Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Ego


__ADS_3

"Mom Dad akankah David kehilangan dia dalam waktu dekat" ucap David menangis.


"Entahlah Boy, Mommy juga tidak ingin kehilangan dia" ucap Mommy.


"Mom biarin dia tetap di sini Mom" ucap David.


"Bukankah itu egois Boy" ucap Daddy.


"Tapi David gak yakin bisa bertahan saat dia pergi" ucap David.


"Percaya lah dengan takdir, karena tuhan telah mempunyai rencana yang lebih baik" ucap Daddy.


"Ya Dad" ucap David.


David lalu menemani Angel dia bahkan tertidur di samping ranjang Angel saat ke dua orang tuanya kembali ke rumah.


Angel bangun dia merasa ada sesuatu yang berat menimpa tangannya. Angel perlahan membuka mata dan melihat David yang sedang menggenggam tangannya saat tertidur.


"Abang, apa yang seharusnya gue rasakan Bang senang apa sedih gue bingung sama perasaan gue sendiri Bang" ujar Angel dalam hati.


Angel mengusap usap kepala David dengan tangan satunya membuat David mengeliat dan menatap Angel. Angel tersenyum saat David menatapnya.


"Sudah bangun Honey, apa ada sesuatu" ucap David.


"Iya mau minum" ucap Angel.


"Oke oke Abang ambilkan" ucap David cepat.


Angel menerima minum yang David berikan dengan senyuman hangat.


"Maafin Angel" ucap Angel.


"Maaf gue harus berbohong sama lo, maaf karena gue egois gue gak mau kehilangan keluarga ini teeutama lo yang gue kenal sebagai Abang" ujar Angel dalam hati.


"Buat apa seharusnya Abang yang meminta maaf" ucap David.


"Gak Angel yang salah" ucap Angel.


"Abang yang salah seharusnya sebagai seorang Abang yang melindungi adiknya" ucap David.


"Abang" ucap Angel lirih.


"Kenapa" ucap David.


"Gak jadi" ucap Angel.


"*Apa yang dia pikirkan, " ujar David.


"Bahkan sekarang hanya untuk memanggilnya Abang sangat sulit" ujar Angel dalam hati*.


Angel turun dari ranjang namun seketika terjatuh kakinya benar benar merasa sangat rapuh membuat David segera menolongnya dan menggendong Angel kembali ke ranjang.


"Are you oke" tanya David.


"No, kenapa kaki gue lemes banget" ujar Angel mulai meneteskan air matanya.


"Biar Abang panggilkan dokter" ucap David memanggil dokter.


Saat David memanggil dokter Angel melepas semua alat yang menempel di tubuhnya walau sakit tapi dia menahannya membuat dokter yang menanganinya membulatkan matanya sedangkan David yang menunggu di luar ruangan tidak tau apa yang terjadi.


"Apa yang anda lakukan Nona" tanya Dokter.


"Biarkan alat alat itu lepas" ucap Angel.


"Tapi Nona anda perlu semua alat itu" ucap Dokter.

__ADS_1


"Dok apa yang terjadi dengan saya bisa jelaskan kenapa kaki saya tidak bisa menopang tubuh saya" tanya Angel.


"Tenang saja Nona itu hal.biasa karen anda sudah satu bulan tidak terbangun" ucap Dokter.


"Begitukah" ucap Angel.


"Ya Nona" ucap Dokter.


"Terima kasih, tapi apa saya boleh meminta kertas dan sebuah bulpoin" ucap.


"Anda bisa mengambil sebuah buku yang ada di sana" ucap Suster.


"Taukah anda kaki saya tidak bisa bergerak" ucap JAngel.


"Maaf Nona akan saya ambilkan" ucap suster.


Saat suster memberikan sebuah kertas dan pulpen Angel kembali merasakan kesakitan di kepalanya namun dia berusaha tegar dan tersenyum.


"Apa ada yang anda rasakan" tanya Dokter.


"Tidak kalian boleh pergi" ucap Angel.


"Baik Nona" ucap Dokter namun sebelumnya memasang kembali jarum impus di tangan Angel sedangkan untuk alat yang lain di biarkan tidak di pasang.


"Honey" ujar David langsung menghampiri Angel setelah Dokter keluar ruangan.


"Maaf" ucap Angel.


"Untuk" tanya David bingung.


"Segalanya" ucap Angel.


"Sembuhlah terlebih dahulu baru Abang akan bertanya alasan kamu selalu meminta maaf" ucap David.


"Bolehkan gue pulang dari rumah sakit besok" ucap Angel.


"Maaf" ucap Angel.


"Oke oke, sekarang istirahatlah" ucap David membaringkan Angel.


"Oh ya tadi kamu memegang kertas kan apa itu" tanya David.


"Oh ini tadinya mau buat gambar sesuatu jenuh juga di sini" ucap Angel.


"Bagaimana apa kamu mau keluar" tanya David.


Angel menganggukkan kepalanya senang. David mengambil kursi roda yang ada di pojok ruangan kemudian menggendong Angel.untuk duduk di kursi rodan dan membawanya ke taman.


"Apa kamu suka" ucap David.


"Hm, seger" ucap Angel.


David duduk di kursi samping ranjang Angel sembari terus menatap dan menggenggam erat tangan Angel membuat Angel ikut menatapnya dengan mengeratkan genggamannya.


"*Sepertinya ini ujian tersulit dalam hidup gue" ujar Angel dalam hati.


"Bisakah kau terus bersamaku walau harus berbohong dan selalu menjadi Abangmu" ujar David dalam hati.


"Apakah gue terlalu egois memaksakan seseorang untuk menjadi seorang kakak hanya karena gue gak mau kehilangan dia, dan lo tau tuan David dengan caramu memperlakuknnku membuat ku semakin sulit melupakan mu" ujar Angel dalam hati*.


Saat Angel sedang menikmati segarnya angin malam David berjongkok di depan Angel yang berada di atas kursi roda.


"Kenapa tanya Angel bingung.


"Bisakah kamu berjanji agar tidak lagi membahayakan nyawa kamu untuk Abang bisakah kamu berjanji untuk itu" ucap David.

__ADS_1


"Selama Abang baik baik saja maka Angel akan baik baik saja" ucap Angel.


David memeluk Angel membuat Angel bingung dengan perasaannya. Setelah lama di luar David mengajak Angel untuk kembali ka ruangannya dan membaringkan Angel di ranjang.


"Kenapa gak tidur" tanya David.


"Entahlah mungkin karena sudah terlalu lama tidur" ucap Angel.


"Kamu tau Honey, apa yang paling Abang takutkan" ucap David.


"Apa itu" ucap Angel.


"Kehilangan kamu" ucap David.


"Gue bahkan lebih takut saat lo tau gue sudah ingat segalanya" ujar Angel dalam hati.


"Jadi berjanjilah dengan Abang, kalau kamu akan selalu di samping Abang apapun yang terjadi" ucap David.


"Bagaimana kalau janji itu teringkari" ucap Angel.


"Apa kamu berniat untuk mengingkari janji itu" ucap David.


"Angel bahkan belum membuat janji" ucap Angel.


"You are my everiting" ucap David.


"A-ra-yo" ujar Angel.


"Abang apa penglihatan ku juga bermasalah" ucap Angel.


"Kenapa" tanya David panik.


"Sepertinya Abang kurusan atau hanya pemglihatan ku saja" ucap Angel.


"Bagaimana Abang gak kurus setelah insiden itu Abang bahkan gak bisa makan karena rasa bersalah Abang sama kamu" ucap David.


"Kalau Abang merasa sangat bersalah lalu apa yang harus Angel rasakan" ucap Angel.


"Maksudmu" tanya David.


"Saat Abang merasa sakit Angel akan merasakannya juga jadi berjanjilah untuk tidak pernah merasakan sakit agar Angel juga tidak merasakannya" ucap Angel.


"Bukankah itu Abang yang mengucapkannya, Abang yang seharusnya melindungimu" ucao David


"Jawaban apa yang ingin kamu dengar semua sudah terlalu jelas kalau gue gak mau kehilangan kamu" ucap Angel.


"Sepertinya karena tembakan itu juga merubah tata bahasa mu" ucap David.


"Maaf" ucap Angel.


"Tidak masalah, ya walaupun Abang lebih suka bahasa kamu yang sekarang" ucap David.


Angel dan David terus saja bercerita sampai malam datang. Angel masih menggenggam tangan David namun dia mulai terlelap membuat David asik berbicara sendiri.


"Tidur" ujar David saat tidak lagi mendengar jawaban Angel.


David menatap wajah cantik Angel sembari terus tersenyum. Entah apa arti senyumannya karena ada rasa yang cukup aneh di hatinya.


David penasaran siapa yang menyerangnya karena sudah satu bulan semua anak buahnya tak kunjung menemukan titik terang bahkan satu petunjuk pun tidak.


Angel terbangun karena merasa ada seseorang yang sedang mengawasinya. Benar saat dia membuka mata dia melihat orang yang sedang memperhatikannya.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa lie vote dan komentarnya ya....


__ADS_2