Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Gak Ada Izin


__ADS_3

"Makan dimana Honey" tanya Mom saat keluar dari perusahaan.


"Agak jauh si Mi kalau jalan kaki, kalau pakai mobil deketlah" ucap Angel.


"Oke sebentar Mom telfon supir dulu" ucap Mom.


"No Mom, Angel bawa mobil sendiri" ucapnya santai.


"What, nanti kalau Abang tau gimana kamu mau kena marah Abang" tanya Mom.


"Gak, soalnya Angel kan pergi sama Mom jadi Mom yang bawa kalau nanti kita ketemu sama Abang kan gak di marahin" ucap Angel santai masuk ke dalam mobil yang dia bawa saat ke perusahaan Mominya.


"Kamu ma gitu giliran yang resiko tinggi kamu kasih sama Mom" ledek Mom sembari duduk di belakang kemudi.


Momi dan Angel pergi dari perusahaan dengan mobil yang di kendarai Momi. Sepanjang perjalanan Angel dan Momi sangat menikmatinya dengan terus bercanda bersama. Angel bahkan sesekali mengejek Mominya namun karena sifat Momi yang humoris membuat Angel dan Momi semakin dekat. Namun di pertengahan jalan ponsel Angel berbunyi menandakan seseorang sedang menghubunginya.


"Abang" ucap Angel tersenyum.


"Halo" ucap Angel tersenyum walaupun yang di seberang telfon tidak melihatnya.


"Halo, kamu lagi dimana Honey apa kamu sudah makan" tanya David.


"Bisa gak si Bang satu satu tanya nya" ucap Angel kesal.


"Tinggal jawab juga" ucap David sadis.


"Sadis bener kaya orang gak punya duit hehe" ucap Angel meledek.


"Gak usah ledek, jawab aja" ucapnya santai.


"Iya Angel jawab, Angel lagi sama Mom mau makan siang, dan yang jelas gue belum makan makanya jam segini cari makan" ucap Angel sinis.


"Naik apa" tanya David.


"Naik mobil lah, ya kali naik unta" ucap Angel.


"Siapa tau naik jerapah" ucap David terkekeh.


"Gak lucu" ucap Angel sinis.


"Gak lagi ngelawak juga" ucap David.


"Yaya terserah lo Bang" ucap Angel.


"Oh ya udah, hati hati Baby" ucapnya lembut.


"Oke Baby" ucap Angel terkekeh dengan apa yang dia ucapkan.


Setelah telfon berakhir Angel ternyata juga sampai di restoran yang Angel tuju, Momi hanya berdiri saat keluar dari mobil pasalnya restoran yang Angel maksud ternyata bukan restoran mewah, restoran tersebut kecil namun terlihat bersih. Angel yang melihat Mominya hanya mematung lalu mengajaknya dengan menggandeng tangan Mominya dan memaksa Momi untuk masuk.


Setelah masuk ke dalam Angel laku memesan makanan sederhana namun sangat lezat, saat sedang menyantap makanannya Angel melihat seseorang yang sangat dia kenal baru saja masuk ke dalam restoran. Angel terus saja melihat orang tersebut untuk memastikan bahwa matanya tidak salah.


"Abang" ucap Angel lirih.


"Siapa Girl" tanya Momi penasaran apa pendengarannya masih baik.


"Itu Mom, kaya Abang tapi kok gak pakai jas si dan tampilannya lebih kaya seorang kariawan biasa" ucap Angel menunjuk ke arah David.


Momi memutar badannya karena Momi duduk dengan membelakangi pintu masuk.


"Ya itu Abang" ucap Mom penuhkepercayaan.


"Coba Mom panggil" perintah Angel.


"Kenapa gak kamu aja" ucap Mom.


"Takut salah orang" ucap Angel lirih.


"Yah elah takut amat salah orang, kalau salah orang langsung kenalan aja siapa tau jodoh" ledek Mom.


"Momi apaan si Angel belum kepikiran sampai situ" ucap Angel memanyunkan bibirnya.


"Eh mana Abang Mom" lanjut Angel saat tidak lagi melihat David.


"Gak tau, mungkin kita salah lihat" ucap Mom santai melihat arah belakang.

__ADS_1


"Cari siapa" ucap David senyum senyum.


"Cari Abang lah Mom cari siapa lagi" ucap Angel.


"Momi gak lagi tanya sama kamu Girl" ucap Mom santai.


"Terus tadi yang tanya siapa dong Mom" ucap Angel takut takut.


"Gak tau " jawab Mom acuh.


Saat Angel dan Momi membalikkan badannya dan kembali fokus dengan maknannya Angel dan Momi terkejut saat ada orang lain yang berada di mejanya dan duduk dan makan dengan santainya di meja mereka. Namun seketika mereka berdua tersenyum saat sadar David lah yang duduk bersama mereka.


"Ih Abang bikin kaget aja" ucap Angel memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Emang Abang se**n apa bikin takut" ucap David.


"Biasa aja kali Bang, ya maaf bukan gitu maksudnya" ucap Angel sembari memperhatikan giginya.


"Ya, udah makan tuh habisin" ucap David cuek.


"Bang jangan cuek cuek gitu dong nanti gantengnya luntur" ledek Angel.


"Gak mempan" ucap David singkat.


"Oh Abang nyebelin" ucap Angel sinis.


Angel cemberut ke arah David, David acuh tak acuh dengan Angel padahal sebenarnya David sangat senang karena bisa makan bersama dengan Angel. Momi yang melihat ke dua anaknya saling cuek hanya tersenyum, Momi percaya karena ke dua anaknya tidak akan bertahan lama saat saling marahan.


Angel menyelesaikan makannya dengan cepat namun enggan pergi terlebih dahulu. Saat akan membayar makanannya Angel meminta kartu debit kepada David. Sebenarnya Angel punya uang lebih bahkan sekarang Angel mempunyai kartu debet sendiri namun Angel tetap memilih meminta kepada David sebagi balasan karena telah membuatnya kesal.


"Bang uang" rengek Angel.


"Buat" tanya David.


"Bayar makan lah" ucap Angel.


"Ya bentar" ucap David mengambil dompetnya.


"Buruan Babang" ucap Angel.


"Sabar dong Girl, tunggu" ucap Momi sabar.


"Iya Mom" ucap Angel pasrah.


"Nih" ucap David memberikan sebuah kartu debit berwarna gold.


Angel mengambil kartu yang di berikan David lalu membayar makanannya.


"Kamu tadi bawa mobil sendiri kenapa gak pakai taksi aja" ucap David tiba tiba membut Angel gugup.


"Angel ke sini sama Momi Boy" bela Momi.


"Abang tau Mom, maksud Abang saat Angel berangkat kerja" ucap David santai menatap Angel.


"Abang tau dari mana Angel bawa mobil sendiri" tanya Angel takut.


"Abang punya banyak mata, oh ya kamu ikut Abang ke kantor Dadi ya bantu Abang" ucap David.


"Terus Momi" tanya Angel.


"Momi ikut Girl, tapi kamu satu mobil sama Abang ya soalnya Momi mau pergi sebentar" ucap Momi meyakinkan Angel.


"Oke Mom, ya sudah Bang ayok takut Dadi cariin" ucap Angel.


"Ya sudah kita berangkat dulu" ucap David berpamitan dengan Mominya.


"Iya hati hati jaga adikmu" ucap Mom tersenyum.


"Mom Angel berangkat dulu ya see you" ucap Angel.


"Iya Girl, ikuti kata Abangmu jangan bantah terus" ucap Mom tersenyum.


Angel hanya tersenyum kaku saat Mominya berbicara sedangkan David tersenyum puas karena Angel pasti akan menuruti semua kemauannya karena perintah Mominya. Angel pergi bersama David menuju kantor Dadi.


"Girl sejak kapan kamu bisa nyetir" tanya David tiba tiba.

__ADS_1


"Gak tau sejak kapan Bang, tapi pas bawa mobil tadi udah jalan aja gak takut sama sekali kaya udah lama dan biasa bawa mobil" jawab Angel mengingat ingat.


"Oh gitu, udah jangan terlalu di pikir kenapa Abang tanya gitu soalnya yang Abang tau kamu gak pernah bawa mobil" ucap David.


"Iya Bang, oh ya Bang nih" ucap Angel memberikan kartu yang tadi dia pakai untuk membayar makanan.


"Udah bawa kamu aja" ucap David santai.


"Tapi Bang A..." ucap Angel terhenti.


"Udah bawa aja, itu kartu buat kamu beli semua yang kamu mau dari Abang, tenang aja Abang gak minta kamu bayar perbulan" ucap David santai.


"Yaya orang kaya ma bebas" ucap Angel lirih.


"Sok bilang gitu, emang lo miskin apa" tanya David.


"Ya miskin tapi hati gue rasanya hampa" ucap Angel mendramalisir keadaan.


"Lebay" ucap David singkat.


"Biarin lebay, oh ya Bang apa Angel boleh bawa Mobil sendiri ke sekolah" tanya Angel.


"Gak" ucap David singkat.


"Kenapa" tanya Angel penasaran.


"Karena sekolah gak kasih izin muridnya bawa mobil" jelas David.


"Kalau motor" tanya Angel.


"Emang kamu bisa" tanya David penasaran.


"Bisa dong, boleh Bang" ucap Angel memohon.


"Gak" ucapnya singkat.


"Singkat padat jelas, tapi alasannya apa Bang" tanya Angel.


"Dadi pasti gak kasih izin" ucap David.


"Huh... ya udah deh" ucap Angel pasrah.


"Udah gak perlu sedih gitu, kamu boleh bawa Mobil kalau ke kampus bukannya sebentar lagi lo lulus" ujar David.


"Iya Bang, kayaknya Angel bakal lulus bareng Abang S1 deh" ucap Angel percaya diri.


"Iya Abang percaya, ingat jangan kecewakan dirimu sendiri jangan sia siakan apa yang sudah kamu pelajari" ucap David.


"Oke Abang, doain Angel biar jadi lulusan terbaik" ucap Angel serius.


"Iya Abang selalu doain yang terbaik, inget jaga diri itu penting" ucap David serius.


"Iya Bang" ucap Angel.


Sepanjang jalan Angek dan David tetus saja saling tukar pikiran, sebenarnya dulu sebelum tragedi (udah di ceritain di episode lalu ya) David adalah orang yang tidak tahan diam saat ada orang di sampingnya makanya saat bersama Angel David menjadi manusia paling cerewed.


.


.


.


.


.


.


.


***Makasih reader yang udah dukung sampai Author di titik ini, terus ikuti Author ya. . .


Oh ya novel ini udah kontrak ya jadi jangan khawatir kalau ada sesuatu yang gak pantes...


Dan jangan lupa like komen dan vote ya reader, salam manis dari babang ganteng David***....

__ADS_1


__ADS_2