Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 132


__ADS_3

Senja mulai terlihat dan malam mulai datang Angel sendiri di dalam kamar masih asik mengerjakan gaun Cika. Dia hanya membeli beberapa roti tadi sebelum datang ke apartemennya untuk mengganjal perutnya yang keroncongan.


"Apa kabar hp gue" ujar Angel langsung mengambil ponselnya dan mengaktifkannya.


"Buset si Abang gak ada kerja kali ya" ucap Angel saat meihat banyak notifikasi panggilan dan pesan dari David.


Angel hanya membaca pesan yang David kirim tanpa menjawab. Dia langsung tertidur lelap setelahmya sampai pagi menjelang Angel masih tidur di bangunkan dengan banyak notifikasi dari David.


"Telfon lagi" ujar Angel melihat David telfon tapi dia tidak ingin menjawabnya karena dia tau David akan mencari tau dari sinyal telfon.


Angel langsung meninggalkan ponselnya dan pergi mandi. Setelah itu bersiap untuk belanja keperluan gaun Cika dan dapurnya.


"Maaf Bang abis mandi" ujar Angel mengirim pesan singkat.


Angel langsung memakai sling bag dan sepatunya tak lupa dandanan yang dia buat sedikit berbeda. Dia juga memakai masker agar David tidak mengenalinya.


"Oke kita mulai hari ini" ujar Angel langsung melangkah keluar dari apartemennya.


"Penghuni baru ya" tanya seorang orang tua yang terlihat sangat kaya itu.


"Iya Nyonya salam kenal" ucap Angel sopan.


"Saya tidak di sini saya hanya mengunjungi anak saya yang berada di samping apartemen kamu saya gak habis pikir kenapa seorang gadis harus hidup di apartemen sendiri seperti ini" ucapnya judes.


"Maaf Nyonya, hidup sendiri bukan berarti saya bajingan yang membawa laki laki ke dalam apartemen saya tanpa sepengetahuan orang tua jika anda melihat seorang gadis seperti itu berarti laki laki juga tidak ada yang benar mengapa mereka mau masuk ke apartemen gadis seperti itu" ucap Angel sukses membuat sang Nyonya itu diam seribu bahasa


Sedangkan sang Nyonya itu terlihat marah membuat sang anak menatapnya aneh.


"Mama kenapa" tanyanya.


"Nih tetangga kamu kurang ajar" ucapnya.


"Dia, kenapa" tanyanya bingung.


"Dia buat mama darah tinggi" ucapnya.


"Kalau darah Nyonya rendah gak bakal sampai ubun ubun metong dong" ucap Angel tertawa lalu masuk lebih dulu ke dalam lif membuat sang anak menatapnya.


"Dasar kamu ya" ujar sang nyonya besar itu terlihat sangat marah dan ikut masuk ke dalam lif dia lalu menarik masker Angel membuat seketika dirinya terdiam melihat kecantikan Angel.


"Terpesona ya" ucap Angel membenarkan maskernya.


Sang Nyonya besar itu seketika baik pada Angel saat sang anak memberi tahu bahwa dia adalah gandengan David kemarin kemungkinan hubungan mereka cukup dekat.


"Silahkan" ucap Nyonya besar.


"Bersikaplah biasa saja, saya tidak ingin di perlakukan khusus apalagi ada alasan di balik itu jadi jangan pernah melihat orang sebelah mata Nyonya siapa tau salah satu dari orang yang pernah anda sakiti adalah orang yang sangat dia cintai" ucap Angel menunjuk sang anak.


"Apa kamu tidak mengenalku" tanyanya.


"Saya hanya melihat anda kemarin saya tidak mengenal anda tapi sikap ibu anda sudah membuat saya tidak ingin mengenal anda lebih" ucap Angel.


"Angel itu nama kamu kan" ucapnya.


"Saya Vino sahabat David saat SMA dulu makanya saya datang kemarin" ucapnya.


"Saya tau, bahkan saya tau siapa saja yang menjadi sahabat dan juga pacarnya" ucap Angel.


"Apa hubunganmu dengan David" tanyanya


"Hubungan terindah yang tidak pernah terfikirkan" ucap Angel


"Maaf saya permisi, bersikaplah seolah tidak pernah bertemu saya setelah hari kemarin" ucap Angel pergi.


Angel pergi menggunakan taxi sedangkan Vino masih diam di sana dengan ibunya. Dia menyalahkan ibunya yang berbicara semaunya membuat Vino harus merelakan Angel bahkan sebelum perangnya di mulai.


"Hancur" ucap Vino pergi meninggakkan ibunya.


Angel sampai di pusat perbelanjaan yang ternyata milik keluarga Vino. Angel di sana dengan riang mencari barang yang dia perlukan. Saat sampai di lantai dimana dia harus mencari sebuah mahkota untuk Cika dia melihat David dan Vino sedang berbincang sepertinya serius.


Ternyata mata Vino sudah menangkap keberadaan Angel sedari tadi. Vino juga melihat bahwa Angel terus menatap David dari kejauhan.


"Abang telfon jawab gak ya kalau gak jawab gue merasa bersalah jawab juga salah ah bodo di ramaian juga gak bakal dia tau gue tinggal di mana" ucap Angel.


"Hallo Bang" ujar Angel saat melihat David menelfonnya.


"Kamu dimana" tanya David.


"Lagi cari keperluan buat gaun Cika kenapa Bang" ucap Angel.


"Mau makan siang bareng" tanya David.

__ADS_1


"Boleh dimana" tanya Angel sembari berjalan mendekati David.


"Di reatoran X, kebetulan Abang lagi kerja di sini bisa datang" ucap David.


"Berap menit" tanya Angel.


"Lima menit" ucap David.


"Lihat ke arah jam 10 apa yang kamu liat" ucap Angel.


David mengikuti apa yang Angel ucapkan dan langsung melihat ke arah jam 10 David langsung melihat seorang wanita yang sangat dia rindukan semalaman.


David langsung berlari dan memeluk Angel. Angel melepaskan masker yang dia pakai tapi di tahan David membuat Angel.mengangguk.


"Biarkan" ucap David langsung kembali memeluk Angel


"Abang, baru kemarin ketemu" ucap Angel membalas pelukan David erat.


"Lagian kamu pergi gak bilang" ucap David.


"Kata siapa, kamu mabuk udah di bilangin jangan mabuk mabuk aja ya udah" ucap Angel


"Kamu tau saya seperti orang gila mencari kamu keliling rumah" ucap David melepaskan pelukannya dan mencium Angel di balik masker.


"Salah sendiri" ucap Angel mendorong David.


"Bang malu tau" ucap Angel melihat sekeliling.


"Hehe maaf" ucap David menarik pinggang Angel ke tempat yang sudah David pesan.


Selama perjalanannya ke tempat makan David tidak melepaskan tangannya yang berada di pinggang Angel membuat Angel terus tersenyum.


"Bang gak malu" tanya Angel.


"Gak ngapain malu karena kamu milikku" ucap David yakin.


"Bang andai kamu tau jantung gue udah melayang hany dengan ucapanmu itu " ucap Angel dalam hati.


"Kamu sendiri Bang" tanya Angel.


"Gak sama Rey, eh Rey" ujar David menatap sekeliling.


"Kebetulan saya arah ke sana Bos" ucapnya.


"Bos" panggil Rey melambaikan tangannya.


"Kamu ikut saya makan" ucap David.


"Gak nganggu nih," ucap Rey.


"Kamu makan sama Vino saya sama dia" ucap David.


"Sudah saya duga" ucap Rey.


Tak lama Vino datang dengan orang orangnya ke restauran tersebut. Namun tidak lagi melihat Angel maupun David di sana. Sebenarnya David dan Angel melihat mereka hanya saja ruangan Vino berada tidak bisa melihat sebelahnya.


"Sayang mau makan apa" tanya David.


"Terserah Abang aja" ucap Angel.


"Oke saya pesan ini dua ini dua" ucap David pada sang pelayan restoran.


"Sayang kangen" ucap David memeluk Angel dari samping.


"Kangen baru gak ketemu beberapa jam" ucap Angel bermain ponsel.


"Kamu kenapa gak mau angkat telfon saya" tanya David pertanyaan yang membuat Angel harus berfikir keras.


"Kata siapa tadi di jawab" ucap Angel.


"Tadi malam" tanya David.


"Malam tadi Angel sibuk banget buat gaun Angel sampai lupa ponsel" ucap Angel tersenyum tapi matanya masih melihat ponsel.


"Dari tadi kayak saya yang bucin ya kamunya cuek" ucap David.


Angel tidak bisa menjawab hanya terus bermain ponsel. David merasa ada yang aneh dengan Angel pasalnya saat bersama Angel bahkan tidak peduli siapa yang menelfonnya.


David mengangkat dagu Angel membuat Angel menatapnya. Saat David memajukan wajahnya Angel berusaha menghindar tapi David lebih cepat sehingga daging kenyal David sudah menempel di sana.


"Maaf" ucap pelayan restoran.

__ADS_1


"Iz" ujar David merasa tidak puas.


"Silahkan dan pergilah dengan segera" ucap Angel dengan lembut.


Sang pelayan meletakkannya dengan cepat lalu mengundurkan diri. Sedangkan David yang marah tidak melirik makanannya membuat Angel tersenyum.


"Gak mau makan nih" tanya Angel.


"Males" ucap David ketus.


"Ya udah kalau gak makan Angel pergi" ucap Angel sukses menbuat David langsung memeluknya.


"Makan" ucap David seperti anak kecil.


Angel tersenyum dengan manis membuat David gemas. Angel menyuapi David makanan membuat David dengan senang hati menerimanyan


"Kamu tinggal di mana" tanya David.


"Kenapa tanya gitu kemarin udah di bahas" ucap Angel.


"Apa gak dingin di sana" tanya David.


"Gak" ucap Angel


"Yang dingin hati gue" ucap Angek dalm hati.


"Kamu gal makan" tanya David.


"Makan" ucap Angel menyuapkan makanannya ke dalam mulut.


"Abang diem dong geli tau" ucap Angel saat David mencium lehernya.


"Wangimu buat nyaman" ucap David mengusal di leher jenjang Angel.


"Kalau tiba tiba Daddy ke sini bagaimana" tanya Angel.


"Langsung halalin kamu" ucap David enteng.


"Boy" ujar seseorang yang sangat David kenal.


David melihat ke arah pintu dan melihat Daddynya di sana membuat David gelagapan dan langsung menjauhi Angel membuat Angek tersenyum.


"Untung saja tidak ada Mommy" ucap David merapikan tampilannya.


"Apa yang kalian lakuin barusan" tanya Daddy.


"Gak lebih dari makan" ucap Angel.


"Kalau kamu Boy" ucap Daddy membuat David bingung menjawab


Angel langsung menghabiskan makanan dan minumannya lalu izin untuk pergi. David tidak rela Angel pergi membuatnya menahan Angel.


"Bang" ucap Angel sembari melepaskan tangan David perlahan.


Bukannya lepas David bangun dan menarik Angel ke dalam pelukannya. Angel tidak membalas pelukan David karena yang David lakukan sungguh di luar dugaan


"Jangan pergi " ucap David melepaskan pelukannya


"Abang kenapa si, orang Angel pergi juga pasti pulang" ucap Angel tersenyum aneh.


Namun David justru menarik tengkuk Angel dan mencium bibir Angek di depan Daddynya. Angel membulatkan matanya sedangkan David menikmati setiap permainannya membuat Daddy menggeleng.


"Bang" ucap Angel melepaskan diri.


"Saya bukan Abangmu" ucap David kesal.


"Daddy" ujar Angel lirih.


"Biarin lagian datang gak di undang" ujar David menggandeng tangan Angel di depan Daddynya.


"Dad jangab susah susah cari jodoh buat David, karena David ingin Angel yang menjadi jodohku" ucap David mendapat tatapan aneh Daddy


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya guys. ........

__ADS_1


__ADS_2