
"Maaf" ujar Leon membuat Angel diam dan menatapnya.
"Lo bilang apa" tanya Angel menatap Leon sembari mengusap air matanya.
"Maaf" ucap Leon mengulang.
"Seorang ketua mafia minta maaf" ucap Angel tersenyum.
"Kayaknya lo cukup gila buat pergi ke rumah sakit" ucap Leon sembari mengusap air mata Angel yang sesekali mengalir.
"Maksud lo" tanya Angel.
"Tadi marah marah nangis sekarang senyum jngn jangan itu tipu muslihat lo biar gue peluk lo ya hayo ngaku" ucap Leon.
"Narsis bener" ucap Angel langsung duduk kembali bermain dengan Raya.
"Silahkan duduk tuan" ucap Maya hormat.
"Oke" ucap Leon langsung duduk di samping Angel.
"Siapa ini" ujar Leon mencubit gemas Raya.
"May buatin minum buat dia" ujar Reza.
"Oke bang" ujar Maya pergi.
"Din Bang kalian gak mandi" ujar Bunda yang tidak tau kedatangan Leon.
"Eh ada tamu siapa ya" ucap Bunda.
"Bunda, perkenalkan saya Leon calon menantu idaman Bunda" ujar Leon menyalami Bunda.
"Cari muka" ucap Angel.
"Biar dapat jackpot" ucap Leon.
"Oh yang tadi telfon ya, Din gak mandi" ujar Bunda.
"Nanti lah Bun, males" ucap Angel.
"Oke, Bunda masakin apa nih kamu belum makan" ucap Bunda.
"Nanti Gue masak sendiri aja Bun" ucap Angel di angguki Bundanya dan pergi.
"Lo ke mak lo pake bahasa lo gue" ujar Leon.
"Ya , masih gak bisa menerima ingatan yang lalu" ucap Angel di angguki Leon.
"Hai cantik seperti yang gendong siapa namamu" ujar Leon.
"Raya Uncle" ujar Angel menirukan suara anak kecil.
"Uncle muda tampan gini" ucap Leon.
"Maunya siapa aki atau grandpa atau tuan mafia atau mau jadi Daddynya" ujar Angel tertawa.
"Oke Uncle tampan, Daddy anak siapa juga kalau anak lo gak papa" ucap Leon meringis.
"Siniin" ujar Leon.
"Emang bisa" tanya Angel.
"Coba dulu latihan biar nanti kalau anak kita lahir gue bisa gantian ama lo" ucap Leon membuat Angel tersenyum.
"Sayang hua bantuin" ucap Leon membuat Angel panik.
"Apaan si" ujar Angel.
"Anaknya angkat dulu" ujar Leon panik.
"Siniin Raya kamu urusin tuh Leon langsung pucet" ucap Reza.
"Kamu kenapa si" tanya Angel memegang wajah Leon.
"Dia muntah" ucap Leon.
"Hm kirain apa bentar gue ambil tisu dulu" ucap Angel.
"Jangan pergi" ujar Leon.
"Oke oke kak Maya ambilin tisu nih anak lo buat psikopat pucet" ujar Angel tertawa membuat Maya datang dengan minuman dan tisu.
"Diem kalau takut" ucap Angel langsung berjongkok membersihkan bekas mutah Raya.
"Kenapa Bang" ujar Maya.
__ADS_1
"Si Raya nih muntah di gendongannya kasian" ujar Reza memberika Raya pada Maya.
"Maaf tuan maaf biar saya cuci bajunya" ujar Maya namun Leon tidak merespon.
"Udah kak biar gue aja dia gak suka di sentuh sembarang orang" ucap Angel tersenyum membuat Maya lega dan membawa Raya ke kamarnya.
"Kenapa" tanya Bunda.
"Si Raya muntah di bajunya" ucap Angel membuat Bunda memegang bajunya namun seketika Leon menghempaskannya dengan tatapan membunuh membuat Bunda tersentak.
"Bang kamar yang bisa gue pake buat urusin dia dimana" tanya Angel.
"Kamar lo" ucap Reza
"Mana" tanya Angel.
"Pake lupa, tuh di lantai dua ada namanya kali" ucap Reza di angguki Angel.
"Ikut yuk biar gue bersihin" ujar Angel menuntun Leon di ke kamarnya dengan tasnya dan Leon dia tenteng.
"Kenapa marah tadi" tanya Angel saat sampai di kamarnya.
"Tau alasan gue" ujar Leon dingin.
"Oke, sekarang buka bajumu dan mandilah" ujar Angel.
"Jijik tau gimana lepasinnya" ucap Leon.
"Sebelumnya maaf ya" ucap Angel.
Angel manyun langsung melepaskan kancing baju Leon satu persatu sampai menampilkan perut sispax Leon.
"Ini gue cuci apa gue buang" tanya Angel.
"Cuci itu baju kesayangan" ujar Leon seperti anak kecil.
"Oke" ucap Angel langsung membawa baju Leon ke wastafel untuk mencucinya.
Dengan sangat telaten Angel mencuci baju Leon sampai tak ada noda sedikitpun. Dia juga langsung menjemurnya selama menunggu Leon mandi Angel melihat sekeliling dan perlahan mengingat setiap kenangan di sana.
"Baju gue mana" tanya Leon.
"Gak bawa ganti" tanya Angel.
"Gak" ucap Leon.
"Yang bener dong" ucap Leon
"Nih" ucap Angel dengan kaos overzise nya membuat Leon tersenyum.
Setelah selesai dan rapi Leon lanngsung meminta Angel untuk bersiap pergi namun Angel menolak karena harus mandi lebih dulu namun Leon tidak menggubris.
"Oke sekarang izinin gue pamit sama mereka" ucap Amgel di angguki Leon.
"Bunda Abang Kak Maya gue pamit ya, kalian jangan coba mencari tau gue ada di mana karena gue akan selalu ada di sekitar kalian " ucap Angel menyalami semua orang.
"Pamit Tante Bang Kak" ucap Leon sopan
"Mau kemana kok buru buru si makan dulu" ucap bunda.
"Gak tante makasih" ucap Leon.
"Adin juga belum mandi kan" ucap Bunda.
"Gak papa tante masih wangi kok" ucap Leon langsung menarik Angel pergi.
Angel mengikuti setiap langkah Leon menuju mobilnya dan membawa Angel ke sebuah tempat makan untuk makan bersama setelah itu dia membawa Angel ke sebuah apartemen mewah dengn penjagaan super ketat.
"Penjara mewah" ucap Angel saat pertama masuk dan duduk di sofa.
"Gue pergi lo jaga diri jangan keluar ada yang harus gue urus" ucap Leon pergi.
Sebenarnya Leon menerima panggilaan dari anak buahnya kalau keluarga Damantara bergerak lebih cepat. Dia menculik Mommy Maria dan membawanya ke negara itu dan Leon tidak datang sendiri melainkan bersama David dan Daddy Honsclair.
Karena Leon sampai negara itu lebih dulu jadi dia bisa mengulur waktu untuk membawa Angel tanpa siapapun tau maksud kedatangannya terutama Angel dan Bundanya.
"Gimana" tanya David saat Leon ke apartemennya yang bersebelahan dengan Angel.
"Udah aman di sebelah, terus gimana udah jelas posisi sekarang" tanya Leon.
"Belum GPS mommy terakhir terlihat di negara ini" ucap David.
"Angel lo bisa menlacak seseorang" tanya Leon dari sambungan telfon.
"Bisa, kemarilah" ucap Angel.
__ADS_1
Leon langsung pergi ke kamar Angel dan menemani Angel melacak nomor yang Leon panggil. Dengan semua yang sudah Leon persiapkan dia dengan mudah melacaknya.
"Gue kirim alamatnya lo coba ke sana ya" ucap Leon menelfon David.
Sebenarnya saat acara tunangan David sesaat sebelum David melingkarkan cincin di jari orang yang di jodohkan padanya ada suara tembakan membuat semua orang kocar kacir karena tembakan itu di arahkan ke lampu agar semua gelap dan jalan mereka menjadi mudah.
Pada saat itu yang menjadi incaran adalaah Mommy karena sudah lama keluarga Honsclair dalam pengawasan keluarga Damantara hanya ingin membuat Honsclair riuh namun karena tindakan cepat Angel yang mematikan semua sistem membuat anak buah Damantara gerak cepat.
"Sepertinya gue kenal nomor tadi" ujar Leon.
"Benarkah, mandilah" ujar Leon membuat Angel manyun dan pergi mandi.
Setelah kepergian Angel langsung menghubungi semua anak buahnya. Dia bersikap sopan santun di keluarga Damantara tadi karena tidak ingin Angel merasa tertekan.
"Udah" tanya Leon saat melihat Angel dengan handuk melilit rambutnya.
"Sepertinya ini semua sudah di persiapkan" ujar Angel membuat Leon tersenyum.
"Sekarang bekerjalah" ujar Leon berdiri dari depan komputer.
Angel duduk dan mengikuti semua arahan Leon dia terus menuruti semua ucapan Leon tanpa tau kalau yang dia cari adalah Mommynya.
"Kalau ada apa apa telfonlah, kamu pancau semuanya dari sini biar gue yang menyusul mereka kalau sesuatu mendesak lo ambil koper do atas kasur itu dan gunakanlah" ujar Leon di depan kamar apartemen.
"Oke" ucap Angel.
Angel berfikir pasalnya dia juga melihat anak buah Daddynya ada disana. Dia kembali mengecek nomor telfon yang Leon berikan dia terkejut saat tau kalau itu nomor mommynya.
"Kenapa dengan Mommy kenapa mereka melacaknya tidak mungkin mommy hilangkan" ucap Angel namun seketika berita muncul bahwa terladi penculikan terhadap istri pengusaha ternama membuat Angel seketika terduduk.
"Mommy" ujar Angel menangis.
"Hallo Bang" ujar Angel saat Reza menelfonnya.
"Apa itu mommy kamu" tanya Reza.
"Ya Bang" ucap Angel.
"Apa benar kelurga Damantara yang menculiknya " tanya Angel
"apa kamu juga berfikir seperti itu" ucap Reza.
"Entahlah kasih tau gue dimana markasnya" ujar Angel.
"Lo mau pergi" ucap Reza.
"Ya dimana markasnya, jangan pernah tinggalin Bunda dan kak Maya sendiri " ucap Angel.
Reza memberi tau beberapa markas Damantara yang Reza tau membuat Angel semangat ingin berjuang menyelamatkan malaikat yang telah menolongnya dulu.
Angel langsung berlari ke kamarnya, dia melihat sebuah koper besar di sana dia membukanya dan ternyta isinya adalah semua perlengkapan yang biasa dia gunakan saat menjalankan misinya dulu.
Angel memakai semuanya termasuk baju anti peluru dia juga membawa banyak senjata dalam bajunya tak lupa cadar yang selalu dia pakai.
"Maaf nona anda mau kemana" tanya Penjaga apartemen Angel tepatnya anai buah Leon.
"Tuan Leon menyurhku untuk menyusulnya" ucap Angel percaya sang penjaga.
Angel langsung megendarai motor gede yang sempat dia beli saat berjalan jalan di sebuah pameran motor.
Angel tidak pergi ke tempat dia melacak mommynya melainkan pergi ke kediaman Ayahnya.
Brugh.....
Angel menendang pintu utama dengan sangat keras tidak peduli kalau di sana sedang mengadakan sebuah acara dia melihat tuan Damantara yang menatapnya tersenyum seolah tau siapa yang datang.
"Dimana anda membawa Mommy" ujar Angel keras.
"Kamu anaknya ya" ujar Tuan Damantara mendekati namun Angel tidak goyah.
"Kenapa kamu tidak pergi ke sana saja" ujar tuan Damantara menunjuk sebuah kamar.
"Brengsek" ujar Angel langsung meninju ayahnya dengan keras.
"Kamu berani memukul saya" ujarnya marah membuat anak buahnya mengepung Angel
Dengan tenang dan langkah pasti Angel langsung mengambil senjatanya dan menarik pelatuk ke arah mereka semua tidak menunggu lama semua anak buah Ayahnya terkapar.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya guys....