Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Permainan Takdir


__ADS_3

Angel duduk dengan keras lalu memperhatikan pelajaran dengan serius. Angel termasuk orang yang mudah mengganti mood dan mudah untuk menempatkan diri.


Saat waktu istirahat datang Angel mengemas semua barang nya kemudian hendak pergi namun tiba tiba tangannya di tarik seseorang yang duduk do sampingnya.


"Kenapa" ucap Angel memakai bahasa Indonesia.


"Kamu siapa" tanya orang tersebut menatap Angel.


"Gak salah lo yang tarik gue lo yang tanya gue siapa" ucap Angel.


"Gue Rafa, siapa lo" ucap Rafa.


"Gue Angel, apa kita pernah ketemu" tanya Angel.


"Kamu gak tau siapa gue" tanya Rafa.


"Gak lah, makanya gue tanya eh lo orang Indonesia ya" ujar Angel.


"Hm iya, lo kayak gak asing" ucap Rafa.


"Ini kali ke dua gue datang ke sini gak mungkin gue kenal sama lo" ucap Angel.


"Adin" ucap Rafa.


"Adin" ujar Angel menatap Rafa lalu duduk di samping Rafa.


"Ya, lo mirip Adin" ucap Rafa.


"Hm banyak yang bilang gue Adin tapi gie juga bingung kenapa gue di panggil Adin apa semirip itu" ucap Angel.


"Ini Adin" ucap Rafa memperlihatkan foto Adin saat dia bermain ke rumahnya untuk pertama kali.


Angel memperhatikan foto tersebut tak lama kemudian Angel.memegang kepalanya kuat kuat.


"Eh lo kenapa" tanya Rafa.


"Ini ini, mobil kayak kenal tapi aw" ujar Angel.


"Jangan lo paksain kalau memang gak inget" ujar Seseorang di belakang Angel.


"Eh iya," ucap Angel membalikkan badan.


"maaf sebelumnya saya sudah tidak sopan tadi" lanjut Angel pada laki laki tersebut.


"Iya gak apa apa, lagian gue gak permasahkan itu kok" ucap nya.


"Kenapa gak bilang kalau anda Dosen" ujar Angel


"Males gue, lagian jadi Dosen kan kalau lagi di Kampus di luar kampus orang biasa gue jadi jangan canggung" ucap nya.


"Oke, sekali lagi maafkan saya" ucap Angel.


"Bagaimana dengan makan siang hari ini buat bayar permintaan maaf lo" ujar Nya tersenyum.


"Boleh, silahkan saya tidak tau kantin di sini" ujar Angel.


"Ya udah kita bareng aja" ucap Gio.


Gio orang yang Angel temui dan orang yang udah buat Angel sangat sebal pasalnya dia selalu saja berceloteh. Namun tidak di sangka ternyata yang menjadi Dosen di kelas Ekonomi buisnies yang dia ambil.


Angel merasa sangat canggung walaupun Gio berlaku seakan akan dia bukan seorang Dosen dia masih sama seperti saat pertama bertemu Angel.


"Kamu mau makan apa" tanya Gio.


"Apa saja yang penting halal, saya belum tau makanan apa yang enak di tempat ini" ucap Angel.


"Pakai lo gue aja lagi di sini gak ada yang tau bahasa kita" ucap Gio.

__ADS_1


"Oke," ucap Angel.


"Ya udah gue yang pesenin makanannya ya" ujar Gio pergi memesan makanan untuk Angel dan dirinya.


Angel menatap Gio yang sedang antri makanan. Angel melihat ponselnya karena sekarang sudah menunjukkan jam sepuluh siang namun tak ada juga balasan dari David.


"Mungkin Abang masih tidur, di sana kan masih jam empat pagi" ujar Angel.


"Ngomong sama siapa" tanya Gio di sampingnya.


"Eh ini orang rumah belum ada yang bisa di hubungi" ujar Angel.


"Iya lah kan masih pagi banget di sana" ucap Gio.


"Bener juga, gue boleh tanya" ucap Angel.


"Boleh tanya apa" ucap Gio sembari makan makanan yang dia pesan tafi.


"Em, buat kelas gue mau ajuin kelas cepat bisa kasih tau gimana caranya" ucap Angel.


"Bisa si ikut kelas cepat, lo tanya langsung aja ke Rektor soalnya ada banyak perubahan untuk kelas cepat" ucap Gio.


"Oke terima kasih" ujar Angel.


"Sama sama ya udah makan" ucap Gio.


"Baiklah terima kasih" ucap Angel.


Angel makan dengan pelan namun seketika dia teringat kalau dia juga membawa bekal makanan di dalam mobilnya. Angel langsung meminta Izin untuk pergi namun bukannya izin yang dia peroleh dia Gio justru mengikutinya.


"Kenapa ikut si" ujar Angel.


"Mau tau aja apa yang kamu bawa buat makan siang" ujar Gio.


Angel tidak menjawab hanya menghampiri mobilnya saat melihat mobil yang Angel bawa Gio membulatkan matanya karena termyata Angel bukan orang sembarangan.


"sini pak duduk makan masakan Angel" ucap Angel.


"Lucu ya kamu panggil saya Bapak" ucap Gio tersenyum.


"Hehe, oh ya lo bisa bahasa Indonesia lancar tapi kenapa lo datang dari London" tanya Angel.


"Ya gue di kirim ke London sama seseorang buat masalah penting tapi mungkin itu juga alasan takdir untuk mempertemukan kita" ucap Gio penuh tawa.


"Takdir gak pernah sejalan sama kemauan kita ya" ucap Angel.


"Kalau sesuai sama kemauan gak akn ada air mata dan Rindu" ucap Gio.


"Omongan lo sama kayak Abang gue" ucap Angel.


Angel dan Gio terus saja bercanda tawa sembari makan bersama. Angel hanya butuh beberapa jam untuk bisa akrab dengan seseorang. Namun di tengah perbincangan mereka ponsel Angel berdering.


"Maaf gue angkat telfon dulu ya" ucap Angel.


"Oke" ucap Gio.


"Hallo Abang, udah bangun aja kamu Bang" ucap Angel dengan semyum mengembang.


"Hallo Honey, iya nih Rindu" ucap David.


"Baru berapa jam juga Bang udah rindu" ucap Angel.


"Iya, kamu katanya sibuk gak bisa angkat telfon" ucap David.


"Udah selesai jam pelajarannya Bang nih nanti masuk lagi" ucap Angel.


"Oke, kamu hati hati Honey di situ" ucap David.

__ADS_1


"Iya Bang" ucap Angel.


"Udah makan" tanya David.


"Ini lagi makan Abang" ucap Angel.


"Oke, ya udah ya Abang mau tidur lagi" ucap David.


"Iya Abang, Abang jangan Rindu" ucap Angel.


"Gak Rindu, tapi kangen" ucap David.


"Sama aja Abang" uhar Angel.


"Hehe ya udah kamu jaga diri baik baik di situ jaga hati jaga mata" ucap David.


"Iya Abang, bye Bang" ucap Angel.


"Iya Bye" ujar David mematikan telfonnya.


Setelah mematikan ponselnya Angel kembali menemui Gio Angel menghentikan langkahnya saat ada peaan masuk.ke dalam ponselnya.


"Jaga Hati jaga mata jaga pandangan ingat ada yang sedang menunggu mu di sini dengan Rindu menggebu"


Sebuah pesan membuat Angel tersenyum pesan dari David yang mem uat Angel menjadi kembali bersemangat.


"Eh tadi kamu kayaknya mau tanya sesuatu deh keliatan banget lagi mikir keras" ucap Gio.


"Bisa baca raut wajah" tanya Angel.


"Sedikit" ucap Gio yakin.


"Gini orang yang tadi duduk di samping gue tuh senior ya" tanya Angel.


"Iya dia Rafa, lo kenal" tanya Gio.


"Kayaknya si Gak, tapi kayak gak asing juga" ucap Angel.


"Oh dia emang murid populer di sini, jadi wajar aja kalau gak asing banyak foto fotonya yang nampang di dinding" ucap Gio.


"Dia semester berapa" tanya Angel.


"Semester akhir dia juga sering bantu gue jelasin materi" ucap Gio.


"Oh Gitu" ucap Angel.


"Kenapa dia gangguin kamu" tanya Gio.


"No" ucap angel.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Gio.


"Makanan ini biar saya yang bayar dan saya permisi ke kelas saya ada kelas lain" ucap Angel cepat cepat.


"Oke, hati hati" ucap Gio.


Angel tersenyum lalu pergi meninggalkan Gio, Angel pergi karena melohat seseorang yang membuat penasaran sedari tadi.


.


.


.


.


"Jangan lupa like vote dan komennya ya....

__ADS_1


__ADS_2