Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 155


__ADS_3

"Lo tau maksud gue Din" ujar Maya.


"Ya gue tau nikah aja sama kaka Rafa gue gak bakal jadi penghalang jangan pikirkan perasaan gue karena apa yang ada dalam diri gue sekarang semua berubah" ucap Angel.


"Angel kamu sedang menjadi dirinya" ujar Maya.


"Mau Angel mau Adin ke dua orang itu berbeda sekarang mungkin besok gue bahkan gak bisa menemui kalian" ucap Angel.


"Kenapa sayang" tanya Bunda yang ikut bergabung duduk di samping Maya membuat Angel harus bergeser duduk di samping Rafa.


"Karena kejadian tadi Angel harus kembali keluar dari keluarga Damantara, gue gak mau buat kalian dalam masalah karena mulai besok akan ada seseorang yang menjagaku layaknya seorang tawanan" ucap Angel.


"Maksudmu haruskah kita lakukan sesuatu" tanya Rafa antusias.


"Gak kak Rafa, biarkan dia melakukan apapun yang ingin dia lakukan dan jangan pernah mengusiknya karena kalian tidak akan bisa melawan sebesar apapun kekuatan kalian" ucap Angel.


"Kamu akan kembali menjadi Angel" tanya Maya.


"Hm tidak juga gue akan menjadi pribadi baru Bunda Abang berhentilah berinvestasi di perusahaan Ayah karena uang kalian akan sia sia di sana Ayah hanya mementingkan keinginannya tidak dengan kelanjutann perusahaan Abang berhentilah membantunya" ucap Angel.


"Apa itu alasan kamu mematikan semua sistem" tanya Reza.


"Ya Bang, gue juga sudah menarik investasi gue dari perusahaan Ayah" ucap Angel.


Saat semua serius ponsel Angel berdering membuat Angel menatapnya. Dia melihat nama Leon tertera di layar ponselnya yang ingin melakukan panggilan vidio.


"Hallo Leon kenapa gue lagi gak sendiri loh ya" tanya Angel lemas dan lega saat melihat Leon sudah tidak berada di acara David.


"Bagaimana sudah bisa mematikannya" tanya Leon.


"Sudah semua sudah gue lakukan, jadi jangan pernah membantunya untuk bangkit" ucap Angel.


"Bagaimana dengan pengawalanmu" tanya Leon.


"Mulai besok hari ini gue ingin bebas, makasih udah peduli" ucap Angel tulus.


"Jantung gue berdebar Ngel" ucap Leon.


"Lo beneran suka sama gue bukan sekedar tugas haha ahirnya lo kalah sama pesona gue atau lo mau mati haha" ucap Angel tertawa


"Ketawain gue lo untung jauh coba kalau deket" ujar Leon.


"Kenapa kalau deket" tanya Angel.


"Gue nikahin lo" ucap Leon.


"Kemarin gue minta lo nikahin gue gak mau" ucap Angel.


"Orang lo minta nyawa gue sebagai mahar" ucap Leon.


"Nyawa jadi mahar terus lo nikahmya sama siapa" tanya Reza


"Siapa" tanya Leon penuh telisik.


"Gue lagi jadi Adin itu Abang gue kenapa mau lamar gue" ucap Angel tersenyum.


"Mak lo mana" tanya Leon.


"Nih, Bunda orang gila mau ngomong" ucap Angel tertawa.


"Hai tante" ujar Leon.


"Hai, siapanya ya" ujar Bunda.


"Calom menantu idaman bun, tapi dia gak mau nikah kalau bukan nyawa gue yang jadi mahar" ucap Leon mengadu.


"Adin yang bener dong anak baik gini" ucap Bunda.


"Baik dia Bun, kapan dia baik" ujar Angel.


"Kapan kapan main ke sini ya ada yang mau saya tanyakan langsung" ucap Bunda.


"Oke sekarang saya juga bisa terbang ke situ bun di tunggu ya" ucap Leon.


"Gila lo gak gak ada " ucap Angel.


"Kenapa takut" tanya Leon dengan senyuman manisnya.


"Ternyata mafia bisa senyum semanis dan setulus itu ya" ucap Angel tanpa sadar.


"Ada yang terpesona nih" ujar Leon.


"Kata siapa, lo ke sini jemput gue bawa gue terbang sama jet pribadi lo setelah cukup tinggi jatuhin gue sebelum terlalu jauh tembak gue kayak lo nembak burung burung itu" ucap Angel.


"Siap, mau senapan yang mana" tanya Leon memperlihatkan bebrerapa koleksi senjatanya.


"Gila" ucap Maya.

__ADS_1


"Ngel si David minta lo jangan buang tuh cincin suruh simpen, tapi lo gak boleh pake di tangan lo cuma ada cincin gue yang boleh lo pake" ucap Leon.


"Lo ngomong mulu gak malu apa udahlah gue gak mau ngomong sama lo gue matiin" ucap Angel.


"Oke oke bye see you sayang" ucap Leon sangat tulus dan manja membuat Angel mentapnya dengan senyuman aneh.


"Berasa calonnya beneran gue" ucap Angel menaruh ponselnya di atas meja.


Angel masih menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Leon yang biasanya sangat dingin dan pendiam di depan oramg asing hari ini dia sangat cerewet dan sangat humoris. Lain dengan Rafa yang merasa sangat panas hatinya karena Adin sangat dekat dengan Leon namun hal itu justru membuat maya senang.


"Din siapa dia" tanya Bunda.


"Siapapun dia, dia aslinya baik kok bun dulu dia boss gue tapi sekarang gak lagi kalaupun ku ceritakan semuanya tidak akan selesai semalam" ucap Adin.


"Ceritalah jika memang tidak bisa di sini mari ke kamar Bunda" ucapnya.


"Gak bun ini semua jalan hidup yang harus gue lalui, selama kesemptan masih ada gue bakal terus berjuang walau raga gue akan tumbang" ucap Adin.


"Din apa masih kamu memperjuangkannya" tanya Reza.


"Ya Bang gak peduli kalau gue jadi orang egois selama mereka tidak tersakiti gue bakal terus maju walau sulit" ucap Adin.


"Oh ya Bang uang ini semua karena hasil investasi gue dulu gue bawa buat besarin usaha gue" ucap Angel.mengganti topik.


"Bisakah kamu menjadi Adin selama kamu ada di sini" ucap Rafa.


"Tentu" ucap Angel tersenyum.


"Angeline M.H apa itu marga keluarga barumu" tanya Maya.


"Ya gue dapat nama marga yang sama dengannya walau gue gak ada hak untuk itu tapi mereka memberikannya " ucap Angel.


"Siapa arti dari M.H" ujar Bunda.


"Mereka, maaf bun gue gak bisa memberitahukannya" ujar Angel.


"Apa benar dengan ucapan Ayahmu kalau di musuh kita" tanya Bunda.


"Musuh" ucap Rafa dan Maya.


"Ya, keluarganya musuh keluarga Damantara buat kalian tapi bagiku mereka malaikat yang memberikan gue nyawa" ucap Angel.


"Lalu siapa yang menelfonmu tadi apa dia berpengaruh" tanya Reza.


"Ya Bang, dia bisa menolong gue dalam situasi paling sulit selalipun lagian gue deket sama dia sama sama untung" ucap Angel.


"Maaf kak kalau mau manggil gue cukup Adin atau Angeline ke dua marga keluarga itu sudah tidak bisa ku pakai" ucap Angel.


Saat akan menjawab ucapan Angel telfon Rafa berderimg dia mendapat panggilan yang sepertinya sangat penting. Rafa melihat sekeliling lalu dia menarik nafasnya panjang.


"Fa lo boleh pergi kalau emang ada urusan penting.


"Maaf ya semua" ucap Rafa berdiri dan membungkukkan badannya.


Semua orang hanya tersenyum dan mengangguk sedangkan Angel dia ikut berdiri dan membungkukkan badannya hormat.


"Gak perlu gitu juga kali Din" ucap Rafa mengacak rambut Angel.


Setrlah kepergian Rafa Maya juga pergi karen Raya terbangun dan menngis.


"Girl" ujar Bunda menatap dalam.


"Bunda" ujar Adin menangis dengan memeluk bundanya, dia sudah tidak bisa menahan hatinya yang ingin menangis sedari tadi.


"Ceritalah" ucap Bunda.


"Bunda, apa yang harus gue lakukan sekarang semua berantakan" ucap Adin sembari menangis.


"Sekarang sudah tidak ada yang bisa gue perjuangkan selain usaha gue bunda, hidup gue berasa berakhir" ucap Adin sesegukan.


"Kenapa" tanya Reza.


"Abang" ujar Adin berganti memeluk Abangnya erat membuat Reza terkejut.


"Ceritalah" ucap Reza.


"Dia Bang, gue udah gak bisa memperjungkan dia" ujar Adin.


"Kenapa Din" tanya Reza.


"Dia akan segera menikah, dia sudah bertukar cincin apa yang harus gue lakukan" ucap Adin membuat Reza terdiam.


"Kamu akan berhenti begitu saja" tanya Reza.


"Ingin maju tapi di sisi lain gue gak mau buat mereka kecewa, kalaupun gue berhasil merebutnya akankah mereka memberikam restu" ucap Adin.


Angel terus bercerita panjang lrnar walau bundanya ada di sana namun sang bunda tidak tau siapa yang Angel maksud.

__ADS_1


"Oke berjuanglah semampumu, jika lelah berhentilah Abang akan menolongmu kali ini" ucap Reza


"Thanks Bang" ucap Angel.


"Jadilah Adin" ucap Reza membuat Angel menatapnya.


Reza tersenyum membuat Angel langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu sembari memainkan ponselnya. Sedangkan Reza bekerja di depan Angel sudah lama Angel maupun David berada di posisinya tanpa sadar hari sudah masuk malam.


"Kalian tidak akan berubah posisi gak mau mandi" ujar Maya bersama Raya yang menghampiri.


"Hai ponakan Unty" ujar Angel semangat lalu bangun dan merebut Raya dari tangan Maya.


"Hai cantik ponakan Unty apa kabar" ujar Angel menggendong Raya.


Angel dan raya terus bercanda sampai ponsel Angel berdering.


"Din ponsel lo tuh" ujar Maya.


Angel melihat ponselnya dan ternyata Leon yang kembali menelfonnya.


"Kenapa" tanya Angel.


"Lagi apa" tanya Leon.


"Lagi bernafas kenapa" tanya Angel.


"Buka gerbang depan, gue gak boleh masuk" ujar Leon


"Gerbang mana" tanya Angel.


"Rumah mak lo" ucap Leon membuat Angel membulatkan matanya.


"Yang bener deh lo gila " ucap Angel langsung membulatkan matanya.


"Beneran coba keluar" ucap Leon.


"Kak nih Raya" ucap Angel memberikan Raya.


Angel langsung keluar dari pintu rumah utama. Dia melihat sekeliling dia melihat ada sebuah mobil mewah di depan gerbang.


"Sini gue gak boleh masuk" ucap Leon.


"Rasain lo" ucap Angel.


"Tega bener jauh jauh loh gue datang" ujar Leon.


"Di luar luar lo semaleman" ucap Angel tertawa.


"Siapa si" tanya Reza yang mendekat dengan merapikan rambut Angel.


"Abang suruh tuh satpam buka pintu gih" ujar Angel.


"Oke" ucap Reza menelfon sang satpam dan menyuruhnya membuka pintu.


Saat mobil Leon sampai di depan pintu utama Angel menataonya tanpa berkedip. Saat Leon turun dengan wajah cemberut membuat Angel tertawa.


"Setengah jam tau di luar" ujar Leon seperti anak kecil.


"Siapa suruh datang" ucap Angel berbalik dan masuk tanpa menyuruh Leon masuk membuat Reza tersenyum.


"Silahkan masuk tuan Leon" ujar Reza membuat Leon langsung masuk mengejar Angel dan memeluknya dari belakang.


"Lepasin, kayak setahun gak ketemu" ucap Angel membuat Leon langsung melepaskan pelukannya dan menarik Angel .


"Apa" tanya Angel.


"Mana Cincin itu" tanya Leon.


"Gak ada nih" ucap Angel memperlihatkan jari jemari tangannya.


"Kamu taruh dimana, mana tas kamu" ujar Leon langsung mengambil tas Angel dan mengeluarkan semua isi tas Angel.


"Berhentilah bersikap sepertinya, berhemti berusah menggantikannya karena hati gue masih belum goyah semanis dan sebaik apapun lo" ujar Angel dengan mata berkaca kaca.


"Apa gue buat lo sedih" ujar Leon berhenti dan menatap Angel lalu memeluknya erat.


Angel menangis dalam pelukan Leon membuat Leon bersemangat untuk membuat Angel menjadi miliknya.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys...

__ADS_1


__ADS_2