Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Nona Muda


__ADS_3

Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan tak terasa Adin pergi sudah satu bulan berlalu sekarang adalah hari yang paling membahagiakan Adin, hari ini adalah hari Adin mendapatkan upah dari hasil kerjanya selama ini.


"Gaes malam ini kita jalan jalan kuy" ujar Megi.


"Lo ma kalau punya uang main mulu tau nya" ledek Febi.


"Lo juga" ucap Rian menunjuk Febi.


"Lo ma ngapa ngomong si" ujar Febi memukul pundak Rian.


"Eh Din lo mau kemana rayain uang gajian pertama lo" tanya Andra.


"Gak tau nih, gak ada jadwal paling cuma beli kebutuhan sehari hari juga" ujar Adin.


"Oh ya udah kalau gitu kita rayain kita jalan makan malam nanti" ujar Megi.


"Oke setuju" ucap Febi dan Rian bersamaan.


"Lo ikut gak Din" tanya Megi.


"Oke deh gue ikut tapi jangan jalan yang mahal mahal ya" ujar Adin.


"Lo ma kaya orang susah aja" ujar Rian.


"Emang lagi susah makanya gue kerja" ucap Adin enteng.


"Oh ya guys gue pergi dulu ya" lanjut Adin.


"Kemana woy"tanya Febi.


" Mau ke toilet" jawab Adin.


Dinda berlari ke toilet saat sudah selesai dengan urusannya Adin di suruh Viyan untuk mengantar makanan ke tempat Rafa, Adin yang tidak mengetahui bahwa makanan tersebut untuk Rafa hanya mengikuti perintah Viyan.


"Ingat dia pelanggan VVIP kita" ucap Viyan.


"Baik pak" ucap Adin membungkukkan sedikit badannya.


Saat sampai di belakang Rafa, Adin merasa mengenal orang duduk di hadapannya namun Adin menepis semua pikiran nya Adin melanjutkan langkahnya.


"Silahkan tuan ini makanannya" ucap Adin ramah.


"Kaya gue kenal suara ini tapi siapa ya" ujar Rafa dalam hati namun masih berkutik dengan handphone nya.


"Terima kasih" ucap teman teman Rafa.


Saat Adin akan meninggalkan meja Rafa tiba tiba Rafa memanggilnya, karena Adin tidak mengetahui bahwa itu adalah Rafa pun membalikkan badannya, setelah dengan sempurna melihat ke arah Rafa, Rafa dan Adin sama sama membelalakkan matanya tak percaya siapa yang mereka lihat saat ini, sampai tak terasa Adin dan Rafa saling meneteskan air matanya.


"Mba saya min...." ucap Rafa terpotong saat melihat Adin orang yang selama ini dia cari.


"Adin" lanjut Rafa.


"Ka-ka, maaf anda salah orang" ucap Adin terbata dan mengelak melangkah pergi.

__ADS_1


"Tunggu" ucap Rafa keras membuat beberapa teman Adin memperhatikannya.


"Bro lo kenal dia" tanya salah satu teman Rafa.


"Dia orang yang selama ini gue cari, dan gue harap lo gak pergi jauh lagi Din" ucap Rafa.


"Maaf ka saya harus pergi" ucap Adin berbalik dan segera meninggalkan meja Rafa.


Rafa yang melihat itu tiba tiba meraih tas rangsel nya kemudian mengejar Adin, Adin yang mengetahui bahwa Rafa mengikutinya langsung berlari keluar restauran namun baru saja sampai di depan restauran ternyata Rafa sudah berada tepat di belakangnya, Rafa berhasil menggapai tangan Adin namun adin terus saja memberontak seketika itu rafa langsung memeluk Adin dengan erat.


"Lepasin gue" berontak Adin.


"Gue gak bakalan lepasin lo sebelum lo mau bicara sama gue" ucap Rafa.


"Oke gue bakal bicara sama lo ka tapi lo lepasin gue dulu" ucap Adin meninggi.


"Lo kurangi dulu emosi lo baru gue mau lepasin lo" ucap Rafa.


Adin mulai mengatur emosinya dan perlahan Rafa melepas pelukannya lalu menggenggam tangan Adin kuat, sebenarnya Adin menginginkan hari ini terjadi, hari dimana keluarganya mencari dirinya namun yang mencarinya justru orang lain yang tidak mempunyai hubungan dengan Adin.


"Kenapa lo hindari gue, lo tau gak gue sampai bela bela in gak masuk kantor gak bantu papi karena lo, gue cari lo tau nya lo ada di sini, dan kenapa lo ngehindar dari gue" ucap Rafa melambat tak terasa air matanya menetes.


"Siapa suruh lo nyariin gue Adin yang lo kenal udah mati dan sekarang gue bukan lagi Adin yang lo kenal ka" ujar Adin menahan air matanya.


"Gue gak peduli lo siapa yang jelas gue kangen sama lo" ujar Rafa meninggi.


"Sorry gue gak kenal siapa lo karena Adin yang kenal sama lo udah mati" ujar Adin tak kalah tinggi kemudian meneteskan air matanya.


"Gak lo tetep Adin yang gue kenal lo tetep Adin yang gue cari lo masih sama, sekarang pulang lah sama gue dan berhenti bilang kalau lo udah mati" ujar Rafa terisak.


"Gue gak salah, yang salah itu lo kenapa lo dengan mudahnya lepasin marga keluarga besar lo" ujar Rafa meninggi dengan air mata yang terus menetes.


"Gue Adin anak jalanan, mana mungkin gue punya marga keluarga lo salah orang mending lo pergi" ujar Adin.


"Gue gak akan pergi sebelum lo mau pulang sama gue" ujar Rafa.


"Lo mau bawa gue pulang dan kasih gue ke harimau harimau kelaparan itu lo denger baik baik ya ka, gue bukan lagi Adin dari keluarga Damantara, karena Adin Damantara sudah tewas saat dia melangkah keluar dari rumah tuan Damantara paham lo" ujar Adin.


"Lo salah, itu karena Ayah lo lagi emosi, dan lo tau Ayah sama Abang lo panik cari lo, mereka sampai putus asa cari lo" ujar Rafa mulai meninggi kembali.


"Kalau mereka cari gue udah pasti gue ketemu, tapi nyatanya apa mereka gak ada yang cari gue dan lo tau ka kalau gue sudah di anggap gak pernah lahir di keluarga Damantara sejak tuan Damantara mencabut marga gue, jadi lo gak perlu cari gue dan gue gak kenal lo, anggap ja kita gak pernah bertemu paham lo" ucap Adin tegas sembari berjalan meninggalkan Rafa.


"Tapi Din Ayah lo butuh lo" teriak Rafa.


"Gue gak punya Ayah" jawab Adin teriak.


Adin berlari kearah restauran Adin paham bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian.


"Nona muda berhenti dan ikut lah bersama dengan kami pulang" teriak seseorang yang berpakaian serba hitam menghampiri Adin.


"Saya bukan Nona muda kalian lagi jadi kalian pulang lah dan nikmati waktu istirahat kalian" ujar Adin.


"*What gue gak mimpi kan gue gak salah denger kan Afin adalah anak konglomerat Damantara" ucap Megi.

__ADS_1


"Udah gue duga kalau dia bukan orang sembarangan" ucap Andra*.


Tiba tiba sang bodyguard menarik tangan Adin, Adin terus memberontak dan mengambil alih pistol yang ada di saku anak buah Ayah, lalu menodongkan nya kepada semua anak buah Ayah nya tersebut.


"Nona muda jangan begitu Nona kami membutuhkan Anda" ujar anak buah Ayah.


"Apa yang kalian butuh dari gue, paling juga tanda tangan pengalihan semua warisan gue dan asal kalian semua tau gue gak pernah tertarik dengan kekayaan Damantara paham kalian'' ujar Adin tegas kepada anak buah Ayah.


"Nona saya mohon Nona pulang lah bersama kami karena jika anda tidak tidak pulang dengan kami, kami tidak akan pernah bisa pulang Nona jadi saya mohon Nona" ucap anak buah Ayah memohon mengalihkan perhatian Adin.


Brugh..... brugh.... brugh....


Suara anak buah Ayah terkapar tak berdaya di tanah Adin menghajar semua anak buah Ayah, selama Adin berada di kota B Adin belajar ilmu bela diri dan kemampuannya sangat pesat.


"Maju kalian semua" tantang Adin.


Semua anak buah Ayah maju untuk menaklukkan Adin namun Riko Rian dan Andra menghadang semua anak buah Ayah dengn berdiri di depan Adin, Adin yang melihat itu menjadi bingung.


Anak buah Ayah tanpa berfikir panjang langsung menghajar semua teman Adin yang mencoba melawan.


"Bocil pergi lo" teriak Riko sembari memukul anak buah Ayah.


"Tapi gue gak bisa tinggalin kalian ini masalah gue bukan kalian" teriak Adin.


"Gue tau, karena gue kaka lo jadi gue bakal jagain lo dan jauhin lo dari bahaya lari lo pergi" ucap Riko.


"Thanks you all , i love you all" teriak Adin berlari menjauhi tempat perkelahian.


Adin terus berlari sampai di dekat jembatan Adin berhenti sejenak namun anak buah Ayah sudah berada tepat di belakang nya saat Adin menengok ke belakang anak buah Ayah sudah sangat dekat dengannya kemudian Adin berlari menyeberangi jembatan namun tiba tiba ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan....


brakkkk........


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Apa yang terjadi sama Adin....😭😭


Penasaran penasaran....

__ADS_1


Tinggalin jejak dong reader dan author akan lanjutin ceritanya....


di tunggu up nya ya...😍😘😘***


__ADS_2