
"Ya, eh kak Kevin" ucap Angel mendongakkan kepalanya.
"Sendiri aja" tanya Kevin.
"Gak sama semua kariawan tadi cuma mereka penasaran dengan itu" ucap Angel menunjuk sebuah bar.
"Bar, kamu gak ikut lagian ngapain mereka ke sana siang siang" ucap Kevin ikut duduk berhadapan dengan Angel.
"Ikutin cogan tadi, gue males" ucap Angel.
"Oh" ucap Kevin.
"Kaka sendiri ngapain di sini" tanya Angel serius.
"Kaka tadi temenin Dadi ketemu klien" ucap Kevin.
"Loh kok bisa, kemana om Darwin" tanya Angel penasaran.
"Iya tadi om Darwin selesaikan pekerjaannya dulu makannya kaka yang ganti" ucap Kevin.
"Oh gitu terus kenapa kaka malah kelayapan" cibir Angel.
"Gak, kaka mau makan belum sempet tadi harus gantian sama om pas lagi jalan liat kamu" ucap Kevin.
"Ya udah pesen makanan aja, terus Abang sama siapa dong" tanya Angel.
"David lagi masuk kuliah ada kelas dia" ucap David.
"Gitu, ya udah makan gih sini aja sekalian temenin Angel" ucap Angel.
"Boleh nih" tanya Kevin.
"Boleh pesen aja, sekalian Angel yang bayarin" ucap Angel.
"Banyak duit nih" ledek Kevin.
"Dari kecil gue juga udah banyak duit, lagi bagus mood gue jangan sia siain" ucap Angel sinis.
"Galaknya kumat, iya deh gue pesen makan" ucap Kevin.
Angel tersenyum pasalnya Kevin sangat sulit saat akan Angel bayarkan sesuatu, Kevin hanya acuh saat Angel menatapnya tajam. Kevin memilih beberapa makanan dan minuman sedangkan Angel kembali bermain ponsel. Sembari menunggu makanannya Kevin membuka tabletnya untuk urusan pekerjaan.
"Ngel apa kaka boleh tanya" tanya Kevin.
"Boleh tanya aja" ucap Angel.
"Kamu mau ke Indonesia kota apa" tanya Kevin membuat Angel menatapnya tajam.
"Kota B, kenapa" tanya Angel penasaran.
"Bagus pilihan tepat" ucap Kevin.
"Maksudnya apa si" ujar Angel.
"Maksudnya gue makan dulu" ucap Kevin saat pesanannya datang.
Angel memajukan bibirnya karena Kevin, sedangkan Kevin hanya tersenyum puas melihat ekspresi Angel. Tak berselang lama seseorang yang sangat familiar datang dan duduk di samping Angek dengan keras bersama beberapa orang temannya.
"Pelan ngapa" ucap Angel.
"Keburu laper Abang" ucap David.
Kevin menatap David sebentar lalu menatap beberapa teman yang David bawa. Kevin acuh lalu melanjutkan makannya kembali sedangkan David dkk sedang memilih beberapa makanan dan menunggunya datang.
__ADS_1
"Udah gue duga lo Vin, bilangnya temenin Dadi nyatanya ngedate sama adek gue" cibir David.
"Mana ada ngedate ketemu doang dan gak sengaja " ucap Angel jelas.
"Apa bedanya, kenapa lo bisa di sini Vin" tanya Michel.
"Gue di usir sama Tuan suruh pergi pas om Darwin sampai" ucap Kevin memelas.
"Ternyata anak buangan" ucap Michel.
"Terus ketawain terus, serah kalian" cibir Kevin.
"Udah marah tuh Kevin, Ngel kamu kenapa di sini" tanya David.
"Lagi makan lah apa lagi masa iya lagi dugem" ucap Michel.
"Gak tanya sama lo" ujar David.
"Makan bareng sama temen, tapi mereka semua pergi kejar cogan Angel di suruh nunggu" ucap Angel.
"Kariyawan lo" tanya David.
"Iya, Angel bawa mereka semua makan di luar kasian di butik lagi sibuk banget akhir akhir ini" jelas Angel.
"Kamu emang bos perhatian, gak kayak situ" ucap Kevin.
"Wah mau di pecat nih" ujar Michel.
"Gak ada, mana mungkin" ucap Kevin kelabakan.
"Takut di pecat tuh" ledek Michel.
"Hahaha Kak mending makannya di abisin dulu deh" ucap Angel tertawa.
"Kamu sendiri kenapa gak ikut mereka kejar cogan" tanya David.
"Terus kamu naik apa, nanti pulang bareng Abang ya ke kantor dulu" ucap David.
"Terus mobil Abang gimana kan ada di butik" tanya Angel.
"Tinggalin aja biar di ambil supir" ucap David.
"Gak ah, kalau Abang mau Abang bawa mobil yang tadi Angel bawa" ucap Angel.
"Kalau David sama lo gue sama siapa dong" tanya Michel
"Lo bawa motor gue aja, kalau Kevin biar sama Dadi nanti" ujar David.
"Oke lah, gimana Vin setuju gak" tanya Michel
"Gak, soalnya gue bawa mobil sendri biar om sama Dadi" ucap Kevin.
"Terserah kalian deh yang penting bisa pulang" ucap Angel.
David Michel dan Kevin asik makan sedangakan Angel bermain ponselnya dan tak menghiraukan ke tiga orang yang ada di depannya yang selalu saja menggodanya. Tak lama kemudian teman teman Angel datang dan bingung dengan orang orang yang sedang duduk bersama Angel.
"Maaf bos" ucap Prisil lirih.
"Eh kalian udah dateng, gimana" tanya Angel.
"Hehe gitu lah bos, mana berani kita deketin cumaa liat dari jarak aman" ucap Prisil.
"Ngapa lo kejar kalau cuma mau liat, gimana sama barnya penasaran gak" tanya Angel lagi.
__ADS_1
"Udah gak" ucap Prisil dkk bersama.
"Ya udah duduk sini gabung" ucap Angel.
Prisil dkk melihat tiga orang laki laki yang sedang asik makan tanpa menghiraukan mereka seperti todak ingin di ganggu membut mereka merasa tidak enak jika harus mengganggu mereka bertiga.
"Gak perlu Ngel, kita duduk di sana aja" ucap Prisil menunjuk meja di sebelahnya.
"Oke, oh ya nnti kalian langsung pulang aja gak apa apa tapi jangan lupa suruh semua penjahit kita buat memepercepat baju yang kemarin ya" perintah Angel.
"Siap bos" ucap semua kariyawannya serentak.
"Good girl" ucap Angel tersenyum.
Prisil dkk duduk di meja sebelah meja Angel, David selesai makan lalu menyandarkan kepalanya di pundak Angel membuat Angel mendongak dan menatap David.
"Kenapa Bang, sakit" tanya Angel.
"Gak, cuma capek" ucap David.
"Oh, ya udah nanti biar Angel aja yang gantiin Abang Abang langsung pulang aja istirahat" ucap Angel.
"Emang kamu bisa" tanya David.
"Bisa lah lagian kan kak Kevin bisa bantu iya kan Kak" ujar Angel.
"Bilang aja mau berduaan sama Kevin" ujar David sinis.
"Yah elah cemburu amat, sama Kevin doang belum jalan sama gue" ledek Michel.
"Berani lo ajak jalan dia" tanya David.
"Berani kalau dia mau, kalau gak bisa apa gue" ucap Michel memelas.
Angel terus saja bercengkrama membuat kariyawannya yang tidak tau tentang kehidupan Angel dan juga siapa keluarganya membuat mereka menyimpulkan David adalah kekasihnya yang sedang cemburu dengan Kevin tersebut.
"Wah senengnya jadi bu Angel ya, udah cantik baik dan banyak cogan yang mengelilinginya" ujar salah seorang kariyawannya.
"Iya, tapi kayaknya yang dua itu temen pacar bu Angel deh, kalian ingat gak si dia pernah menjemput bu Angel di butik dan bilang udah di tunggu di mobil" saut teman temannya.
"Iya, eh kalian lihat deh kyaknya dia tuh David M.Honsclair bukan si pengusaha muda yang menduduki kekuasaan tertinggi ke dua di negara ini setelah ayahnya tuan Honsclair" ucap Prisil.
"Masa si, eh bener beruntung banget bu Angel bisa deket sama dia ya" sambung temannya.
"Iya, dan itu Asisten Kevin yang terkenal asisten paling kejam setelah tuan muda Honsclair wah gak nyangka gue bisa ketemu langsung kayak gini lagi kumpul" ucap Prisil.
"Iya gitu aja ganteng ganteng banget, gimana kalau tuan muda Honclair itu pakai pakaian formal ya gak kebayang gantengnya" ucap temannya berandai andai.
"Bang tuh terkenal lo Bang" ucap Angel.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.Jangan lupa like vote dan komennya ya...