
"Ya udah Bang pulang dulu sana nanti gantian kamu ambil baju sama mandi dulu" ucap Momi.
"Abang mandi di sini aja Mom, lagian Abang udah suruh Kevin ambil baju buat ganti" jawab David tidak mau meninggalkan Angel.
"Tapi kasian Kevin Bang harus bolak balik" ujar Momi.
"Udah jadi tugas dia urusin semua keperluan Abang" ucap David masih setia dengan keputusannya.
"Ya udah terserah kamu, tapi inget jaga dia baik baik Momi gak mau anak Momi sampai lecet" ucap Momi menepuk punggung David.
"Iya Mom, tenang aja" ucap David pasti.
"Ya udah kalau gitu Momi sama Dadi pulang dulu" ucap Mom pergi.
"Ingat jaga dia kalau kamu memang suka" ledek Dadi.
"Dadi" rengek David.
"Peped terus" ucap Dadi sembari berlari kecil menghampiri Mominya.
David hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dadinya yang sudah mulai membuka hati untuk merestui hubungan mereka.
Flass back...
Saat Dadi sampai di ruang rawat Angel, Dadi melihat David menangis di samping Angel terlihat ada ketulusan yang terpancar dari mata David kepada Angel adiknya. Dadi melihat dengan matanya sendiri ketulusan yang dilakukan David untuk menjaga Angel.
"Mungkinkah David menyimpan rasa yang lebih kepada Angel, apa yang harus Dadi lakukan" ujar Dadi.
"Boy apa yang kamu lakukan" ucap Dadi.
"No Dad" ucap David menghapus air matanya.
"Oke" ucap Dadi menatap mata David tajam.
"Apa kata Dokter Bang" tanya Mom.
"Kata Dokter dia terlalu banyak pikiran Mom" Jawab Dadi.
"Boy Dadi mau bicara" ujar Dadi.
"Oke Dad, dimana" tanya David.
"Kita keluar sebentar" ucap Dadi meninggalkan David.
David mengikuti Dadinya bingung, David takut jika Dadi memanggilnya karena dia tidak dapat menjaga Angel dengan baik mengingat Dadi sangat marah saat berada di kantor Dadi. David menarik nafasnya panjang lalu keluar mengikuti Dadinya.
"Dad" panggil David.
"Eh Boy, duduklah" ucap Dadi.
"Oke, apa yang ingin Dadi bicarakan" tanya David bingung.
"Begini apa kamu punya rasa terhadap Angel" tanya Dadi.
"Maksud Dadi" tanya David pura pura tidak tau maksud Dadi.
"Udah lah Boy, kamu pasti tau apa maksud Dadi sekarang jawablah dengan jujur dari hati kamu" ucap Dadi.
__ADS_1
"Oke, sebelumnya Abang minta maaf Dad sebenarnya Abang juga gak tau apa yang sedang Abang rasakan sekarang hanya saja saat Abang bersama Angel Abang merasa nyaman dan saat Angel dekat dengan laki laki lain meskipun itu adalah Kevin Abang merasa ada yang sakit tapi gak berdarah" jawab David jujur.
"Tapi kamu tau kan ap yang akan Dadi lakukan dengan hubungan kalian" ucap Dadi serius.
"Abang tau Dad, jadi Dadi tenang aja Abang gak akan bertindak lebih lagi sama Angel" ucap David lesu.
"Kenapa" tanya Dadi.
"Karena itu adalah perasaan yang tidak pantas Dad" ucap David menatap Dadi.
"Tapi Dadi gak mau itu terjadi, terus jaga Angel" ucap Dadi.
"Maksud Dadi, Dadi kasih izin Abang buat menjaga Angel lebih" ucap David berbinar.
"Ya Dadi mau kamu adalah orang yang akan menjaga Adikmu sampai nanti, Abang dengerin Dadi kalau kamu sayang jaga dia jangan kamu rusak" ucap Dadi.
"Tapi Dad, bukankah rasa itu rasa yang salah bukan sepantasnya" ucap David.
"Perasaan kamu gak salah Boy, yang salah adalah posisi kamu sekarang tapi jika keadaan berubah nanti ingat Dadi adalah orang pertama yang akan merestui kalian" ucap Dadi menepuk pundak David.
"Thanks Dad" ucap David bahagia.
"Tapi ingat jangan sampai kamu rusak dia, sama satu lagi apa yang sudah kamu lakukan sama Angel saat di kantor sampai sampai dia..." ledek Dadi.
"Itu gak seperti yang Dadi lihat, jangankan menyentuh dan merusaknya Dad. Di deket dia aja jantung Abang kaya mau copot apa lagi kelakuan dia yang memang menganggap Abang adalah lelaki terdekatnya buat Abang pusing" ucap David.
"Emang apa yang dia lakukan ha" ucap Dadi meninggi.
"Sabar Dad, maksud Abang karena Dadi tau sendiri Angel deket banget sama Abang itu yang buat Angel pusing. Gimana gak pusing coba di deketnya aja jantung Abang mau copot apa lagi saat dia lagi manja selayaknya adik ke Abangnya rasanya jantung Abang berhenti berdetak Dad" ucap David.
"Siap Dad makadis udah percaya sama Abang, Abang janji tidak akan pernah mengecewakan Dadi" ucap David semangat.
"Tapi ingat jangan pernah paksa perasaan dia atau kamu akan berhadapan langsung sama Dadi" ancam Dadi
David hanya tersenyum karena tidak bisa berkata kata lagi, baginya hari ini adalah hari yang sangat membahagikan dirinya karena mendapatkan restu dari Dadi tanpa dia memintanya.
"Oke kalau gitu kita masuk siapa tau Angel udah bangun" ucap Dadi meninggalkan David.
Dadi meninggalkan David di luar dengan cepat David menyusul Dadinya. Saat Dadi membuka pintu kamar Angel ternyata Angel sudah bangun dengan segara David masuk dan memeluk Angel erat. David tidak dapat menahan rasa pedulinya kepada Angel.
"Kalian Dari mana, Dad jangan marahi Abang ya dia gak salah" ucap Angel yang ternyata sudah bangun kepada Dadinya.
"Hmm" ujar Dadi.
Flass back off...
"Bang satu lagi jangan lupa makan, nanti Momi titipin sama Kevin" ucap Momi.
"Oke Mom" ucap David.
"Bye... Girl, Momi kesini lagi besok ya" ucap Mominya pergi dengan Dadi.
Angel tersenyum lebar kepada Mominya walupun matanya menatap Dadi yang seperti menutupi sesuatu darinya. Setelah kepergin Dadi dan Mominya Angel menatap David tajam mencari tau apa yang sedang Dadi dan Abangnya sembunyikan.
"Abang Darimana" tanya Angel.
"Gak dari mana mana, di depan sama Dadi" ucap David santai.
__ADS_1
"Oh, Abang habis ngapain sama Dadi" tanya Angel.
"Gak ngomongin apa apa cuma ngobrol ngobrol biasa aja" ucap David.
"Bohong" ucap Angel memajukan bibirnya.
"Gak" ucap David singkat tanpa menatap Angel.
"Tatap Angel" ucap Angel meninggi.
Dengan berat hati David menatap mata indah Angel, ada kehangatan dari tatapan mereka berdua. David menatap dengan tajam begitupun Angel. Sebenarny David tidak ingin menatap Angel karena David tidak dapat berbohong jika menatap mata Angel.
"Aduh gimana ya gue gak bisa bohong lagi kalau natap mata dia apa iya gue harus jujur sekarang" ujar David dalam hati.
"Emang kamu mau kita ngomongin apa" tanya David.
"Ya siapa tau ngomongin hal penting gitu gak kasih tau sama Angel atau mungkin Dadi marahin Abang" ucap Angel.
"Gak Abang sama Dadi gak ngomongin hal aneh aneh cuma ngobrol, Abang kena marah sedikit dong pas Abng jelasin Dadi terima penjelasan Abang" ucap David.
"Yakin cuma itu" ucap Angel.
"Iya Honey, cuma itu kamu mau apa yang kita omongin, restu" ucap David.
"Restu, Abang gila ya kita tuh adek kaka ya kali kita perlu restu" ucap Angel.
"Makanya percaya kalau Abang lagi bicara" ucap David.
"Bang, Angel mau cerita nih mau dengerin gak" tanya Angel.
"Boleh Abang dengerin nih sebentar" ucap David menarik kursi di dekat Angel.
"Oke, gini Bang gue merasa ada yang aneh di sini" ucap Angel menepuk nepuk dadanya.
"Kenapa" tanya David panik.
"Kenapa kalau deket sama seseorang tuh jantung Angel maraton ya Bang" ucap Angel tersenyum.
"Huh Abang kira kenapa" ucap David lega.
"Itu kenapa ya Bang, tapi Angel gak bisa jauh jauh dari dia, Angel nyaman kalau sama dia Angel merasa debaran lebih kuat saat dia natap Angel Bang" ucap Angel.
.
.
.
.
.
Maaf upnya malam ya...
Ikutin terus ya jangan lupa vote dan komennya ya like juga...
Salam manis Author...
__ADS_1