
Angel sampai di lantai yang di tuju dia melihat beberapa orang berlalu lalang di sana tanpa memperdulikan Angel. Angel terus berjalan dan sampai di depan sebuah ruangan dimana Rafa berdiri di depan pintu menunggunya.
"Sakit" tanya Rafa di angguki Angel.
"Semuanya masih sama seperti saat kamu pergi dulu" ucap Rafa tersenyum.
"Bisa kita pergi sekarang" tanya Angel.
"Gak, gue masih ada meeting dengan Reza" ucap Rafa.
"Kenapa suruh gue ke sini kalau lo masih sibuk" ujar Ange ketus..
"Galak ya lo" ucap Rafa.
"Tau ah sana selesaikan" ucap Angel langsung duduk di tempat tunggu di depan ruangan itu.
"Cie marah" ucap Rafa.
"Awas lo kak" ucap Angel.
"Ih takut" ujar Rafa menggoda.
"Pergi lo" ucap Angel dengan tatapan membunuh.
"Adin gue udah semakin galak" ucap Rafa.
"Diem atau" ucap Angel langsung mengepalkan tangannya.
"Oke oke baik baik lo di sini ada hantu" ucap Rafa masuk.
Rafa masuk ruangan dengan senyuman yang terus mengembang membuat Reza menatapnya aneh. Pasalnya sejak kepergian Adin Rafa tidak pernah sebahagia itu.
"Kenapa lo" tanya Reza.
"Ketemu biddari gue" ucap Rafa.
"Terserah deh, sekarang kita selesaikan ini" ucap Reza.
Rafa dan Reza bekerja membuat Angel menunggu hampir satu jam. Saat Rafa dan Reza keluar Angel langsung menatap ke duanya. Ada rasa rindu yang teramat besar dalam hati Angel saat melihat Reza namun dia menahannya.
"Yuk" ucap Rafa memanggil Angel.
Angel berjalan mendekat sedangkan Reza terus menatapnya merasa kalau dia sangat mengenal mata itu.
"Ya udah Za gue duluan ya, gue boleh gandeng dia kan" tanya Rafa.
"Boleh kenapa gak, kenapa kamu minta izin" tanya Reza.
"Karena lo " ujar Rafa membuat Angel langsung menutup mulut Rafa.
"Maaf" ucap Angel menari Rafa pergi.
Angel menutup mulut Rafa sampai mereka berada di lif karena jarak mereka terlalu dekat membuat Rafa senyum senyum.
"Ngapain senyum" ucap Angel melepaskan tangannya.
"Kamu berani menyentuhku" ucap Rafa.
"Gue bahkan berani membunuhmu" ucap Angel.
"Ya deh, boleh gue bersaing sama orag yang kamu perjuangkan" tanya Rafa
"Bersainglah kalau mampu" ucap Angel.
Rafa tersenyum lalu menggandeng tangan Abgel membuat Angel menatapnya tak suka. Dia berusaha melepaskan tangan Rafa dari tangannya namun Rafa menahannya.
"Gue dapat izin" ucap Rafa.
"Siapa yang kasih izin" tanya Angel.
"Abang lo" ucap Rafa tersenyum.
"Tangan tangan gue ngapa lo izinnya sama dia" ujar Angel langsung menghempaskan tangan Rafa keras.
Angel berjalan meninggalkan Rfa sedangkan Rafa tersneyum lalu menaiki mobilnya yang sudah berada di depan gedung. Angel naik tanpa bicara sampai mereka berada di sebuah rumah sakit
"Hai Fa" ujar seorang dokter.
"Hai dok gimana kemarin udah keluar hasilnya" tanya Rafa.
__ADS_1
"Udah yuk ke ruangan Gue" ucapnya di ikuti Rafa dan Angel.
Saat berada di ruangan sang dokter Angel duduk dengan perasaan tak karuan. Sang dokter menatap Anfel dengan perasaan penasaran sedangkan Rafa hanya diam.
"Ini hasilnya" ucap dokter memberikan sebuah surat langsung di rebut Angel membuat sang dokter menatap Angel aneh namun Rafa hanya tersenyum.
Angel melihat dan membacanya berulang kali takut dia salah membaca. Hasil yang dia sangat takutkan terjadi ternyata benar dia adalah anak Damantara dia bahagia mengetahui yang sebenarnya tapi dia juga frustasi dengan keadaan.
"Abang" ujar Angel menangis sesegukan menunduk.
"Hei" ujar Rafa merampas hasil tes itu dan sangat senang ternyata yang benar wanita yang ada di deoannya sekarang adalah orang yang dia cari selama ini.
"Daddy" ujar Angel menelfon Daddynya.
"Kenapa Girl" tanya Daddy yang sedang bersiap ke kantor.
"Hasil sudah keluar haruskah Angel pulang sekarang" tanya Angel.
"Tidak sebelum kamu menghancurkan perusahaan Damantara" ucap Daddy tegas.
"Oke Dad, tapi beri waktu Angel buat membantu pernikahan Cika lebih dulu" ucap Angel.
"Hm, setelah urusan Cika selesai kamu harus segera menyelesikan tugasmu" ucap Daddy.
"Baik Dad" ucap Angel.
"Nih Abangmu bangunin" ucap Daddy yang berjalan ke kamar David dan melihat David masih tidur.
"Abang masih tidur" tanya Angel.
"Hm alih ke panggilan Vidio ya" ucap Daddy mengalihkan panggilaan lalu menbiarkan ponselnya di samping David dan meninggalkannya.
"Abang bangun" ucap Angel membuat David hanya membalikkan badannya.
"Abang" ujar Angel lembut
"Angel" ujar David.
"I'm here" ucap Angel membuaat David langsung duduk dan mencari sosok Angel.
"Lihatlah ke arah ponsel" ucap Angel membuat David mencari ponsel di sampingnya.
"Hai, tugasku hanya membangunkanmu sekarang kamu sudah bangun jalani harimu dengan bahagia tapi jangan senyum" ucap Angel.
"Ya sayangku, makasih udah bangunin dan buat penyemangat di pagi ini" ucap David.
"Hm, bye" ucap Angel
"Secepat ini" ujar David.
"Kamu bangun maka tugasku selesai" ucap Angel membat David cemberut.
"Selesaikan pekerjaanmu maka kita akan cepat bertemu" ucap David.
Angel tersenyum hangat di balik cadar lalu mematikan ponselnya. Dia menyembunyikan tangisnya dengan sangat ahli membuatnya terlihat kuat padahal rapuh.
"Pinter akting" ucap Rafa.
"Makasih dok bantuannya" ucap Angel menarik kembali hasil tes itu.
"Baiklah nona terima kasih atas kepercayaan anda" ucap sang dokter.
"Ya udah Dok pergi dulu ya" ucap Rafa di angguki sang dokter.
Angel langsung pergi ke apartemennya tanpa menghiraukan Rafa yang mengabtarnya dia langsung masuk dan mengeluarkan semua beban yang sedang dia pikul demgan menangis.
Angel terus menangis dan memikirkan cara bagaiman dia bisa kembali ke keluarga Honsclair tanpa merusak keluarga Damantara.
Angel menangis sampai dia tertidur. Saat waktu mulai malam Angel terbangun dan langsung membersihkan diri. Dia mempersiapkan diri untuk menjalani hari harinya besok.
Angel berusaha masuk ke dalam perusahaan Damantara namun kerjanya kali ini sia sia ternyata pertahanan Damantara lebih kuat dari dugaan.
"Gila gak bisa gue masuk harus pake cara langsung tapi gimana masa iya gue goda Abang sendiri" ucap Angel frustasi sampai dia tidak sadar kalau hari mulai pagi.
"Udah mau pagi aja" ucap Angel menatap layar ponselnya.
Dia membuka ponselnya dan melihat fotonya bersama dengan David ada rasa Rindu tapi ada rasa gelisah. Dia ingin memperjuangkan David tapi dia tidak bisa membiarkan Abang kandungnya hancur lagi lagi Angel bingun dengan apa yang harus dia lakukan.
Pagi menjelang Angel masih duduk di depan komputernya. Dia melihat notivikasi dari Riko yang memintanya datang ke tempat resepsi.
__ADS_1
"Hampir lupa gue" ujar Angel langsung bersiap pergi ke tempat acara Riko untuk mengurus segala sesuatu pernikahan Cika.
Angel berangkat di pagi hari menggunakan mobil super car yang di berikan oleh Rafa. Angel sampai di tempat acara belum ada siapapun kecuali Riko.
"Cepet juga" ujar Riko.
"Hm, ini semua" ujar Angel melihat sekeliling.
"Hm, ini milik saudara gue nah terserah lo mau di apain sama tempat ini" ucap Riko.
"Dan semua bahan untuk mendekorasinya ada di sana" ucap Riko.
"Giman kalau gue dekorasi tempat pelaminan ya aja maaf banget ya tapi tugas gue ke negara ini bukan cuma ini" ucap Angel.
"Hm oke terserah semua orang yang bisa mendekorasi akan segera datang tapi kalau lo yang dekorasi pelaminan gak boleh ada yang bantu oke" ucap Riko.
"Oke deal" ujar Angel langsung mulai bekerja dengan bantuan Riko.
Angel mulai bekerja dengan penuh semangat dan sesekali mereka bercanda layaknya tak ada beban dalam hidup. Riko sesekali mencuri pandang Angel sedangkan Angel bersikap biasa saja.
Waktu menunjukkan sudah sore dan Angel sudah menyelesaikan pekerjaan ya empat puluh persen membuatnya senang.
"Kaak Riko Angel pulang ya" ucap Angel.
"Gak makan dulu" tanya Riko.
"Gak, udah ya Angel pergi" ucap Angel.
Riko mengangguk sedangkan Angel langsung pergi. Dia pergi ke sebuah sorum mobil untuk membeli mobil dengan uangnya sendiri.
Setelah membeli mobil Angel langsung membeli kursi untuknya bekerja dan bermain game. Dia sering bermain game yang menghasilkan uang dia juga memiliki saham di beberapa tempat jadi dia bisa membeli semua kebutuhannya dengan uangnya.
"Kak Rafa dimana" tanya Angel mengirim pesan singkat.
"Di kantor kenapa" tanya Rafa
"Kirim alamat dong kak" ucap Angel membuat Rafa mengurimkan lokasinya.
Angel pergi ke lokasi dimana Rafa berada. Ternyata Rafa berada di sebuah tempat makan diamana Reza dan beberapa tuan muda juga disana.
"Kak Rafa maaf ganggu" ucap Angel.
"Cepet bener" tanya Rafa.
"Kebetulan ada di sorum mobil deket sini tadi" ucap Angel.
"Duduklah" ucap Rafa.
"Maaf tapi gue cepet cepet ini gue kembalikan mobil yang lo kasih kak makasih kemarin ke gores dikit tapi tenang aja saat gue ada uang gue benerin maaf ya" ucap Angel memberikan kunci mobilnya.
"Kenapa buat lo aja, gue ada banyak" ucap Rafa berdiri.
"Gak peduli mau banyak atau sedikit gue bilang pinjem jadi gue kembalikan nih" ucap Angel memberikan paper bag.
"Kamu berhak mendapatkan itu" ucap Rafa.
"Gue berhak saat ikatan itu terjadi tapi kenytaan berbeda kak maaf gue gak bisa membalasnya ada orang lain di sana jadi berikan pada orang yang benar benar memounyai hak seutuhnya" ucap Angel sembari menatap mata Rafa.
"Semuanya sia sia" ujar Rafa menarik Angel menjauhi sahabat sahabatnya.
"Maaf kak, kalau harus mengecewakan tapi gue gak bisa sama lo sampai kapanpun ada seseorang yang berhak atasku" ucap Angel
"Apa setelah ingatanmu kembali masih tidak bisa menyadari kalau gue sayang sama lo" ucap Rafa.
"Maaf, gue dulu emang suka sama lo kak sekarangpun sama perasaan itu sama tidak tumbuh juga tidak hilang tapi seseorang lebih berhak atasku karena saat kamu tau yang sebenarnya akan ada kekecewaan yang besar gue gak mau buat lo kecewa lagi" ucap Angel.
"Makasih semua bantuanmu kak, terimalah ini" ucap Angel memaksa agar Rafa menerima paperbag yang dia berikan lalu pergi.
"Din" panggil Rafa keras membuat Reza menatapnya.
Angel berbalik lalu membungkukkan badannya dan kembali berjalan. Rafa mengejar lalu menarik Angel dan memeluknya erat Angel tidak membalas dan juga tidak memberontak.
.
.
.
.Jangan lupa dukung Author terus ya....
__ADS_1