
"Honey apa Abang bisa bawa ini" ujar David mengangkat beberapa lembar kertas yang Angel print tadi.
"Boleh bawa aja Angel mau mandi" ucap Angel.
"Oke Abang bawa ya, kamu istirahatlah" ujar David.
"Oke Bang, itu nampannya biar Angel aja yang bawa sama satu lagi Angel harap Abang gak bilang sama Mom" ujar Angel.
David tersenyum lalu meninggalkan Angel untuk beristirahat, David membawa kertas kertas tersebut dengan sangat hati hati bahkan David harus menyembunyikannya di dalam baju yang di kenakan nya. Saat melewati Mominya David berusaha untuk bersikap biasa saja sehingga tidak membuat Mominya curiga.
David mencari Dadi namun tidak menemukannya, kemudian David mengirimkan pesan dan memberitahu Dadinya bahwa dirinya ada di ruang kerjanya. Selama menunggu Dadinya David membaca dengan cermat dan dengan teliti.
"Ada apa Boy" tanya Dadi yang baru saja sampai di ruang kerjanya.
"Dad seperti dugaan kita, mereka adalah orang yang berusaha menghancurkan keluarga kita dulu" ujar David.
"Maksud kamu apa, dan apa yang kamu ingin tunjukkan pada Dad" tanya Dadi penasaran.
David memberikan kertas yang tadi dia bawa dari hasil kerja Angel, bahkan David dengan sangat berhati hati saat memberikan kertas tersebut membuat Dadi semakin penasaran dengan apa yang Angel kerjakan.
"Apa ini hasil kerja Angel" ujar Dad.
"Ya Dad" jawabnya.
"Bagus" ucap Dad singkat.
"Kamu panggil Adek mu sekarang dan bawa dia kemari" lanjut Dad.
David pergi meninggalkan Dadi Kurnia yang sedang serius dengan yang dia bawa, David pergi ke kamar Angel namun belum sampai di kamar Angel David berpapasan dengan Angel kemudian memberikan kode bahwa Dadi sedang menunggu di ruang kerjanya.
Angel menganggukkan kepalanya tanda mengerti, Angel dengan segera membawa piring bekas dia makan ke dapur lalu mencucinya, dengan cepat Angel sudah sampai di ruang kerja Dadinya sebelum Mominya banyak pertanyaan.
"Angel bagaimana kamu melakukan ini" tanya Dad saat Angel baru saja sampai di ruang kerjanya.
"Begini Dad...." ucap Angel terputus saat tiba tiba HP nya berdering.
"Sebentar Dad" lanjutnya.
"Halo bagaimana" tanya Angel saat menerima telfon.
"................."
"Baik, terima kasih kerja kamu bagus bonus mu menanti" ucap Angel tersenyum.
"................."
Angel memutuskan panggilannya, lalu pergi meninggalkan ruang kerja Dadi dengan terus tersenyum, Angel sedikit berlari ke arah kamarnya sampai sampai dia berpapasan dengan Mom tidak menyapa.
__ADS_1
Angel kembali dengan membawa laptop terbarunya lalu memperlihatkan hasil kerja anak buah kepercayaannya kepada Dadi dan Abangnya.
"Dad ini" ujar Angel memperlihatkan hasil kerjanya.
Dadi dan Abang serius membaca sebuah email yang Angel perlihatkan, bahkan beberapa kali mereka saling tatap bahkan saling melempar senyum melihat hasil kerja Angel yang sangat tak diduga.
"Good job Baby" ucap David mencium kening Angel.
"Boy" ucap Dadi.
"Sorry Dad, kelepasan" jawabnya tersenyum.
"Ya sudah Honey kamu kirim itu ke email Dadi kemudian kamu buka situs kita tadi Abang bilang katanya kamu sudah membuat pengamanan extra Dad mau lihat" ujar Dadi.
"Siap Dad" jawabnya mulai memainkan jari jemarinya di atas laptopnya.
tuk... tuk.... tuk....
Pintu ruang kerja Dadi di ketuk dari luar Angel David Dan Dadi saling pandang, Dadi melarang Angel dan David untuk bangun, Dadi menyuruh agar Angel dan David serius dengan pekerjaannya, Dadi sendiri yang membuka pintunya.
"Sudah kalian selesaikan biar Dad yang buka soalnya Dad gak ngerti kaya begituan" ucap Dadi pergi membuka pintu.
David dan Angel mulai bekerja sama dengan serius dan teliti, namun baru beberapa menit David duduk berselonjoran dan memegang kedua pelipisnya dan sesekali meringis seperti sangat kesakitan membuat Angel tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik karena melihat David yang sangat kesakitan.
"Sudah Bang " tanya Angel saat David duduk berselonjor dan membiarkan laptopnya menyala.
"Belum Honey, kamu selesaikan ya" ucap David menutup matanya dengan terus memijat ke dua pelipisnya.
"No Baby, selesaikan saja" jawabnya.
"Oke" ucap Angel.
Angel serius mengerjakan tugasnya, Angel memberikan hasilnya pada Dadinya kemudian mengerjakan tugas David dengan cepat. Setelah menyelesaikan tugasnya Angel kemudian pergi dari ruang kerja Dadi untuk mengambil minuman hangat untuk sang Abang.
"Biar saya saja Non" ucap seorang Maid pada Angel saat Angel sedang membuat minuman hangat untuk David.
"Biar saya saja bi, lagian ini buat Abang bi" jawabnya.
"Baiklah Nona saya permisi" ucap Maid.
"Oke" ucap Angel.
Angel membuat minuman untuk David dan Dadinya , kemudian membawanya ke ruang kerja Dadi, saat Angel sampai di ruang kerja Dadi, David dan Dadi sedang sangat serius bahkan tidak sadar saat Angel memasuki ruangan.
"Ada apa Dad" tanya Angel.
"Oh Honey, kapan kamu masuk sayang" ujar David namun masih fokus dengan laptop Dadinya.
__ADS_1
"Baru saja, oh ya Dad apa yang terjadi" tanya Angel sembari ikut melihat isi laptop Dadi.
Angel terbelalak saat dirinya melihat apa yang ada di dalam laptop Dadi, Angel melihat ada sebuah foto keluarga seketika Angel langsung memegang kepalanya yang terasa sangat sakit namun Angel berusaha menahannya agar tidak membuat Abang dan Dadinya khawatir.
"Are you oke Honey" tanya Dadi yang melihat Angel meringis kesakitan.
"It's oke Dad, jangan pikirkan Angel" jawabnya.
David yang mendengar Angel merintih lalu beralih menatap Angel, dengan segera David memperhatikan Angel saat melihat Angel meringis kesakitan David panik dan memeluk Angel.
"I'm oke Bang" ujarnya dalam pelukan David.
"Bagaimana kamu berkata baik baik saja saat tubuhmu berkata kau sakit Honey" ujar David menangis.
"Bang kamu menangis, sudahlah Bang Angel baik baik saja lihat Angel" ujarnya.
David menuruti permintaan Angel, dengan melepaskan pelukannya dan menatap Angel dengan lekat, kemudian tersenyum untuk menguatkan Angel.
"Oke Abang sudah senyum, sekarang kamu bisa ceritakan apa yang kamu rasakan" tanya David.
"Gak Bang cuma Angel kaya kenal aja sama orang yang ada di foto yadi, gak tau juga kenapa kepala Angel merasakan sakit saat melihat foto tersebut, seperti ada masa lalu yang membuat hati Angel sangat sedih" jawabnya.
"Benarkah itu, mungkin lain waktu kamu akan mengetahui apa hubunganmu dengan orang yang ada di dalm foto itu" ujar Dadi.
"Mungkin Dad, tapi apa Dadi tidak akan menceritakan kisah lalu pada Angel agar Angel bisa paham dengan keadaan Angel saat ini" tanya Angel penasaran.
"No Baby, ada saatnya kamu mengetahuinya nanti di saat itulah kamu akan mengambil sebuah keputusan yang sangat besar dan berarti untuk mu" ujar Dadi mengecup kening Angel.
"Oke Dad, Angel harap kalian berdua bersabar menemani Angel sampai Angel mengetahui kisah lalu Angel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Udah aku revisi lagi nih, semoga kalian suka ya buat yang udah baca makasih...
Jangan lupa tinggakin jejaknya ya...