
"Kompak amat, karena takut Raya gantiin posisi gue" ucap Angel tertawa
"Kenapa Raya" tanya Maya.
"Dia tuh terlalu mempesona" ucap Angel mencium Raya.
"Eh ngomong ngomong Uncle yang lo bawa ke sini tuh bilangin maaf gue ya gak tau kalau kalian tuh alergi udang serius" ucap Maya.
"Tenang aja dia baik kok" ucap Angel.
"Kenapa gak lo ajak ke sini lagi" tanya Rafa.
"Sibuk dia" ucap Angel.
"Oh, oke" ucap Rafa.
"Woy berkemas dua jam lagi Bunda bilang harus udah ada di bandara soalnya bunda nunggu di sana" ucap Reza.
"Kenapa bunda gak ke sini aja" tanya Maya.
"Tau kan bunda sibuk, oh ya Fa nanti bisa anterin kita ke bandara gak" tanya Reza.
"Bisa dong" ucap Rafa.
"Maaf ya Angel gak bisa anterin" ucap Angel.
"Gak papa kan ada gue" ucap Rafa.
"Kamu alergi udang" tanya Reza.
"Ya kenapa" tanya Angel.
"Alergi kacang juga" tanya Reza lagi.
"Iya juga kenapa" tanya Angel penasaran.
"Tapi kamu gak alergi sama gue kan" ujar Rafa dia tau kalau Reza sedang mencari tau sesuatu.
"Gak lah aneh lo" ucap Angel.
"Apa kamu tidak mengenaliku" tanya Reza.
"Enggak, apa kita pernah bertemu sebelumnya" tanya Angel.
"Sepertinya begitu, oh ya kenalin gue Reza Damantara" ucap Reza mengukurkan tangannya.
"Damantara" tanya Angel sembari menerima uluran tangan Reza.
"Iya apa ada sesuatu" tanya Reza.
"Kayak pernah denger nama itu" ucap Angel.
"Iya lah, nama gue kan juga Maya Damantara" ucap Maya.
"Oh iya" ucap Angel langsung teringat sesuatu.
"Kenapa Ngel" ucap Rafa penuh perhatian.
"Fa kepala gue sakit banget" ucap Angel.
"Oke oke biasanya lo apain kalau sakit" tanya Rafa.
"Gak bisa di sembuhin" ucap Angel membuat Rafa panik.
"Terus gimana" tanya Rafa.
"Ada yang mau gue bilang tapi gak bisa di sini" ucap Angel.
"Kita ke kamar" tanya Rafa membuat Maya membulatkan matanya.
"Gak ke balkon aja" ucap Angel di angguki Rafa kemudian menuntun Angel ke balkon.
"Oke udah nih kenapa" tanya Rafa.
"Gak pada denger kan" tanya Angel.
"Gak udah aman" ucap Rafa.
"Lo kenal keluarga Damantara seperti ada sesuatu, lo mau cerita" ucap Angel.
"Kenapa sama lo" tanya Rafa.
"Lo tau kalau gue ilang ingatan kan tapi pas liat Reza tadi gue inget sesuatu tapi gak jelas tadi pas dia ngomong Damantara gue liat itu lagi" ujar Angel.
"Hm gue kenal apalagi Reza dia sahabat lama gue dia juga punya dua adik satu Adin satu Maya mereka saudara kembar tapi yang Adin dia pergi dari rumah lebih tepatnya di usir sama ayahnya sendiri dia di fitnah sama kakak tirinya anak dari pernikahan ke dua ayahnya tanpa sepengetahuan Bundanya" ucap Rafa membuat Angel menangis sesegukan.
"lo kenapa" tanya Rafa.
"Gue inget itu gue inget" ucap Angel.
"Jadi maksud lo lo beneran Adin" tanya Rafa.
__ADS_1
"Gue gak tau jelas tapi gue inget pria paruh baya itu terlihat jelas di pikiran gue" ucap Angel.
"Adin nih bener lo" ucap Rafa memeluk Angel.
"Maafin gue gak langsung kenalin lo kak Rafa" ucap Angel.
"Gak masalah itu gak masalah buat gue, tapi apa lo mau pulang ke keluarga itu keluarga yang sia siain lo" tanya Rafa.
"Bantu gue inget semuanya, gue gak ada niat pulang tapi gue mau inget siapa saja mereka" ucap Angel.
"Gue bantu lo" ucap Rafa tersenyum.
"Tapi gue minta jangan bilang siapa siapa termasuk kak Maya dan Bang Reza gue bakal bertingkah normal" ucap Angel.
"Gue dukung lo" ucap Rafa.
"Tapi asal lo tau banyak orang yang kehilangan lo, apalagi Bunda dia sangat merindukan kamu Bunda Reza Maya dan gue juga adalah orang yang percaya kamu masih hidup" ucap Rafa.
"Dan ternyata lo masih hidup Din gue seneng banget" ucap Rafa menangis.
"Gue masih sehat berkat keluarga baru gue" ucap Angel.
"Apa lo bahagia di sana" tanya Rafa.
"Iya sebelum gue tau gue bukan anak mereka, tapi gue lebih bagaia sekarang mereka mau merawat gue tanpa pamrih di sana gue dapat semua kasih sayang dari seorang Mommy Daddy dan seorang Abang" ucap Angel.
"Ya udah sebelum mereka curiga kita ke sana udah sembuh kan" tanya Rafa.
"Hm" ucap Angel menghapus air matanya begitupun Rafa.
Angel dan Rafa kembali ke dalam apartemen Maya, dengan Maya yang menatap mereka tanpa henti.
"Maaf kak Maya pinjem Rafanya tadi" ucap Angel.
"Gak papa lagi, gue bukan orang spesialnya" ucap Maya.
"Tapi kalian ngapain sampai pelukan nangis segala" ujar Reza.
"Kita hehe" ucap Angel saling pandang dengan Rafa.
"Surprise" ucap Angel dan Rafa bersama memberikan sebuah voucher belanja dengan nilai mencengangkan.
"Ini lo yakin" ucap Maya berbinar.
"Iya dong, Fa ternyata akting kita bagus bisa jadi pemain film ya" ucap Angel.
"Bener banget tuh gue punya temen yang bisa bantu" ucap Rafa.
"Bisa dong" ucap Rafa semangat.
"Tapi buat apa kasih sekarang gue mau balik lagi" ujar Maya.
"Tenang aja ini voucher bisa di pakai di negara kakak " ucap Angel.
"Gue tau pasti perusahaan Rafa kan" ucap Reza.
"Hehe bener benget tuh kan perusahaan gue besar" ucap Rafa.
"Mulai sombong" ucap Angel.
"Makanya lo kapan kapan main ke sana gue traktir lo sepuasnya" ucap Rafa.
"Are you sure" tanya Angel.
"Iya dengan syarat lo samperin gue" ucap Rafa
"Oke kalau ada kesempatan ke sana gue bakl cari lo dulu" ucap Angel.
"Oke oke bisa bantu gue berkemas" tanya Maya yang merasa cemburu dengan kedekatan Angel dan Rafa.
"Kak Rafa aja yang bantu gue mau sama Raya my inces" ucap Angel gemas dengan Raya Angel bhkan menggendong Raya sembari melantunkan beberapa lagu dengan suaramya yang merdu.
Suara Angel terus menggema di apartemen Maya sampai Angel teringat kalau dia harus segera pergi.
"Eh kak Maya gue duluan ya ada perlu " ujar Angel mendekati Mya yang sedang mengemas mainan Raya
"Gak bisa sebentar lagi Ngel" tanya Maya.
"Gak bisa kak, Abang juga kayaknya udah nunggu" ujar Angel.
"Kamu punya Abang" tanya Reza.
"Iya kenapa " tanya Angel menatap Reza lekat.
Dengan tatapan lekat Angel karena dia memang sangat merindukan sang Abang namun dia tidak bisa mendekatinya karena bagaimanapun dia akan mencari tau kebenarannya. Reza merasa ada sesuatu dari tatapan Angel padany dia merasa sangat senang melihat tatapan itu lagi tapi dia tidak sadar kalau di depannya adalah orang yang selama ini dia cari.
"Bang" ujar Maya saat Reza dan Angel saling pandang cukup lama seketika ke duanya mengalihkan pandangan mereka.
"Kenapa" tanya Reza
"Gak papa, cuma nih udah selesai bisa bawain ke mobil" ucap Maya menunjuk beberapa koper.
__ADS_1
"Oh oke oke" ucap Reza cepat.
"Kak Maya hati hati ya, jaga Raya juga gue pasti bakal kangen banget sama dia sama kaka juga" ujar Angel sedih tanpa di buat buat.
"Iya iya kamu jangan nangis dong kita kan masih bisa vidio call lagian kalau kamu mau kamu bisa ke sana pintu rumahku selalu terbuka untukmu" ujar Maya memeluk Angel.
"Itu yang ingin gue denger dari kalian semua, apakah kalian masih mengingatku" ujar Angel menangis.
"Udah dong jangan nangis gak cantik lagi nanti," ucap Maya mengusap air mata Angel.
"Bye cantik, inget Aunty ya jangan lupain Aunty" ujar Angel mencium gemas Raya yang sednag berada di gendongan Rafa.
"Raya doang yang di cium gue gak" ledek Rafa.
"Siapa lo" ujar Angel menatap tajam.membuat Maya tertawa.
"Gue orang yang masih setia menunggu " ujar Rafa berbisik.
"Raya cantik hati hati ya sama uncle ini takutnya dia jadi daddy kamu" ucap Angel membut Rafa membulatkan mtanya sempurna sedangkan Maya meng aminkan ucapan Angel.
"Biasa aja tuh mata, buka hati lo siapa tau gak ada orang di sana" ujar Angel.
"Masih ada dan akan selalu ada" jawab Rafa .embuat Maya kembali merengut.
"Dia kalau datang, kalau gak" ujar Angel.
"Gue tunggu terus" ucap Rafa.
"Ya kalau datang sendiri kalau datang udah jafi bini orang mau jadi pebinor" ujar Angel.
"Gak lah, kalau dia udah bahagia sama yang lain bakal gue dukung dia, lagian cinta gak harus memiliki tapi harus di mengerti" ucap Rafa.
"Good job, lupain dia" ucap Angel serius membuat Rafa seolah mendapat jawaban kalau orang yang sangat di rindukan yang berada tepat di depannya namun tak bisa menyentuhnya memberikan jawaban dia bahagia dengan orang lain.
"Oke, udah selesai kan gimana berangkat sekarang" tanya Rafa.
"Boleh kak tapi tunggu Abang biar bantu kak Rafa bawain ini semua" ucap Maya.
"Kenapa nunggu Abang kalau gue ada" ucap Angel.
"Iya biar dia aja, kan gak mau antar ke bandara se enggaknya bawain ke parkiran" ucap Rafa.
"Kejam" cibir Angel membuat Rafa tertawa.
Mereka semua meninggalkan apartemen Maya lalu pergi ke parkiran untuk pergi ke bandara. Angel terus menatap mereka semua ada rasa ingin mencegah tapi entahlah hanya Angel yang tau rasanya.
Angel dan Maya berpelukan cukup lama, lalu menghujani Raya dengan ciuman membuat Raya kegelian setelah semua orang masuk ke mobil Angel melihat orang yang sangat familiar dia tersenyum setelah melambaikan tangannya kepada Maya dan Raya walaupun mereka belum kunjung berangkat.
"Hati hati cantiknya Aunty" ucap Angel lalu berlari.
Rafa menatap kepergian Angel yang ternyata pergi untuk menghampiri seorang laki laki tampan bahkan dia memeluknya dan bergelanyut manja.
"Fa kenapa lo" tanya Reza saat Reza selesai menata barangnya di bagasi.
"Eh gak" ujar Rafa cepat.
"Lo liatin siapa" tanya Reza ikut menatap arah tatapan Rafa.
"Angel lah Bang, kak Rafa suka ya sama Angel" ujar Maya.
"Suka dia supel, tapi sepertinya dia sudah bahagia dengan pilihannya" ucap Rafa.
"Jangan nyerah dong bro" ujar Reza.
"Gue udah bertahan sampai bertahun tahun sampau gue tau keberadaannya tapi ternyata dia bahagia dengan kehidupannya gue bisa apa" ucap Rafa tanpa sadar.
"Bukannya lo suka sama adek gue Adin" ucap Reza.
"Eh itu iya, tapi harapan gue seolah terputus gitu aja kayaknya mending ikut saran Angel gue harus buka buat wanita lain" ucap Rafa.
"Gitu dong bro, gimana sama adek gue yang satu" ujar Reza bercanda.
"Entahlah kalau dia bisa meruntuhkan dindingnya kenapa gak, gue terima siapapun dia" ujar Rafa membuat Maya tersenyum.
"Kalau gue bisa runtuhin tuh dinding, gak pasti lo terima gue kak gue udah punya anak" ucap Maya.
"Gak peduli, bukannya nama Raya tuh Rafa Maya kata Angel" ucap Rafa.
"Lo terima adek gue " ujar Reza.
.
.
.
.
Maaf lama upnya ya readers...
Jangan lupa dukung terus ya readers....
__ADS_1