
Angel pergi ke butik dengan sebelumnya menghubungi Cika dan Riko. Saat sampai di butik ternyata Cika sudah ada di sana.
"Cika kok cepet" tanya Angel.
"Kebetulan lagi di sekitar sini" ucap Cika.
"Bagus deh kamu sekalian liat bajunya" ucap Angel.
"Boleh coba" tanya Cika.
"Boleh, oh ya calon kamu mana sekalian suruh coba jasnya" ucap Angel.
"Lagi ke sini" ucap Cika di angguki Angel
"Ya udah yuk masuk" ucap Angel dengan barang bawaannya.
Angel membawa gaun Cika ke ruang ganti di ikuti Cika yang akan memakai gaun itu. Angel membantu Cika dan memakaikan mahkotanya membuat Cika terlihat seperti seorang ratu.
Saat keluar dari ruang ganti ternyata Riko sudah ada di sana. Dia melihat Cika memakai baju pilihannya membuatnya terpesona.
"Tuh terpesona" ucap Angel meledek Cika.
"Sepertinya begitu" ucap Cika tersenyum malu.
"Suruh dia untuk ganti jasnya" ucap Angel.
"Hm" ujar Cika menyuruh Riko untuk mengikuti Angel.
Riko mengikuti langkah Angel sedangkan Angel sibuk dengan baju Riko. Riko menatap Angel yang sedang sibuk itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kenapa liatnya gitu banget" ucap Angel.
"Jadilah Adin" ujar Riko.
"Saya sedang bekerja tuan mohon kerja samanya" ucap Angel melepaskan jas Riko dan memakaikan yang baru dia selesaikan.
Saat Angel sedang menarik sebelah jasnya Riko menarik Angel ke dalam pelukannya membuat Angel gelagapan.
"Maaf Tuan tolong lepaskan saya" ucap Angel.
"Jadilah Adin" ujar Riko ke dua kalinya.
"Ya kak Riko, bisa tolong bantu saya" ujar Angel melepaskan diri.
"Apa" tanya Riko tersenyum.
"Lupakan perasaan yang pernah ada, sebagai gantinya saya akan membantu semua keperluan pernikahan kalian" ucap Angel.
"Apa untungnya buat saya" tanya Riko.
"Banyak ke untungan, pertama anda akan sering melihat saya ke dua akan sering bertemu saya ke tiga kita gak akan terbebani perasaan orang lain saat berbicara" ucap Angel.
"Menarik, sepertinya kamu membutuhkan bantuan" ujar Riko.
"Hm, tolong carikan tempat dimana saya bisa bergerak bebas tanpa ada yang mengetahui" ujar Angel.
"Saat ke Indo" tanya Riko.
"Hm, terutama saat saya datang bawalah saya keliling kemanapun tempat yang pernah kita datangi" ujar Angel.
"Kita berdua" ujar Riko.
"Hm berdua" ucap Angel.
"Oke tapi kamu tidak boleh melarang saya saat saya menggandengmu" ucap Riko.
"Maaf tuan tapi saya tidak ingin menjadi penghianat seperti saudara tiri saya" ujar Angel.
"Oke, akan berjalan sesuai rencana" ucap Riko.
"Terima kasih" ucap Angel.
Angel langsung membuka tirai agar Cika melihat penampilan Riko. Cika sedikit kecewa karena Riko terlihat biasa saya namun bagi Riko itu sudah sesuai keinginan.
"Kalian, gini yang mau pake yang cowok tapi yang cewek yang berkuasa cowok bisakah kamu mengalah untuk sehari" ujar Angel.
"Emangnya mau yang gimana" tanya Riko.
"Pake yang kayak gini" ujar Cika memperlihatkan sebuah design.
"Gimana setuju" tanya Angel pada Riko.
"Ya lah terserah , karena gue juga gak mengharapkan pernikahan ini" ucap Riko membuat Cika cemberut sedangkan Angel malah memukul Riko keras.
"Pukul aja sampai mati" ucap Riko.
"Ogah, gue gak jadi nikah kalau gitu kasian Ayang gue" ucap Angel.
"Wanita memang pemenang" ucap Riko pasrah.
Angek dan Cika tertawa melihat Riko yang pasrah. Saat Angel kembali berkutik dengan gaun Cika tiba tiba seseorang memeluknya.
__ADS_1
"Kakak cantik sudah selesai" tanya anak kecil yang mengikuti Angel namun Angel lupa.
"Maaf ya adik manis, kakak masih harus menyempurnakan gaun kakak ini" ujar Angel membuat sang anak cemberut.
"Lain kali kita main atau kalau kamu mau silahkan pilih satu baju untukmu" ucap Angel.
"Gak mau harus design yang di khususkan" ucapnya membuat Angel memijat pelipisnya.
"Adik manis jika kamu tidak mengambil kesempatan ini Kakak tidaak yakin akan bisa mendesign lagi sebuah baju" ucap Angel.
"Pokoknya harus yang di khususkan" ucapnya ngeyel
"Oke tapi sekarang kamu maunya apa" tanya Angel.
"Main sama Angel" ucapnya.
"Sayang Kakaknya sibuk kembali lain waktu aja ya" ucap sang ayah.
"Oke tapi Mommy harus mencium Daddy.
"Sayang" ujar sang Ayah.
Angel langsung menghampiri ayahnya dan memeluknya membuat ayah anak tersebut kaget sama halnya dengan Cika dan Riko.
"Sudah" ujar Angel melepaskan pelukannya.
"Belum cium" ucapnya.
"Sayang adik manis, em gini bukannya gak mau tapi mencium seseorang tanpa izin dan di depan umum bukankah itu memalukan" ucap Angel lembut.
"Benarkah" ujarnya.
"Kakak Riko coba cium dia" ujar Angel membuat Riko senang hati mencium sang anak.
"Jangan cium cium kenal juga gak" ucapnya.
"Nah marahkan, sama kalau kakak melakukannya Daddymu akan marah kakak juga akan kena marah dari Daddy kakak paham kan sekarang" ucap Angel.
"Lalu kenapa kakak mau peluk Daddy" ujar nya.
"Pelukan tanda sayang, lagian kalau peluk kita terhalang kain tapi kalau cium gak" ucap Angel membuat Angel kecil manggut manggut.
"Ya udah Mom, Angel kembali lain waktu tapi harus siapkan design" ucapnya marah.
"Oke" ucap Angel tersenyum.
"Maafkan anak saya Nona" ucap sang ayah lalu pergi.
Saat kepergian anak itu Angel langsung bernafas sangat panjang membuat Riko dan Cika tertawa.
"Hahahaha" ujar Cika dana Riko terus ketawa.
Saat ke duanya tertawa ponsel Angel berdering Angel lamgsung melihat ponselnya dan membulatkan matanya.
"Mati gue" ujar Angel.
"Kenapa" tanya Cika.
"Kenapa lagi" ucap Angel mengangkat panggilan ponselnya.
"Hallo" ujar Angel.
"Kenapa lama angkatnya" ucap David terlihat tidak suka.
"Em , kamu di mana sekarang" tanya Angel melihat sekeliling.
"Menyaksikan pertunjukan yang menyakitkan" ucap David membuat Angel sangat bersalah.
"Masuklah" ucap Angel dan tiba tiba ponselnya mati.
Angel langsung masuk ke ruangannya sedangkan Cika dan Riko di urus sang kariawan Angel. Tak lama David datang dengan orang orangnya membuat Cika mengerti apa yang terjadi.
David langsung masuk ke dalam ruangan Angel tanpa mengetuk pintu. Angel hanya membuang nafas kasar karena tau dia akan kena mrah.
"Kamu tidak ingin menyambut kedatangan saya" tanya David membuat Angel tersenyum.
"Jangan senyum" ujar David membuat Angel bingung.
David langsung menutup pintu ruangan Angel dengan para pengawal dan asistennya yang ada di depan pintu. David menghampiri Angel dengan tatapan dinginnya membuat Angel terus mundur sampai menabrak meja kerjanya.
"Dav" ujar Angel berharap David berhenti menatapnya.
Saat sudah berada tepat di depan Angel David langsung menjitak kening Angel. Angel hanya mengusapnya tak berani memarahi David karena posisinya kali ini dia yang bersalah.
"Tau kesalahanmu" ujar David di angguki Angel.
"Apa yang harus saya lakukan agar kamu tidak melakukan hal yang sama lagi" ucap David.
"Dav menunduklah" ucap Angel membuat David berfikir.
"Menuduklah" ucap Angel lagi membuat David melakukan perintah Angel.
__ADS_1
Saat David sudah menunduk Angel yang posisinya sudah mentok di meja kerjanya membuat jarak mereka sangat dekat.
Angel menarik tengkuk David dan menciumnya sekilas membuat David tersenyum. Saat Angel melepaskan tangannya berganti David yang menahan kepalanya dan berganti mencium Angel.
"Apa ini satu satunya senjatamu" ujar David.
"Tatapanmu sangat menakutkan tapi bibirmu terlalu menggoda" ucap Angel membuat David kembali menciumnya.
"Udah makan" tanya Angel di jawab gelengan David.
"Mau makan bareng" tanya Angel di angguki David.
Angel tersenyum lalu pergi mengambil ponselnya untuk memesan makanan. Saat Angel asik memilih makanan David memeluknya dari belakang membuat Angel sedikit terperanjat.
"Kamu tau saat melihatmu memeluknya tadi membuatku ingin menghabisinya" ucap David.
"Jangan gitu, itu juga karena anaknya gak mau pergi sedangkan gue sibuk lagian tadi dia diam gak bales pelukan gue" ujar Angel.
"Jadi kamu berharap dia membalas pelukanmu" tanya David.
"Gak kalau balas gue tonjok, pelukanmu yang ternyaman" ucap Angel membuat David mencium telinganya.
"Dav geli tau" ucap Angel.
"Kita bisa melakukan yang lebih" ujar David.
"Jangan dong, semalem gak tidur" ujar Angel membuat David berganti ke depannya.
"Gak ngantuk" ucap David langsung memeluk Angel erat.
Angel tersenyum lalu membawa David ke sofa yang ada dan duduk di sana. Namun saat akan duduk Angel mendapat penggilan telefon dari Cika.
"Cika ada perlu boleh saya pergi" ucap Angel.
"Gak Cika yang kesini" ujar David membuat Angel mengangguk dan menyuruh Cika datang ke ruangannya.
"Maaf ganggu nih, tapi Ngel yang bagian ini di ganti gini gimana" ujar Cika membawa gaunnya yang sudag di taruh di manekin.
"Boleh terus" ujar Angel berdiri namun di tahan David.
"Dav" ujar Angel.
"Duduk aja" ucap David membuat Angel menyerah David langsung meminum segelas air yang ada di meja.
"Maaf ya Cika" ucap Angel.
"Gak papa santai aja" ucap Cika.
Riko yang ikut masuk hanya melihat David yang mencari kesempatan untuk menyentuh Angel. David yang tau Riko memperhatikan justru bergerak liar.
"Punya dia mau di apain" tanya Angel menunjuk Riko.
"Kayak design yang gue tunjukin tadi persis kayak gitu bisa cepet kan" ujar Cika.
"Gue usahain" ucap Angel namun seketika diam saat David mencium pipinya.
"Dav" ujar Angel menatap David.
"Kenapa" ujarnya dengan wajah polos dengan mata anehnya.
"Bucin bener" ucap Cika.
"Biarin yang penting gue bisa kerja" ujar Angel.
Cika tersenyum lalu kembali berdiskusi dengan Angel namun tangan nakal David meraba paha Angel membuat Angel harus sering menyingkirkannya.
David kembali melakukan hal gila dengan menyesap leher Angel di depan Cika dan Riko membuat keduanya membulatkan matanya. Angel mendorong David namun David enggan pergi. Cika langsung tertawa cekikikan karna itu ulahnya yang menaruh obat di minuman yang David tenggak.
"Dav jangan dong malu tau, dari tadi liar banget" ucap Angel berbisik.
"Tubuh saya panas Honey" ujar David seperti menahan sesuatu.
"Tahanlah sebentar akan ku selesaikan dengan cepat" ucap Angel.
"Kenapa Ngel" ujar Cika.
"Kamu yang masuk ke ruangan ini sebelum saya Cika" ucap Angel membuat Cika tertawa karena tau maksud Angel.
"Hehe" ucap Cika membuat Riko bingung.
"Sekarang gue gak bisa menyelesaikan kerja gara gara elo" ucap Angel membuat Cika kembali tertawa.
"Ya udah sambung besok selamat berjuang" ujar Cika saat melihat David yang semakin brutal.
Cika langsung pergi menarik Riko dari ruangan Angel saat Angel memberi isryarat kalau harus segera menangani sang Abang.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa dukungannya guys...