Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 150


__ADS_3

Angel melepaskan tangan Leon. Dia langsung bangun dengan pikiran jahat Maya dia menghalangi langkah Angel yang tidak fokus dengan memajukan kakinya sehingga Angel tersandung namun dengan cepat Leon menariknya membuat Angel tidak terjatuh di lantai melainkan di pelukan Leon.


Leon memajukan wajahnya terpesona dengan tatapan kosong Angel namun seketika Angel sadar lalu mendorong wajah Leon.


"Kenapa cepet si sadarnya" ucap Leon membenarkan posisi Angel.


"Seketika nyawa gue ilang" ucap Angel langsung pergi ke kamar hotelnya.


"tungguin gue anter ya" ucap Leon.


"Terserah" ucap Angel.


Angel berjalan pergi melewati keluarga Honsclair begitu saja seperti tak kenal. Walau hatinya sangat sakit melakukan itu namun dia sadar bukan hanya dia tapi keluarga David juga akan dalam masalah.


Angel pergi ke kamarnya di antar Leon di ikuti David. Sepanjang koridor hotel Angel hanya diam tak menjawab satupun ucapan Leon.


"Kenapa lo begitu berbeda" ujar Leon menahan pintu kamar Angel.


"Gue capek" ucap Angel.


"Bukan itu jawaban yang gue mau" ujar Leon.


"Gue bakal bersikap sebaik mungkin di depan semua orang terutama di depan keluarga Honsclair paham" ucap Angel.


"Oh gitu" ujar Leon.


"Hm, pergilah gue gak mau di ganggu" ujar Angel.


"Oke good night" ucap Leon mengacak rambut Angel lalu pergi.


"Oke Angel kamu akan baik baik saja lupakan hari ini dan istirahatlah" ujar Angel pada dirinya sendiri saat dia masuk ke kamarnya tiba tiba seseoramg ikut masuk membuat Angel kaget.


"Siapa lo" ujar Angel namun seketika mulutnya di tutup.


"Ini saya" ujar David.


"David apa yang kamu lakukan" tanya Angel.


"Saya hanya ingin mengucapkan perpisahan" ujar David.


"Perpisahan" ujar Angel.


"Ya karena besok pagi saya sudah harus pergi dari negara ini atau mungkin juga nanti malam sebelum pergi saya ingin membuat kenangan bersamamu" ucap David


"Apa yang kamu inginkan " ujar Angel.


"Kamu Saya menginginkan kamu tubuhmu" ucap David langung menggendong Angel dan membawnya ke ranjang.


"Kenapa tiba tiba" ujar Angel duduk.


"Hati saya panas melihat kamu sedekat itu dengan Leon" ujar David.


"Lalu apa hakmu" ucap Angel menatap lekat David.


David tidak menjawab David justru menyerang bibir Angel membuat Angel kewalahan.


"Gak bisa nafas gue lembutan dikit ngapa" ucap Angel membuat David tersenyum.


"Oke lembut ya" ujar David langsung melancarkan aksinya kali ini permainannya sangat lembut namun membuat Angel terbuai.


David mengusap tengkuk Angel membuat Angel masuk ke dalam permainan yang David buat dia terlena dan melupakan masalahnya jika berurusan dengan David lagi.


David mulai menyusuri tubuh Angel dan perlahan menidurkan Angel.


"Kamu tidak takut dengan apa yang akan terjadi" tanya David dengan jarak yang sangat dekat.


"Ini pilihanku kenapa harus takut, kalaupun yang gue takutkan terjadi maka gue akan segera menemuimu dan berperang dengan Mommy" ucap Angel yakin.


David dan Angel melakukan hal yang seharusnya tidka mereka lakukan saat ini. Mereka saling menikmati dan menginginkan membuat permainan cukup lama.


(Skip aja ya guys)


Setelah selesai David langsung menghujani Angel dengan ciuman hanya ada senyuman di wajah ke duanya tanpa penyesalan. Lalu David pamit untuk pergi membuat Angel berat namun harus.


"Setidaknya bersihkan tubuhmu dulu" ujar Angel.


"Hm mau mandi bareng" ujar David.


"Gak" ucap Angel.

__ADS_1


Saat David berjaln ke kamar mandi Angel langsung mengambil ponsel David dia menghapus jejaknya di ponsel David. Sebenarnya berat dia melakukan itu namun karena demi keselamatan David dan keluargamya dia tidak da pilihan.


Angel hanya memakai kimono tidurnya sedangkan David sudah selesai mandi. David keluar dengan handuk di pinggang dan rambut basah membuat tingkat kesexiannya meningkat.


"Udah" ujar Angel menatap David.


"Udah dingin peluk dong" ujar David mendekati Angel.


"Yang ada bau lagi gue kan belum mandi" ucap Angel langsung mencium pipi David dan pergi mandi.


Tak butuh waktu lama Angel mandi sedangkan David baru selesai dengan pakaiannya. Angel keluar dengan handuk kimononya dan melilit rambutnya agar cepat selesai.


"Ternyata separah itu Mommy menamparmu" ujar David melihat beberapa luka membiru di wajah Angel.


"Bukan ini hasil berantem kemarin" ucap Angel mengelak.


"Gak ini luka baru" ucap David merangkup wajah Angel.


"Katanya kemarin luka mana" tanya David.


"Ini mau obatain" tanya Angel di angguki David.


Angel langsung mengambil kotak obat David membuka balutan luka Angel dan melihatnya lalu mengobatinya. Dengan sangt telaten David memgobati semua luka di tubuh Angel dia bahkan mengobati hasil karyanya di leher dan dada Angel.


"Sudah lama kamu di sini mommy pasti sudah mencarimu" ujar Angel.


"Sepertinya begitu jangan benci dia" ujar David.


"Angel nama ini sangat indah dan gue udah terbiasa dengan nama ini, gue gak akan pernah benci dengan kalian semua" ucap Angel.


"Pergilah" ucap Angel menyuruh David.


"Hm, see you next again" ucap David.


"Hm see you" ujar Angel mengantar David ke depan pintu.


David berjalan lebih dulu namun dia langsung berbalik saat tepat berada di depan pintu dan merangkup wajah Angel. Dia mencium kening Angel lalu ******* bibir Angel cepat.


"Kamu gak mau memberi tanda" tanya David membuat Angel tersenyum.


Angel langsung mencium pipi dan bibir David dia juga menyesap leher David keras sampai bekas merah ada di sana yang sangat kontras dengan warna kulit David yang putih mulus.


Angel berjinjit dia langsung mencium bibir David dan menyesapnya dengan penuh gairah bahkan tangan nakal David juga sudah meluncur entah kemana.


"Udah kamu tidak akan melupakannya semudah itu" ujar Angel tersenyum.


"Iya ini bahkan gak akan terlupakan see you" ujar David langsung keluar dari kamar Angel namun dia menyuruh Angel agar tidak keluar dengan baju itu membuat Angel mengangguk.


"Gila gue kenapa gue segila ini" ujar Angel menatap dirinya di depan cermin dan melihat banyak tanda merah di tubuhnya ulah David.


"Tapi dia memang terlalu mempesona untuk di anggurin" ujar Angel tertawa lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Angel berguling guling mengingat kejadian yang baru saja dia lakukan dengan David. Dia langsung bangun dan berganti pakaian lalu merapikan rambutnya.


Malam terus berlalu Angel sudah tertidur karena badannya yang terlalu lelah untuk menjalani harinya. Di lain tempat juga David sudah berada di kamarnya dia memejamkan matanya namun dia teringat dengan ponselnya yang tadi sda di tangan Angel.


"Sudah ku duga" ujar David membuka ponselnya yang ternyata kenangannya dengan Angel menghilang dari foto maupun nomor ponsel benar benar menghilangkan jejaknya.


David langsung tidur begitu saja dia marah kepada Angel. Karena dia hanya menyisakan foto Angel yang bersama teman temannya.


Pagi menjelang Angel masih tidur sampai ponselnya berbunyi.


"Kenapa Cika" ujar Angel.


"Ke lobi lo" ujar Cika.


"Kenapa si" tanya Angel.


"Lo baru bangun" ujar Cika.


"Hm kenapa si" ujar Angel.


"Kesini aja darurat" ucap Cika.


"Yaya" ujar Angel langsung bangun dan membasuh wajahnya.


Angel langsung pergi ke lobi dengan hodie yang dia pakai. Angel sampai dengan cepat di lobi lalu mencari keberadaan Cika.


"Kenapa" tanya Angel.

__ADS_1


"Mereka mau pulang lo gak tau" ujar Cika


"Kirain tadi malem" ujar Angel langsung mengikat rambutnya menampilkan leher jenjangnya.


"Angel lo" ujar Cika melihat banyak tanda merah di leher Angel.


"Di makan drakula" ujar Angel membuata David tersenyum.


"Eh rambut lo kucel gak di pake ya" ledek Angel.


"Sialan lo gue yang nikah lo yang" ucap Cika.


Angel langsung menaikkan topi hodienya menutup lehernya dengan rambut. Tak lama Leon datang membuat suasana menjadi tenang


"Ngel wajah lo" ujar Leon.


"Kenapa cantik" ujar Angel narsis.


"Narsis amat, itu kok pada biru" ujar Leon memegang wajah Angel.


"Jangan sentuh" ucap Angel langsung menarik tangan Leon dan memutarnya.


"Yaya sorry oke lepasin sakit tau" ucap Leon membuat Angel menghempaskannya membuat para ajudan Leon mendekat.


"Gak papa udah" ujar Leon pada para ajudannya lalu orang orang itu pergi.


"Tau kan akibatnya fatal" ujar Leon.


"Gak peduli bahkan kalau memang begitu mudahmya gue di bunuh gue bakal buat lo terluka biar orang lo bunuh gue" ucap Angel.


"Kalian kalau ketemu ngapa berantem mulu si" ujar Riko.


"Hei Girl kita pulang dulu jaga diri oke" ujar Daddy merentangkan tangannya.


"Ya Dad, hati hati di jalan kalau ada apa apa hubungi Angel ingatlah Angel tidak anggap kalian musuh kalian pahlawanku" ucap Angel dalam pelukan Daddynya.


"Tersenyumlah mulailah hidup barumu buka hatimu untuk orang baru termasuk Leon" ujar Daddy mengacak rambut Angel.


"Ya Dad" ucap Angel.


"Mom sorry really really sorry" ujar Angel.


"Ya tapi tepati janjimu jadilah kekasih Leon mulai sekarang hubunganmu dengan David berakhir " ujar Mommy membuat David membulatkan matanya sedangkan Leon tersenyum.


Angel langsung menyalami Mommynya walaupun Mommynya sangat berat namun Angel tetap memeluk Mommynya. Angel langsung berpindah ke hadapan David seketika senyuman mereka mengembang.


David merentangkan ke dua tangannya membuat Angel langsung memeluknya erat. Mereka tidak ingin meepaskan satu sama lain walau wajah Momnynya tidak bersahabat namun Angel dan David terus tersenyum.


"Ulahmu membuatku marah semalaman" ujar David merangkup wajah Angel.


"Sorry, menghilang darimu lebih sulit daripada menghilang dari musuh saat ku bekerja" ucap Angel.


"Ya sudahlah sudah terjadi lagian saya pasti bisa mengembalikan semuanya lagi" ujar David.


"Nyebelin punya Abang otaknya di atas rata rata" ujar Angel


"Kamu jaga diri baik baik saat ada seseorang tumbuh dalam rahimmu temuilah saya oke" ujar David berbisik membuat Angel mengangguk.


"Ya sudah saya pulang ya" ujar David langsung mencium kening Angel.


"Ya hati hati" ucap Angel menyalami David.


"Ya sudah ayok berangkat sekarang sebelum ketinggalan pesawat" ucap Daddy.


Angel mengangguk, David menggenggam tangan Angel di depan mommynya tidak peduli dengan apa yang akan dia terima dari mommynya nanti.


Setelah kepergian David dan keluarganya Angel terlihat sangat muram namun bibirnya terus tersenyum mata yang menahan air matanya yang ingin segera jatuh.


"Ngel kamu" ujar Leon.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys....

__ADS_1


Maaf ya readers.... Ceritanya lagi gak tau jelas banget dan gak banget🤭


__ADS_2