
"Abang" ucap Angel merebut ponselnya.
"Gak ada Mom, dia tuh sok tau" ucap Angel.
"Kalau kamu beneran punya pacar kamu udah dewasa dong" ucap Mommy.
"Kenapa dengan kedewasaan" ujar Angel.
"Di usia dewasa usia rentan apapun yang kamu lakukan pasti akan ada imbasnya" ucap Mommy.
"Ya mom Angel paham" ucap Angel mengangguk.
"Kalian gak ada jalan sama pacar masing masing gitu" tanya Daddy
"Gak ada males keluar Dad" ucap Angel.
"Kamu Boy" tanya Mommy.
"Mana punya pacar dia Mom" ledek Daddy.
"Daddy " ujar David merengek menbuat semua tertawa.
Mereka terus bercanda tawa dengan menonton TV. Angel dan David bahkan lupa kalau mereka sekarang sudah menjadi pasangan kekasih mereka hanya menikmati waktu bersama.
"Boy gak kasian apa sama Angel bisa kebas tuh kaki" ucap Daddy.
"Biarin buat pelajaran" ujar David.
"Emang dia buat masalah" tanya Daddy
"Ya dia nyebelin pagi ini" ucap David.
"Yang nyebelin tuh kamu udah kepoin hp orang bangunin orang kayak bangunin patung kejam" ujar Angel.
"Terus debat terus" ujar Mommy.
Angel dan David masih dalam posisi diamnya. Namun David tidak kunjung bangun dari pangkuannya membuat Angel perlahan tersenyum.
"Honey" ujar David memperlihatkan foto cincin tunangan di ponselnya.
"Bagus gak" tanya David.
"Coba liat" ujar Angel mengambil ponsel David.
"Bagus yang ini simple" ucap Angel memilih yang menurutnya bagus.
"Simple bener gak keliatan dong" ucap David.
"Liat deh Bang, nih bagus simple tapi elegan daripada yang ini terlalu mencolok" ucap Angel di angguki David.
"Kalian milih apa si" tanya Monny.
"Milih barang legendaris Mom" ucap David hanya gelengan Momny.
"Beli yang ini aja deh ya, mau di kasih tulisan gak" tanya David.
"Boleh di balik itu aja tulisannya" ucap Angel.
"Mau tulis apa" tanya David.
"Bentar kalau pesen design sendiri bisa gak si" tanya Angel.
"Bisa dong yang penting duit" ucap David.
"Ponsel dong" ucap Angel
"Buat apa" tanya David.
"Bikin designnya" ucap Angel di angguki David lalu memberikan ponsel Angel yang sudah ada di tangannya lagi.
Angel mendesign cincin mereka dengan tulisan David dan Angel di sekeliling cincin itu tapi bagi yang yidak memperhatikannya tidak akan tau kalau itu tulisan nama bukan design biasa.
"Good, pesen ya" ucap David di angguki Angel.
"Kalian pesen apa si" ujar Mommy semakin penasaran.
"Nanti juga Mommy tau" ucap David.
"Kamu udah selesai buat bajunya cika Girl" tanya Daddy.
"Belum Dad, kan gak ada yang boleh bantu sama Cika untung dia kasih izin buat jaitnya minta bantuan orang" ucap Angel
"Emang susah banget designnya" tanya Mommy.
"Gak si Mom, simple tapi elegan tapi detile nya itu yang susah butuh ketelitian untung Abang bisa bantu kemarin" ucap Angel
"Di. Bolehin sama Cika" tanya Mommy.
"Boleh lah, mommy kan tau Cika masa iya seorang tuan muda agak boleh sentuh" ucap Angel
"Dia masih mengincar konglomerat" tanya Daddy
"Hm, seperti itulah dia Dad" ucap Angel
"Kenapa gak kamu kasih aja Abang buat Cika" tanya Daddy membuat Angel dan David saling tatap.
__ADS_1
"Daddy apaan si" ucap David yang tau Angel sulit untuk menjawab.
"Angel gak mau menentukan jodoh seseorang Dad, lagian Cika gaak mau sama Abang katanya terlalu dingin" ucap Angel.
"Jadi kamu pernah jodohin Abng sama Cika" tanya Momny.
"Gak, cuma Cika pernah minta bantuan Angel buat deketin tapi Angel gak mau takut Abang marah" ucap Angel.
"Harusnya dulu kamu deketin aja Abang sama biar nyaho" ucap Mommy membuat Angel tersenyum.
"Kamu gak mau nikah kayak Cika" tanya David.
"Ya mau lah nikah masa gak" ucap Angel
"Apa pilihan kamu antara karir dan pernikahan" tanya Mommy
"Buat saat ini Angel masih ingin menikmati semua masa yang gak bakal bisa terulang, Angel masih ingin mengembangkan sayap lebih lebar Mom" ucap Angel.
"Andai ada seseorang yang melamarmu dan ingin menikahimu secepatnya kamu tetap menolaknya" tanya David.
"Tergantung sama cowoknya mau berjuang bersama atau gak kalau mau berjuang bersama kenapa gak" ucap Angel membuat David tersenyum.
Angel membalas senyuman David dengan manisnya. David langsung bangun dari tidurnya dan beralih duduk menatap Angel. David mendekatkan wajahnya membuat Angel gelgapan.
"Bang" twgur Angel sembari mendorong David.
"Ponsel kamu" ucap David mencari alasan saat sadar kelakuannya.
"Abang pasti mau acak acak lagi ponsel Angel" ucap Angel.
"Punya kamu tuh banyak foto yang absur" ledek David.
"Dasar" ucap Angel.
"Oh ya Mom Dad Angel kayaknya bakal jarang pulang deh bakal sibuk dengan gaun Cika" ucap Angel.
"Terus kamu mau tidur di butik" tanya David.
"Sepertinya gitu, lagian kalau harus bolak balik kan jauh Bang" ucap Angel.
"Biasanya juga bolak balik" ucap David
"Tapi biasamya gak kejar waktu" ucap Angel.
"Terus nanti kalau kamu kecapean terus makannya giman kalau kamu sakit gimana" ujar David heboh.
"Perhatiannya, Bang di sana ada banyak tempat makan, Angel udah gede bisa atur jam istirahat jadi Abang jangan khawatir oke lagian Angel bisa lebih kuat dari yang terlihat" ucap Angel merangkup wajah David
"Oke" ucap David mengangguk.
Angel langsung tersenyum menatap ke dua orang tuanya. Dia akan menepati janji untuk pergi dari rumah itu dan mencari alasan yang sangat masuk akal bagi David.
"Honey susah ketemu dong" ucap David menyandarkan kepalanya di pundak Angel.
"Ya elah Bang, Abang kan bisa mampir ke butik lagian kayak Angel mau pergi ke mana aja" ujar Angel.
"Abang rasa kamu mau pergi jauh" ucap David.
"Ya sejauh jarak hatiku dan hatimu" ucap Angel.
"Mana ada hati yang bisa nyatu, hati tetep ada di posisi masing masing" ujar David.
"Nah itu tau" ucap Angel membuat David langsung memeluknya.
Angel menatap ke dua orang tuanya merasa tidak enak dengan kelakuan David namun Ke dua orang tuanya justru tersenyum dan mengangguk apalagi saat David memejamkan matanya dalam pelukannya
"Mom temenin Daddy yuk" ucap Daddy.
"Kemana" tanya Mommy.
"Jalan jalan dong, yuk kita berdua" ucap Daddy dengan genitnya membuat Mommy malu.
Daddy dan Mommy peegi bersiap untuk jalan jalan berdua. Sedangkan Angel dan David masih di posisinya dengan pelukan David yang erat.
"Sayang" ujar David.
"Kenapa" tanya Angel.
"Kamu yakin mau jauhan gini " ucap David.
"Lagian jaraknya gak sejauh itu kali" ucap Angel melepaskan pelukan David.
"Yang" ujar David menatap Angel namun Angel hanya tersenyum.
"Boy, Girl kita pergi dulu ya" ujar Mommy dengan tangan bergandneg mesra dengan Daddy.
"Selamat bersenng senang Dad, Mom" ucap Angel mendapat senyuman dari keduanya.
Sesaat setelah ke dua orang tuanya peegi David langsung mencium pipi Angel membuat Angel tersentak.
"Abang" ucap Angel mengusap pipinya.
"Saya bukan Abangmu" ujar David mendorong Angel.
"Hei sadarlah" ujar Angel memberontak.
__ADS_1
"Panggil sayang baru berhenti" ujar David.
"Sayang beehentilah" ucap Angel saat David sudah mencium lehernya.
David langsung berhenti dan membenarkan posisinya dan posisi Angel. Angel merapikan baju dan menetralkan jantungnya yang berdegup kencang.
"Kenapa maraton ya" ujar David meledek.
"Emang kamu gak" tanya Angel.
"Enggak lah biasa aja" ucap David.
Angel tersenyum lalu menempekan telinganya di dada bidang David membuat David menahan nafasnya.
Angel langsung bangun saat sadar kelakuannya.
"Sorry" ucap Angel
Angel dan David sama sama diam. Mereka saling mencari kesibukan masing masing sampai ponsel David berbunyi.
"Ya kenapa Rey" tanya David.
"......"
"Oke, gue kesana" ucap David.
"Sayang pergi yuk" ucap David.
"Kemana" tanya Angel.
"Menghadiri reuni" ucap David.
"Gak lah nanti malah jadi perusak moment" ucap Angel
"Lagian bukannya ini pertama kalinya saya ajak kamu pergi reuni, jadi gak akan ada yang tau kamu" ucap David.
"Tapi" ucap Angel.
"Temenin dong" ucap David.
"Em, oke tapi apa dresscode nya" tanya Angel.
"Apapun yang kamu pakai pasti bagus" ucap David menatap tubuh Angel.
"Mana ponsel kamu" tanya Angel meminta ponsel David.
Angel melihat undangan reuni yang Rey kirimkan membuat Angel terswnyum dengan dress code yang di tuliskan. Di sana tertulis kalau dress code yang di maksud adalah cosply anime.
"Bang ini beneran" ujar Angel menunjukkan dress code.
"Makanya kamu pakai apapun yang kamu suka" ucap David.
"Menarik gimana kalau Angel pakai pakean costum avatar" ucap Angel berdiri dan berfikir.
"Jangan dong cukup saya yang boleh meihat lekuk tubuhmu" ujar David membuat Angel malu.
"Dasar mesum" ucap Angel menonyor dada David lalu berlari.
"Sayang" ujar David mengejar Angel dengan ponsel di tangannya.
Angel berlari dengan sangat cepat namun seketika berhenti.
"Sayang jam berapa" tanya Angel di ujung tangga.
"Makanya jangan langsung lari" ujar David.
"Tiga puluh menit lagi" ucap David.
"Mandi gak ya" ujar Angel.
"Mandi dong biarin mereka menunggu" ucap David.
"Sok ganteng bener" ucap Angel.
"Emang ganteng" ucap David
"Ya deh" ujar Angel langaung berjalan pelan ke lamarnya sedangkan Dvid pergi ke kamarnya sendiri untuk bersiap. Angel dan David mandi dengan cepat dan bersiap.
Angel memakai dress lengan terbuka. Angel memilih riasan dan dress simple namun elegan. Saat Angel keluar dari kamar David juga keluar dan kebetulan baju yang mereka gunakan senada.
"Cantiknya" puji David melihat dandanan Angel.
"Terima kasih, ternyata bisa dandan gak formal ya" Ujar Angel yang melihat dandanan David yang tidak sepeeti biasanya dia bahkan menata rambutnya dengan berbeda membuat kegantengannya meninggat.
"Saya juga manusia normal" ujar David tersenyum.
Angel dan David berjalan bersama menuruni tangga dan mengambil sepatu di tempat penyimpanan. Angel mengambil sepatu mahalnya dengan merk ternama membuat David mengambil merk yang sama dengan sepatu Angel.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya guys...