Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 144


__ADS_3

"Lama bener" ujar Rafa.


"Hm, jauh lo gak amnesia kan kalau nih rumah jauh dari peradaban" ucap Angel.


"Enak aja lo" ujar Riko.


"Yang punya gak terima" ucap Angel tertawa.


"Tawa lo kayak gak asing ya gak si May" ujar Reza.


"Lo gak nyapa gue Ngel" tanya Maya.


"Maaf kak Maya tadi gue ada urusan mendesak juga" ucap Angel.


"Mana Raya" tanya Angel.


"Ada sama Bunda" ucap Maya.


"Lo gak pengin peluk gue" ujar Rafa.


"Ogah" ujar Angel.


"Nih makan" ucap Cika memberikan minuman dan makanan pada Angel membuat banyak mata menatap Angel.


"Makasih" ucap Angel sopan.


Angel lalu bermain ponsel untuk bisnis onlinenya. Dia bahkan tidak menyentuh makanannya dan tidak ikut dalam perbincangan orang orang di depannya.


"Cika kita cuma gini aja" tanya Angel jenuh.


"Gak dia kita pakein hena" ucap Maya di angguki gengnya.


"Kita pindah ke restoran depan aja yuk asik tempatnya di sna juga" ucap Angel.


"Oke kuy lah" ucap Riko semangat.


Semua orang pergi ke restauran yang Angel tuju beberapa mata tertuju pada mereka semua pasalnya semua mobil yang di gunakan adalah supercar.


"Kak Maya udah bisa di percepat" ujar Angel


"Yang mau buat henanya belum datang" ucap Maya.


"Lo aja Ngel gue percaya sama lo" ucap Cika.


"Lo mau yang gimana" tanya Angel.


"Bentar, nah gini" ucap Cika memberikan contoh.


"Hm apa gak gini aja Cik, soalnya gaun yang mau lo pake pas ijab kan warnanya putih tapi detilenya penuh" ujar Angel.


"Lo kok pahan fasion" ujar Riko.


"Gue model kali, bukan cuma designer" ujar Angel.


"Yaya buatlah" ucap Riko.


Maya memberikan alat untuk membuat hena di tangan Cika. Angel mulai menggoreskan hena itu dan hasilnya sangat luar biasa membuat Naya takjub.


"Gue juga dong" ujar sahabat Maya.


"Kak riko doble job ya" ujar Angel.


"Ya kasih aja nomer rekening lo" ucap Riko.


Angel langsung membuat hena di tangan Maya dan sahabat sahabat Maya juga.


"Lo gak Din" tanya Rafa.


"Gak lah" ucap Angel.


"Sini gue buatin" ucap Rafa.


"Gak mau jadi bahan percobaan gue" ucap Angel mundur namun Rafa justru menggodanya.


"Gak mau" ucap Angel terus menghindar tapi Rafa terus mengejar.


Saat Angel dan Rafa terus main kejar kejaran Reza menarik Angel sampai Angel duduk di pangkuannya membuat semua orang terdiam.


"Maaf kak, lo si" ucap Angel langsung bangun.


"Makanya jangan remehin gue gue arsitek" ucap Rafa.


"Terus mau gambar apa gedung pencakar langit" ucap Angel


"Gambar masa depan gue bareng lo" ucap Rafa menarik tangan Angel membuat hati Maya panas.


Angel menerima setiap goresan hena yang Rafa buat ternyata membuat hatinya senang pasalnya lukisan itu tidak kalah indah di banding buatannya. Saat beralih ke tangan kiri Angel Rafa melihat gelang di tangan Angel yang ternyata sebuah kalung yang dia jadikan sebagai gelang.


"Din ini" ujar Rafa sembari melukis tangan Angel.

__ADS_1


"Sepertinya ini milikmu ambillah" ucap Angel.


"Biarkan untukmu" ucap Rafa tersenyum.


Rafa menyelesaikan lukisannya dengan terus bercanda dan menggoda Angel dia tidak memikirkan Maya yang sedari tadi menataonya tidak suka.


"Lo gak mau minum Din" tanya Rafa.


"Gimana" tanya Angel.


"Sini" ujar Rafa menarik minuman Angel dan menutupi wajah Angel dengan sebuah kertas membuat Angel menatapnya.


"Kak gak perlu segitunya emang gue gak mau minum gak haus gue bercanda lagi" ucap Angel.


"Gak papa gue iklas" ucap Rafa.


"Gue yang gak iklas" ucap Angel membuat Rafa kembali duduk.


"Ngel kamu sebenarnya tuh sama siapa bukannya kamu memperjuangkannya" ujar Cika.


"Hati gue goyah" ujar Angel membuat Rafa tersenyum.


"Goyah kenapa" tanya Cika.


"Entahlah" ucap Angel


"Gue datangkan dia besok ya tunggu lo" ucap Cika.


"Cika jangan" ucap Angel membuat Cika semakin semangat


"Siapa" tanya Riko.


"Lo kenal" ucap Cika.


"Tuan muda Ho" ujar Riko langsung di tutup mulutnya oleh Angel.


"Diem atau besok lo nikah dengan tubuh gak lengkap" ucap Angel.


Reza hanya menatap kejadian itu dia langsung bangun dn menjauh saat ponselnya berdering. Di saat yang bersamaan ada seseorang yang datang ke arahnya dengan senjata tajam di tangannya membuat Angel membulatkan matanya.


"Abang minggir" ucap Angel berlari ke arah Reza lalu menghalangi orang tersebut melukai Reza namun karena perbuatannya lengannya tergores sedangkan pelaku pergi.


"Lo gak papa" tanya Angel.


"Gak makasih, tadi lo panggil gue apa" tanya Reza.


"Udah gak papa kok" ucap Angel.


Reza langsung menarik tangan Angel dan melihat luka Angel. Reza langsung membawa ke mobilnya dia mengobati luka Angel yang tergores.


"Kenapa lo nekad si untung gak dalem lukanya goresan doang" ujar Reza mengomel membuat Angel tersenyum.


"Gue gak mau liat lo luka" ujar Angel.


"Lo suka sama gue" ucap Reza.


"Gue lebih dari suka" ucap Angel.


"Ternyata fans fanatik, tadi pas gue tarik suka dong lo" ujar Reza.


"Gak lebih suka sekarang ngomel gini ke gue udah lama gue merindukan omelan ini" ujar Angel membuat Reza bingung.


Setelah selesai di obati Angel langsung kembali ke tempat dimana Cika berada meninggalkn Reza yang sedang mengaitkan setiap kejadian dengan bingung.


"Lo gak papa Ngel" tanya Cika khawatir.


"Gak papa Cika ini luka kecil kali di banding yang pernah gue alami pas kerja sama si mafia" ucap Angel.


"Ngomong gimana kabar mafia itu" tanya Cika.


"Gak tau gue terakhir ketemu sebelum ke sini" ucap Angel.


"Udah bisa balik belum, nih mak lo udah minta gue buat anterin dia ke salon sekalian bawa lo" ucap Angel.


"Oh ya gue lupa ya udah yuk "ucap Cika.


"Lo gak pamit" ucap Angel.


"He kak Riko pamit duluan ya" ucap Cika tersenyum malu.


Angel hanya menggeleng dia langsung berjalan meninggalkan Cika jauh. Cika mengejar sedangkan Angel kembali ke tempatnya semula mengambil kunci mobilnya.


"Supercar" ucap Maya.


Angel hanya diam tak menjawab dia tau kalau Maya sedang memancingnya untuk berkelahi. Dia ingat betul sifat Maya yang bisa sangat baik tapi dia bisa sangat berbahaya saat berkaitan dengan orang yang sedang dia incar.


Angel berjalan dan pergi begitu saja membawa Cika ke sebuah salon kecantikan ternama di sana. Angel menemui ibu Cika karena kebaikan Angel kepada Cika membuatnya me dapatkan apa yang Cika dapatkan di salon kecantikan itu.


"Emak lo berlebihan Cika" ucap Angel.

__ADS_1


"Nikmati selagi dia baik" ucap Cika.


"Mau di apakan wajah gue" ujar Angel saat melihat Cika perawatan wajah.


"Gak papa Ngel buka aja cadarnya lagian cewek semua" ucap Cika.


"Gue gak mau perawatan wajah gue spa aja deh" ucap Angel.


"Em oke" ucap Cika.


Angel melakukan perawatan tubuhnya tapi tidak dengan wajahnya. Saat Cika menata rambut Angel hanya melihat saat akan di cat kukunya Angel sempat menolak namun Cika berhasil membujuknya.


"Udah sayang" ucap mama Cika yang sudah selesai dengan perawatannya.


"Udah tante" ucap Angel.


"Sekarang bawa tante ke butik ini ya" ucap Mama Cika.


"Siap tante" ujar Angel.


"Oh ya Ngel nanti malem lo tidur du tempat gue lagi ya kan besok besok udah gak bisa tidur bareng" ucap Cika di angguki Angel.


Angel membawa Cika dan mamanya ke butik yang di minta mama Cika. Angel melihat butik itu dan ingatan terlintas ternyata butik itu adalah butik milik Bundanya dan benar saja Bundanya datng menyambut.


Saat Cika dan mamahnya memilih Angel hanya duduk diam sembari melihat Bundanya yang berlalu lalang.


"Ngel ini bagus gak" tanya Cika memperlihatkan sebuah gaun berwarna Salem.


"Bagus kok kalem" ucap Angel.


"Oke" Cika membeli beberpa baju lalu membayarnya. Saat sampai di hotel temoatnya menginap Cika memberikan baju tadi pada Angel.


"Buat hadiah karena lo udah bantuin gue selama ini" ucap Cika.


"Tapi harganya Cika" ucap Angel mencoba menolak.


"Gak sebanding dengan perlakuan lo ke gue " ucap Cika membuat Angel menerimanya.


Sampai malam menjelang Angel ikut mempersiapkan pernikahan Cika yang akan di selenggarakan besok. Angel sibuk mengurus segala sesuatu sampai di lupa kalau hari mulai larut.


Saat semua sudah sesuai rencana Angel langsung pergi ke kamar Angel dan tidur sebentar karena dia harus bangun lebih pagi besok untuk membantu Cika dan keluarganya bersiap.


"Udah pagi" ujar Angel saat melihat jam sudah menunjukkan jam empat pagi.


Dia langsung membersihkan diri dan memakai baju kaos dan celana biasa. Dia membangunkan Cika dan menyuruh Cika untuk mandi saat Cika mandi mama Cika datang dengan seorang MUA.


"Mending tante duluan deh Cikanya masih mandi" ucap Angel sembari mempersiapkan gaun Cika.


Mama Cika mengiyakan dan MUA mulai merias wajah mama Cika dan anggota kelurga yang lainnya sedangkan Cika baru selesai mandi dan langsung di make up.


"Mba nanti dia juga ya" ucap Cika menunjuk Angel.


"Gak perlu" ucap Angel.


"Harus gak boleh nolak" ucap Cika.


Angel pasrah dan benar saat Angel sudah selesai make up dan memakai baju Angel langsung di make up Angel membuka cadarnya membuat para MUA saling tatap.


"Udah cantik banget mau di apain" tanya sang MUA.


"Terserah permintaan pengantin" ucap Angel membuat Cika tersenyum.


"Duh saya gerogi" ujar sang MUA.


"Udah gue dandan sendiri aja" ucap Angel.


"Jangan" ucap Cika.


"Maaf nona kalau merasa kurang baik silahkan beri komentar" ucap sang MUA.


Sang MUA mulai memoles wajah Angel dengan sangat hati hati. Angel hanya pasrah dengan apa yang di lakukam MUA itu saat hasil akhir semua orang terpesona pasalnya Angel lebih cantik dari sang pengantin


"Cantik banget" ucap Cika.


"Cantiklah oramg cewek, mau foto bareng cuma berdua" ucap Angel.


"Oke" ujar Cika.


Angel dan Cika mengambil beberapa pose pastinya dengan cadar yang terlepas dari wajah Angel sehingga menampilkan wajah yang sebenarnya.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys....

__ADS_1


__ADS_2