
"Oke pertama gue mau cari" ujar Angel menuju sebuah toko sepatu.
Setelah selesai membeli semua perlemgkapan yang dia butuhkan Angel mampir ke sebuah salon besar di sana. Angel memilih untuk mewarnai rambutnya walau hanya setengah karena dia tidak mau saat daddy nya datang melihat rambutnya di warnai.
Angel memilih warna ungu setengah rambutnya sembari menunggu Angel melakukan beberapa treatmen untuk kukunya sebenarnya dia tidak gemar melakukan itu kalaupun dia pergi ke salon itupun dengan paksaan dari mommynya.
"Kenapa gue jadi centil gini si" ujar Angel kepada dirinya sendiri saat selesai melakukan semua itu dengan terus tersenyum merasa geli dengan dirinya sendiri.
"Tapi cantik juga" ucap Angel kembali.
"Iya cantik" ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam salon.
"Kamu" ujar Angel.
"Hai, udah selesai " tanya dia.
"Kenapa, tanya" ucap Angel dingin.
"Jangan dingin gitu dong, bantu gue cari hadiah buat sepupu gue yuk" ucap Rafa.
"Mau beli apa, dan kenapa harus gue" tanya Angel.
"Mau temenin gue" tanya Rafa.
"Ya tapi gak pakai lama" ucap Angel.
"Oke oke" ucap Rafa.
"Sepupu gue suka dandan gimana kalau lo pilihin make up buat dia" ucap Rafa.
"Gue gak tau selera dia apa lagi gue belum pernah liat dia aneh lo kenapa gak bawa cewek lo aja yang suruh pilih" ucap Angel.
"Nih ada fotonya, gue gak punya pacar" ucap Rafa memberikan sebuah foto yang ada di ponselnya.
Angel menatap lama foto tersebut, ada sebuah rindu atau apalah itu dia juga bingung dengan perasaannya sendiri. Rafa menatap Angel lama dia berharap Angel tau siapa yang ada di dalam foto tersebut.
"Kamu kenal" tanya Rafa.
"kayak familiar tapi gak tau siapa" ucap Angel.
"Oh kirain kenal" ucap Rafa.
"Kayaknya dia gak suka make up deh, liat aja polos banget dia tuh di kasih boneka aja udah seneng" ucap Angel.
"Bener kamu Din dia suka boneka" ucap Rafa tanpa sadar.
"Woi gue Angel, siapa yang lo panggil tadi" ucap Angel.
"Hehe sorry, soalnya kalau liat lo tuh ke inget sama cinta pertama gue gak usah nyolot juga kali" ujar Rafa.
"Hahaha, udah gue duluan ah males sama lo gak ada habis habisnya yang di tuju apa yang di bahas apa" ucap Angel berjalan meninggalkan Rafa.
"Sorry sorry yuk kita beli boneka please bantu gue pilihin" ucap Rafa
"Ya udah ayok" ucap Angel lamgsung menujubtempat penjual boneka.
Rafa mengikuti Angel kemanapun Angel melangkah sampai dia berhenti di depan sebuah boneka besar dia langsung memebelinya sedangkan Angel sudah membawa sebuah boneka juga.
"Itu udah ada, kenapa suruh gue beli si" ujar Angel merajuk.
"Ini buat lo itu buat sepupu gue" ujar Rafa.
__ADS_1
"Gue gak minta" ucap Angel.
"Dasar nih hadiah buat lo udah bantu gue cari hadiah buat sepupu gue" ucap Rafa.
"Yaya thanks tapi gak kurang besar tuh boneka ya udah ya gue duluan" ucap Angel.
"Bentar lagi ngapa temenin gue makan" ucap Rafa.
"Ogah, gue gak mau" ucap Angel.
"Kenapa apa lo takut ada orang bakal marahin lo" ucap Rafa.
"Gak " ucap Angel.
"Terus kenapa apa lo udah punya kekasih" tanya Rafa.
"Gak dia lebih berharga dari itu" ucap Angel tersenyum membayangkan wajah sang Abang.
"Senyuman lo masih sama kayak dulu gue harap ini beneran lo yang ada di depan gue" ujar Rafa dalam hati.
Angel yang melihat Rafa menatapnya tak henti kemudian dia berjalan lebih dulu dengan boneka yang Rafa berikan.
"Gue gak mau lama lama sama dia, ingat Angel ada yang sedang menunggumu di luar sana" ujar Angel dalam hati sembari keluar dari mall dan kembali ke apartemennya.
Rafa yang baru saja tersadar saat seseorang menegurnya, dia melihat ke semua arah mencari sosok Angel namun tak juga dia temukan. Sedangkn Angel dia sedang membersihkan diri dan menenangkan pikirannya yang terus saja ada sosok sang Abang.
"Cari siapa lo" ucap Gio yang datang bersama Rafa.
"Eh gak, udah" tanya Rafa.
"Seharusnya gue yang tanya lo udah beli barangnya" ucap Gio.
"Lo beli boneka buat apa laki bukan lo" ujar Gio meledek
"Ya laki lah mau bukti" ucap Rafa.
"Gak tapi kalau lo mau kasih lihat gak apa apa siapa tau ada yang tertarik hahahaha" ucap Gio berlari.
"Gila lo" ucap Rafa mengejar Gio.
Rafa dan Gio akhirnya memutuskan untuk pergi dari pusat perbelanjaan tersebut sedangkan Angel masih bingung dirinya sendiri kenap dia sangat dekat dengn orang yang bahkan belum sehari dia kenal.
"Gue kenapa bisa sedekat itu sama Rafa, apa mungkin dia ada di masa lalu gue dan apa mungkin orang yang ada di foto tersebut bagian dari masa lalu gue wajahnya gak asing" ujar Angel mengingat seseorang yang ada di foto yang Rafa tunjukkan.
Rani Damantara adik tiri Angel Rafa menunjukkan foto Rani berharap Angel mengenalinya namun nihil Angel tak mengenalinya.
"Siapa yang ada di foto itu seperti ada rasa rindu yang teramat" ucap Angel pada dirinya sendiri.
Angel kembali merendamkan tubuhnya di dalam bathtub agar dia merasa lebih baik namun saat dia memejamkan mata sosok David selalu melintas membuat Angel menyelesaikan mandinya dan segera menghubungi David.
"Hallo Abang" ucap Angel saat panggilannya terhubung dengan David.
"Hai Honey, bagaimana hari mu tanpa Abang" tanya David.
"Hampa Bang, Angel rindu Abang" ucap Angel.
"Iya Abang juga rindu sama kamu Honey, kamu lagi apa di situ sudah malam kan " tanya David.
"Baru selesai mandi Bang, Abang lagi apa" tanya Angel.
"Abang mau meeting nih" ucap David
__ADS_1
"Udah sore belum selesi juga Bang meetingnya, oh ya Bang kok rame si" ujar Angel.
"Iya meeting di luar kantor" ucap David.
"Pantes rame" ucap Angel.
"Maaf tuan muda tuan Reza sudah datang" ucap Rey.
"Oke, suruh masuk" ucap David pada Rey.
"Ya udah Abang, lanjut apa kerjanya Angel juga lagi banyak kerjaan nih Bang" ucap Angel.
"Oke, kamu hati hati di situ Honey" ucap David.
"Siap Abang, Abang juga jangan rindu" ucap Angel.
"Kamu yang rindu kali" ucap David.
"Hehe iya, Angel gak bisa lupain Abang" ucap Angel.
"Kamu mau lupain Abang Honey, silahkan kalau bisa" ujar David tersenyum sampai tidak menyadari bahwa klien sudah masuk.
"Ternyata dia sudah punya kekasih" ujar Reza dalam hati.
"Iya tapi Abang selalu aja menari nari di kepala Angel, Abang curang kenapa si gak bisa di lupain" ucap Angel.
"Karena istimewa dong" ucap David.
"Nyesel Angel ngomong gitu" ucap Angel.
"Tuan" ujar Rey.
"Ya Rey" ucap David memutar badannya yang ternyata Resa tepat di belakangnya.
"Eh tuan Reza silahkan" ucap David.
"Honey udah dulu ya, hati hati disana jangan ke lain hati" ucap David.
"Siap Abang, i love you Bang" ucap Angel.
"I Love you too" ucap David lembut.
Angel langsung mematikan panggilannya dengan Dacid andai dia ada di dekat David mungkin dia sudah tidur di pangkuan David kebiasaan Angel saat dia merasa lelah menjalani hari sedangkan David kembali melanjutkan kerjanya.
.
.
.
.
.
.
.
.Jangan lupa like vote dan comennya ya....
Thanks Reader yang sudah mendukung dan buat Reader yang gak suka tinggalin aja jangan komentar yang buat kita para penulis hancur apa lagi kalian semua di level tinggi seharusnya bantu kita buat perbaiki bukan buang kita penulis baru...
__ADS_1