
"Biar aku aja" ujar Angel langsung membuka pintu dan ternyata benar itu makanan yang dia pesan.
"Makan" ujar Angel.
"Banyak banget" ujar David.
"cuma beberapa" ujar Angel.
"Biar aku aja kamu pasti capek" ucap David.
"Gak" ujar Angel mengambil piring dan menyajikan makanan yang dia pesan.
Mereka makan bersama dengan David yang disuapi Angel. Sesekali mereka bercanda tawa sampai makanan mereka berdua habis.
"Aku cuci dulu ya" ujar Angel mendapat anggukan David.
Angel langsung membawa piring kotor dan mencucinya. Saat sedang asik mencuci David datang dan memeluknya dari belakang dan mencium lehernya. Angel hanya tersenyum dan menyelesaikan kerjanya.
"Nah kan jadi lama" ucap Angel selesai lalu membalikkan badannya.
Cup....
Kecupan singkat David membuat Angel merona apalagi tidak hanya itu David juga menggodanya.
"Honey" ujar David menggoda
"Apaan si" ucap Angel lamgsung berlari ke arah sofa dan duduk dengan cepat.
"Kenapa lari" tanya David.
"Gak papa" ucap Angel membuat David tersenyum lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Angel membuat Angel menatapnya dengan senyuman mengembang.
"Kamu benar mau jadi istriku" tanya David menatap Angel lekat.
"Apa kamu tidak ingin menjadi suamiku" ujar Angel sembari mengusap rambut David.
"Hanya tidak ingin kamu kecewa" ucap David.
"Aku tidak pernah merasa di kecewakan aku mencintaimu" ujar Angel.
David langsung bangun dan duduk di samping Angel dengan tatapan yang tidak lepas dari mata Angel.
"Baiklah sekarang aku akan memakanmu" ujar David menggendong Angel ke dalam kamar.
"Lepasin" ucap Angel meronta.
"Semakin meronta saudaraku akan semakin cepat bangun" ujar David.
David mendudukkan Angel di tepi ranjang kemudian mencium Angel sekilas. Angel tersenyum karena David tidak pernah bisa menahan saat Angel tersenyum membuatnya kembali menautkan bi**r mereka. Angel mulai membalas perlahan sampai mereka saling menginginkan.
"Maukah " tanya David.
"Jika aku menolak kamu bisa melepaskanku" tanya Angel.
"Gak lah" ujar David langsung melahap bi**r Angel rakus.
Tak sampai di situ tangan nakal David juga mulai menjamah tubuh istrinya itu dia mengusap perut rata istrinya lalu mulai naik ke gunung kembarnya membuat Angel mengerang lirih.
Mendengar itu semangat David membara dia langsung menarik baju istrinya keras dan langsung menjelajahi setiap inci tubuh istrinya itu.
Argh.....
Suara suara gila itu mulai terdengar makin keras apalagi saat David menyesap gunung kembarnya bergantian dengan tangan yang tidak mau diam.
__ADS_1
.
skipp ya guys. Takut anak di bawah umur baca wkwkwk....
"Capek" tanya David.
"Hm kamu sangat rakus" ujar Angel.
"Kamu sangat menggairahkan" ujar David mencium kening istrinya itu.
"Apa aku yang pertama menjamahmu" tanya David.
"Sepertinya tidak perlu di jawab" ucap Angel tersenyum malu.
"Dasar makasih ya kamu menjaganya untukku" ujar David.
"Hm aku ngantuk bolehkah aku tidur sebntar" tanya Angel.
"Hm, aku juga capek" ujar David.
Mereka berdua tertidur setelah bermain beberapa ronde tadi nereka tidur dengan sangat pulas apalagi David yang menenggelamkan wajahnya di gunung kembar milik istrinya itu.
Hari hari mereka lalui sebagaiaman pasangan suami istri baru saling canda dan tawa walu sebenarnya masih sering Angel menangis dalam diam karena harus merelakan keluarga aslinya untuk tidak menganggapnya anak lagi.
Hari terus berganti Angel masih menyelesaikan tugasnya sebagai seorang anak dari Damantara berkat suaminya yang sangat pengertian itu.
"Kamu yakin akan pergi dari negara ini tanpa menemui orang tuamu dulu" ujar David.
"Hm," ucap Angel sembari membereskan barang bawaannya.
Angel dan David mereka berdua bersiap untuk peegi dari negara itu karena semuanya sudah kembali normal. Saat akan pergi pun tidak ada anggota keluarga Angel yang mengantar kepergiannya.
"Sudah siap" tanya David.
"Ya udah ayok" ujar Angel.
"Abang Rani" ujarku saat melihat Rani menggandeng tangan Reza.
"Kakak" ujar Rani memeluk Angel
"Kenapa udah jangan nangis" ujar Angel memebalas pelukan Rani
"Iya kak hati hati dan selalu bahagia kalau keponakan lahir jangan lupa kabarin ya" ledek Rani.
"Iya Aunty" ujar Angel tertawa.
"Abang" ujar Angel memeluk Reza.
"Semoga David bisa membahagiakan kamu lebih bahagia dari saat kamu menjadi adiknya dulu" ujar Reza.
"Pasti Bang" ujar David.
"Abang juga jangan lupa bahagia" ujar Aangel.
"Iya, David titip adek gue yang paling imut ini buat dia lebih bahagia oke" ujar Reza melepaskan pelukannya dan mencium keningku.
"Iya bang" ujar David.
"Bang aku pamit ya see you" ujar Angel tersenyum menyalami Reza.
"Hm , see you" ujar Reza.
Angel dan David bergiliran berpamitan sampai mereka berdua berbalik dan pergi untuk naik pesawat. Angel bersama suaminya bergandengan dan saling melempar senyuman.
__ADS_1
"Berasa pulang honeymoon" ujar David tersenyum.
"Apaan pulang merantau kali" ujar Angel tersenyum malu.
David menatap wajah imut istrinya membuat Angel salah tingkah. Namun David justru genas melihat istrinya salah tingkah dan langsung menarik tengkuk istrinya dan mencium dan ******* bibir ramun istrinya itu.
"Malu" ujar Angel mendorong David.
"Kenapa malu kita sah" ujar David menggoda.
"Ya tapi kan banyak orang ujar Angel menatap sekeliling
"Lagian pake jet pribadi gak mau" ucap David.
"Males bisa bisa gak keluar kamar sampai pesawat mendarat" ujar Angel
"Gak papa gak akan ada yang protes " ujar David mencolek dagu istrinya menbuat wajah Angel sangat merah.
"Kenapa merah gitu" ujar David.
"Kok jadi kamu yang cerewet ya" ujar Angel.
"Kamu yang ngajarin dulu mah kalem kamu membuatku candu " ujar David terus berceloteh.
Melihat suaminya tidak bisa diam Angel langsung mencium bibir suaminya san seketinya David diam dan tersenyum.
"Makanya diam" ujar Angel langsung mundur.
"Mending cerewet buar bisa di cium terus" ujar David.
"Dasar mesum" ucap Angel.
Lqgi lagi David menarik tengkuk istrinya dan mencium dan ******* bibir istrinya itu. Karena suaminya bermain sangat lembut membuat Angel mulai membalas tidak peduli sekitar.
"Manis" ucap David lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
"Ngantuk" ujar Angel.
"Ya sudah tidurlah" ujar David.
David tersenyum lalu menepuk pundaknya. Angel tersenyum lalu mencium pipi suaminya dan langsung menyandarkan kepala di pundak suaminya itu.
Saat ke negara yang di tuju di sana tempat mereka menjalani hidup baru sebagai suami istri dan membangun sebuah perusahaan yang mereka kembangkan bersama.
Hari terus berganti bulan, bulan berganti tahun dan terus menerus berganti Angel dan David sangat menikmati semua momen. Walau sudah lama berkeluarga mereka belum juga memiliki keturunan.
Walaupun mereka masih belum punya anak ke dua orang tua David tidak menuntut, mereka sangat menyayangi Angel seperti anak mereka sendiri sehingga Angel hidup dengan bahagia dengan David Abang yang dia cintainya itu.
.
.
.
.
Tamat......
Maaf guys ceritanya sampai sini lanjut part duanya ya...
Tunggu ya....
Maaf jika selama membuat cerita ini sangat sangat tidak masuk akal dan terima kasih buat kalian pembaca setia yang selalu menemani dari awal cerita ya....
__ADS_1
Dan naaf yang belum sempat mampir ke karya kalian
See next again...