
"Ya iya lah gak meragukan pekerjaan Adeknya soalnya kamu sendiri yang ajarin Adek, kalau sampai pekerjaan Adek gak beres kan kamu juga yang malu sebagai panutan Adek" ledek Dadi.
"Ih Dadi, bisa gak si Dadi jangan meremehkan Angel, kalaupun Angel buat kesalahan itu murni kesalahan Angel bukan salah Abang" bela Angel.
"Ada yang gak terima nih Abang nya di jelekin" ledek Momi.
"Ya iya lah gak terima soalnya Abang itu udah terlalu jelek jadi kalau di jelekin lagi kasian Mom" ucap Angel tertawa.
"Sue kamu Dek, bilangin Abang jelek tapi kamu suka kan" ujar David narsis.
"Iya suka apa lagi kalau Abang kasih uang saku setiap hari buat Angel" ujarnya tertawa.
"Matre juga kamu Honey" ucap David mendekati Angel, membuat Angel mundur teratur.
"Matre itu penting apa lagi kalau sama pengusaha muda kaya jomblo lagi hehehe" ujar Angel menutupi kegugupannya.
"Benarkah, lalu kenapa kamu mundur gitu takut" ledek David.
"Gak siapa juga yang takut lagian kan Angel gak salah, yang harus di tanya itu Abang kenapa Abang gitu natap Angelnya" ujarnya sudah tidak bisa menutupi rasa gugupnya.
"Hahahaha baru di tatap belum juga deket udah gugup hahaha" ujar David tertawa keras.
David tertawa dengan keras membuat semua Maid yang melihatnya berhenti sejenak untuk meihatnya, pasalnya sangat jarang bahkan tidak pernah tersenyum apa lagi tertawa keras di depan semua orang selain dengan sang Adik kesayangannya.
David terkenal dengan bos muda yang dingin namun baik hati, pelit senyum apa lagi tertawa membuat semua Maid yang melihatnya ikut tersenyum melihat sang tuan muda bahagia membawa aura kebahagiaan bagi para maid. Para maid merasa bahwa kehadiran Angel adalah sebuah Anungrah dan pantas jika Angel menyandang julukan Angel yang berarti Malaikat.
"Udah lah Angel laper" ucapnya karena merasa dipojokkan David.
"Bilang aja gak bisa nafas di deket Abang" ledek David mengedipkan matanya.
"Ih narsis" ujarnya pergi melewati David dengan cepat.
David menatap kepergian Angel kemudian menatap ke dua orang tuanya yang ternyata sedang menahan tawanya, seketika tawa mereka bertiga pecah saat Angel sudah benar benar masuk ke dalam rumah. Pagi yang sangat hangat dan membahagiakan di dalam keluarga besar tersebut.
"Udah jangan terlalu keras, nanti Adek kamu marah nyaho kamu Bang" ujar Mom berlalu menyusul Angel.
"Noh Bang dengerin Momi, karena selama ini kita gak pernah melihat Angel marah, tapi kalau marah sama Abang kayaknya bagus juga" ledek Dadi.
"Dad lebih baik kita masuk" ujar David panik dengan yang Dadi bicarakan.
"Honey kamu tidak menunggu Dadi sama Abang kamu" tanya Mom yang baru saja sampai di meja makan.
"Angel lapar" ujarnya singkat.
"Tapi itu tidak sopan Honey, setidaknya kamu tunggu Dadi" ucap Momi.
__ADS_1
"Udah lah Mom gak apa apa, mungkin dia lapar setelah energinya terkuras kegugupannya di deketin Abang tadi" ledek Dadi.
"Gak lucu Dad" ucapnya dingin.
"Oke oke, Dadi minta maaf ya udah makan yang banyak biar kuat ngadepin Abang kamu" ucapnya bukan menghibur justru membuat Angel membulatkan matanya karena ucapan Dadinya.
Angel hanya mengangkat ke dua bahunya acuh. Sebenarnya Angel tidak pernah merasa marah terhadap Abangnya melainkan gugup yang tidak bisa Angel tutupi karena perlakuan David yang Angel rasa semakin gila dan hampir membuat Angel susah bernafas di dekat David.
"Dad asal Dadi tau bagaimana Angel dengan sekuat tenaga untuk menahan diri dari Abang, menahan semua godaan nyata yang Abang berikan kepada Angel sampai Angel susah hanya untuk menelan saliva Angel sendiri, dan mungkin saat Dadi tau perasaan itu saat itu juga Angel akan berlutut di hadapan kalian, maafin Angel yang menyimpan rasa pada Abang sendiri" ujarnya dalam hati.
Seperti yang Angel rasakan , David juga merasakan bahwa sifatnya terhadap Angel sekarang menggila sebesar apapun David mencoba menahannya namun sia sia keinginannya untuk menggoda Angel semakin besar. Dan saat David berada di dekat Angel David merasa jika dirinya tidak bisa mengendalikan dirinya lagi maka dari itu David berusaha menggoda Angel agar Angel menjauh darinya.
"Apa kalian semua tau, seberapa besar Abang menahan diri dari Adek itu semua sia sia Dad maaf jika David harus mengingkari janji yang pernah terucap dulu" ujarnya dalam hati.
"Udah udah makan" ucap Mom membuyarkan lamunan David maupun Angel.
Semua makan dengan sunyi hanya dentingan sendok dan piring yang saling beradu, tidak ada yang berbicara hanya menikmati makanan masing masing. Setelah sarapan usai bersama mereka duduk di ruang keluarga untuk menikmati watu bersama dan membahas beberapa persoalan yang sedang di hadapi di perusahaan.
"Oh ya Bang nanti Angel ikut ke London ya" ujar Angel membuka pembicaraan.
"Kenapa" tanya David singkat.
"Gak tau cuma pengin ikut aja" jawabnya.
"Bawa aja Bang biar dia belajar dan melihat bagaimana Abangnya bekerja keras selama ini" ucap Dadi.
"Tapi Dad, disana David harus menemui beberapa klien dan itu sangat banyak gak mungkin kan Abang tinggal Adek sendiri di hotel" ucapnya.
"Kenapa harus di tinggal Angel bisa ikut, lagian kan Angel asisten Abang jadi kemanapun Abang pergi Angel ikut lah" ujar Angel semangat.
"Honey Abang gak mau kamu terlalu capek nantinya, dan satu lagi bahasa Inggris kamu kan belum sempurna Honey" ucap David pelan memberikan penjelasan.
"Udah jangan khawatirkan Angel, Angel gak takut capek dan kalaupun Angel kecapean Angel gak akan repotin Abang, dan buat bahasa kan ada kak Kevin yang bisa bantu Angel" ucap Angel.
"Kevin akan selalu sama Abang" ucap David dingin.
"Biasa aja kali Bang, ya udah Angel cuma mau ikutin Abang aja kalau gak di bolehin bicara sama orang asing" ucap Angel.
"Udahlah Boy, kasian Adiknya kan biar dia sekalian jalan jalan dan Dadi yakin dia bisa atasi semua masalahnya" ucap Dadi menasehati David.
"Hmmm baiklah Dad, Abang bawa Adek, tapi Honey kamu harus ingat jangan bicara sembarangan di sana nanti dan selalu di dekat Abang" ucap David.
"Oke Abang ganteng, Angel turuti semua keinginanmu" ucapnya semangat.
"Di kasih aja baru puji, tadi jelekin Abang" ucapnya tersenyum.
__ADS_1
"Hehe sorry Bang" ucap Angel.
"Gitu dong kan seneng lihatnya, akur. Oh ya mana Kevin Bang" ucap Momi.
"Kevin sedang menyelesaikan berkas untuk besok, sekalian Abang kasih dia istirahat gak panggil dia kemari" ucap David.
"Oh gitu, terus kalian besok berangkat jam berapa" tanya Dadi.
"Rencana si jam 10 siang besok Dad soalnya Angel harus serahin tugas sekolah dulu" jawab David enteng.
"Bang kalau berangkatnya jam sepuluh terus rapat yang lain di tunda semua Bang" tanya Angel yang mengetahui semua jadwal sang Abang.
"Kita selesaikan hari ini dong, dan kamu yang urus" ucap David membuat Angel tercengang.
"Oke" ucap Angel lesu.
"Kenapa lesu gitu gak mau" ucap David.
"Gak, Mau lah ya udah Angel siap siap dulu ya Bang" ucapnya pergi ke kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, yang udah setia makasih yang udah komen makasih tapi maaf gak bisa bales satu satu mohon mengerti ya...
Happy reader***....
__ADS_1