
"Kamu Adin kan" ucap Bunda yang menghampiri Angel lebih dulu.
"Adin anda salah orang nyonya" ujar Angel mengelak.
"Bun dia Angel bukan Adin" ujar Maya.
"Angel, jadi dia wanita bercadar itu" ucap Bunda.
"Tadi Adin sekarang Angel siapa yang anda maksud" ujar Angel.
"Jangan mengelak lo Ngel" ujar Maya.
"Maaf Nona, anda salah orang" ucap Angel.
"Dia Adin Maya liat matanya" ucap Bunda.
"Iya bener dia Adin" ujar Reza langsung memeluk Angel.
"Lepasin" ujar Angel keras langsung mendorong Reza kuat.
"Masa si" ucap Maya.
"Liat matanya kalau Angel kan matanya biru gitu lah ini kan coklat" ucap Reza.
"Sekarang mata, lalu apalagi" ujar Angel.
"Jujurlah" ujar tuan Damantara.
"Adin dia sudah mati ngerti" ucap Angel membuat Reza menamparnya.
"Lo gak ada hak bilang kayak gitu gue gak percaya dia mati" ucap Reza Angel tersenyum lalu melayangkan tinjunya lebih keras dari yang Reza lakukan membuat Reza tersungkur.
"Anda yang membunuhnya jadi jangan mengelak , karena orang orang anda lah dia mati kalaupun saya Adin saya tidak mau menjadi adik anda lagi paham" ujar Angel berjongkok sembari mencengkram kemeja Reza dan berbicara pelan kepada Reza membuat Reza membatu sedangkan Angel langsung berjalan pergi.
"Berhenti kamu atau saya bunuh kamu" ujar tuan Damantara mengacungkan senjata ke arah Angel yang terus berjalan menjauh.
"Pah jangan biarkan dia hidup" ucap Reza langsung mengambil senjata tuan Damantara.
"Apa apaan si lo Bang" ucap Maya.
"Diem" ucap Reza lalu pergi mengejar Angel.
"Adin tunggu" ucap Reza.
"Saya bukan Adin dan jangan libatkan saya dalam keluarga anda" ucap Angel.
"Gue percaya itu lo Din, gue yakin mata lo tatapan lo" ujar Reza
"Hai sayang kok lama" ujar David datang dengan masker dan kacamata
"Hei, maaf nunggu lama banget ya banyak drama" ucap Angel sembari bergelanyut manja.
"Tidak masalah mari lakukan sekarang" ucap David.
David langsung membawa Angel jauh dari Reza. Saat tangannya di tarik David Angel mengikuti namun air matanya tak terbendung lagi.
"Maaf saya terlambat" ucap David berhenti dan menatap Angel.
"Kamu tidak bersalah, cepatlah pulang sebelum sesuatu terjadi" ujar Angel.
David menatap Angel lalu mendorong Angel sampai membentur dinding. David terus menatap Angel sedangkan Angel sudah menangis sesegukan.
"Apa mereka semua adalah orang yang kamu cari selama ini" ujar David di angguki Angel.
"Mereka mengenalimu" tanya David kembali di angguki Angel.
"Maaf kamu harus menahan amarahmu" ucap Angel.
"Tidak masalah Honey, yang terpenting adalah senyumanmu tidak perduli harus merebutmu dari keluargamu sekalipun itu musuh terbesar dan terkuat saya akan selalu menjaga senyumanmu" ucap David
"Kamu dan keluargamu terlalu baik untuk menjadi musuhku maaf selalu merepotkan" ucap Angel di sela sela tangisnya.
"Tidak masalah Honey, ingatlah ucapan saya kalau saya akan melindungimu dari keluargamu dan keluargaku saya berjanji jadi percayalah" ucap David.
"Kamu berhasil membuatku menjadi adik yang gak tau diri dengan mencintaimu, kamu adalah alasaan terbesarku untuk hidup dan lebih kuat dari sebelumnya, bahkan walau ku tau siapa keluargaku yang sebenarnya hatiku ragu untuk datang pada mereka dan nyaman dengan menjadi Angel" ucap Angel menatap David dalam.
David memajukan wajahnya lalu mencium bibir Angel seketika Angel menutup matanya dan air mata kembali mengalir.
"Menangislah sampai kamu tenang saya akan menungyumu" ucap David lalu kembali mencium bibir Angel kali ini dia ********** lembut membuat Angel lebih tenang.
David terus menunggu Angel selama menangis sesekali dia menunjukkan kasih sayangnya dengan membelai rambut Angel dan mencium Angel. David menahan Angel di sana karena di dalam kamar masih ada Daddy dan Mommynya.
Sedangkan tak jauh dari sana Reza melihat dan mendengar semuanya. Ternyata benar nalurinya kalau dia Adin yang selama ini dia cari namun seketika hatinya hancur pasalnya orang yang menolong Angel adalah musuh besarnya dan sering dia mencoba menghancurkan keluarga itu.
"Ternyata selama ini lo menderita sendiri gue gagal jadi Abang lo Din maaf gue janji bakal lindungi lo" ujar Reza menangis.
"Apa sudah tenang" tanya David.
"Hm, udah makasih sayang" ucap Angel tersenyum.
__ADS_1
"Hm, yuk kita ke kamar" ucap David di angguki Angel.
"Berhenti" ucap Reza keluar dari persembunyiannya.
"Apa yang akan kalian lakukan di dalam kamar" ujar Reza penuh selidik.
"Apa urusanmu" ucap Angel berdiri di depan David.
"Hei kamu adikku jadi kamu tanggung jawabku" ucap Reza.
"Adik baru sekarang kamu menganggapku adik" ucap Angel.
"Maaf Din selama ini gue gak tau ternyata lo menderita selama di dekat gue dan gue udah denger semuanya tadi gue restui hubungan kalian" ucap Reza membuat Angel dan David saling tatap.
"Beneran gue restui hubungan kalian dan gue bakal coba buat mendamaikan otak Ayah sama bunda" ucap Reza.
"Bolehkan gue memelukmu" ucap Reza.
Angel menatap David, David menggeleng David takut sesuatu terjadi pada Angel.
"Gue tau lo khawatir gue bunuh dia di depan lo oke gue gak akan memeluk lo tapi selama lo jauh darinya biarkan gue berperan jadi abangnya lagi untuk menjaganya" ujar Reza berjalan mendekat namun Angel tetap berada di depan David.
"Takut wajar harusnya kamu membunuhku Din" ucap Reza langsung menarik Angel lalu memeluk David erat namun David hanya membatu.
"Makasih lo udah jaga dia selama ini adek ipar" ucap Reza.
Tak lama ada keluarga Damantara yang mendekat karena Reza melihatnya lebih dulu dia langsung melepaskan pelukannya dan memarahi ke duanya.
"Belum selesai urusannya" ujar Maya sinis sembari menatap David membuat Angel langsung berdiri di depan David dan membalikkan badan David.
"Cemburu" ucap David menggoda
"Iz, nyebelin kalian berdua nyebelin" ucap Angel pergi.
"Loh kok pergi, kamu si gak bisa diem" ucap David memarahi Reza.
"Lo" ujar Reza menatap David membuat David menahan senyum lalu pergi mengejar Angel.
David langsung memeluk Angel dari belakang dan menggoda Angel membuat Angel malu. David langsung menggelitiki Angel membuat Angel tertawa
"Kamu berhentilah oke oke gak ngambek lagi" ucap Angel sembari terus tertawa.
"Tersenyumlah" ucap Reza dalam hati.
Angel dan David terus bercanda sampai mereka ada di depan kamar Angel namun ponsel David berdering.
"Oke oke David booking kamar lain" ucap David langsung mematikan ponselnya.
"Jangan" ucap David saat Angel akan membuka pintu.
"Kenapa" tanya Angel bingung.
"Dia lagi em lagi" ucap David bingung.
"Kenapa si" ucap Angel.
"Lagi buat adek" ucap David berbisik di telinga Angel.
"Ih kenapa gak bilang dari tadi" ucap Angel memukul David.
"Sekarang kemana tunggu di sini" tanya Angel.
"Ya kali, kita ke kamar yang udah di booking Daddy aja" ucap David di angguki Angel.
Angel dan David langsung pergi ke kamar David. Setelah sampai David langsung menarik Angel dan ******* bibir Angel membuat Angel kaget
"Manis" ucap David tertawa lalu berjalan lebih dulu
"Dasar mesum" ucap Angel mengikuti David
David langsung merebahkan diri di atas ranjang membuat Angel hanya menggeleng. Angel hanya berdiri lalu berjalan ke arah jendela dia menatap lurus ke depan.
"Ngelamunin apa" tanya David memeluk Angel dari belakang.
"Siapa yang ngelamun" ucap Angel mencium pipi David.
"Kamu menciumku" ucap David menggoda membalikkan badan Angel.
"Apaan si" ucap Angel.
David terus menggoda Angel sembari sesekali mencium Angel saat Angel lengah. Angel dan David terus menerus kejar kejaran sampai mereka terjatuh di atas sofa bersama.
"Saya sudah dapat restu dari Abangmu" ucap David sembari mebenarkan tubuhnya dengan memeluk Angel.
"Lalu" tanya Angel dengan wajah dan tubuh mereka yang sangat dekat.
"Kamu tau tadi sebenarnya mau hajar dia yang udah sia siain gadis sebaik kamu" ucap David langsung mencium bibir Angel.
"Kenapa gak kamu hajar aja biar puas" ucap Angel.
__ADS_1
"Liat kamu melayangkan tinjunya tadi udah buat puas" ucap David tertawa.
Angel hanya menggelengkan kepalanya, David langsung menggodanya lagi membuat Angel malu apalagi saat David mengusap perutnya.
"Geli" ucap Angel menahan tangan David.
"Kamu ngantuk" tanya David saat mata Angel merah.
"Hm" ucap Angel.
"Tidurlah Honey" David mencium leher Angel.
"Boy" ujar Daddy yang tiba tiba masuk begitu saj membuat David dn Angel kaget lalu David menjatuhkan Angel membuat Angel tersungkur.
"Apa yang kalian lakukan" ucap Mommy yang baru masuk.
"Gak" ucap David panik sedangkan Angel langsung bangun.
"Kejam" ucap Angel langsung berjalan ke arah ranjang dan tidur dengan tubuh yang dia tutup selimut.
"Sorry" ujar David.
"Girl bangunlah Daddy mau bicara" ucap Daddy.
"Kenapa Dad" tanya Angel yang langsung bangun dan duduk di tepi ranjang.
"Kamu bisa jelaskan ini" tanya Daddy memberikan sebuah foto dia saat di serang seseorang kemarin.
"Oh ini, kemarin Dad" ucap Angel santai.
"Kenapa kamu terlibat perkelahian" ujar Daddy membuat David menatapnya tajam.
"Maaf Dad" ucap Angel.
"Sudah lah bagaimana lukamu" tanya Daddy.
"Gak papa Dad" ucap Angel.
"Girl Boy ada yang ingin kita bicarakan dengan kalian" ucap Mommy serius.
"Girl apa kamu mencintai David" tanya Mommy langsung membuat Angel membeku sedangkan David langsung tersenyum dia tidur di pangkuan Angel.
"David bangunlah" ucap Mommy tegas.
"Sorry mom, Angel tau Angel salah Angel keterlaluan" ucap Angel menunduk.
"Tatap orang yang sedang bicara padamu" ucap Momny tegas.
"Kamu tau kamu siapa kan kamu tau kamu memang harusnya gak David tolong dulu keluargamu saya tau siapa keluargamu sekarang saya tidak sudi jadikan kamu sebagai menantu atas apa yang keluargamu lakukan kepada keluarga saya" ucap Mommy emosi membuat David bangun dan menatap Mommynya.
"Mom" ucap David membentak Mommynya.
"Jangan karena memang saya yang salah, saya salah menilai kebaikan kalian sampai lupa kalau saya akan menghancurkan kalian maaf karena saya tidak tau diri dengan mencintaimu" ucap Angel.
"Bagaiamana Nyonya Damantara tidak mengenalimu" tanya Daddy pelan.
"Dad sampai sekarang Angel masih bersembunyi di balik cadar, mereka hanya mengenali ku sebagai Angel dengan softlens biru yang terus melekat" ucap Angel membuat Daddynya kaget.
"Saya sudah putuskan hubungan denganmu Girl biar kamu bisa kembali ke keluargamu tanpa beban" ucap Daddy.
"Maaf Dad" ucap Angel.
"Dasar anak gak tau di untung udah baik kita mau lepasin kamu biarin kamu gitu aja bakhan biar kamu bisa balik ke keluargamu, apa karena kamu mau kembali ke keluarga saya tidak mungkin dan jangan pernah berharap itu akan terjadi" ujar Mommy membuat Angel tersenyum dengan air mata.
"Saya tau saya juga tidak mempunyai hak untuk kembali karena kalian terlalu baik untuk saya saya sudah mencoba pergi dari kehidupan kalian dan mencoba kembali ke keluarga saya tapi itu sia sia" ucap Angel membuat Mommy melayangkan tamparan.
"Mom" ujar David tak terima.
"Apapun boleh anda lakukan pada saya tapi jangan pernah memaksa saya untuk kembali ke keluarga itu karena pada saat itulah saya akan langsung menghancurkan keluarga anda" ucap Angel membuat Mommynya kembali menamparnya.
"Mommy cukup" ucap David namun di tahan Daddynya.
"Jadi kamu mengancam saya" ucap Mommy mencemgkram kuat dagu Angel.
"Tidak saya akan selalu menghormati anda dan akan mencoba membalas kebaikan kalian karena kalian saya hidup dan karena kalian saya sadar saya akan selalu berada dalam bayangan" ucap Amgel.
"Sadar diri juga kamu" ucap Mommy.
Mommy terus mencaci maki Angel di depan David membuat David menangis. Melihat David menangis membuat air mata Angel seketika berhenti dan tersenyum tak lagi ada air mata yang mengalir.
"Mulai sekarang jadilah musuh saya" ucap Mommy menangis.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya....
__ADS_1