
"Entahlah Abang juga gak tau" ucap David sedih.
"Benarkah, apa Abang belum pernah merasakannya, tapi masa iya Abang gak tau si secara Abang kan ganteng baik ya walaupun agak dingin" tanya Angel.
"Agak dingin" ucap David berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Iya, Abang tau semua temen Angel banyak yang cari tau semua kesukaaan Abang keluarg Abang sampai siapa pacar Abang, ya kali Abang gak pernah merasakan hal yang sedang Angel rasakan kan Abang selalu di kelilingi banyak wanita cantik dan seksi" ucap Angel.
"Mereka semua tidak ada yang pernah menyentuh hati Abang" ucap David.
"Baneran Bang, seneng banget yang jadi istri Abang nanti dapat barang ori semua" ucap Angel.
"Maksud kamu" tanya David bingung.
"Maksud Angel, Abang kan belum pernah tersentuh wanita manapun jadi Abang masih ori semua jadi nanti pas Abang nikah dia akan menjadi wanita pertama yang bisa menyentuh Abang kan jadi gak was was ada mantan yang datang gitu" ucap Angel.
"Bisa aja kamu Girl, udahlah kamu istirahatlah Abang akan menghubungi Kevin dulu" ucap David.
"Tapi Angel belum selesai cerita Bang" rengek Angel.
"Tapi Abang gak mau denger Honey" ucap David.
"Tapi Bang sebentar lagi please" ucap Angel serius.
"Girl kamu tau, sebenarnya Abang masih ingin mendengar semua cerita kamu hanya saja Abang tidak sanggup lagi" ujar David dalam hati.
"Tapi sedikit aja ya" ucap David.
"Oke, gini Bang Angel mau jujur sama orangnya tapi takut buat hubungan yang sudah terjalin menjadi jauh gimana ya Bang" ucap Angel.
"Abang... bentar ada telfon" ucap David.
"Oke" ucap Angel lesu.
David menerima telefon dari Kevin yang sengaja David hubungi dengan mengirimkan pesan singkat tadi. Sebenarnya David ingin mendengarkan apa yang Angel ceritakan dan David ingin tau siapa laki laki yang Angel maksud tapi hatinya seolah ingin berteriak kalau dia tidak sanggup untuk mendengar.
"Girl kak Kevin mau kesini apa kamu ingin di belikan" tanya David mendekati Angel.
"Gak" ucap Angel singkat bertanda dia marah.
"Oke, Vin langsung ke sini aja" ucap David mematikan telfonnya.
"Honey dengerin Abang" ucap David membujuk.
"Apa" ucap Angel sinis.
"Kau tau, saat ini Abang sedang merasakan hal yang sangat indah sesuatu yang lama hilang kini Abang rasakan kembali" ucap David sukses membuat Angel memperhatikan.
"Kamu tau Honey, ada sesuatu yang sangat sulit Abang dapatkan padahal Abang sudah mendapatkan restu tapi Abang gak sanggup mengatakannya sakit tapi tidak berdarah itu yang sedang Abang rasakan" ucap David.
"Bang maafin Angel yang udah menambah beban Abang" ucap Angel memandang wajah David.
"Angel janji mulai saat ini Angel gak akan menambah beban Abang lagi Angel akan lakukan semunya sendiri" lanjut Angel membelai wajah David.
"Siapa yang suruh kamu begitu" ucap David menahan tangan Angel karena setiap sentuhan Angel membuat jantungnya berdetak kencang.
"Kamu harus membagi semuanya dengan Abang, kamu tau kamu tidak pernah membebani Abang jadi jangan pernah berfikir seperti itu lagi" lanjut David tegas.
"Maafin Angel Bang" ucap Angel memeluk David erat.
David memejamkan matanya saat Angel memeluknya erat, bahkan David membiarkan kemejanya basah dengan air mata Angel yang mengalir deras. Pada saat yang bersamaan Kevin masuk dan melihat pemandangan yang begitu indah menurutnya David yang menyadari kedatangan Kevin hanya memberikan isyarat untuk masuk secara diam diam.
"Sudahlah Honey, jangan salahkan diri kamu sendiri maafin Abang bukan maksud Abang" ucap David tertahan saat telunjuk Angel berada di bibirnya.
__ADS_1
David memejamkan matanya sedangkan Kevin tertawa sembari menutup mulutnya agar tidak terdengar suara karena Angel belum menyadari keberadaannya.
"Mau sampai kapan lo bisa nahan Vid, sedangkan lo harus terus berhadapan dengannya setiap hari masih untung hidup gue walaupun gue broken home setidaknya gue gak kejebak perasaan kaya lo" ujar Kevin dalam hati yang memang mengetahui semuanya.
"Ehem... disini ada orang woy bukan manekin" ucap Kevin yang melihat David sudah pasrah.
"Thanks Vin lo udah selamatin hidup gue" ujar David lega.
"Eh Kak Kevin, dari kapan disitu" tanya Angel dengan wajah memerah.
"Sejak seseorang memeluk David erat" ledek Kevin sembari tersenyum.
"Jadi udah dari tadi dong, kenapa gak ngomong si" ucap Angel.
"Kenapa emangnya, malu hahaha tuh muka udah kaya udang rebus aja" ucap Kevin.
"Ih... biasa aja kali, udahlah Angel mau tidur pergi lo sana" ucap Angel menarik selimutnya sampai ke kepalanya.
""Iya iya tau gue suruh pergi lo mau dua duaan sama Abang sayang hehe" ledek Kevin kembali.
"Sudahlah Vin gak lihat dia lagi istirahat lo bawa semua yang gue minta gak" tanya David.
"Iya bawa sama makanan buat kamu juga gue udah makan tadi" ujar Kevin.
"Oke kalau gitu gue mandi dulu" ucap David mendekati Angel.
"Girl istirahatlah, tapi jangan gini gak kelihatan cantiknya" ucap David berbisik.
Angel mendengar David memanggilnya cantik wajahnya memerah namun karena David yang sudah berlari ke kamar mandi sehingga tidak melihat Angel yang juga salah tingkah karena. Kevin yang melihat tingkah keduanya hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Mau sampai kapan gue jadi saksi bisu gini, kalau bukan bos gue udah gue tikung aja tuh David" ujar Kevin duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.
"Aduh kenapa gue jadi dag dig dug gini si" ucap David frustasi dalam kamar mandi.
"Woy lo ngapain lama banget di situ, gue mau pulang nih" teriak Kevin.
"Bentar lagi" jawab David dari dalam kamar mandi.
"Buruan" teriak Kevin.
"Kalau gak keluar keluar gue buka ponsel lo nih" lanjut Kevin tersenyum.
"Yaya gue keluar" ucap David keluar dari kamar mandi.
"Gitu dong gue udah gak tahan minggir" ucap Kevin masuk ke dalam kamar mandi.
"Gue kira mau pulang lo ternyata dasar temen kurang ajar lo" cibik David.
"Gue gak denger lo ngomong apa" teriak Kevin dari dalam kamar mandi.
"Gak denger jawab lo" ucap David kesal.
Angel hanya bisa tersenyum di balik selimut, sebenarnya Angel berpura pura tidur padahal David juga tau kalau dia cuma berpura pura. David tersenyum ke arah Angel yang masih setia dengan tidur bohongnya.
"Gue pergi dulu bos" ucap Kevin saat sudah keluar dari kamar mandi.
"Kemana lo" tanya David.
"Cari yang bening bening disini gue cuma jadi saksi" ucap Kevin melirik Angel.
"Jaga mata lo" ucap David cemburu saat Kevin menatap Angel yang sedang tertidur.
"Hu... posesif bener lo gak bakal gue tikung lo" ucap Kevin tersenyum meninggalkan ruangan Angel.
__ADS_1
"Bos, mobil lo gue bawa ya" ucap Kevin mengintip di balik pintu ruangan Angel.
"Bawa lo jangan sampai lecet" ucap David.
"Terima kasih bosque" ucap Kevin semangat.
"Dasar punya anak buah satu gitu amat" cibik David.
"Hello gue masih denger kali Bos" ledek Kevin kemudian berlari keluar.
"Pergi lo" usir David.
"Santai aja kali bos, masih banyak waktu buat berdua" ujar Kevin.
"Diem lo, dari tadi lo bilang mau pergi gak pergi pergi lo" ujar David.
"Hehe, iya gue pergi beneran nih inget jangan telfon lagi mau sibuk gue" ucap Kevin di balik pintu.
David berjalan ke arah pintu kamar Angel dan mengecek apa benar Kevin telah pergi atau tidak. David menarik nafasnya karena kesal dengan tingkah Kevin yang selalu saja bisa membuat dirinya tersenyum walaupun dengan candaannya yang membuatnya merasa terpojok.
"Honey mau sampai kapan kamu pura pura gitu dah gak ada orang lagi disini" ucap David.
"Abang kenapa si gak bisa di bohongi dikit aja Bang pura pura gak tau Angel bohong" ucap Angel kesal.
"Itu artinya Abang emang paling mengerti kamu" ucap David.
"Bisa aja lo Bang, Abang makan dulu gih" ucap Angel meminum minuman yang ada di nakas samping tempat tidurnya.
"Em, ya kamu mau gak" ujar David.
"Gak lah gak nafsu" ucap Angel.
"Gak nafsu tapi laper kan" ledek David.
"Gak, ambilin ponsel Angel Bang" ucap Angel.
"Nih" ujar David memberikan ponsel Angel.
David mulai memakan makan malamnya sesekali Angel melihat David yang makan dengan lahap membuat Angel tergiur dengan makanan David. David seolah tidak melihat Angel yang ingin makannya.
"Abang kenapa si gak peka banget gak tau apa gue juga laper" ujar Angel dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
Guys kira kira Angel bakal ungkapin perasaannya gak ya... yuk ikutin terus....
.
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, vote komen dan like nya...
__ADS_1