
cup
Kecupan hangat mendarat di kening Angel membuat Aangel teraenyum sedangkan David sudah pergi meninggalkan ruangannya dengan jalan sangat cepat dan jantung yang maraton.
"Gila gila kenapa gue malah dag dig dug gini si, hei jantung biasa aja dong kayak gak pernah cium dia aja" ujar David menetralkan jantungnya.
"Bos" ujar Rey karena David tak kunjung masuk ke ruang meeting
"Gue butuh waktu sebentar lagi" ucap David
"Oke" ujar Rey menunggu.
Tak lama kemudian David masuk ke ruang mertingnya, untung saja dia profesional jadi meeting berjalan lancar. Di lain ruangan Angel sedang merapikan berkas berkas yang ada di meja kerja David dan beberapa buku dalam rak.
Tak lama Angel keluar untuk membuat secangkir kopi namun dia tidak terlalu hafal area itu karena memang dia jarang ke tempat kerja David kalaupun datang tidak pernah kelur dari ruangan David.
Angel menghampiri sekertaris David yang berada di depan ruangan David untuk menanyakan pantry. Sekertaris David menunjukkan dengan sopan namun terlihat cuek jarena David tidak memperkenalkan Angel sebagai adiknya. Angel membuat tiga cangkir kopi kesukaan David dan mengambil beberapa cemilan untuk David.
Saat melewati sekertaris David Angel memberikan secangkur kopi untuknya lalu tersenyum tanpa mengatakan apapun dan masuk ke ruangan David lagi membuat sekertaris David menatapnya bingung.
"Lama Honey" ujar David saat baru masuk ke dalam ruangannya seorang diri tanpa Rey.
"Lumayan Bang sampai Angel selesai beresin itu semua" ucap Angel.
"Maaf ya, ini kamu dapat kopi dari mana" tanya David menunjuk dua cangkir kopi dan cemilan di atas meja.
"Pantry" ucap Angel enteng.
"Kamu bikin sendiri" tanya David di angguki Angel.
"Kenapa gak suruh sarah aja di luar si" ucap David kesal.
"Duduk dulu Bang" ucap Angel tersenyum membuat David luluh.
"Gini tadi sekertaris kamu itu keliatan sibuk banget lagian Angel kan bukan atasannya jadi gak enak mau nyuruh nyuruh" ucap Angel.
"Tapi kan tetep aja kamu bos dia kamu kan adik Abang" ucap David.
"Udah jangan di bahas minum aja" ucap Angel.
"Tapi nanti kamu capek honey" ujar David.
"Gak papa kan buat kopinya tulus buat Abang" ujwr Angel.
"Yaya terserah kamu deh" ujar David.
David menikmati kopi yang Angel buat sembari menikmati cemilan yang Angel bawa. Angel hanya asik bermain game dalam ponselnya membuat David menarik nafas panjang lalu duduk di samping Angel membuat Angel menatapnya.
"Kenapa Bang" tanya Angel.
__ADS_1
"Kamu main aja kapan makannya" ucap David.
"Angel udah dari tadi kali Bang" ucap Angel
David hanya cemberut mendapat jawaban Angel membuat Angel berfikur keras. David meletakkan cemilan dan kopinya dia hanya diam Angel terkekeh dia meletakkan ponselnya kemudian memeluk David dari samping.
"Abang jangan marah dong nanti gantengnya luntur tau" ucap Angel.
"Abang gak marah" ucap David ketus.
"Gak marah tapi ngambek" ucap Angel malah menenggelamkan wajahnya ke dada bidang David memaksa David untuk membalas pelukannya.
David tersenyum lalu membalas pelukan Angel erat.
"Kamu nyebelin buat kemarahan Abang runtuh" ucap David mencium puncak kepala Angel.
"Bang Abang suka gak si sama Angel" tanya Angel membuat David bingung.
"Maksudnya" tanya David.
"Maksud Angel, kayak orang dewasa gitu saling suka kayak mommy ke daddy" ucap Angel membuat David bingung untuk menjawab.
Angel mendongakkan kepalanya menatap wajah David, namun karena David tidak kunjung menjawab Angel kembali memeluknya erat.
"Gak perlu di jawab Bang, lagian Angel bercanda kali Bang serius banget" ujar Angel.
"Kamu buat Abang pusing mikirin jawaban tau taunya bercanda" ujar David melepaskan pelukannya dan mencubit ke dua pipi Angel.
"Maaf Honey, sebelum kamu benar benar ingat masa lalu kamu gue akan selalu jadi Abang kamu, tapi andai bisa gue mau meminang dan menjadikan kamu istriku biarlah waktu yang menjawab" ujar David dalam hati.
Angel hanya menatap David lekat begitupun David yang tidak bisa menutupi perasaannya pada Angel. David menurunkan tangannya dari pipi Angel namun Angel tahan.
"Ehem" ujar Daddy yang tiba tiba masuk membuat ke duanya gugup.
"Daddy kenapa gak ketuk pintu dulu si" ucap David berdiri.
"Kenapa ke ruangan anak sendiri harus ketuk pintu, minggir kamu" ucap Daddy langsung duduk di samping Angel.
"Sayang makan siang yuk" ucap Daddy kepada Angel.
"Oke Dad" ucap Angel semangat.
"Eh gak boleh, kamu kan ke sini buat Abang kenapa perginya sama Daddy" ujar David.
"Kenapa dia itu cuma adik kamu, tapi dia tuh anak Daddy jadi Daddy lebih berhak" ucap Daddy.
"Serasa David jadi anak tiri" ucap David.
"Gak peduli" ujar Daddy peegi di ikuti Angel.
__ADS_1
David menghalangi dengan merentangkan ke dua tangannya namun Daddy terus saja mendorongnya sampai David minggir. Angel hanya tersenyum sedangkan David menatapnya dengan penuh harap.
Angel berjalan ke arah David dengan senyuman mengembang namun tak di sangka David Angel justru menggandeng tangannya membuat David tersenyum.
"Sayang cepet" ucap Daddy.
Angel mengejar langkah Daddy di ikuti David. Angel lalu menggandeng lengan Daddynya membuat dia berada di antara dua pria tampan.
"Bang lepas Bang" ujar Daddy
"Daddy dong yang lepasin kasian dia" ucap David.
"Kenapa Daddy masih muda kli gak kalah sama kamu" tanya Daddy.
"Ya makany nanti di kira dia jalan sama sugar daddy" uhar David.
"Biarin sugar daddy kan punya banyak uang, daripada kamu gak meyakinkan" ucap Daddy.
"Kurang meyakinkan gimana udah jelas jelas Daddy kalah telak sama Abang" ucap David.
"Siapa bilang, kamu tuh sirik sama Daddy" ucap Daddy.
"Kenapa harus sirik, tubuh bagusan David sispax tajir Ceo banyak uang ganteng masih muda yang paling penting masih hidup" ucap David.
"Kamu pikir Daddy gak hidup gitu" ujar Daddy.
Mereka terus saja berdebat sampai di lobi bawah Angel hanya mendengarkan namun Angel langsung menghentikan langkahnya memebuat dua laki laki itu ikut berhenti.
"Sudah apa belum" tanya Angel.
"Belum" ucap Daddy dan David bersamaan.
"Oke sini" ujar Angel menyuruh ke dua orang itu untuk mendekat dan melepaskan tangannya.
"Kalian berdua kalau belum selesai lanjut aja Angel tunggu di mobil ya" ucap Angel kemudian berlari meninggalkan ke duanya.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya sayang....
__ADS_1