Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Kak Maya


__ADS_3

"Dad Bang kita pergi dulu ya" ucap Angel.


"Mau kemana kamu Baby" tanya David.


"Mau pergi sama Mom" ucap Angel singkat.


"Iya tapi kemana Mom" tanya David yang tidak melihat keberadaan Mominya.


"Ada di ruang ganti" ucap Angel.


"Momi disini" teriak Momi.


Seketika Dadi David Darwin dan juga Kevin melihat ke arah Momi yang berpenampilan bak seorang ABG ya walaupun memang tidak bisa di pungkiri bahwa Momi masih muda dan sangat cantik.


"Kamu mau pergi dengan penampilan itu Mom" tanya Dadi heran.


"Ya apa ada yang salah" tanya Momi.


"Tidak ada yang salah hanya saja kamu terlihat begitu centil di bandingkan anak kamu yang ABG" ledek Dadi.


"Tapi cantik kan" puji Momi pada diri sendiri.


"Semua orang juga tau kali kalau Momi cantik" ucap Dadi malu malu.


"Mom bawa sepatu lain gak sih" tanya Angel yang tidak nyaman memakai high heel.


"Kenapa cantikan gitu" ucap Momi.


"Gak nyaman, mau jalan pakai ini nanti kaki Angel bisa bengkak" protes Angel.


"Tapi Honey itu cantik cocok" ucap Momi.


"Mom, gak nyaman atau gak pergi" ucap Angel mengancam.


"Kamu ngamcam Momi" tanya Momi.


"No" ucap Angel singkat.


David tersenyum lalu diam diam mengambil ponselnya untuk meminta seseorang membawa sepatu cets berwarna senada dengan baju yang di gunakan Angel. David juga mengambil beberapa gambar Angel yang tengah beradu argumen dengn Momi dengan ponsel pintarnya.


"Momi cuma bawa beberapa pasang ini" ucap Momi dengan beberapa pasang sepatu namun semuanya high heel.


"Yah Mom, Angel ini juga udah capek pake ini atau gak Momi bawa sandal" tanya Angel membuat Momi membulatkan matanya.


"Kenapa harus sandal" tanya Momi tak percaya.


"Karena sandal lebih baik dari pada ini" ucap Angel melepas high heel nya ya benar saja kaki Angel mulai memerah karena lecet.


David berdiri dari duduknya, semua orang terperanga saat David hanya berlalu pergi karena semua orang berfikir David akan menghampiri Angel setidaknya mengobati Angel. Namun hanya senyuman sinis yang David berikan kepada Angel, David kembali dengan membawa sebuah kotak dan membawanya kepada Angel.


David berjongkok membawa sebuah kotak di depan Angel, David menyentuh luka Angel dan melihat Angel meringis kesakitan, David memberikan salep pada luka Angel lalu memakaikan sepatu yang dia bawa tadi kepada Angel.


"Gimana nyaman" tanya David masih dalam posisinya.


"Nyaman makasih Bang" ucap Angel bahagia.


"Ya udah sana berangkat, jangan pulang terlalu malam jangan makan makanan pedas ingat itu" ucap David berdiri.


"Iya iya Bang" ucap Angel mencium tangan David.


"Dad Angel berangkat ya" ucap Angel mencium tangan Dadi.


"Hati hati Girl" ucap Dadi.


"Ya Dad" ucap Angel pergi bersama Mominya dengan ceria.


Momi dan Angel pergi bersama dengan berjalan kaki. Namun saat sampai di depan pintu lif Angel berlari kembali ke ruangan Dadi membuat Momi menunggu. Saat sampai di ruangan Dadi Angel menghampiri David yang sedang serius dengan Kevin membuat David menatapnya bingung.


"Bang" panggil Angel.


"Ya" jawab David singkat.


"Minta uang dong" ucap Angel.


"Makanya kalau mau pergi tuh jangan buru buru kan jadi lupa" ucap David.


"Yaya maaf" ucap Angel lesu.


"Nih" ujar David memberikan sebuah kartu debit.

__ADS_1


"Gak mau, yang Cash aja" protes Angel.


"Tapi Abang gak bawa uang Cash banyak" ucap David.


"Satu aja juga gak apa apa" ucap Angel.


"Satu ini" ucap David memberikan uang satu lembar.


"Iya gak apa apa" ucap Angel menerima uang tersebut lalu membalikkan badannya hendak membuka pintu.


"Honey" panggil David menghampiri Angel.


"Ya Bang"


"Nih ambil Abang gak sekejam itu kali belilah apapun yang kamu mau oke" ucap David memberikan beberapa lembar uang.


"Bang ini terlalu banyak" protes Angel.


"Udah bawa aja" ucap David memasukkan uangnya ke dalam tas Angel.


"Makasih Bang" ucap Angel memeluk David.


"Iya, lagian itu juga uang kamu, ya sudah sana Momi dah nungguin tuh" ucap David membalas pelukan Angel.


"Bye Bang" ucap Angel.


"Bye hati hat-ti"


"Au.." pekik Angel.


"Baru di bilang udah kejedot aja kamu" ucap David.


"Hehe, merah gak Bang" tanya Angel mendekatkan keningnya ke wajah David membuat David menahan nafasnya sejenak.


"Gak, sedikit doang nanti juga hilang" ucap David mencium kening Angel.


"Dah sembuh" lanjutnya.


"Ya udah Bang, Angel berangkat dulu jangan rindu" ucap Angel melenggang pergi meninggalkan ruangan Dadi.


"Kamu darimana" tanya Momi.


"Dari tempat Abang" jawab Angel singkat memasuki lif yang sudah terbuka.


"Gak" jawabnya singkat.


"Terus" tanya Momi semakin bingung.


"Habis minta uang sama Abang" ucap Angel tersenyum.


"Momi juga bawa uang kenapa minta lagi sama Abang" tanya Momi.


"Hehe, soalnya uang Angel ada sama Abang" ucap Angel.


"Uang kamu juga ada sama Mom, pemotretan hari ini" jelas Momi.


"Ya udah kasih aja sama Abang, buat tabungan aja" ucap Angel melenggang meninggalkan Momi sendiri.


"Aduh anak perempuan satu sukanya minta uang sama Abang, untung Abangnya baik banget" ucap Momi.


"Momi ngomong sesuatu" ucap Angel.


"Gak ada ya udah yuk" ucap Mom.


Angel dan Momi keluar dari kantor Dadi, menyusuri jalan yang sangat ramai. Angel mencoba semua makanan yang ada di jalan yang dia lewati, Angel sangat menikmati waktu jalan jalannya. Angel bahkan sering meninggalkan Mominya hanya untuk mencari makanan yang dia inginkan membuat Momi pusing dengan tingkahnya.


"Hai" Sapa seseorang di belakang Angel.


"Ya, siapa ya" tanya Angel.


"Kamu brand Ambasador dari butik M.H.C kan" tanya orang tersebut.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya" tanya Angel.


"Sepertinya begitu, saya mengenali anda karena melihat jam tangan Anda" ucap orang tersebut.


"Iya ini dari.... eh kamu kan yang kasih ini ke gue" ucap Angel memeluk orang yang baru dia kenal pagi tadi.


Angel memeluk Maya erat. Ya orang yang menyapa Angel adalah Maya. Maya membalas pelukan Angel erat untuk mengobati rasa rindunya kepada Adin, Maya merasa Angel sangat mirip dengan Adin sehingga dia sangat menyayangi Angel walaupun baru mengenalnya.

__ADS_1


"Gue harap yang gue peluk beneran lo Din, gue kangen sama lo" ujar Maya dalam hati saat memeluk Angel.


"Hehe iya, sendirian disini" tanya Maya menghapus air matanya.


"Gak tuh sama Mom, lo sendiri sama siapa kesininya" ucap Angel.


"Gue sendiri aja, sekalian tadi pengin makan makanan Indonesia kebetulan di sini katanya ada gue cari cari tapi gak tau dimana" ucap Maya.


"Indonesia" ujar Angel.


"Iya lo juga dari sana" tanya Maya.


"Mungkin iya dulu gue pernah tinggal disana sebelumnya, tapi entahlah gue gak inget" ucap Angel.


"Tapi bahasa Indonesia kamu " ucap Maya terpotong.


"Iya keluarga gue sehari hari pakai bahasa itu" jelas Angel.


"Oh gitu, ya udah ya tuh Momi kamu udah datang" ucap Maya berpamitan.


"Kenapa pergi ayok pergi bareng aja biar seru, lagian gak tau kenapa gue penasaran sama negara Indonesia banyak yang pengin gue tanya" ucap Angel.


"Girl, Momi cari cari taunya disini, jangan jauh jauh sama Momi kamu kan gak tau bahasanya di sini" ucap Momi yang baru saja menghampiri Angel.


"Hehe... sorry Mom, kebetulan ketemu sama kaka ini jadi Angel gak bingung" ucap Angel.


"Ya tetep aja kalau kamu kenapa napa Momi habis tau, lagian kamu jangan terlalu deket sama orang baru" jelas Mom.


"Gak Mom, dia baik kok" ucap Angel.


"Kamu bukannya orang yang tadi pagi itu ya" ucap Momi saat menyadari keberadaan Maya.


"Iya Nyonya, maaf kalau saya mengganggu kalau begitu saya permisi" ucap Maya.


"Iya makasih ya udah jaga Angel" ucap Mom di balas senyuman manis dari Maya.


"Bentar kak, nama kaka siapa" tanya Angel.


"Maya nama gue Maya" ucap Maya memperkenalkan diri.


"Nama gue Angel, salam kenal kaka, boleh gue panggil lo kak Maya" tanya Angel.


"Boleh, silahkan" ucap Maya.


"Gue harap ini lo Din, d**engan senang hati gue menerima panggilan itu, karena gue sangat merindukanmu Adin setidaknya rasa rindu kak ke kamu bisa terobati walau hanya sebentar" ucap Maya sembari berjalan meninggalkan Angel dan Momi.


Setelah kepergian Maya, Momi dan Angel kembali menyusuri jalanan Angel membeli setiap makanan Indonesia yang ada. Sampai senja menyapa membuat Angel dan Momi harus pergi dan kembali ke tempat Dadi sebelum Abang marah kepada Angel.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Maya merasa bahwa Angel adalah saudara kembarnya yang pernah pergi dulu...

__ADS_1


Mungkinkah Angel juga merasakan hal yang sama dengan Maya, mereka kan kembar walau tidak identik.


Yuk dukung Author dengan cara Like Comen dan Vote ya, Author tunggu... Happy reader*** .....


__ADS_2