Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Salah Paham.


__ADS_3

Malam mulai sunyi Angel yang terlalu lelah dia sampai tertidur di depan laptopmya karena dia sedang membuat beberapa tugas kuliahnya.


Mentari meninggi membuat Angel segera membuka matanya namun saat dia terbangun dia melihat sebuah notivikasi bahwa banyak panggilan dan pesan masuk dari David. Angel langsung duduk dengan tegap dan membulatkan matanya dia membaca semua pesan yang di kirim David dengan seksama.


"Hallo" ujar Angel.


"Hallo Honey sudah bangun" tanya David di sebrang telfon.


"Udah Bang, maaf ya gak angkat angkat telfon Abang terus kenapa Abang belum tidur bukannya di situ masih tengah malem apa Abang gak ngantuk kenapa Bang" ucap Angel.


"Bisa gak si tanya satu satu" ucap David lembut


"Sorry Bang, terlalu semangat" ucap Angel.


"Iya gak apa apa, maaf ya ganggu tidur kamu" ucap David.


"Udah pagi kali Bang di sini, Abang yang kenapa belum tidur" tanya Angel.


"Abang merasa bersalah sama kamu" ucap David.


"Kenapa" tanya Angel.


"Gak Abang cuma merasa kurang perhatiin kamu, Abang mau tanya kemarin bukannya kamu mau cerita sesuatu sama Abang" tanya David.


"Cerita tentang" ujar Angel bingung.


"Cerita hari ini kamu kemana aja dan ngapain aja" ucap David.


"Oh kemarin pergi ke kampus setelah itu pergi ke mall udah gak ada lagi, oh ya Bang boleh ganti ke panggilan vidio gak Bang" ucap Angel


"Cie kangen ya sama Abang" ledek David.


"GR banget gak jadi ya udah Angel mau bikin sarapan" ucap Angel memutuskan panggilan telfonnya.


Setelah memutuskan panggilan telfonnya Angel menatap dirinya sendiri di pantulan cermin. Tapi saat dia sedang serius menatap dirinya ada sebuah telfon masuk membuat Angel asal nengangkatnya dia sampai tidak tau kalau itu panggilan Vidio.


"Kenapa gue jadi sensitif banget sama Abang" ucap Angel pada dirinya sendiri namun karena panggilan yang sudah tersambung David hanya tersenyum.


Angel masih saja menaruh ponselnya di atas meja dengan kamera yang menghadapnya. Lama David terdiam saat melihat wajah Angel mamun berbeda dengan Angel yang lamgsung tersentak sadar bahwa David sedang menatapnya dari pantulan cermin karena ponselnya yang berada tepat di depan cermin.


"Abang kenapa" tanya Angel membuyarkan lamunan David.


"Gak Honey, katanya mau bikin sarapan tapi kenapa gak jadi" ujar David.


"Masih lama kali ke kampusnya" ucap Angel.


"Jam berapa berangkatnya" tanya David.


"Jam sepuluh nanti, oh ya Bang kenapa gak tidur si udah malam tau" ucap David.

__ADS_1


"Rindu" ucap David.


"Iya tau, tapi baru dua hari pergi masih lama ketemunya Bang" ucap Angel.


"Tapi rasa setahun" ucap David.


"Gak sekalian satu abad Bang" ujar Angel


"Lebih lama dari itu Honey" ujar David.


"Abang gak tidur Bang" tanya Angel.


"Gak bisa tidur Honey" ucap David.


"Tapi kalau Abang gak tidur gimana sama kerja Abang" tanya Angel.


"Kamu lebih perhatian sama kerja Abang dari pada Abang" ucap David.


"Abang sensi amat" ucap Angel.


"Iya nih gak tau efek rindu kayaknya" ucap David tersenyum.


"Iya Abang, udah dulu ya Abang tidur ya lanjut besok pagi aja ya Bang bye see you" ucap Angel.


"Ya Honey, i love you Honey" ucap David.


Setelah kata perpisahan itu David langsung mematikan ponselnya sedangkan Angel masih diam. Namun Angel langsung pergi untuk membersihkan apartemannya lalu memasak untuk sarapannya sendiri. Setelah semua selesai Angel langsung membersihkan diri dan bersiap berangkat ke kampus.


Angel memilih untuk naik bis ke kampusnya pasalnya dia sembari belajar selama perjalanan. Angel mebawa banyak buku yang sempat dia beli saat berada di mall kemarin malam.


Angel sangat serius saat belakar sampai dia sampai di kampusnya. Dia langsung masuk ke dalam kelas tanpa melihat Rafa yang sedari tadi melihatnya.


"Serius banget" ujar Rafa.


Namun Angel hanya melihatnya sebentar dan kembali fokus. tak lama kemudian dosen masuk dan langsung serius ke pelajaran kembali.


Setelah selesai Angel langsung pergi dan kembali masuk kelas namun kali ini Angel masuk kelas Teknologi dengan cekatan Angel bisa mengimbangi semua seniornya membuat banyak orang mempertanyakan siapa Angel sebenarnya.


Sore hari Angel baru menyelesaikan kuliahnya dia langsung pulang ke apartemennya dia membersihkan diri dan terus belajar.


Angel selalu melakukan segala sesuatu dengan sangat teliti dia todak ingin melakukan kesalahan.


Waktu terus bergulir lama sudah lama Angel jauh dari keluarganya hanya sesekali ke dua orang tua maupun Abangnya yang mengunjunginya. Bahkan saat liburan tiba Angel tidak bisa pulang karena dia harus belajar dan terus belajar sampai dia lupa dengan apa yang ingin dia lakukan dulu.


Enam bulan sudah dia di negeri orang banyak lika liku yang dia jalani sampai waktunya tiba dia bertemu kembali dengan maya. Maya yang masuk kuliah di tempat Angel kuliah membuat Angel bahagia.


"Kak Maya" ujar Angel dari kejauhan.


"Hai Ngel, mau temenin gue ke dokter gak" tanya Maya.

__ADS_1


"Dokter udah jadwalnya cek ya kak" tanya Angel.


"Iya nih, kan udah masuk delapan bulan jadi sering sering ke dokter" ucap Maya.


"Oke Angel juga udah gak sabar di panggil Aunty" ucap Angel cekikikan.


"Andai lo emang Adin adek gue pasti dia juga antusias seperti lo Ngel" ucap Maya dalam hati.


"Kenapa kak" tanya Angel.


"Gak ke inget aja sama saudara kembar" ucap Maya.


"Oh, gimana kalau kuta ke dokter sekarang aja kebetulan udah selesai kelas Angel" ucap Angel.


"Beneran gak ngrepotin nih" tanya Maya.


"Gak kak yuk" ucap Angel.


Saat mereka baru saja ingin melangkah tiba tiba Rafa datang dan membuat Maya terkejut. Namun respon Rafa berbeda saat melihat Maya yang ada di depannya dalam kondisi hamil besar. Karena Maya masuk setelah setengh semester saat Rafa sedang pulang ke Indonesia membuatnya tidak tau kalau Maya satu kelas dengannya.


"Kak Rafa" ucap Maya terbata.


"Ma maya" ucap Rafa.


"Itu" ucap Rafa.


"Iya kak" ucap Maya menunduk.


"Maafin dia May" ucap Rafa memeluk Maya.


"Kalian saling kenal" tanya Angel.


"Seperti yang lo lihat" ucap Rafa.


"Tapi kenapa reaksi lo gitu Fa, baru kali ini gue liat lo nangis gini jangan jangan lo laki laki yang buat dia menderita ya" ucap Angel.


"Bukan jaga amarahmu" ucap Maya lembut.


"Sepertinya kita perlu bicara agar gue gak salah paham sama kalian" ucap Angel.


"Oke kita bicara sambil makan gimana gue yang traktir deh" ucap Rafa.


"Gak mending kita periksa calon keponakan baru makan" ucap Angel semangat.


"Oke, May lo yakin dia bukan Adin" tanya Rafa berbisik.


"Gak yakin gue, gue rasa dia Auntynya" ucap Maya.


"Semoga aja begitu" ucap Rafa..

__ADS_1


Maaf ya Readers lama gak up sorry otaknya gak singkron hehe....


tapi Author janji bakal sering up walaupun sedikit ya.


__ADS_2