Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Siapa


__ADS_3

"Kalian liatin nya biasa aja kali, gue kaya orang paling menyedihkan" cibir Natan.


"Hehe, ya udah lanjutij aja" ucap Angel.


"Eh Ngel gue boleh curhat gak si " ucap Natan.


"Terserah lo kau lo percaya sama gue ya gak apa apa" ucap Angel.


"Gini Ngel gue sedih banget tau mau lulus aja, gue sedih nanti sekolah ini kehilangan siswa paling ganteng dalam sejarah" ucap Natan.


"PD gila lo" ledek Angel.


"Emang nyata kali, lo aja yang gak mempan sama pesona gue" ucap Natan penuh percaya diri.


"Berarti pesona kurang" ucap Angel.


"Gak asik ah" ucap Natan.


"Eh Kak kalau pesonanya gak mempan sama Angel tenang aja masih mempan buat Milla" ucap Milla.


Natan Angel dan Elen menatap Milla dengan tatapan aneh apa lagi Natan yang sangat merada tidak nyaman dengan tatapan Milla yang sedari tadi menatapnya tanpa henti.


"Ngel ini temen lo" tanya Natan.


"Iya kenalin dia Milla dia Elen sahabat gue" ucap Angel.


"Hai kak gue Elen" ucap Elen santai.


"Hai kaka ganteng gue Milla," ucap Milla dengan mata berbinar.


"Gue tanya serius sama lo kenapa lo lesu gitu" tanya Angel santai.


"Gini gue ceritain sebenarnya gue sedih bentar lagi pisah sama lo" ucap Natan sembari menaruh tangannya di pundak Angel.


"Gue emang susah buat di lupakan apa lagi di tinggalkan" ucap Angel penuh percaya diri sembari melepas rangkulan Natan.


"Lo bener emang lo gak bisa di lupain, lo mau gak gue bawa ke rumah buat gue kenalin sama orang tua gue" ucap Natan semangat.


"Gak mau" ucap Angel cepat.


"Kalau langsung ke KUA mau" ucap Natan.


"Gak gak, jangan harap lo" ucap Angel geli.


Natan hanya tersenyum lalu bangun untuk pergi dari kelas tersebut karena sudah sangat jengah dengan tatapan Milla. Angel hanya bersikap biasa saja setelah kepergian Natan Angel menatap Elen yang sedari tadi terdiam tanpa komentar apapun.


"Elen lo kenapa dari tadi diem aja" tanya Angel penasaran.


"Eh gak apa apa gue cuma laper" ucap Elen.


"Eh mana Milla" tanya Ellen lagi.


"Milla ikut Natan ke kantin deh kayaknya gak tau juga lo susulin deh sana" ucap Angel.


"Lo gak ikut" tanya Elen.

__ADS_1


"Gak gue bawa bekal tenang aja, lagian gue lagi males ke kantin" ucap Angel.


"Oh oke, gue duluan ya keburu masuk nanti" ucap Elen.


"Oke Bye" ucap Angel.


Elen melambaikan tangannya di balas Angel yang juga melambaikan tangannya pada Elen. Setelah kepergian semua temannya Angel memakan sandwich yang dia bawa sembari menghubungi beberapa orang kepercayaannya tentang tugas yang Angel berikan kepada mereka.


Angel tersenyum dengan kerja keras anak buahnya, Angel bahkan memberikan bonus kepada anak buahnya karena selain sekolah dan modeling Angel mempunyai sebuah butik. Angel melihat pinselnya saat ada notifikasi pesan masuk Angel membulatkan matanya saat melihat sebuah foto yang anak buahnya berikan.


"Hei lo di panggil kepala sekolah tuh" ucap Laura seorang teman sekelas Angel yang terkenal juteknya sejak Angel masuk ke kelas dua belas.


"Oke, terima kasih" ucap angel.


Angel membenahi bekalnya lalu pergi ke ruang kepqla sekolah, sepanjang koridor sekolah Angen mendapat tatapan aneh dari semua siswa membuatnya bingung apa yang terjadi. Angel mempercepat jalannya agar segera sampai di ruamg kepala sekolah.


Tok... tok .. tok.


"Masuk " ucap dari dalam.


"Bapak panggil saya" tanya Angel.


"Iya duduk ada yng ingin saya katakan" ucap Kepala sekolah.


"Baik pak" ucap Angel menuruti omongan kepala sekolah.


"Begini, karena kamu adalah siswa dengan lulusan tercepat dan termuda di sekolah ini saya harap kamu bisa menjaga diri kamu sendiri saat di Indonesia nanti" ucap Kepala sekolah.


"Maksud bapak apa" tanya Angel bingung.


"Tapi pak, Bapak tau ke Indonesia adalah impian terbesar saya bisa ke sana" ucap Angel tak percaya.


"Iya kamu bisa ke sana dua tahun lagi" ucap Kepala sekolah.


"Iya bisa, kalau saja saya masih bisa berkunjung ke sana dan mungkin dua tahun lagi sudah tidak lagi sama keadaannya pak" ucap Angel menjelaskan.


"Saya tau itu, tapi ke sana butuh waktu untuk beradaptasi, lagi pula kau adalah siswa berbakat jadi saya harap kau bisa menores segala prestasi di sekolah ini di akhir sekolah mu" ucap Kepala sekolah.


"Saya tau pak, saja juga ingin membanggakan sekolah ini di masa masa terakhir saya tapi ke Indonesia adalah impian terbesar dalam jalan hidup Angel pak" ucap Angel.


"Tapi Angel" ucap Kepala sekolah terhenti.


"Maaf pak, saya hanya seorang siswa biasa yang harus mengikuti semua prosedur dan peraturan sekolah, saya bukan murid yang hanya akan mencetak gemilang di satu bidang saya permisi" ucap Angel pergi meninggalkan ruang kepala sekolah.


"Kenapa semua ini ada apa" ucap Angel kesal.


Angel pergi ke kelasnya kembali dan mengikuti pelajaran seperti biasa walaupun hatinya sedang sangat tidak ingin melakukannya karena kejadian tersebut.


Karena akhir akhir ini kelas dua belas hanya di berikan soal soal jadi Angel bisa pulang terlebih dahulu dari teman temannya karena Angel bisa menyelesaikannya dengan sangat cepat.


Angel pergi dari sekolahnya dengan cepat dengan berjalan kaki tanpa menelfon supir seperti yang sudah di katakan David pagi tadi. Angel berjalan tak tentu arah dengan air mata yang mengalir padahal sebesar apapun yang dia hadapi dia tidak akan meneteskn air mata di tempat umum namun sepertinya kejadian di sekolah tadi mengundang air matanya untuk mengalir deras.


"Gue harus kuat, gue wanita hebat" ucap Angel kepada dirinya sendiri.


"Au" pekik Angel saat ada suatu bayangan melintas di otaknya.

__ADS_1


"Kenapa gue kaya pernah mengalami kejadian kayak gini yak, dan siapa yang gue lihat seorang wanita menangis di tengah kegelapan siapa dia apakah ini ingatan yang hilang" ujar Angel duduk di tepi jalan yang ramai.


Angel menundukkan kepalanya sampai seseorang menghampiri dan mengulurkan tangannya. Angel mengangkat kepalanya dan menemukan sosok yang sangat tidak asing baginya tapi dia tak mengenalnya.


"Hai apa kabar" tanya orang tersebut.


"Apa kita pernah bertemu" tanya Angel bingung.


"Bukankah kamu Adin" tanya orang tersebut.


"Maaf anda salah orang saya bukan Adin" ucap Angel berlalu.


"Maafkan saya sudah mengganggu" ucap oramg tersebut membungkukkan badannya.


Angel tak menghiraukannya, Angel berjalan cepat sembari menghubungi supir keluarganya karena Angel tau kalau orang tadi masih mengikutinya, sebenarnya Angel bisa menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan siapaoun tapi karena hatinya sedang sangat kacau dia tidak yakin bisa melawan. Dengan cepat supir Angel sampai dan Angel langsung masuk ke dalan mobilnya.


"Anda tidak apa Nona" tanya Supir.


"Saya baik" ucap Angel.


"Tapi sepertinya anda ketakutan apa terjadi sesuatu" tanya Supir.


"Iya tadi saya jalan tanpa tau arah karena berjalan sembari bermain ponsel, kebetulan juga ada kecelakaan disana" ucap Angel bohong.


"Tapi jalanan tidak macet Nona" tanya supir menelisik.


"Orang yang kecelakaan orang naik sepeda itupun gak parah cuma tepat di depan saya" ucap Angel jengah.


"Baik, apa anda habis menangis" tanya Supir.


"Hm" ujar Angel.


Supir Angel tidak lagi bertanya karena melihat Angel yang sedang tidak baik hatinya. Angel hanya terus memikirkan nama yang laki laki tersebut katakan.


"Adin, siapa dia apa dia orang berpengaruh, dan dia juga sepertinya dekat dengan yang bernama Adin itu haruskah gue deketi dia agar tau jawabannya" ujar Angel dalam hati resah.


Angel lalu menghubungi anak buahnya untuk mencari tau siapa Adin yang mirip dengannya karena akhir akhir ini dia sudah banyak orang memanggilnya Adin.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa vote komen dan Like ya....


Gratis...

__ADS_1


__ADS_2