Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Eps 151


__ADS_3

"Gue gak papa" ucap Angel.


"Itu wajah kamu bonyok gitu" ujar Leon.


"Beratem kemarin" ujar Angel.


"Ngel lo beneran tadi malam sama siapa David" ucap Cika membuat Angel malu.


"Ya beneran gue main sama si doi kenapa lo gak kepake" tanya Angel berbisik membuat Cika tersenyum kecut.


"Sialan lo gue yang nikah lo yang asik asik, tapi ngomong ngomong gimana rasanya sakit gak" ujar Cika berbisik


"Em gak kok gak sesakit itu lagian lo ngapa tanya emang lo masih ori" ujar Cika.


"Sialan lo ya walaupun gak ori setidaknya masih fres" ucap Cika membuat Angel tertawa.


"Second" ucap Angel membuat Riko dan Leon menatap Angel.


"Gak sekalian barang rongsokan" ujar Cika ..


"Mereka ngomongin apa si" ujar Leon.


"Dunia wanita gak ada yang tau" ucap Riko.


"Gak papa rongsokan masih bisa di pake punya mereka juga gak mungkin ori" ucap Angel.


"Gila lo ya, berapa lama lo" ujar Cika.


"Secepat mata berkedip" ucap Angel membuat Cika manyun.


"Kilat bener, eh lo mau cek out sekarang" tanya Cika.


"Hm setelah ini makasih udah bayarin ya" ucap Angel.


"Tenang aja" ucap Cika.


"Ya udah gue duluan" ucap Angel di angguki Cika.


Angel langsung pergi ke kamarnya lagi dan bersiap untuk menjalankan hari barunya dengan marga Damantara yang mungkin akan segera melekat. Angel langsung memakai riasaan yang cukup tebal untuk menyamarkan bekas bekas yang ada.


"Udah selesai aja lo" ujar Cika di depan kamar Angel yang melihat Angek sudah membawa tasnya.


"Udahlah gue harus jadi Adin hari ini juga" ucap Angel.


"Semoga lo baik baik aja ya, oh ya nih buat lo" ucap Cika memberikan sebuah amplop besar


"Apa duit Cika apa kamu menghargai persahabatan ini dengan itu" ujar Angel membuat Cika sayu.


"Maksud gue gini, gue bantu lo dari awal sampai akhir juga karena lo udah banyak bantuin gue dulu lo tau kan gue bakal balas seratus kali lipat kebaikan seseoran dan seribu kali lipat untuk kejahatan seseorang" ujar Angel.


"Maksud gue gini Cika setiap uang yang udah pernah gue minta itu gue cuma bercanda gue gak mengharap apapun dari ini semua gue ikut bahagia dengan pernikahan lo lagian dengan lo mendatangkan David udah cukup buat gue bahagia" ucap Angel


"Tapi karena kedatangaan mereka juga lo harus balik ke keluarga lama lo dan lo di buang sama David dan keluarganya bahkan lo di jodohin sama mafia itu biar David bisa menikahi wanita lain" ujar Cika.


"Tidak masalah semua terungkap dengan cepat maka perjalananku akan lebih cepat dan tujuanku akan cepat tercapai tersenyumlah" ujar Angel langsung pergi


Saat di lobi hotel dia bertemu dengan keluarga Damantara yang juga akan pulang. Angel hanya diam tak menyapa dia langsung pergi begitu saja.


"Din" ujar Riko.


"Kenapa kak" tanya Angel.


"Nih buat lo" ucap Riko memberikan sebuah paper bag

__ADS_1


"Buat apa" tanya Angel saat membuka paperbag itu yang berisi sebuah sepatu dan tas mewah.


"Buat lo kata Cika lo gak mau terima uang ya udah ini aja jangan di tolak gue gak mau Cika terjun lagi" ucap Riko.


"Oke makasih ya" ucap Angel lalu pergi


"Langsung pergi" tanya Riko.


"Ya salam buat orang tua lo bye" ujar Angel langsung mengendarai mobilnya dia tau kalau keluarga Damantara mengikutinya.


Angel sampai di apartemennya dia langsung mengganti tasnya dengan tas jinjing lalu pergi lagi ke kantor Damantara sebelumnya dia sudah menghubungi Lani untuk mengambil kunci di sebuah tempat yang sudah Angel berikan petunjuk.


Angel juga menyuruh Lani untuk bekerja sendiri sampai Angel selesai dengan urusan Daamantara.


"Angel" panggil Leon di depan gedung perusahaan Damantara.


"Udah di sini" ucap Angel.


"Hm, nunggu kamu" ucap Leon membuat Angel tersenyum.


"Kalian sudah sampai" ujar Reza yang baru datang bersama tuan Damantara


"Hm" ujar Angel sedangkan Leon hanya diam.


"Reza bawa mereka ke dalam" ucap Tuan Damantara.


Reza langsung membawa Angel dan Leon ke dalam perusahaan. Angel berjalan berdampingan dengan Leon dengan di belakang mereka adalh orang Leon semua.


"Apaan si" ucap Angel saat Leon menggenggam tangannya.


"Adin jaga sikapmu" ucap tuan Damantara sedangkan Reza melihat Angel kasihan.


"Dengerin Ayahmu" ucap Leon membuat Angel langsung menggandeng lengan Leon.


"Gue harus perang dengan hati sendiri gue gak yakin perasaan apa yang gue rasakan sekarang, di saat dengan David rasa bahagiaku sangt dominan tapi di samping Leon juga gue merasa nyaman" ujar Angel dalam hati.


Semua orang sampai di ruangan tuan Damantara Leon diperlakukan dengan istimewa sedangkan Angel di hadapkan dengan setumpuk berkas.


"Lo gak ajak nikah liat tugas sebanyak ini" tanya Leon.


"Gue bisa" ucap Angel tersenyum tulus.


Angel langsung mempelajari setiap dokumen yang ada di depannya untungnya otak yang Angel miliki bisa menerima apa yang Angel baca dengan sekali melihat. Sedangkan Leon dia bekerja dengan i pad yang asistennya bawa.


"Kamu punya waktu satu jam" ujar Leon di angguki Angel yang serius dengan berkas.


"Nih orang gue kira bisnisnya minuman keras ternyata bukan, lebih mengenalnya lebih baik ternyata" ujar Angel dalam hati melihat berkas yang akan dia lakukan kerjasama dengan Leon.


Waktu terus berlalu baik Angel maupun Leon dia masih sangat serisu dengan pekerjaannya masing masing. Reza datang ke ruangan itu namun tidak membuat Angel maupun Leon hilang fokus sedangkan Tuan Damantara dia sibuk karena sahamnya yang mulai turun.


"Sudah satu jam bos" ujar sang asisten Leon.


"Udah siap kalau belum masih belum siap saya tunggu" ujar Leon.


"Saya tidak bisa mengingkari janji tuan Leon" ujar Angel.


"Udah mode pesaing" ujar Leon tersenyum.


"Sekarang mulailah" ucap Leon.


Angel menjelaskan dengan detile keuntungan yang akan Leon dapatkan dari kerja sama ini namun Leon hanya tersenyum tak menanggapi.


"Maaf tuan kenapa anda senyum" ujar Angel.

__ADS_1


"Bagaimana semua itu bisa terjadi saat saham kalian terus turun" ujar Leon menunjukkan grafik saham yang terus turun setiap waktu.


"Gila bener, tuan Damantara saya tidak bisa melanjutkan ini kenapa anda tidak suruh saya untuk menaikkan saham dengan jalan yang benar bukan cara instan seoerti ini yang bum tentu Tuan Leon menyetujuinya" ujar Angel mmebuat Reza tersenyum.


"Saya beri waktu anda seminggu nona Damantara setelah satu minggu saya akan menghubungi anda lagi" ucap Leon berdiri.


"Maafkan kesalahan saya tuan" ujar Angel membungkuk hormat.


"Gak papa lagian kamu kan baru di perusahaan ini belajarlah" ujar Leon tersenyum hanyat sembari merapikan rambut Angel.


"Ternyata lo lebih baik dari yang gue kira" ucap Angel membuat Leon tersenyum.


Leon pamit untuk pergi membuaat Angel langsung mengantaar Leon sampai di depan gedung perusahaan. Namun hal tak terduga di lakukan Leon dia menarik tengkuk Angel dan mencium kening Angel. Saat Leon pergi dia berfikir apa yang harusnya dia lakukan untuk membangkitkan perusahaan Ayahnya itu.


"Apa yang akan kamu lakukan" tanya Tuan Damantara.


"Bisa dengan cara saya sendiri" ujar Angel.


"Ya" ucap tuan Damantara.


Angel merencanakan sesuatu yang dia diskusikan dengan Ayah dan Abangnya itu. Semua setuju dengan pendapat Angel lalu mulai melakukannya.


Dan ternyata benar banyak dana yang di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab membuat tuan Damanantara marah besar.


Saat itu juga Angel langsung mendapat ruang kerjanya sendiri dia bahkan langsung mendapat kepercayaan Ayahnya untuk mengatur semula perusahaannya.


Angel bekerja sampai waktu menjelang sore dia lupa dengan pekerjaannya sendiri. Saat ingat Angel langsung pergi ke ruko tempatnya memulai bisnisnya.


"Lani maaf ya" ujar Angel karena jarak yang tidak terlalu jauh membuat Angel sampai dengan cepat.


"Gak papa bos cuma sepi" ucap Lani.


"Kamu bisa mencari teman besok oh ya untuk barang barang yang di pesan kamu sudah tau kan" tanya Angel.


"Sudah bos makasih udah melatih saya dengan sabar" ujar Lani yang sudah tau apa yang dilakukan saat bekerja


"Oke kamu boleh pulang sekarang, oh ya kamu bisa motor" tanya Angel.


"Bisa bos kenapa" tanya Lani.


"Nih bawa kunci motor ini mulai besok kamu pakai motor saya sekarang kamu ikut saya mengambil motor di apartemen saya" ujar Angel.


"Oh oke bos." ujar Lani lalu mereka pergi bersama dengan mobil sport Angel. Angel membawa Lani ke parkiran apartemen lalu memberikan motornya.


"Makasih bos" ujar Lani di angguki Angel.


Setelah kepergian Lani Angel langsung ke apartemennya dia membersihkan diri lalu duduk di antara komputer komputernya dengan rambut yang masih di balut handuk.


"Gue bakal coba masuk lebih dalam lagi" ujar Angel mencoba masuk ke dalam situs web perusahaan Damantara.


Tak lama lonceng apartemen Angel berbunyi membuat Angel kesal. Angel pergi untuk membuka apartemen dengan haduk yang berada di rambutnya berganti ke pinggang.


"Eh lo kenapa" tanya Angel saat melihat Leon yang datang.


.


.


.


.


Jangan lupa dukungannya guys....

__ADS_1


__ADS_2