Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
112


__ADS_3

"Buka pintunya" ucap David.


"Gak tau sandinya" ucap Angel.


"Ulang tahunmu" ucap David.


"Kenapa gak Abang aja" ucap Angel.


"Tangan Abang cuma dua" ucap David.


"Oke oke Baby" ucap Angel langsung membuka pintu dengan kode yang david berikan.


"Nih, Abang siapin tempatnya dulu" ucap David.


"Gak perlu Bang, makan kayak biasa aja" ucap Angel.


"Katanya mau bikin acara BBQ" ucap David.


"Ribet keburu laper, pakai alat yang biasa aja" ucap Angel.


"Oke kamu selalu mengerti Abang" ucap David semangat menyiapkan kompor beserta alat lain untuk memanggang daging.


"Kan simple gini Bang, bisa terus di makan lagi gak perlu nunggu mateng semua" ucap Angel.


"Abang ganti baju dulu ya" ucap David.


"Oke Bang" ucap Angel.


Sembari menunggu David menyelesaikan berganti pakaian Angel mulai memanggang beberapa jenis daging yang dia beli di supermarket tadi.


"Sudah Honey" ujar David datang lalu mencium pipi Angel.


Angel sempat membatu beberapa saat karena ciuman David. Pasalnya David sangat jarang mencium pipinya paling sering keningnya.


"Udah nih Bang" ucap Angel.


David duduk lalu mulai makan begitupun Angel yang ikut duduk. Dengan canda tawa yang terus terdengar mereka menghabiskan makanan yang mereka buat sampai David kehilangan setengah kesadarannya karena menghabiskan sebotol minumannya sendiri.


"Kamu tau hari ini kamu terlihat begitu cantik" ucap David ngelantur


"Jadi menurutmu selama ini gue jelek gitu" ucap Angel sembari membereskan bekas makanannya.


"Gak tapi malam ini kamu luar biasa" ucap David.


Angel hanya mendengarkan dan berjalan ke dapur untuk mencuci piring namun siapa sangka David mengikutinya dengan berjalan sempoyongan dan duduk tepat di depan Angel.


"Bang " ucap Angel karena David terus saja menggodanya.


"Bisa hilang kesadaran gue, gila akut" ucap Angel dalam hati.


Karena jengah dan menghindari hal hal aneh David Angel. memapahnya ke kamar David. Angel menidurkan David dengan sangat pelan namun posisi yang tidak menguntungkan Angel David menarik tengkuk Angel dan menciun sekilas bibir Angel.

__ADS_1


Angel melepaskan tangan David di tengkuknya namun bukannya terlepas David malah menariknya semakin kuat. Untuk menghindari perlakuan David yang seperti tadi Angel menjatuhkan diri dan memeluk David erat.


"Bisa sakit jantung gue kalau terus terusan sama Abang" ujar Angel.


"Honey kamu tau gue rasa ada perasaan berbeda di sini" ucap David menunjuk dadanya.


"Kamu buat gue gila dengan keadaan kemu terlalu manis akhir akhir ini dan manjamu terus terngiang di pikiranku" ucap David.


"Bang kamu lagi gak sadar jadi tidurlah" ucap Angel.


"Gue sadar dengan perasaan aneh ini dengan tingkah aneh kamu akhir akhir ini" ucap David.


"Sudahlah Bang tidur dan istirahatlah" ucap Angel melepaskan pelukannya perlahan.


David mulai terlelap membuat Angel bisa bernafas dengan lega. Angel berjalan pelan keluar dari kamar David untuk segera membereskan apartemen David. Setelah itu Angel menelfon seseorang untuk mencari tau detile asal usulnya.


Tidak butuh waktu lama Angel membersihkan apartemen David setelah itu dia mengistirahatkan tubuhnya di atas sofa panjang depan televisi dengan sebuah selimut yang menutupi tubuhnya.


Pagi menjelang karena apartemen David di lantai paling atas membuat view sangat indah di pandang. Angel sudah duduk di tepian kaca besar menikmati view dengan secangkir susu di tangannya.


Saat menjelang siang Angel sudah bersiap untuk pergi namun sebelumnya Angel sudah membuat sarapan untuk David. Angel pergi dengan cepat setelah meninggalkan catatan kecil di bawah gelas yang dia siapkan untuk David.


"Gimana hasilnya" tanya Angel kepada sang asisten saat sampai di sebuah kafe tak jauh dari apartemen David.


"Maaf saya perlu waktu" ujar Julio.


"Ya saya tau itu, tapi saya juga tau kamu tidak akan mengecewakan jadi beri tahu apa yang sudah kamu ketahui" ujar Angel.


"Apa anda sadar bahwa anda mirip dengan nona Maya" ujr Julio.


"Saya berhasil mencari sosial media nona Maya, dan saya menemukan beberapa foto ini mungkin bisa membantu anda" ujar Julio menunjukkan beberapa foto di tangannya.


"Ini semua" ujar Angel memperhatikan foto foto tersebut dengan seksama.


Angel berusaha keras untuk mengingat sesuatu namun ternyata tidak ada hasilmya dia tidak mengingat satupun momen yang ada di foto tersebut.


"Jangan terlalu keras perlahan saja karena mungkin tuhan baik menghilangkan ingatan itu karena ada kisah sedih di balik itu" ujar Julio.


"Hm makasih, ya udah saya mau kuliah teruskan pencatian mu" ucap Angel.


"Baik" ucap Julio lesu.


Angel meninggalkan Julio sendiri yang masih dalam lamunannya. Dia berharap Angel tidak mengingat masa lalunya namun di lain sisi dia kasihan karena Angel sangat ingin tau masa lalunya.


"Gue gak mau lo ingat masa lalu lo karena gue tau pasti ada kesedihan yang mendalam, karena yang gue tau lo dapat banyak luka saat kita temuin lo" ujar Julio menatap kepergian Angel.


Di apartemen David baru saja terbangun dia memegang kepalanya kuat karena merasa sangat berat. David pergi membersihkan tubuhnya kemudian dia mencari sosok sang adik yang entah di mana keberadaannya.


David berjalan ke dapur dan menemukan secarik kertas saat dia meminum kopi yang sudah agak dingin itu. David tersenyum kemudian duduk untuk sarapan.


"*Abang udah bangun maaf ya gak ngomong dulu nih minum kopinya udah dingin jangan lupa juga sarapan dingin kamu Bang, karena menghadapi kenyataan juga butuh tenaga,

__ADS_1


yang tercinta


AngelšŸ¤*"


David menghabiskan makanannya dengan cepat kemudian bersiap pergi ke kantor. Sedangkan di lain tempat Angel mengikuti kelas pagi hari ini dan sekarang dia sedang menyelesaikan beberapa tugasnya.


Angel mulai menyelesaikan skripsi karena dia sudah berada di semester akhir. Siang hari kelas Angel selesai dan Angel berniat pergi ke tempat Maya.


Sebelum pergi Angel mampir ke supermarket terdekat untuk membeli beberapa buah dia juga pergi untuk membeli popok atas permintaan Maya.


"Hai kak" ucap Angel saat sudah berada di depan pintu apartemen Maya.


"Wah udah datang nih, masuk masuk" ucap Maya mempersilahlan Angel masuk.


"Oke kakak sendiri mana Raya" tanya Angel.


"Ada tuh, mau minum apa" tanya Maya.


"Apa aja lah terserah, oh ya nih titipan lo" ujar Angel.


"Oh ya maaf ya repotin" ujar Naya tersenyum.


"Gak kok sekalian aja gue juga mau ke sini kangen sama ponakan Aunty" ujar Angel menggendong Raya.


Saat sedang asik bermain dengan Raya David menelfon membuat Angel dengan cepat mengangkatnya. Angel mengganti ke telfon vidio yang menunjukkan dia sedang menggendong seorang bayi.


"Honey si siapa" tanya David gugup.


"Kenapa gitu Bang, ini bayi Angel" ujar Angel.


"kamu bayi itu" ujr David.


"Iya Bang baru satu minggu" ucap Angel serius.


"Kapan hamilnya" ujar David bingung.


"Nanti lahiraan dulu" ucap Angel.


"Mana ada lahiran dulu baru hamil" ucap David mulai meninggi.


"Itu lah yang Abang gak tau" ucap Angel.


"Apa Abang gagal" ujar David dengan mata berkava kaca.


"Hahahaha Abang jangan nangis Bang Abang gak gagal lagi Angel masih jadi adek yang baik dan Abang masih yang terbaik, nih anak temen Angel" ujar Angel membuat David membulatkan matanya.


"Dasar kamu ya, kirain Abang gagal jadi Abang" ucap David.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungannya ya readers....


__ADS_2