
"Mom Dad" ujar Angel pulang sebentar saat hari mulai malam.
"Sayang kenapa" tanya Momny yang melihat raut wajah Angel yang sedih.
"Begini keberangkatan Angel ke Indo di percepat malam ini" ucap Angel.
"Mendadak" tanya Daddy
"Ya Dad, ini ponsel Angel dan beberapa kartu kredit yang Abang dan Daddy kasih" ucap Angel.
"Kenapa kamu memeberikan ini semua" tanya Mommy.
"Angel benar benar ingin menjauhi Abang, kalau Angel bawa ini semua Abang bisa melacak keberadaan Angel" ucap Angel.
"Bagaimana saya menghubungimu nanti" tanya Daddy.
"Ini, Angel membawa ponsel baru hanya kalian yang tau nomor Angel" ucap Angel.
"Oke, berjuanglah nak" ucap Daddy membuat Angek semangat.
"Bye mom Dad" ucap Angel.
"Tidak ingin menemui Abang" tanya mommy memeluk Angel.
"Abang udah pulang" tanya Angel.
"Udah, sepertinya udah tidur semalam gak pulang" ucap Daddy membuat Angel tersenyum.
"Kecapean kali Dad" ucap Angel.
"Sepertinya begitu" ucap Daddy.
"Temui dia sebentar" ucap Mommy.
Angel mengangguk dan berjalan ke arah kamar David yang ternyata tidak di kunci. Saat masuk Angel melihat David tidur di tepi ranjang dengan setelan kantor yang masih lengkap. Jihan membuka sepatu David dan meletakkannya di tempatnya.
"Bye sayang" ucap Angel mencium kening David lalu pergi.
Angel pergi dengan perlahan saat turun tangga dia meneteskan air matanya namun dengan cepat mengusapnya.
"Gak nunggu Abang bangun Girl" tanya Mommy.
"Gak Mom, nanti kalau bangun malah drama" ucap Angel tersenyum padahal hatinya menangis keras.
"Ya udah ya Mom Dad Angel berangkat kalau ada apa apa telfon Angel jangan lupakan Ngel" ujar Angel memeluk Mommy dan Daddynya erat lalu pergi.
"Dad buat Abang sibuk agar dia melupakan Angel walau sejenak" ucap Angel saat memeluk Daddynya di angguki Daddynya.
Angel langsung masuk mobil dimana supir Riko dan Riko yang sudah menunggu di mobil Riko langsung mengantar ke bandara bahkan Riko ikut pulang ke Indo.
"Kamu yakin dengan keputusanmu" tanya Riko di dalam mobil.
"Ya, jangan buat ku goyah" ucap Angel.
Angel dan Riko terbang ke Indonesia Riko membawa Angel ke salah satu apartemen miliknya. Dan ternyata apartemen itu dekat dengan gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.
"Gue kembali ke sini lagi, kuat kuaat" ucap Angel dalam hati.
"Semoga betah ya" ucap Riko.
"Makasih Kak, Riko" ucap Angel membungkukkan badannya.
Riko tersenyum mengacak rambut Angel lalu pergi. Angel langsung menata semua barang yang dia bawa dia bahkn membawa foto keluarga angkatnya. Angel langsung merebahkan badannya.
Pagi menjalang Angel sudah bersiap untuk ke tempat tempat yang pernah dia datangi dulu berharap ingatannya cepat kembali.
Ting... Tong.....
Bunyi bell apartemen Angel membuat Angel langsung membuka dan ternyata Riko sudah ada di depan apartemennya dengan baju santai. pop
"Cepet bener kak" tanya Angel.
"Ada tempat dimana kamu harus datang sepagi mungkin" ucap Riko.
"oke gue ambil tas dulu" ucap Angel langsung masuk ke apartemennya mengambil tas
Dia memakai cadar saat dia ingat ucapan David yntuk menutup wajahnya. Saat kelur Tiko bingung namun enggan bertanya hanya membawa Angel ke sebuah restoran tempatnya bekerja dulu.
"Kamu ingat ini" ujar Riko.
"Restauran" ujar Angel mencoba mengingat namun tak ingat juga.
Angel langsung masuk ke dalam Restauran yang bahkan belum buka para kariawan hanya sedang membersihkan.
"Maaf kakak belum buka" ucap salah seorang kariawan namun Angel hanya diam teringat sesuatu di sana.
"Ada apa ini" ujar Viyan pemilik restauran yang baru datang.
__ADS_1
"Ini bos" ucap nya.
"Kakak maaf belum buka" ucap Viyan.
Angel langsung menatap mata Viyan dan membuat Viyan seperti mengenali mata itu. Saat Viyan berfikir Angel langsung melepaskan cadarnya membuat Viyan dan kariawan itu tercengang.
"Adin" ucap Viyan di angguki Angel.
"Adin" ucap kariawan itu memeluk Angel.
Angel membalas pelukannya sembari meneteskan air matanya saat memeluk Feby sahabatnya dulu.
"Kemana aja lo" ucap Feby.
"Maaf gue lupa semuanya, lo mau bantu gue inget siapa gue dulu atau lo bisa ceritain gimana gue dulu" ucap Adin di angguki Feby.
"Pagi pak bos" ujar Megi yang baru datang.
"Pagi, telat lagi" ucap Viyan
"Nih" ucap Megi membawa anak kecil keponakan Viyan.
"Kok kamu bisa sama tante megi" ujar Viyan.
"Tante, Aunty lebih bagus" ucap Adin.
"Kayak kenal suara itu" ucap Megi.
"Kakak cantik" ucap anak itu memeluk Angel.
"Hai sayang apa kabar" ucap Angel memeluk dan mencium anak itu meluapkan semua rasa rindunya.
"Lo kenal dia" tanya Riko.
"Sepertinya begitu, jangan kecewakan dia" ujar Angel berbisik.
"Dasar" ujar Riko menjitak kepala Angel.
"Hallo Dad, kenapa bukannya di sana malam ya" tanya Angel saat menerima telfon dari Daddynya.
"Gak papa kamu gimana kabar" tanya Daddy.
"Alhamdulillah baik Dad, dan udah banyak kenangan yang terlihat" ucap Angel.
"Syukurlah cepatlah kembali "ucap Daddy.
"Oke Dad, Abang lagi apa" tanya Angel.
"Daddy terlalu jahat" ucap Angel.
"Ya sudah hati hati di sana, jangan lupa buka file yang Daddy kirim" ucap Daddy.
"Oke Dad, see you salam buat Mommy" ucap Angel mematikan ponselnya.
"Kak Riko Angel pulang duluan ya" ucap Angel langsung bergegas pergi dengan memakai cadar.
"Adin" ujar Megi.
"Hai" ucap Angel memeluk Megi lalu pergi.
Angel pergi dengan cepat tak lupa memakai cadarnya membuat Riko hanya menatapnya. Angel langsung pergi ke apartemennya dan melihat file yang Daddynya kirim dia melihat ada masalah di perusahaannya.
"Teenyata mereka mencoba menggoyahkan perusahaan Daddy lagi" ujar Angel saat melihat perusahaan Damantara lagi lagi menggoyahkan perusahaan.
"Damantara, siap siap gue datang" ujar Angel tersenyum dia tidak tau kalau Abang kandungnya yang berulah kali ini.
Saat waktu mulai siang Angel kembali ke restauran yang dia datangi pagi ini setelah sebelumnya menghubungi Riko untuk bertemu disana saat jam makan siang.
"Lama lo Kak" tanya Angel.
"Gak, kenapa" tanya Riko.
"Gue cuma mau tanya lo mau adain nikah di mana" tanya Angel.
"Di kota X, jaraknya sekitar beberapa jam dari sini kenapa" tanya Riko.
"Lalu kenapa lo punya Apartemen di daerah ini" tanya Angel.
"Gue ada cabang di daerah ini" ucap Riko.
"Jadi di kota X , kapan kita ke sana" tanya Angel.
"Buru buru amat emang kamu udah puas di sini" tanya Riko.
"Hm, ada yang harus gue selesaikan" ucap Angel.
"Ya besok kita ke sana, kamu mau makan apa" tanya Riko
__ADS_1
"Apa aja lah" ucap Angel.
"Oke lo makan mau pake cadar" tanya Riko.
"Ya gue saring" ucap Angel langsung bermain ponsel membuat Riko tersenyum.
"Kak, pesen yang ini dua yang ini dua, minumnya kamu ada minuman faforit Ngel" tanya Riko.
"Gak ada kak" ucap Angel membuat Riko mangguk mangguk.
"Minumnya yang ini aja dua" ucap Riko di angguki sang kariawan.
Sembari menunggu Angel terus bermain ponsel sampai tiba tiba Angel mengingat sesuatu yang membuat kepalanya sangat sakit. Dia ingat saat kecelakaan dulu dimana orang orang Reza mengejarnya dan membuat Angel kecelakaan.
"Lo kenapa" tanya Riko panik saat Angel kesakitan.
"Sakit kak" ucap Angel.
"Mau ke rumah sakit" tanya Riko namun Angel menggeleng.
Angel menatap sekeliling sembari berdiri mengingat jelas setiap kejadian dulu sembari meneteskan air matanya membuat Riko menatapnya aneh dan tak lama Angel jatuh pingsan.
"Ngel Ngel" ujar Riko membangunkan Angel namun tak kunjung bangun.
"Kak bisa tolong bantu saya" ucap Riko kepada salah seorang kariawan.
Riko dan sang kariawan membawa Angel ke tempat istirahat para kariawan dan di sana. Lama Angel tidak sadarkan diri namun tak di bawa ke dokter oleh Riko dia hanya menunggu Angel sadar.
"Tuan apa tidak kita bawa ke rumah sakit saja" ucap kariawan resto.
"Dia tidak akan suka apa kamu tidak mengenalinya" tanya Riko.
"Dia, sepertinya saya pernah melihatnya apa boleh membuka cadarnya" tanyanya.
Riko langsung membuka cadar Angel membuat sang kariawan membulatkan matanya.
"Adin " ujarnya.
"Ya apa kamu bisa menceritakan bagaiman kamu kenal dengan dia dan seperti apa dia dulu" tanya Riko.
"Itu hak pribadi tuan" ucapnya.
"Au" ujar Angel mulai sadar dengan memegang kepalanya.
"Kak ceritain aja bagaimana Adin yang kamu kenal" ucap Angel.
"Kamu tidak mengenaliku" tanyanya membuat Angel mengingat ingat wajah itu.
"Maaf kak, semuanya terhapus" ucap Angel.
"Kayak ponsel aja" ucapnya membuat Ngel tersenyum.
"Oke gue Andra" ucap Andra memperkenalkan diri.
"Hai, bukannya dulu ada satu lagi ya" ujar Angel.
"Kamu ingat Rian" tanya Andra.
"Rian" ucap Angel.
"Sepertinya lo lebih ingat dia daripada gue" ucap Andra.
"Entahlah" ucap Angel.
Andra menceritakan semua yang dia ingat tentang dirinya dan dia juga menceritakan saat Angel kecelakaan. Angel ingat dengan jelas sekarang dia mencoba tersenyum walau hatinya menangis.
"Maaf ya mungkin itu hal yang harus kamu lupakan agar kamu bahagia" ucap Andra.
"Gue juga udah bilang tapi dianya kekeh pengin tau masa lalunya" ucap Riko.
"Cuma itu yang gue tau Din, seterusnya cari tau kehidupanmu dari tempat asalmu di kota X" ucap Andra.
"Thanks kak Andra" ucap Angel.
Angel pamit pergi dengan sebelumnya memberikan bingkisan kepada Megi Feby Viyan dan Andra yang berisi uang tunai dan secarik surat.
Setelah kepergian Angel mereka bertiga saling tatap namun isi dalam bingkisan itu sama membuat mereka semakin bingung.
"Kak Rafa ini Adin bisa bicara sebentar" ujar Angel mengirim pesan singkat kepada Rafa dengan nomor barunya.
Tak lama Angel mendapatkan telfon dari Rafa membuat Angel langaung mengangkatnya dan berbicara beberapa dia juga meminta tolong untuk menyiapkan tempat tinggal kepada Rafa tapi tidak bilang kapan dia akan datang.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like vote dan comentarnya ya guys.....