
"Ini adalah keluarga Damantara Bos" ucap Julio.
"Dua putri dengan wajah mirip dan seorang putra" ujar Angel.
"Iya dan nomor polisi yang menyerang tuan muda milik dari Tuan muda Damantara" ucap Julio.
"Bagaimana dengan alamat" ucap Angel duduk di samping Julio.
"Sebentar" ucap Julio mencari biodata dari keluarga Damantara walaupun tidak lengkap tapi banyak petunjuk.
"Indonesia" ujar Angel.
"Iya Bos, jangan bilang bos mau ke sana" ucap Julio.
"Tenang aja paling juga satu bulan lagi gue ke sana" ucap Angel membuat Julio membulatkan matanya.
"Biasa aja ngapa Jul bercanda kali, oh ya bisa kamu perbesar foto itu dan kirimkan ke ponsel gue" ucap Angel.
"Au" pekik Angel saat Julio memperbesar foto seorang nyonya keluarga Damantara.
"Bos" ujar Julio panik.
"Bunda" ucap Angel membuat Julio bingung.
"Bu bunda maksud anda" ujar Julio.
"Bunda dia Bunda iya dia Bunda" ucap Angel sembari menahan rasa sakit
"Jul lo tau masa lalu gue kan" ujar Angel nyengir kesakitan sembari duduk di samping Julio.
"Sedikit Bos" ucap Julio.
"Ceritain sebenarnya masa lalu gue" ucap Angel.
"Maaf bos saya tidak ada hak" ujar Julio.
"Please gue cuma mau tau siapa gue sebenarnya jangan takut buat jujur Jul gue gak bakal bilang Daddy atau siapapun sebelum mereka yang bicara kebenarannya" ucap Angel.
"Oke oke" ucap Julio.
Flashback on
Saat keluarga Honsclair sedang berjalan jalan di negara Indonesia setelah menemui seseorang rekan bisnis. Keluarga Honsclair menyusuri sebuah keindahan alam melalui sungai.
Saat mereka sedang asik bermain air ada sesuatu yang membuat pandangan David tertuju ke tengah sungai. David berlari ke arah tersebut begitu kagetnya dia ternyata yang dia lihat adalah seorang perempuan.
"Dad Mom" ucap David mengangkat tubuh wanita tersebut dan membawanya ke tepi sungai.
"Masih hidup Boy" ujar Daddy.
"Kita bawa ke rumah sakit" ucap Mommy.
David menggendong tubuh yang lemas tersebut ke rumah sakit terdekat. Namun karena keterbatasan alat akhirnya keluarga Honsclair membawanya ke Los Angles untuk perawatan terbaik.
Sampai satu tahun berlalu dari dia menemukan wanita tersebut namun tak juga ada yang mencarinya sampai waktu terus bergulir dan wanita yang dia tolong mulai membuka matanya.
"Bangun syukurlah" ujar Mommy lalu memanggil dokter.
Dokter datang dengan cepat lalu memeriksanya. Dokter tersenyum lalu memanggil Mommy untuk menemuinya di ruangannya.
"Bgaimana keadaannya dok" tanya Mommy.
"Dia berhasil melewati masa kritisnya" ucap Dokter.
"Syukurlah" ucap Mommy.
"Tapi karena benturan yang terjadi cukup keras kemungkinan dia kehilangan ingatannya" ucap Dokter.
"Lalu bagaimana dengan kondisi tubuhnya" tanya Mommy.
"Semuanya akan segera membaik dia lebih kuat dri yang terlihat" ucap Dokter.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Mommy keluar dari ruangan dokter yang ternyata Daddy dan David sudah ada di sana.
"Gimana Mom" tanya David.
"Baik Boy, tapi dia kehilangan ingatannya" ucap Mommy lesu.
Setelah mendengar penjelasan Mommynya David langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat beberapa alat yang menempel di tubuhnya sudah di lepas.
Sebenarnya dia sudah terbangun sejak kemarin malam makannya sekarang dia langsung bisa merespon semua yang ada.
"Hai gimana udah baikan" tanya David hangat.
"Apa saya boleh tau siapa saya " ucapnya.
"Kamu Angel ya Angel" ujar David.
"Angel itu namaku, lalu siapa anda" tanyanya membuat David bingung.
"Angel ya kamu Angel karena kamu adalah malaikat yang datang di dalam kehidupan hampa ku" ujar David dalam hati.
"David" ucap David.
"Hai sayang sudah bangun" ucap Mommy memeluknya.
__ADS_1
"Maaf anda siapa" tanya Nya.
"Menurutmu siapa dan siapa mereka" ucap Mommy melepas pelukannya.
"Mom" ujar David membuat Angel menatapnya lembut sembari tersenyum.
"Mom" ujar Angel.
"Yap" ucap Mommy senang.
"Daddy" ucap Angel memanggil Daddy.
"Ya sayang" ucap Daddy.
"Apa kamu Abang saya" ujar Angel.
"Abang" ucap David tersenyum hangat.
"Kenapa tersenyum saya ingin jawaban" ucap Angel.
"Hahaha oke oke ya jangan berbicara formal begitu biasa saja kita keluarga jadi jangan canggung oke" ucap David lembut.
"*Dad apa. itu benar anak kita" ujar Mommy berbisik.
"Iya Mom, apa perlu kita menggangkat anak perempuan itu sebagai anak" ujar Daddy menjawab.
"Boleh Dad selama tidak ada yang mencarinya dan dia juga membawa perubahan baik untuk anak kita" ucap Mommy*.
"Mommy Daddy kenapa bisik bisik gitu" ucap David.
"Gak, kita pergi dulu ya" ucap Mommy.
"Oke Mom" ucap David.
"Kita pergi dulu ya sayang ada perlu kamu sama Abang dulu" ucap Mommy dengan penuh kehangatan lalu mencium kening Angel.
"Iya Mom" ucap Angel tersenyum.
Setelah kepergian ke dua orang tua tersebut hanya ada David Angel dan Julio. Lama mereka saling diam sampai Angel memulai percakapan.
"Bang apa Angel sudah lama tertidur" tanya Angel.
"Ya kurang lebih satu tahun kenapa" tanya David
"Badan rasanya lemes banget" ucap Angel mencoba untuk duduk dengan cepat David menolongnya.
"Apa kamu mau makan" tanya David.
"Hm" ucap Angel.
"Gak tau" ucap Angel.
David tersenyum lalu menyuruh Julio untuk membelikan bubur yang sangat David sukai berharap Angel juga menyukainya.
Julio pergi dengan beberapa lembar uang yang David berikan. Sedangkan David terus saja menggenggam tangan Angel dengan kehangatan.
"Bang kenapa " tanya Angel.
"Maksudnya" tanya David.
"Kenapa Abang dari tadi tuh diem aja cuma pegangin tangan Angel" ujar Angel membuat David mati kutu lalu melepaskan tangan Angel cepat.
"Hahaha, Abang lucu Bang siapa nama lengkap Angel" ujar Angel mencairkan suasana.
"Angeline M. Honsclair" ucap David spontan.
"Lalu Abang" tanya Angel.
"David M. Honsclair" ucap David.
"Huh" ujar Angel.
"Kenapa" tanya David.
"Angel berharap bangun tuh ada orang spesial yang nunggu Angel bangun" ucap Angel.
"Apa kamu mempunyai kekasih" tanya David.
"Gak inget kayaknya si gak, tapi Angel tetep seneng kok ada Abang yang paling ganteng yang Angel lihat pertama kali saat buka mata" ucap Angel membuat David tersenyum.
"Andai kamu tau gue bukan Abang lo apa Lo bakal ucapin hal yang sama dan menganggap gue orang spesial dalam hidup lo" ucap David dalam hati.
"Ini tuan" ujar Julio datang.
"Terima kasih kak" ucap Angel.
"Kak" ucap Julio.
"Dia asisten kamu kenapa kak" ucap David.
"Maaf ingatan saya terlalu lama tidak terpakai jadi sepertinya konslet" ucap Angel membuat tawa David pecah.
"Kemasukan air kali konslet" ucap David.
"Gak lah, cuma karatan" ucap Angel santai.
__ADS_1
"Karatan ingatan kamu terbuat dari besi kali" ucal David menenangkan tawanya.
"Udah jangan jawab nih makan" ucap David.
Angel memajukan bibirnya namun tetap menerima suapan David dengan senyuman mengembang. Di balik pintu ruangan Angel ada Daddy dan Mommy yang melihat semua adegan antara putranya dengan seorang gadis yang baru dia kenal.
"Dad apa benar itu putra kita lama gak lihat dia ketawa lepas gitu" ucap Mommy.
"Seperti yang dia bilang Angel malaikat yaang dalam dalam dunia sunyi David" ucap Daddy.
"Dia bahkan memberikan namanya untuk gadis itu" ucap Mommy.
"Iya, ya udah yuk masuk" ucap Daddy.
"wah makan apa tuh" ucap Mommy
"Bubur Mom, Mom kapan Angel boleh pulang" tanya Angel.
"Kenapa di sini aja dulu sampai bener bener sehat" ucap Mommy.
"Bosen" ujar Angel.
"Tapi kata dokter kamu harus di pantau dulu kamu kan baru bangun setelah sekian lama" ucap Mommy.
"Selama itukah, kenapa kalian sanggup menungguku selama itu" tanya Angel.
"Abang kamu yang tidak ingin satu alat pun terlepas dari tubuhmu dia yakin suatu saat pasti kamu akan bangun tapi ternyata benar kan kaku bangun" ucap Mommy.
"Makasih Bang" ucap Angel memeluk David membuat David membatu.
"Iya sekarang kamu makan yang banyak ya biar cepet pulang" ucap David di turuti Angel.
Angel makan dengan lahap sampai makanan habis tak tersisa. David tersenyum lembut kemudian mencium puncak kepala Angel membuat semua orang yang ada di sana melongo dengan tindakan David.
"Boy bukankah ada rapat penting hari ini" ujar Daddy.
"Ya Dad setelah makan siang nanti" ucap David.
"Abang akan pergi" tanya Angel.
"Ya Honey, kenapa" tanya David.
"Honey" ujar Mommy menatap Daddy dan Julio.
Sedangkan Julio dan Daddy hanya menganggkat ke dua bahunya menandakan dia tidak mengetahui apapun.
"Gak apa apa" ucap Angel tersenyum.
flash back off
"Seperti yang anda ingat seperti itu kejadian selanjutnya" ucap Julio.
"Gue ingat Jul, dimana gue cuma duduk di rumah dan yang buat gue penasaran masa iya ke dua orang tua gue gak tau gue kelas berapa dan umur berapa kan aneh" ucap Angel.
"Maaf bos saya tidak bisa menjawab soal itu" ucap Julio.
"Gue tau lo paling bisa menghindari pertanyaan gue, tapi lo juga tau kalau itu percumah" ucap Angel.
"Lalu apa maksud anda dengan menyebut bunda saat melihat nyonya besar Damantara" tanya Julio.
"Entahlah hanya itu yang teringat" ucap Angel.
"Tapi bos bukankah ini nona Maya" ujar Julio
"Ternyata lo cermat juga, tadinya gue gak mau bilang" ucap Angel.
"Kan jelas jelas nih wajah sama tapi" ujar Julio berfikir.
"Kenapa Jul" tanya Angel.
"Eh gak bos gak" ucap Julio.
"Putri yang satu mirip kamu Ngel, andai gue bisa bicara jujur" ujar Julio dalam Hati.
"Gue tau lo pasti berfikir kan kenapa wajahmya mirip kayak gue" ucap Angel.
"Masa sih bos" ujar Julio mengelak.
"Sok kamu Jul jelas tuh cuma bagian mata sama pipi yang beda" ucap Angel.
"Bos tau kan pepatah yang bilang kalau kita tuh punya tujuh kembaran di dunia mungkin ini salah satunya lagian kalau amda benar anak Damantara masa iya nona Maya gak kenalin Bos" ucap Julio.
"Gue juga berfikir seperti itu" ucap Angel.
.
.
.
Maaf ya lama nunggu up nya sampai satu bulan...
Lagi urusin masalah di dunia nyata soalnya hehe...
Semoga kalian suka sama episode selanjutnya kalau agak rumit maaf ya susah mikirnya kalau ada saran silahkan komentar salam manis dari Author...
__ADS_1