Kakakku Cintaku

Kakakku Cintaku
Nyaman


__ADS_3

"Ngel lo makan segini banyak gak sakit perut lo" tanya Elen.


"Gue sakit perut kalau gak makan" ujar Angel enteng.


"Hai gue Gio siapa nama lo" tanya Gio pada Elen.


"Gue Elen" ucap Elen singkat.


"Nih cewe cewe pada singkat singkat amat ngirit apa gimana nih" ujar Doni.


"Masa" ucap Elen Milla dan Angel bersama.


"Sok kompak" ujar Azriel.


"Emang kompak" ujar Milla.


"Ngel lo yakin mau makan itu, liat dong sambel nya banyak gitu" ujar Milla.


"Gak apa apa, gue bisa makan sembarangan gini kan kalau di sekolah aja kalau di rumah kan gak gini sekali kali lah" ucap Angel.


"Sekali kali lo bilang, udah hampir setiap lo makan di sekolah makanan lo pedes lo habis olahraga Ngel bisa dehidrasi lo" ujar Elen.


Tiba tiba seseorang muncul dan duduk dengan keras di antara Angel dan Azriel, membuat Angel dan Azriel kaget dan saling menjauh.


"Abang" ucap Angel lirih.


David memandang Angel dengan tatapan tajam, Angel bahkan tidak dapat menatap mata elang David, Angel sangt tau bahwa Abangnya melarang dia berdekatan dengan laki laki lain harus ada jarak diantara mereka.


"Tatap mata gue, dan bicara apa yang harus kamu bicara kan sama gue" ucap David.


"Sorry Angel gak akan mengulangi ini semua" ucap Angel lirih menundukkan kepalanya Angel tau benar bahwa saat Abangnya memanggil dengan sebutan lo gue berarti sangat marah padanya.


"Gue bilang apa, tatap mata orang yang sedang lo ajak bicara apa lo sedang bicara dengan meja" ujar David tegas membuat semua teman teman Angel terdiam tak berani bersuara.


Angel mengangkat kepalanya, lalu mencoba memberanikan diri untuk menatap mata David yang mengkilat seakan akan ingin menelannya hidup hidup.


"Maaf, Angel salah" ucap Angel menelan salivan nya susah.


David menengok ke arah mangkuk bakso yang Angel pesan, lalu mencicipi kuah bakso tersebut seketika David membelalakkan matanya karena kuah yang dia cicipi sangat pedas.


"Apa ini pantas untuk di makan, bukankah ini sangat pedas Baby" ucap David lembut saat melihat Angel yang menahan air matanya.


Angel menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan David, Angel tidak mampu berkata kata karena David terus menatapnya. Dengan rasa pedas yang masih ada dalam mulutnya, David mencoba menetralkan emosinya.


"Kalau ini tidak baik untuk di makan lalu kenapa kamu memakannya, ingat kamu pernah sakit selama berhari hari karena makan pedas" ucap David menenangkan Angel.


Pengumuman!!!


Untuk semua murid silahkan untuk pulang lebih awal, di karenakan kami para guru ada rapat mendesak dan sekali lagi selamat untuk para pemenang basket putri saya ucapkan terima kasih, dan untuk kalian yang belum menang jangan berkecil hati kami pihak sekolah sangat berterima kasih atas kerja keras kalian.


Sekian terima kasih.


Pengumuman sekolah disampaikan.


"Abang" ucap Angel lirih.


"Ya Honey" jawab David.


Angel menatap David seolah berkata apa ini ulah Abang agar Angel pulang awal.


David mengerti dengan yang Angel pikirkan kemudian David hanya tersenyum, dan membawa Angel pergi dari kantin.


David berdiri dan menggenggam erat tangan Angel, Angel menatap David lalu berdiri dan pergi meninggalkan teman temannya.


Selama perjalanan pulang Angel hanya terdiam, sedangkan David fokus dengan kendaraannya. David mengendarai dengan cepat namun Angel tidak dapat menghentikannya karena Angel tau bahwa sekarang David sangat marah dengannya.


Angel sampai di rumah dengan waktu yang sangat singkat, yang harusnya di tempuh tiga puluh lima menit dengan kecepatan sedang namun hanya ditempuh dalam waktu lima belas menit.


Setelah sampai di rumah, Angel tidak mengikuti David masuk rumah Angel hanya diam mematung, David yang menyadari itu lalu menggenggam erat tangan Angel memberikan kenyamanan.


Angel yang mendapat perlakuan baik dari David merasa sangat bersalah karena selama ini Angel selalu mengingkari janjinya pada David namun David membalasnya dengan kasih sayang penuh.

__ADS_1


"Hai sayang, pulang cepat hari ini" tanya Mami Maria.


"Ya Mom, kan hari ini cuma pertandingan basket" ujar Angel tersenyum menutupi kegelisahan yang dia alami.


"Yakin cuma basket" ceplos David.


"Sama bela diri sedikit" ucap Angel tersenyum.


"Bela diri sedikit" tanya Momi penasaran.


Angel hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh oke oke lalu apa team kamu menang" tanya Mami Maria.


"Menang dong Mom" ucap Angel bangga.


"Sudah ganti baju sana langsung makan" ucap Mami Maria.


"Oke Mom, tapi Angel sudah makan tadi di kantin sekolah sehabis bertanding" ucap Angel sayu.


"Oke tidak apa, tapi setidaknya ganti lah baju kamu sayang" ujar Mami Maria mencium kening Angel hangat.


"Oke Mami" ucap Angel bergegas ke kamarnya.


"Huff selamat untuk beberapa jam ke depan" ujar Angel dalam hati.


"Boy apa yang terjadi" tanya Mami pada David.


"Maksud Mami" tanya David pura pura tidak tau apa yang Mami maksud.


"Sudah percumah juga kalian sembunyikan sesuatu dari Mami, Mami pasti tau" ancam Mami.


"Yayaya Abang marah sama Angel di depan teman teman Angel, Abang tau Abang salah gak seharusnya Abang marah di depan orang lain tapi itu karena Angel makan bakso pedes level tinggi Mam maafin Abang" jujur David.


"Oke masalah kecil ternyata, bicara lah dengan adik mu jangan buat adikmu merasa tidak di hargai semua pendapatnya" ucap Mami Maria mengelus pundak David.


"Mami tidak marah" tanya David.


"Oke Mom" ucap David.


"Maaf nyonya tuan ada tuan muda Jack di depan" ujar Maid yang baru saja datang.


"Jack, oh baiklah silahkan pergi" ucap Mami.


"Apa Mami yakin dengan keputusan Abang soal pekerjaan Angel" tanya David ragu.


"Apa kamu meragukan adik mu" tanya Mami Maria.


"No Mom" ucap David cepat.


"Kalau begitu temui Jack Mami akan panggil adik kesayangan Abang ke sini" goda Mami Maria.


"Mom" ucap David merengek.


Mami menyuruh David untuk cepat cepat menemui Jack, sedangkan Mami menaiki tangga untuk memanggil putri tersayangnya.


"Sampai kapan kamu akan menyembunyikan perasaan mu Boy" ujar Mami dalam hati.


"Honey, where are you" ucap Mami saat sampai di kamar Angel.


"Di sini Mom, ada apa" ucap Angel di balkon.


"Ada Jack di bawah , apa kamu siap Honey" tany Mami Maria.


"Oh oke Mom, sebenarnya Angel deg degan Mom" ujar Angel.


''Semua akan baik baik saja Honey percayalah Abang juga ikut untuk menemani mu" ucap Mami.


"Benarkah Mom" ujar Angel bahagia.


Mami hanya tersenyum lalu membantu Angel bersiap siap.

__ADS_1


"Jack gue harap lo gak bikin adek gue susah" ujar David.


"Tenang aja bro, lo khawatirnya melebihi mak nya" ledek Jack.


"Karena dia segalanya buat gue selain orang tua gue pastinya" ucap David.


"Gue paham maksud lo" ucap Jack mengerti.


Jack tau bahwa David menyayangi Angel melebihi sayang seorang kaka terhadap adiknya, namun dia juga tau bahwa Angel adalah alasannya tidak pernah mendekati wanita lain di luar sana.


"Apa kamu sudah siap Baby" tanya David saat Angel duduk di sampingnya.


"Siap Bang" ucap Angel pelan namun tegas.


"Kalau sudah siap mari kita berangkat" ucap Jack semangat.


"Oke Mom kita berangkat dulu" ucap David.


"Oke Boy, hati hati Honey " ucap Mami Maria mencium pipi David dan Angel.


Angel satu mobil dengan David sedangkan mobil Jack ada di depannya, sehingga Angel leluasa berbicara dengan David.


"Bang Angel minta maaf" ujar Angel.


"Maaf untuk" tanya David pura pura tidak tahu.


"Maaf karena Angel sudah membuat Abang marah" ucap Angel lirih.


"Abang tidak marah, Abang khawatir dengan kesehatan kamu" ujar David mengelus puncak kepala Angel lembut.


"Makasih Abang udah khawatir sama Angel" ucap Angel.


"Udah sepantasnya Abang khawatir sama kamu" ucap David.


"Apa kamu sudah merasa tenang sekarang" lanjut David.


Angel hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis.


"Lama lama gue bisa diabetes nih kalau sama Angel, tuh anak manis banget kalau senyum, eh apaan si ingat David dia adek lo ingat itu" ucap David dalam hati.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat tujuan, Angel terlihat sangat gelisah.


" Sini" ucap David meminta Angel mendekat.


Angel mendekat kemudian David memeluknya erat, Angel bingung dengan yang David lakukan namun Angel merasa ada kenyamanan saat dekat dengan David.


"Nyaman" ucap Angel lirih namun masih bisa David dengar.


"Apa kamu mengatakan sesuatu Honey" tanya David tersenyum namun Angel tidak melihatnya.


"Tidak, ya sudah Bang ayo masuk" ucap Angel melepas pelukannya.


Namun tiba tiba David mencium kening Angel hangat, Angel kaget dengan perlakuan Davin namun Angel mengira bahwa itu kasih sayang seorang kaka pada adiknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, vote komen and like jangan lupa salam manis author.

__ADS_1


__ADS_2