Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 143


__ADS_3

"Din maaf ya gue gak tau beban kamu ternyata sangat berat" ucap Rafa.


"Maaf kalau buat kamu semakin terbebani dengan perbuatanku sebelumnya maaf kalau masuk tanpa izin kamu tidak bisa di hubungi sejak kejadian sebelumnya gue khawatir" ucap Rafa


Angel hanya nenatap Rafa sekilas lalu kembali menatap sekeliling. Dia mengambil ponselnya dan ternyata banyak panggilan masuk baik Riko Rafa maupun Cika.


Angel langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke tempat acara pernikahan Cika. Lama Angel bersiap pasalnya di sela sela kegiatannya ada air mata yang mengalir.


"Mau kemana" tanya Rafa.


"Ke tempat acara pernikahan temen" ucap Angel.


"Gak makan dulu" tanya Rafa.


"Makan di sana aja nanti, kalau mau pergi pergi aja kalau mau makan atau minum buat sendiri gue pergi ya" ucap Angel langsung memakai sepatu tak lupa cadar lalu pergi.


Angel mengemudikan mobilnya ke tempat acara Riko dia membeli makanan di jalan dan memakannya di sepanjang jalan. Saat sampai di tempat acara pekerjaannya masih sama tidak ada yang menyentuhnya.


"Lo kemana aja pernikahan gue tinggal beberapa hari lagi" ucap Riko


"Sejak kapan lo semangat sama pernikahan" tanya Angel meletakkan tasnya.


"Sejak lo yang mendekorasi tempat pelaminannya dengan begitu setiap hari gue bisa lihat lo" ucap Riko mengikuti Angel yang mulai bekerja.


"Jangan jangan lo suka ya sama gue" ucap Angel.


"Emang lo nikah aja yuk sama gue biar gue bebas " ucap Riko.


"Ogah gue mau menikmati masa sendiri" ucap Angel.


"Dasar lo gue tajir kali, dan gue bebasin lo walaupun udah nikah" ucap Riko.


"Berhenti berharap dan berlatihlah ijab kabul" ucap Angel.


"Udah hafal tapi nama lo" ucap Riko tertawa.


"Kalau sampai lo ucapin nama gue di saana nanti gue pastikan lo langsung mati" ucap Angel.


"Kejam bener" ucap Riko.


"Mending bantu gue" ucap Angel.


Riko dan Angel kembali bekerja sampai waktu malam hari pasalnya Angel juga datang sudah sore.


Waktu terus berlalu Angel bekerja dengan keras dia menyelesaikan pekerjaannya beberapa hari sebelum ijab di ucapkan dia juga lupa sudah berapa lama dia menjadi pribadi baru dan berusaha melupakan perasaannya terhadap David walau sia sia.


"Din lo aja yang jemput Cika ya" ucap Riko datang menghampiri.


"Kenapa gue lo kan suaminya" ucap Angel.


"Belum sah" ucap Riko.


"Yaya jam berapa" tanya Angel.


"Sekarang nih kunci mobil gue" ucap Riko memberikan kunci mobilnya.


"Yaya" ucap Angel.


Angel langsung pergi ke bandara tempat dimana Cika dan Keluarganya sudah menunggu di sana. Angel membawa mobil Riko dengan cepat Cika tersenyum saat melihat mobil Riko datang namun kecewa saat Angel yang keluar.


"Kok lo si" tanya Riko.


"Kenapa gak mau ya udah gue pergi" ucap Angel.


"Jangan tapi lo harus antar gue ke tempat dia berasa sekarang" ucap Cika.


"Sorry tugas gue jemput lo dan mengantarnya ke hotel" ucap Angel.


"Iz ya udah kalau udah di hotel langsung bawa gue ke tempat acara gue mau liat kerja lo" ucap Cika.


"Oke" ucap Angel.


Ke dua orang tua Cika tertawa melihat Cika yang sangat kesal itu. Angel melajukan mobilnya saat berada di lampu merah Angel di lempar sesuatu dari samping Angel melihat Rafa dan Reza yang berada tepat di samping mobilnya membuatnya membulatkan matanya.


"Hei nona bukalah cadarmu" ledek Reza.


"Saat ku buka cadar maka kamu akan pingsan" ucap Angel.


"Pasti jelek banget" ucap Reza tertawa.

__ADS_1


"Kemana lo" tanya Rafa.


"Ke pelaminan mau bareng" ujar Angel.


"Mau yuk sekalian lo jadi saksi ya Za" ucap Rafa.


"Ke pelaminan bukan buat akad tapi buat ngepel" ujar Angel.


"Udah ya bye" ujar Angel melajukan mobilnya yang beda arah dengan mobil Reza.


"Siapa Ngel" tanya Cika.


"Kenapa ganteng ya" ucap Angel.


"Gantengan Riko" ucap Cika.


Angel tidak menjawab dia hanya melajukan mobilnya dengan cepat. Tak lama Angel sampai di hotel dia langsung membantu keluarga Cika berkemas lalu membawa Cika ke tempat acaranya beberapa hari lagi.


"Kak Riko" panggil Angel.


"Udah" ucap Riko.


"Udahlah tuh " ucap Angel menunjuk Cika yang menatap mereka dengan senyuman.


"Kenapa lo bawa ke sini" tanya Riko.


"Dia yang minta" ucap Angel.


.pletakkk... Riko menjitak kepala Angel lalu pergi berjalan menemui Cika tidak mebghiraukan Angel yang kesakitan.


"Din lo bisa kerja di perusahaan keluarga gue besok lo datang aja kesana" ucap Riko.


"Oke, sekalian gue mau pamit" ucap Angel.


"Hm makasih batuannya" ucap Riko di angguki Angel.


Angel langsung pergi menggunakan supercar miliknya menuju sebuah ruko dimana dia akan menyewanya untuk berbisnis.


Angel berencana membuka toko online Dia memulai dengan berteman dengan beberapa orang baru di negara ini. Setelah kebanagkitannya dari keterpurukan dia mencoba berjualan online dan berhasil belum sampai sebulan dia berjualan karena kerja kerasnya dan tidak pernah mengecewakan pelanggan sehingga sekarang dia bisa membuka sebuah toko online sendiri.


"Mulai saat ini gue bakal berjuang dan gak akan menyianyiakan uang Daddy" ujar Angel bertekad.


Angel membereskan ruko itu yang berada di tempat keramaian tepatnya berada di antara gedung gedung pencakar langit. Dia tidak berpangku tangan begitu saja dia tetap memantau perusahaan Daddynya karena dia juga memiliki saham di sana dia juga memiliki saham di Damantara sebesar 5% atas namanya yang tidak di ketahui keluarga Honsclair membuatnya salah satu pemilik saham terbesar.


Angel kembali ke apartemennya dan menyiapkan beberapa paket untuk dia kirim ke berbagaai daerah. Angel bekerja setelah mengurus acara Cika pada malam hari dia sadar kalau dia terus berdiam diri dan menangis maka akan lama dia bertemu dengan David.


Malam berlalu dan Angel sudah tertidur di antara paket paket jualannya yang akan dia kirim ke pemiliknya. Pagi hari Angel sudah siap mengirim pesanan pelanggan dia juga mendesign sendiri beberapa baju jualannya.


"Selamat pagi dunia tipu tipu" ujar Angel semangat sembari berangkat mengantarkan jualannya pada costumer.


"Hallo permisi" ujar Angel saat sampai di sebuah kontrakan kecil.


"Ya sebentar" ujar pemilik kontrakan itu.


"Hallo saya mengantarkan pesanan atas nama Lani apa benar ini rumahnya" tanya Angel sopan.


"Iya saya sendiri sebentar ya saya ambil uangnya" ucapnya kembali ke dalam rumah.


"Ini makasih ya" ucap Lani.


"Terima kasih kembali, oh ya kalau ada teman atau saudaraa yang butuh kerja paruh waktu bisa ke tempat saya kebetulan saya sedang mencari teman untuk bekerja" ucap Angel.


"Kebetulan saya baru saja keluar dari pekerjaan yang dulu saya bisa bekerja di tempat anda" ucap Lani.


"Kebetulan sekali baiklah datanglah ke jalan X no 7 sekitar jam sembilan pagi" ucap Angel.


"Baiklah setelah ini saya ke sana" ucap Lani.


Angel pamit untuk pergi mengantarkan pesanan yang lainnya. Saat melewati sebuah sorum motor dia mampir untuk beli sebuah motor untuk membantu pekerjaannya.


Hari hari berlalu Angel terus bekerja keras dia memiliki satu kariawan dan sebuah motor yang dia pakai sehari hari sedangkan supercar miliknya dia pakai saat saat tertentu.


"Angel datang ke hotel dong" ujar Cika saat malam hari.


"Kenapa" tanya Angel.


"Gue gugup banget tau lo gak pernah lagi ke sini" ujar Cika.


"Maaf ya Cika gue sibuk cari duit" ucap Angel.

__ADS_1


"Kayak orang miskin aja lo" ucap Cika.


"Gue" ujar Angel.


"Kenapa" tanya Cika.


"Oke gue ke sana sekalian ada yang mau gue bicarakan sama lo" ucap Angel.


"Di tunggu" ucap Cika.


Angel pergi ke tempat Cika menggunakan supercarnya membuatnya sampai lebih cepat karena jalanan yang cukup sepi. Angel langsung ke kamar Cika tak lupa dengan cadar yang terus melekat.


"Lo gak capek pake cadar gitu gak engap gitu" tanya Cika.


"Gak lah" ucap Angel.


"Mau cerita apa lo" tanya Cika.


Angel langsung duduk di hadapan Cika dia menceritakan semua yang sudah terjadi walaupun dia tidak menceritakan siapa keluarga aslinya. Cika menangis mendengar cerita Angel begitupun Angel mereka berdua larut dalam cerita namun mereka akhiri dengan tawa bersama.


"Lo tidur sini ya udah malem sekalian lo besok temenin gue buat acara sebelum resepsi" ucap Cika.


"Kok gue" ujar Angel.


"Emang siapa lagi si temen gue di sini" ucap Cika.


"Ya deh" ucap Angel.


Angel dan cika terus bercanda tawa sampai mereka berdua tertidur dan bangun sangat pagi karena orang tua Cika meminta Cika datang ke rumah Riko.


"Angel temenin Cika ya" ucap Mama Cika.


"Iya tante" ucap Angel.


Cika dan Angel bersiap karena Angel tidak membawa baju ganti membuatnya memakai baju Cika yang kebanyakan kurang bahan.


"Gak ada baju bener Cik" tanya Angel.


"Itu yang paling bener" ucap Cika.


"Oke kependekan di gue" ucap Angel.


"Lo yang ketinggian" ucap Cika.


Angel dan Cika pergi ke tempat Riko dan keluarganya berada menggunakan mobil Angel. Saat sampai di tujuan Angel melihat banyak para tuan muda bahkan beberapa nona nona muda di sana bahkan Reza Rafa Maya juga ada di sana.


"Acara apa nih" tanya Cika.


"Pesta lajang" ucap Rafa.


"Gak berfaedah tau gak si, Gue tunggu di mobil aja ya" ujar Angel.


"Jangan gitu dong Ngel gue sendirian nih" ucap Cika.


"Lo gila bersama mereka baju aja yang lo kasih kurang bahan gini mana bisa duduk gue, gue cari baju dulu lah lo tunggu sini" ucap Angel.


"Nah nasib gue gimana" tanya Cika.


"Eh kak Riko lepas kemeja lo" ujar Angel yang melihat Riko memakai dua baju.


"Nih" ujar Riko


"Duduk lo" ucap Angel langsung menutup paha Cika saat cika duduk.


"Selesai" ucap Angel.


"Kenapa lo gak pinjem sama mereka juga" ucap Cika.


"Gemes gue sama lo" ucap Angel langsung pergi.


Amgel pergi dari tempat itu karena dia tidak bisaa lagi menahan air matanya yang ingin segera keluar saat melihat Maya dan Reza sangat akur. Angel masuk ke sebuah toko pakaian dan mengganti pakaiannya lalu kembali ke tempat Cika berada tadi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukung Author ya guys....


__ADS_2