
Lusi tersungkur karena ulah Angel sedangkan David dan Reza tersenyum terutama Reza yang kaget dengan sifat baru Angel itu.
"Lo gila gue bilangin bokap" ucap Lusi.
"Bilang aja dengan begitu gue gak perlu bertaruh kebahagiaan lagi demi menghidupi kalian semua" ucap Angel.
"Maksud lo" tanya Lusi.
"Lo pasti tau maksud gue karena lo gak bisa di andalkan bahkan masalah di kantor aja gak bisa lo selesaikan tapi gue langsung bisa menggaet investor terbesar di perusahaan" ucap Angel membuat Lusi diam seribu bahasa.
"Makanya suruh ikut si gak mau" ucap Leon.
"Bang lo bisa nembak tepat sasaran gak" tanya Angel pada Reza.
"Bisa di coba" ucap Reza
"Arahkan tepat ke jantung gue, bosen idup gue bosen di tekan gue mau bebas gue mau bahagiain keluarga dengan cara gue sendiri" ujar Angel sembari menangis.
"Lo ngomong apa Ngel lo gak boleh mati sekarang" ujar Leon marah.
"Gue capek terus di manfaatkan, andai dulu gue ikutin sarannya untuk tidak mencoba mengingat masalalu" ucap Angel sembari tertawa mengerikan.
"Terlambat itu semua masih aja di pikir" ucap Leon.
"Jiwa lo lemah" ucap Reza.
"Gimana gue gak lemah, di sisi lain gue lagi seneng senengnya karena gue tau siapa kelurga gue karena gue bisa bebas mencintainya tanpa takut salah jalan tapi di sisi lain juga jiwa gue di banting di hancurkan dengan perlakuan kalian semua yang selalu menuntut di kira gue robot kali, lagian kalau tugas gue selesai kalian akan buang gue lagi kan" ucap Angel dengan kemarahan penuh membuat David ikut menangis
Sedangkan Lusi yang masih ada di sana diam. Dan tuan Damanatara yang baru berada di sana juga diam namun dalam hatinya dia justru ingin tau siapa yang di cintai anaknya itu.
"Siapa dia" tanya tuan Damantara dengan nada tinggi
"Pah" ucap Reza.
"Apa keluarganya musuh Papa" ucapnya.
"Kalau benar dia musuh keluarga Damantara akan ku habisi dia dan jangan harap saya menyetujui hubungan kalian" ucap tuan Damantara.
"Jangan pernah menyentuhnya" ucap Angel keras.
Tuan Damantara mendekati Angel dia langsung menampar Angel keras. Di bahkan mencekik Angel lumayan keras tak peduli kalau panggilan Angel masih tersambung dengan Leon.
"Tuan Damantara lepaskan tangan anda" ujar Leon membuat tuan Damantara berhenti dan pergi.
"Lo gak papa" tanya Reza.
"Tinggalin gue sendiri" ujar Angel.
"Tapi" ucap Reza mendekat.
"Gue bilang pergi" ucap Angel makin keras dengan tatapan mengerikan membuat Reza menjauh.
Setelah Reza menjauh Angel langsung melayangkan tinjunya ke sebuah pajangan di belakangnya membuat tangannya terluka. Reza hanya melihat sedangkan Leon menatap ngeri David yang ingin tau di tutupi Leon.
"Lo beda dari Adin yang gue kenal dulu" ucap Reza menatap Angel aneh.
"Semua orang bisa berubah tergantung dengan apa yang telah fia alami di masa lalu" ucap Angel dengan ttapan mengerikan.
Angel langsung mengusap air matanya dia duduk di meja kerjanya dan langsung mengacak acak isi komputernya dia membuat semua sistem di perusahaan ayahnya mati membuat Reza hanya menggeleng.
"Lo hancurin dia lo juga yang hancur" ucap Reza amarah dengan kelakuan Angel.
"Gue gak peduli" ucap Ange langsung pergi.
"Berani lo keluar dari ruangan ini kita perang" ucap Reza.
"Oke" ucap Angel langsung mengemas barang barangnya dan pergi.
"Gila tuh anak" ucap Reza langsung memperbaiki apa yang sudah di lakukan adiknya itu.
Reza mencoba sebaik mungkin namun bukannya berhasil dia justru masuk jebakan Angel dia membuat semua file dan koneksi perusahaan terkunci bahkan karena ulahnya saham perusahaan menurun dan semua sistem tidak bisa di gunakan.
"Sial" ujar Reza.
"Kemana tuh anak" ucap Reza mencari keberadaan Angel dengan melihat CCTV.
__ADS_1
Reza langsung menyuruh untuk tidak membiarkan siapapun keluar dari perusahaan dan dia berlari ke arah lobi tempat Angel berada.
"Apa maksud lo semua" tanya Reza saat sudah berada di depan Angel.
"Itu cuma sedikit pelajaran, lo juga kan yang lanjutin tadi" ucap Angel.
"Lo mematikan, gak seperti Adin dulu yang penurut dan tanggung jawab.
"Gue udah bilang Adin udah mati lo gak percaya, cape jadi penurut kalau ujung ujungnya sama di abaikan kalau tanggung jawab itu salah satu tanggung jawab gue dengan membalas seseorang yang menyakiti gue dan ingat itu hanya balasan kecil" ucap Angel.
"Kamu" ujar tuan Damantara Datang dengan amarah berapi api.
Tuan Damantara mendekati Angel lalu mengangkat tangannya akan menampar Angel namun dengan cepat Angel menahannya.
"Jika sekali lagi anda memperlakukan seseoramg seperti budak yang harus menurut maka gue bakal buat anda sengsara " ucap Angel pergi.
"Kemana lo" tanya Reza.
"Kemanapun gue akan ada banyak tempat tujuan" ujar Angel pergi.
Reza langsung mengejar Angel dia menyuruh Angel untuk ikut dengannya ke rumah bunda. Angel hanya menurut namun sepanjang jalan dia hanya diam.dan memperhatikan ponselnya dimana dia melihat apa yang sedang terjadi di keluarga Honsclair dia melihat David bertunangan membuat hatinya sakit.
Sesekali Angel tersenyum namun air matanya mengalir Reza yang melihat hanya diam .
"mau gue bantu" tanya Reza.
"Jangan pernah urus dunia dan hidup gue" ucap Angel membuat Reza menarik nafas panjang.
"Apa sebenci itu lo sama kita" tanya Reza.
"Gak tapi gue masih belum bisa menerima kalian semua di kehidupan gue lagi apalagi dengan kelakuan kalian yang bukan mencerminkan kasih sayang keluarga melainkan bagaimana bersaing antar saudara" ucap Angel membuat Reza berfikir.
"Sudah sampai turunlah" ucap Reza saat sampau di kediaman Bundanya.
"Hai sayang" ucap Bunda.
"Hai Bun" ucap Reza.
"Lo gak mau turun" tanya Reza.
"Adin" ucap Reza membuat Bunda semangat dan menuntun Angel masuk ke dalam rumah.
"Kamu pasti lapar mau bunda masakin" tanya bunda.
"Tidak perlu sudah terlalu banyak suguhan di perusahaan" ucap Angel dingin membuat Bundanya kecewa.
"Bunda biarin dia sendiri dulu nanti Abang ceritakan apa yang terjadi" ucap Reza di anggguki sang Bunda.
"Lo ke sini mau minum" tanya Maya.
"Gak makasih" ucap Angel dingin.
"Daoat masalah ya baru sehari di kantor" ujar Maya tertawa.
"Mana Raya" tanya Angel.
"Tidur" ucap Maya.
Angel hanya duduk di ruang tamu lyaknya seorang tamu dia diam dan hanya bermain ponsel.
"Kak Rafa" ujar Maya yang melihat Rafa baru saja masuk di pekarangan rumah.
"Kak Rafa cari Abang ya" tanya Maya yang berlari ke arah pintu utama.
"Ya tadi telfon sekertarisnya katanya pulang" ucap Rafa.
"Iya dia ada di kamar" ucap Maya.
"Oh bisa panggilkan dia" ujar Rafa.
"Oke duduk dulu kak mau minum apa" tanya Maya.
"Apa aja deh" ucap Rafa tersenyum membuat Maya tersenyum lalu pergi.
"Lo di sini Din" tanya Rafa.
__ADS_1
"Hm seperti yang terlihat" ucap Angel cuek.
Angel masih bermain ponselnya dia sedang melihat harfa saham dimana dia berinvestasi di berbagai perusahaan. Dia tersenyum melihat beraoa uang yang sudah dia dapatnya di rekeningnya tanpa sadar senyumannya menghipnotis Rafa.
"Hai Fa" ujar Reza.
"Eh ya Za" ujar Rafa kaget.
"Kaget terpesona ya" ucap Reza di angguki Rafa sembari menggaruk tengkuknya.
"Din" ujar Reza.
"Ya" jawab Angel dengan senyuman masih mengembang.
"Senyum mulu puas udah" ujar Reza.
"Kenapa gue cuma kunci sistem perusahaan gak lebih " ucap Angel.
"Ya itu berdampak besar kali" ucap Reza.
"Gak peduli, kenapa bawa gue ke sini" tanya Angel.
"Din lo gak bisa gitu jadi Adin yang seperti dulu" tanya Reza.
"Gak Bang, beginilah gue sekarang yang gak peduli orang suka atau gak sama gue yang penting gue berjalan di jalan yang benar" ucap Angel.
"Za ngapain lo suruh gue bawa ini semua apa sudah saatnya " tanya Rafa.
"Ya kasih aja" ucap Reza membuat Rafa mengangguk dan memberikan sebuah amplop besar.
"Apa ini " tanya Angel sembari membuka amplop itu.
"Itu semua hasih dari uang saku yang lo investasikan di perusahaan gue sama Rafa semua sudah terperinci di situ hitung aja" ucap Reza.
"Lumayan bisa buat bungkam mulut srigala" ujar Angel tersenyum mengerikan.
"Lo bisa tanda tangan gak" tanya Reza.
"Bisa, gue tau lo gak sepenuhnya percaya sama gue kan" ucap Angel tersenyum.
"Bukan gitu" ucap Reza.
"Gue tau kok alasan lo Bang tenang aja" ujar Angel.
"Makasih udah mau ngertiin" ucap Reza.
"Lo mau bangun usaha apa" tanya Rafa.
"ANGELINE GLOW" ucap Angel tersenyum.
"Sepertunya kamu sudah memulainya" tanya Rafa.
"Ya investasilah di tempat gue" ucap Angel.
"Kenapa pakai nama Angeline bukan Adin" tanya Rafa.
"Dari dulu lo temen Abang yang paling cerewed ya" ucap Angel di balas senyuman manis Rafa.
Tak lama Maya datang dengan minuman di tangannya. Dia terus memperhatikan Rafa yang tersenyum pada Angel membuatnya cemburu.
"Eh Din lo masih suka sama kak Rafa" tanya Maya.
"Emang gue pernah benci dia" ucap Angel membuat Maya makin cemburu sedangkan Rafa tersenyum.
.
.
.
.
***Jangan lupa dukungannya ya guys.
Buat yang udna comen dan minta ceritanya di buat seperti apa maaf ya belum bisa terpenuhi masih di usahakan terima kasih
__ADS_1
Happy readers***....