuk mengingat sesuatu.


"Oke mungkin ini jalan takdir gue, gue harus terima ini semua dan lagi gue harus pergi ke tempat yang tidak pernah Dadi izinkan untuk kesana mungkin di sana gue menemukan sesuatu" ujar Angel.


"Kasih tau gue pertama kali gue bawa ke rumah sakit mana" Tulis Angel kepada anak buahnya.


"*Maksud anda bos" balasnya.


"Cari tau ke setiap anak buah Dadi yang selalu bersama Dadi di negara I" ujar Angel.


"Siap bos" jawabnya*.


Baru beberapa menit kemudian Angel mendapatkan sebuah pesan dari anak buahnya membuat dirinya begitu bahagia.


"*Tuan membawa anda dari negara Indonesia tepatnya kota B bos" tulisnya.

__ADS_1


"Good job, terima bonusmu jangan lupa bagi bagi" ucap Angel bahagia.


"Siap bos" jawabnya*.


"Akhirnya gue dapet alamat, semoga gue bisa cari kebenarannya di sini" ucapnya.


Setelah itu Angel pergi membersihkan diri setelah selesai Angel berinisiatif memasak untuk makan siang. Angel berjalan santai ke arah dapur dan melewati David dan Kevin yang masih berkutik dengan pekerjaannya.


Karena hotel yang di singgahi adalah hotel milik keluarga Honsclair jadi Angel bebas melakukan Apapun di sana. kebetulan di kamar VVIP tersebut ada sebuah dapur yang menghadap langsung ke arah kota.


Angel memasak sembari bernyanyi ceria sampai membuat David dan Kecin menatap ke arahnya namun Angel hanya acuh dan terus memasak.


"Woy emang dia bisa masak" tanya Kevin penasaran.


"Gue juga gak tau tapi terakhir kali kan dia masak sama Mom enak si" ucap David.


"Ya kan emang masakan Mom the best lah" ucap Kevin.


"Iya juga gue juga gak yakin" ujar David tersenyum.


"Lo kenapa malah senyum senyum gitu" tanya Kevin.


"Gak tau tapi gue pengin ikut gabung" ujar David berdiri.


"Bilang aja lo mau berduaan, ya udah sono gue mau ke kamar dulu" ucap Kevin.


"Ya udah sana pergi" usir David.


David berjalan pelan menghampiri Angel, tanpa sadar David memeluk Angel dari belakang memebuat Angel tersentak dengan perlakuan David padanya. Dengan sepenuh tenaga Angel melepaskan pelukan David karena Angel tidak ingin perasaannya bertambah besar.


"Bang" ucap Angel lirih.


David tidak bergerak justru mengeratkan pelukannya, dengan terpaksa Angel mencubit lengan David karena Angel takut kalau Momi atau Dadinya melihat kejadian tersebut.


"Sakit" ucap Angel membalikkan badannya.


"Sakitlah kenapa kamu cubit Abang" tanya David memejukan bibirnya.


"Lagian Abang gak mau lepas" ujar Angel.


"Sebentar doang" ujar David.


"Sebentar tapi nih" ujar Angel menunjukkan lehernya yang sedikir memerah karena David.


"Itu perbuatan Abang" tanya David tidak percaya dengan kelakuan gilanya.


"Bukan tapi harimau" ujar Angel mengompresnya dengan es.


"Ya maaf Abang khilaf" ucap David serius.


"Ya jangan ulangi lagi, Angel gak mau Momi sama Dadi salah paham nanti" ucapnya melanjutkan masak.


"Lagi masak apa" tanya David.


"Masak ayam saus pedas" ucap Angel sembari serius dengan masakannya.


"Abang boleh bantu" tanya David.


"Bantu emang Abang bisa masak" tanya Angel sinis.


"Bisa masak air" ucap David tersenyum.


Angel hanya menatapnya tanpa ekspresi membuat David menghentikan senyumnya dan berinisiatif menggulung rambut Angel dengan sumpit agar memudahkannya mengompres leher Angel. Angel hanya diam dengan perlakuan David.


"Masih merah Bang" tanya Angel.

__ADS_1


"Gak udah mending kan gak keras juga tadi gigitnya" ucap David santai.


"Ya kali gak keras, badan gue aja sampai beku tadi" ujar Angel tanpa sadar.


"Eh... maksudnya sakit tau" ucap Angel gugup.


"Pengalaman pertama ya mba" ledek David.


Angel menatap tajam David membuat David terkikik dengan pengakuan Angel. David merasa sangat beruntung karena dirinya adalah orang pertama yang melakukannya.


"Bang lo bisa gak si jangan perlakukan Angel sama kaya wanita wanita yang pernah Abang sentuh" ucap Angel.


"Maksud kamu" tanya David bingung.


"Gini Abang Angel sudah berusaha keras menjaga semuanya untuk suami Angel nanti karena Angel ingin semuanya dialah yang pertama dan terakhir" ucap Angel.


"Ya maafin Abang, tapi dia kan masih dapet yang pertama gue kan Abang lo kan gak apa apa" ucap David merasa bersalah.


"Mau sampai kapan lo akan selalu baik sama gue Bang, dan Mau sampai kapan juga lo akan sembunyikan ini semua dari gue Bang" ujar Angel dalam hati dengan tersenyum.


Angel mengakhiri masakannya lalu menghidangkannya di meja makan di depan David yang masih setia menatapnya.


"Udah lihatin Angel, makan Bang" ledek Angel.


"Siapa yang liatin kamu GR banget" ucap David.


"Woy kalian bisa gak si kalau gak berantem pusing gue liatnya" ujar Kevin yang baru saja datang ke meja makan.


"Iya iya, ya udah makan selamat menikmati" ujar Angel memulai makannya terlebih dahulu.


Angel menikmati makannya dengan diam tidak menghiraukn Kevin yang terus berceloteh sembari makan siang.


"Oh ya kita pulang nanti sore udah gue siapin semuanya buat kalian cuma tinggal kemasin barang kalian kalau soal kerjaan kalian udah di hendle sama Momi Dadi dan Om Darwin " ucap Kevin.


"Jam berapa Ka" tanya Angel.


"Nanti setelah Momi dan Dadi pulang" ujar Kevin singkat.


"Terus urusan gue disini gimana" tanya David.


"Udah gue bilang udah di hendle sama Om" ucap Kevin.


"Mungkin bukan urusan kantor tapi urusan mba kunti tuh" ujar Angel sembarang.


"Kalau soal itu lo bisa urus sebelum kepulangn lo dan gue harap lo bener bener selesaiin ini semua jangan bawa pulang masalah" ucap Kevin.


"Kalian ngomongin apa si" ujar David bingung.


Angel dan Kevin kompak mengangkat ke dua bahunya acuh dan kembali makan dengan hitmat.


.


.


.


.


.


.


***Ayo reader jangan lupa dukungannya. tanpa kalian apalah Author....


Salam manis Author***.

__ADS_1


__ADS_2