
"Hai sayang anak bunda" ucap Bunda.
"Hai bun" ucap Maya tersenyum penuh rindu.
"Wah hai girl kamu kenapa manis sekali" ucap Reza yang fokus kepada anak Maya tanpa memikirkan Maya.
"Bang" ujar Maya.
"Kenapa" tanya Reza.
"Gak pengin peluk Maya apa, terus aja perhatiin anak Maya maya cuma apa lah" ujar Maya.
"Hahaha, selamat ya udah jadi ibu anak kamu manis banget" ucap Reza memeluk Maya penuh dengan kerinduan.
"May dia anaknya" ujar Reza terhenti.
"Iya Bang, maafin Maya" ucap Maya meneteskan air matanya.
"Udah lah dia gila ya gak mau bertahan hanya buat lihat anaknya" ucap Reza.
"Udahlah Bang jangan buat Kakak sedih teringat laki laki gila itu" ucap Bunda.
"Laki laki yang kalian bilang gila adalah saudara gue dia yang terlahir karena kesalahan bahkan kalian sekarang tersenyum saat dia menderita" ujar Rafa dalam hati.
Mereka semua bahagia membuat Maya melupakan Angel yang sudah sedari tadi pergi sedangkan Rafa juga pergi meninggalkan ruangan itu pasalnya dia sangat sakit saat keluarga Maya membicarakan saudaranya dengan tuduhan tidak benar.
Ya yang datang ke rumah sakit tempat maya di rawat adalah Reza abangnya Maya dan Bunda. Karena mereka terlalu semangat karena Maya melahirkan jadi mereka tidak memperhatikan sekeliling Maya.
"Bang apa yang harus gue lakukan Bang" ujar Rafa.
"Walaupun gue di kenal dengan anak tunggal tapi gue gak pernah bisa lupain lo bang karena lo gak salah yang salah orang tua kita Bang" ujar Rafa menahan tangis di rootproof rumah sakit.
"Hua" teriak Rafa melepaskan semua beban yang dia pikul.
"Bang lo tau Bang kalau anak lo cewek bahkan dia lebih mirip lo di banding sama Maya Bang apa yang harus gue lakukan Bang" ujar Rafa menangis keras.
"Udah teriak teriaknya" ujar seseorang membuat Rafa menatapnya.
"Kenapa lo masih di situ" tanya Rafa.
"Gue mau pulang tapi gue gak bawa uang gimana gue mau bayar rencana mau nebeng lo ke apartemen Maya ambil ponsel sama uang terus pulang" ucap Angel.
"Oh lo denger semua yang gue katakan" ucap Rafa.
"Ya" ucap Angel.
"Kenapa biasa aja" ujar Rafa.
"Hello gue Angel gue bakal cari tau secara mendalam semua orang yang mendekati gue, gue tau ayah dari anak Maya adalah Abang lo Abang yang gak pernah di akui di keluarga dan gue juga tau kalau Abang lo belum meninggal tapi dia koma selama satu tahun dan sekarang sedang menjalani pemulihan di kota ini kan" ucap Angel.
"Lo tau semuanya siapa lo sebenarnya" ucap Raf mencengkram lengan Angel kuat.
"Kenapa hari ini gue banyak di cengram ya" ujar Angek membuat Rafa meleoaskan cengkramannya.
"Gue tau semua tentang lo walaupun itu begitu kecil di kehidupan lo tapi tenang aja gue gak bakal bilang ke siapa siapa kok" ucap Angel.
"Karena gue juga punya rahasia yang besar untuk dunia, terus apa rencana lo" tanya Angel.
"Entahlah gue gak tau rencana gue selanjutnya gue cuma mau damai untuk beberapa waktu ke depan" ucap Rafa.
"Ya udah buat beberapa hari ke depan juga lo gak bakal ketemu maya tenangin diri lo berfikirlah agar tidak menyakiti siapapun" ucap Angel.
Rafa berfikir namun tak sampai dia mendapat sebuah ide Angek memintanya untuk mengntarnya ke apartemen Amaya kemudian menyuruhnya mengantar ke apartemennya.
__ADS_1
Selama perjalanan Angel tertidur membut Rafa kembali meneteskan air matanya teringat bagaimana frustasi Abangnya saat dia mengetahui kalau Maya pergi membawa anaknya.
Saat sampai di apartemen Maya tidak membangunkan Angel dia mengambilkan ponsel dan tas Angel.lalu mengantarkannya ke apartemen Angel.
"Woi udah sampai" ucap Rafa.
"Oh oke thanks ya" ucap Angel keluar dari mobil Rafa dengn sempoyongan.
"Loh kok di apartemen gue si" ujar Angel saat keluar dari mobil Rafa.
"Iya tadi lo ketiduran pules banget jadi gak gue bangunin, ini apartemen lo" ucap Rafa.
"Hm, eh btw makasih ya" ucap Angel.
"Iya, lo bisa jalan sendiri kan" ucap Rafa.
"Bisa lah, udah pergi sana lo ati ati lo" ucap Angel.
"Iya iya" ucap Rafa pergi.
Setelah kepergian Rafa Angel langsung masuk ke apartemennya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Angel tidur sampai pagi menjelang sebenarnya ini adalah pertama kalinya dia mendonorkan darahnya membuatnya merasa lemas.
.
.
.
.
.
.
"Mommy kenapa kirim pesan suara" ujar Angel bingung.
"Sayang kamu bisa pulang sebentar aja ini juga Daddy yang memyuruh Mommy please pulang" pesan suara dari Mommynya.
"Ada apa ya" ujar Angel langsung menghubungi Daddynya.
"Hallo Dad" ucap Angel.
"Hai girl" ucap Daddy di sebrang telfon.
"Kenapa suruh Angel pulang Dad apa ada sesuatu terjadi" ujar Angel.
"Enggak ada apa cuma kalau bisa kamu pulang ya besok juga gak apa apa" ujar Daddy.
"Oh oke dad" ujar Angel.
Angel langsung mematikan ponselnya dan mencari tiket pesawat yang berangkat malam ini. Angel beruntung ada pesawat yang akan pergi malam ini dan waktunya cukup sampai dia bersiap.
"Hallo Fa maaf ganggu" ujar Angel saat menghubungi Rafa.
"Oh hai Ngel gak nganggu kok kenapa" ucap Rafa.
"Bisa anterin gie ke bandara gak" ucap Angel
"Lo mau pulang" tanya Rafa.
"Iya nih ada sesuatu" ucap Angel.
__ADS_1
"Oke lo masih di apartemen kan" ucap Rafa.
"Masih dong" ucap Angel.
"Ya udah sampai nanti" ucap Rafa.
Angel langsung mematikan ponselnya kemudian bersiap untuk pulang. Angel menghubungi Rafa pasalnya tidak ada yang bisa membantunya di sana selain Rafa atau Maya.
Angel menunggu Rafa di lobi apartemennya hanya dengan membawa tas kecil, tak lama kemudian Rafa datang membuat Angel langsung berlari dan masuk ke dalam mobil Rafa.
"Maaf ya ganggu malam malam" ucap Angel.
"Gak apa apa, ati ati ya di jalan" ucap Rafa
"Hm, kamu pas gue telfon belum tidur ya" ujar Angel.
"Belum nih, gak bisa tidur" ucap Rafa.
"Coba lo ke tempat Abang lo dan ceritain semuanya secara pelan pasti hati lo lebih baik" ucap Angel.
"Gue baik tapi bagaimana dengan hati Abang gue" ucap Rafa.
"Gue yakin dia lebih kuat dari yang lo lihat" ucap Angel.
"Bakal gue coba nanti" ucap Rafa.
Selama perjalanan ke bandara Angel dan Rafa saling tukar pendapat. Lama mereka akhirnya sampai di bndara Angel langsung berlari di temani Rafa.
Walaupun sudah dia suruh Rafa untuk pulang tapi Rafa menolak dia ingin menemani Angel sampai Angel naik ke dalam pesawat.
"Gue duluan ya makasih udah anter see you" ucap Angel.
"Ya hati hati salam buat keluarga lo" ujar Rafa.
"Oke" ucap Angel langsung masuk ke dalam pesawat.
Selama di pesawat Angel hanya mendengarkan musik sembari beberapa kali mengerjapkan matanya.
Setelah lama di pesawat Angel akhirmya sampai saat tengah jam makan malam. Angel menaiki taksi lalu melacak keberadaan Daddy Mommy dan Abangnya melalui ponselnya.
"Semuanya ada restoran" ucap Angel langsung menyuruh supir taksi mengantarkannya ke restoran.
"Daddy Mommy Abang" panggil Angel saat sampai di tempat tujuan.
"Angel" ujar semua orang.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like vote dan komentarnya ya.....
Maaf ya buat episode kali ini sedikit sama gak nyambung hehe... otaknya lagi konslet....ðŸ¤ðŸ¤
Padahal episode ke 100...
__ADS_1