
"Boy istirahatlah" ucap Dadi saat melihat David bekerja terlalu keras pqdahal dirinya belum sarapan.
"Nanti Dad sebentar lagi selesai" ucap David menolak.
"Sudah bisa di lanjut nanti, bukannya kamu belum sarapan" tanya Dadi.
"Belum Dad" ucap David.
"Maaf tuan ini salah saya sebenarnya Nyonya sudah menyuruh saya untuk membelikan sarapan tuan muda tapi saya lupa" ujar Kevin meringis tanpa dosa.
"Itu yang buat gue males sama lo selalu lupa waktu makan" ledek David.
"Gak apa apa lupa makan kalau lagi jatuh cinta perut pun akan terasa kenyang" ledek Kevin.
"Maksud lo" tanya David.
"Maksud gue, sekarang kita cari makan" ujar Kevin berjalan terlebih dahulu meninggalkan David.
"Dasar lo anak buah biadab" ujar David.
"Gue gak denger" ujar Kevin berlalu.
"Gak denger jawab lo" ujar David kesal.
"Jangan marah marah gitu bos, nanti gantengnya luntur" ledek Kevin.
"Emang kenapa kalau luntur" tanya David.
"Kalau luntur takutnya gue bakal lebih ganteng dari lo, dan Nona muda lirik gue hahaha" ledek Kevin berlari keluar dari Lif.
"Apa lo bilang, gak akan gue biarin lo" ucap David mengejar Kevin.
David dan Kevin berlari saling kejar membuat beberapa kariyawan yang melihatnya ikut tersenyum. Pasalnya selama ini keluarga Honsclair terkenal dingin dan kejam. Jangankan melihat mereka tertawa keras melihatnya tersenyum saja adalah sebuah keberuntungan bagi yang melihatnya.
David terus mengejar Kevin, David bahkan tidak menghiraukan bahwa dirinya menjadi tontonan kariyawannya. Sedangkan Kevin yang menyadari dirinya menjadi pusat perhatian berlari keluar kantor Kevin berlari cepat sampai tidak sengaja mereka berlari cukup jauh dari kantor.
"Kena juga lo" ucap David.
"Stop, kita udah sampai mana nih" ujar Kevin membuat David menengok kanan kiri.
"Lo si ah.... gimana pulangnya nanti" ujar David.
"Pulang ma gampang yang penting sekarang kita makan dimana" ucap Kevin.
"Lo makan mulu" ujar David.
"Kita juga butuh tenaga buat pulang nanti ogeb" ujar Kevin berjalan mencari tempat makan.
"Lo panggil gue ogeb, se**n lo" ucap David.
Kevin tidak mengindahkan omongan David, Kevin serius untuk mencari tempat makan yang bagus menurutnya. David hanya mengikuti Kevin karena cacing di perutnya juga sudah berdemo meminta sesuatu yang lezat.
"Lo pa gue si bosnya" ujar David memajukan bibirnya sembari memasuki sebuah cave mewah.
__ADS_1
"Lo lah, tapi kalau lo kasih izin gue jadi Tuan muda juga gue mau" ucap Kevin santai sembari memesan makanan.
"Sana lo jadi Tuan muda gantiin gue, gue bakal lebih mudah dapetin Angel" ujar David.
"Itu si mau lo" ujar Kevin.
"Hahaha, tapi Dadi gak akan biarin hal itu terjadi" ucap David lesu.
"Gak ada hasil yang sia sia selama kita berusaha" ucap Kevin.
"Tumben lo ngomong bijak" cibik David.
"Lagi latihan nih, buat jadi Tuan Muda" ucap Kevin di akhiri dengan gelak tawa.
"Pengin banget lo jadi Tuan muda" ucap David.
"Gue gak pengin jadi Tuan mudanya, tapi mau dapetin Nona mudanya hahaha" ujar Kevin.
David hanya tersenyum sembari menunggu makanan yang mereka pesan datang. Beberapa saat kemudian makanan yang mereka pesan datang David dan Kevin serius untuk makan.
"Hai Vid" ujar seseorang menepuk pundak David.
David membalikan badannya dan melihat siapa yang memanggilnya. David mengerutkan dahinya karena orang yang di hadapannya adalah orang yang pernah membuat dirinya dalam keterpurukan dan hampir menyerah untuk menjalani hidup. David tidak menyapanya tapi wanita tersebut tetap memaksa untuk duduk di sampingnya.
"Hai Vin" sapa wanita tersebut kepada Kevin.
"Hm" ujar Kevin.
"Kenapa si kalian gitu benget sama gue, gue kan udah minta maaf masa kalian gak maafin juga" ujar Klara sedih.
"Vid, boleh ya gue duduk sini makan bareng lo" ujar Klara bergelannyut manja.
"Pergi lo" usir Kevin yang melihat David tidak nyaman dengan situasinya.
"Siapa lo berani usir gue, lo gak tau siapa gue" ujar Klara naik pitam.
"Gue gak peduli siapa lo, gak penting juga" ujar Kevin santai.
"Berani lo yah, gue adalah pacar David lo siapa" ujar Klara sinis.
"Mantap" ucap David santai.
"Hahahaha mantan aja bangga, gimana kabar calon istrinya ya" ujar Kevin.
"Apa... Vid lo tega sama gue lo tega hianati gue lo mau nikah itupun bukan sama gue tega lo Vid" ujar Klara sedih.
"Lo yang tega, lo yang hianati gue, lo gak sadar apa kalau kita udah gak ada hubungan lagi saat lo buka tuh baju di depan kepsek gue lihat sendiri" ujar David tidak tahan dengan emosinya yang sudah terlalu besar.
"Tapi itu karena gue khilaf, kita bisa perbaiki ini semua kita bisa mulai lagi" ujar Klara berteriak membuat beberapa pengunjung melihat ke arahnya.
"Khilaf lo bilang, terus yang lo kasih badan lo ke kaka kelas itu juga khilaf, gue mohon jangan ganggu gue lagi anggap kita gak pernah ketemu dan gak saling kenal" ucap David pergi diikuti Kevin.
"Lo lihat aja nanti gue bakal buat lo ngemis cinta ke gue " ujar Klara dalam hati.
__ADS_1
David berjalan dengan penuh emosi, karena saat dirinya sudah bisa membuka hatinya kembali dia harus bertemu dengan Klara kembali.
"Dasar wanita bia**p, gak malu apa setelah apa yang dia lakukan sekarang dia datang seolah tidak terjadi sesuatu benar benar wanita gi*a" cibik David dalam hati.
Kevin yang melihat tingkah David menghembuskan nafasnya panjang karena Kevin sangat tau apa yang telah terjadi di antara mereka berdua, bahkan Kevin adalah saksi perjalanan hidup David dan tau mengapa David menjadi manusia yang bahkan keluarganya tidak mengenalinya lagi.
"Tuh cewe kenapa datang si, padalah dengan kehadiran Angel gue udah berharap banyak dengan perubahan David, gue harus extra nih jaga Nona bos" ujar Kevin.
"Bos kita mau kemana" tanya Kevin.
"Berhenti panggil gue bos" ucap David.
"Hehe oke, kita mau cari makan apa langsung ke kantor nih gue laper soalnya" ujar Kevin mencairkan suasana.
"Kita cari makan dulu aja, sama buat penjagaan extra buat Angel gue gak mau wanita gi*a itu menyentuh Angel sedikit pun" oerintah David.
"Siap, buat keamanan Angel sesuai perintah lo" ucap Kevin semangat.
"Gue percaya sama lo, dan jangan bilang sama Dadi soal wanita gi*a itu" ucap David.
"Hm... oke lah kita makqn di situ aja yuk" ucap Kevin menunjuk salah satu stand makanan.
David menganggukkan kepalanya membuat Kevin tersenyum, mereka berjalan ke arah tempat tersebut dengan tatapan David yang masih kosong memikirkan wanita gi*a itu.
"Tenang aja bos, gue bakal jaga Angel dengan keamanan yang super keren karena keinginan gue kerja sama lo gue pengin lindungi semua orang yang lo sayang walaupun gue harus bertaruh nyawa. Karena itu juga belum mampu menebus semua hutang budi gue ke lo" ujar Kevin dalam hati sembari tersenyum.
"Ngapa lo senyum senyum kesambet lo" ujar David saat melihat tingkah Kevin.
"Gak, mau pesen ap lo" tanya Kevin.
"Humberger aja satu, sama chiken nugget satu" ucap David.
"Banyak bener bos, laper pa doyan" ledek Kevin.
"Satu buat calon permaisuri" ucap David tersenyum.
"Hmm... mulai deh bucin kambuh" ucap Kevin sinis.
"Iri bilang bos" ledek David.
"Gak tuh, karena perjalanan lo gak bakal mulus bos" ucap Kevin tersenyum licik.
"Jangan bilang lo mau tikung gue, wah wah mulai berani nih " ucap David serius dengan diakhiri gelak tawa karena David tau kalau Kevin adalah orang yang bisa di percaya Kevin tidak akan menghianati sahabatnya dan Kevin adalah orang yang bisa membangun sebuah suasana.
"Udah lah mending kita pesen dulu, gak tahan nih"ucap Kevin.
Kevin dan David memesan makanan dan menunggunya dengn bermain ponsel. Tiba tiba ponsel David berbunyi dan seketika hati David yang sedang panas karena pertemuan yang tidak diinginkan, David tersenyum lalu mulai membalas chat dengan orang yang sangat dia sayang tersebut.
(Siapa lagi kalau bukan Angel)
"Cie cie si bos" ledek Kevin yang mengintip pembicaraan Angel dan David.
"Ih .. apaan si lo ngintip ya" ucap David dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Udah jangan malu gitu, merah banget tuh pipi.... hahabaha" ledek Kevin.
Saat David akan membalas perbuatan Kevin, makanan pun datang akhirnya mereka makan dengan tenang tanpa perdebatan.