Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
EP 48


__ADS_3

"Bang jangan ngomong sama Dadi kalau Angel bawa mobil sendiri ya" ucap Angel saat berada di dalam lif kantor Dadi.


"Kenapa" tanya David singkat.


"Takut Dadi marah" ucapnya lirih.


"Kamu takut Dadi marah, tapi kamu berani bawa mobil sendiri tanpa surat izin" ucap David serius.


"Iya Bang maaf" ucap Angel semakin lirih.


"Emang kamu takut banget kalau Dadi marah, ciut juga tuh nyali" ledek David.


"Gak lucu, tapi gak takut banget juga si serem Abang kalau lagi marah" ucap Angel polos.


"Apa" tanya David menekan suaranya.


"Eh gak gak Bang bercanda" ucap Angel dengan. cepat keluar dan menjauh dari David.


David tersenyum dan menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa dia mempunyai adik yang begitu bodoh. Tapi entah mengapa David sangat susah untuk berlama lama marah dengan Angel padahal saat marah dengan orang tuanya saja dia bisa satu minggu tidak menyapa ke dua orang tuanya. Namun hal berbeda yang ia rasakan saat marah kepada Angel jangankan satu hari baru satu jam aja udah gak tahan marahnya.


"Gue kenapa, kenapa gue gak bisa marah ataupun memusuhi Angel" ujar David dalam hati sembari melangkah mengejar Angel.


Angel masuk ke dalam ruangan David lalu melepaskan sepatu high heel dan tasnya kemudian Angel duduk sembari membuka laptop David. Setelah mengecek laptop David Angel mengecek beberapa dokumen yang ada di atas meja kerja David. Dengan sangat telaten Angel mengerjakan semuanya dengn cepat sedangkan David hanya memperhatikn Angel sembari duduk di sofa.


"Mau sampai kapan kamu di situ dan liatin Angel Bang" ucap Angel tiba tiba membuat David gugup.


"Ih GR siapa juga yang liatin lo" ucap David.


"Udah gak usah sok gitu" ucap Angel singkat.


"Bang nih, Angel gak tau bahasa apaan ini" lanjut Angel mengangkat dokumen di tangannya.


"Bentar" ucap David mendekati Angel.


David membaca dokumen tersebut dengan sangat serius. Saat David dan Angel bekerja sama semua pekerjaan akan selesai dengan cepat dan tepat. Karena Angel bekerja dengan penuh ketelitian, sedangkan David dengan penuh pertimbangan sehingga saat mereka bersama pekerjaan mereka bisa di katakan sempurna.


"Oke beres" ucap Angel semangat.


"Semangat bener" ledek David.


"Iya lah semangat kan semua pekerjaan udah beres" ucap Angel.


"Iya, punya Abang juga udah selesai" ucap David.


"Gimana Bang udah selesai semua" ujar Dadi yang baru saja masuk.


"Sudah Dad" ucap David.


"Good job Bang" ucap Dadi memeluk David karena memang posisi David yang mudah untuk berpelukan.


"I'm fine okey" ujar Angel lirih namun masih bisa di dengar.


"Honey bagaimana pekerjaan mu" tanya Dadi tersenyum.


"Selalu dalam jalannya Dad" ucap Angel sembari duduk di sofa samping David.


"Oke Dadi suka kerja kamu" ucap Dadi mengelus rambut Angel pelan.


"Dad bisa gak sih jangan langsung puji pekerjaan Angel, lihat juga belum Angel takut dengan Dadi selalu memuji tanpa mengoreksi akan ada masalah nanti" ucap Angel serius menatap Dadinya.


"Jaga bicaramu Honey, karena itu tandanya Dadi sangat mempercayai kamu Honey" ucap David.

__ADS_1


"Sudahlah Boy" ujar Dadi tersenyum.


"Semua yang Abang katakan bener jadi Dadi harap kamu akan selalu menjaga kepercayaan Dadi" lanjut Dadi mendekati Angel.


"Ya maaf Dadi" ucap Angel menundukkan kepalanya.


"Sudahlah jangan melow lagi, mending kamu presentasikan setiap dokumen yang kamu kerjakan tadi" perintah Dadi.


Angel tersenyum lalu berjalan ke depan David dan Dadinya dan menjelaskan semua yang telah dia pelajari tadi. Dadi tersenyum sangat puas dengan pekerjaan Angel bahkan Dadi berfikir untuk segera memberikan salah satu perusahaannya untuk Angel pimpin.


"Bagus Girl, gimana kalau setelah kelulusanmu kamu pegang salah satu perusahaan Momi atau Dadi" tawar Dadi.


"Maaf Dad, tapi Angel masih ingin menikmati masa kuliah nanti tapi Dadi tenang saja saat Dadi butuh Angel, Angel akan datang dan membantu Dadi" ucapnya serius.


"Sorry Dad, bukan itu alasan sebenarnya, alasan Angel adalah Angel takut pada nantinya Angel akan pergi meninggalkan keluarga ini. Angel takut pada saat itu tiba itulah yang akan membuatku tidak bisa memilih" ujar Angel dalam hati.


"Oke tapi kamu jangan buat sekolah kamu lama lama gunakan semua kemampuan kamu dan jadilah lulusan terbaik dan tercepat" ujar Dadi.


"Siap Dad" ucap Angel memberikan hormat.


"Darwin gimana pekerjaan kedua anak Dadi ini" tanya Dafi kepada asistennya yang telah menjadi tangan kanan Dadinya.


"Semuanya rapi dan baik tuan, buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya" ucap Darwin.


"Pasti lah kalau jauh dari pohon tuh gak jatuh tapi di bawa angin hehe" ucap Angel membuat semua orang tertawa.


"Oh ya Nona muda ada seseorang yang menitipkan ini kepada saya untuk Nona" ucap Darwin memberikan sebuah kalung yang sangat tidak asing bagi Angel.


"Dari siapa" tanya Angel.


"Saya tidak tau Nona, tapi dia bilang katanya dari teman anda" ucap Darwin.


"Oke thanks " ucap Angel.


"Kamu kenapa Honey" tanya David.


"Eh, no Bang cuma kaya pernah Angel di kasih ginian tapi kapan ya, ah entahlah" jawab Angel.


"Terus itu dari siapa, apa kamu punya pacar" tanya David serius.


"Jangankan pacar, temen laki laki aja gak ada yang deket deket banget" ucap Angel.


"Terus dari siapa dong, kamu kan di sini baru" tanya Dadi.


"Mungkin dari kak Maya, yang kerja di tempat Mom soalnya Angel cuma kenal sama dia" jawab Angel sembari memasukkan kalung ke dalam tasnya.


"Oh oke" ucap David.


"Kenapa Bang, cemburu ya....." ledek Angel.


"Siapa yang cemburu, gk ada hak Abang buat cemburu" ucap David dengan wajah memerah.


"Ada, cemburu aja ngapa Bang biar Angel seneng gitu" ledek Momi yang baru sampai di ruangan Dadi.


"Tos Mom" ucap Angel membuat semua orang semakin tertawa dan semakin wajah David memerah.


"Udah udah lah jangan gitu kasian Abang" ucap Dadi.


"Yayaya, udah Dadi sama Momi mau rapat ada rapat para pemegang saham kalian berdua ikutlah" ucap Dadi.


"Abang aja kali Dad, Angel kan belum kasih saham di perusahaan ini" ucap Angel bingung.

__ADS_1


"Udah ikut aja, kamu sama Abang sama sama punya saham di sini Abang 10% kamu 10%" ucap Momi.


"Bilang aja males rapat" ujar David.


"Bang kenapa si kamu tuh suka bener kalau ngomong" ucap Angel memperhatikan giginya.


"Emang Abang selalu bener, kamu yang selalu salah" ucap David terkesan serius namun tidak di perdulikan Angel.


"Kesalahan yang membuat hati Abang bergetar" ledek Angel.


"Suka Nyes ya" ucap David memegang dadanya.


"Mau sampai kapan kalian bertengkar, kalau sudah selesai bisa ke ruang rapat" ucap Dadi meninggalkan Angel dan David.


"Ikut, kalau di sini terus sama Abang males" ucap Angel.


"Angel males, karena setiap bersama Abang jantung Angel gak beraturan" ujar Angel dalam hati.


"Siapa juga yang mau sama kamu males" balas David.


Akhirnya Angel dan David berjalan di belakang Mominya beserta para asisten yang berada di belakang mereka. Namun Angel memilih berjalan paling belakang karena Angel tidak ingin siapun tau dirinya adalah anak dari Honsclair agar Angel tau siapa yang sedang menjadi penjilat keluarganya.


Sedangkan David berjalan di belakang Mominya dengan memberi beberapa jakar agar terkesan dia hanya sebatas teman bisnis Dadinya, karena wajah David yang lebih mirip dengan Kakeknya tidak ada seorangpun yang tau dia adalah pewaris tunggal keluarga Honsclair.


"Bos kita duduk dimana" tanya Kevin saat berada dekat ruang rapat.


"Bukan kita tapi gue" ucap David lirih.


"Yaya terserah lo deh bos" ucap David pasrah.


"Bang bang" ucap Angel mengejar David.


"Apa" ucapnya singkat.


"Angel kan gak punya Asisten boleh gak pinjem kak Kevin" tanya Angel.


"Terus gue sama siapa dong, mending lo duduk di samping gue nanti" ucap David.


Angel mengerti lalu menjaga jarak kembali dengan David. Saat masuk ke dalam ruang rapat ternyata sudah banyak orang yang sedang menunggu Dadi dan Mominya. Angel dan David merasa sangat tegang tapi bukan Angel namanya jika tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Sedangkan Davin yang terlihat dingin sangat sulit di tebak walaupun hatinya sangat tegang.


Dadi membuka rapat dengan penuh wibawa dan mengenalkan Angel dan David namun tanpa marga keluarga membuat Angel tersenyum sampai pada akhir rapat Angel memperhatikan dengan serius dan mencatat beberapa poin yang penting.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Maafin ya reader kemarin gak bisa up...

__ADS_1


Tapi author janji akan up setiap hari jadi terus dukung Author ya comen like dan vote ya...


Love you reader***. .....


__ADS_2